Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Kekesalan Rika


__ADS_3

Arya meminta dokter lain untuk memeriksa luka Rika dan tentu saja itu membuat Rika semakin kesal. Dia berharap tangan Arya yang memeriksa tubuhnya tapi itu tidak terjadi.


"Pasien hanya mengalami luka ringan di kakinya dan tidak perlu di rawat, pasien cukup mengoleskan obat yang saya kasih dengan rutin. Besok juga baikan." Kata dokter yang memeriksa Rika.


"Oh iya Dok, terima kasih." Ucap Arya, dia merasa legah karena jika Rika harus dirawat maka dia pasti akan bertanggung jawab untuk merawat Rika. Tapi syukurlah Rika baik-baik saja dan boleh pulang.


Rika yang merasa rencananya gagal semakin merasa kesal. Tadinya dia berpikir akan mendapat luka yang bisa membuatnya harus dirawat di rumah sakit agar dia bisa mempunyai kesempatan bersama Arya, tapi ini hanya luka kecil yang tidak memerlukan perawatan rumah sakit.


Bahkan yang membuat kekesalan Rika memuncak adalah saat dia berharap Arya yang mengantarnya pulang malah Arya memesankan taksi online untuknya.


Sedang di percetakan Cantika yang sedang sibuk melatih para penulis junior merasa risih dengan tingkah Remon.


Remon selalu mengikutinya dengan alasan ingin belajar lebih banyak tentang islam pada Cantika hingga Cantika tidak punya alasan menolaknya.

__ADS_1


Saat jam makan siang, Cantika dan beberapa anggota di percetakan pergi ke resto dekat percetakan.


"Aduh, maaf Bu saya tidak...." Cantika yang sedang berjalan di belakang anggota yang lain tak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita paruh baya.


"Bu Molla?" Cantika mengenali wanita itu, dia Ibunya Remon.


"Eh Nak Cantika, apa kabar?" Molla juga mengenali Cantika. Dulu dia yang memaksa Remon memutuskan Rika karena mengira Rika mempunyai sepupu yang buruk rupa. Tapi setelah novel Aisyah Cantika terkenal Molla juga mendengar ketenaran nama Cantika dan keaslian identitasnya.


"Baik Bu, Ibu sendiri bagaimana kabarnya?" Tanya Cantika sopan.


"Kenapa?"


"Remon anak tante sudah hampir sebulan tidak pulang ke rumah, tante juga tidak tahu kabarnya. Entah dimana dia saat ini." Molla terlihat begitu cemas.

__ADS_1


Cantika terkejut mendengarnya, haruskah dia katakan kalau Remon telah masuk islam dan kini bekerja di percetakannya? tapi dia takut membuat ibu dan anak berkelahi jika Molla mengetahuinya.


"Cantika, ayo yang lain nungguin." Nur penulis junior di percetakan Cantika memanggil Cantika sebelum Cantika mengatakan kalau Remon sebenarnya bekerja di percetakannya..


"Maaf Bu saya sudah di tungguin teman-teman saya, permisi." Cantika meninggalkan Molla dan bergabung dengan anggota yang lain.


Setelah makan siang Cantika kembali ke percetakan, dia melihat Remon dan teringat dengan Bu Molla yang begitu cemas mencari Remon.


"Remon, aku lama tidak melihat Ibumu. beliau apa kabar?" Cantika berbasa-basi menanyakan Bu Molla untuk mengetahui apa sebenarnya yang Remon inginkan hingga meninggalkan rumahnya dan bergabung dengan percetakannya dengan tiba-tiba. Meski Pak Rohim sudah menjelaskannya tapi Cantika merasa tidak ada ketulusan di mata Remon saat mempelajari islam, seperti ada hal lain yang di inginkan Remon.


"Oh Ibuku baik, baru saja dia menelpon dan menanyakan menu makan malam yang aku inginkan apa." Jawab Remon.


Cantika merasa bingung, ini siapa yang berbohong? apakah Remon? tapi kenapa?

__ADS_1


"Oh kalau begitu salam yah untuk ibumu." Cantika harus menutupi kalau dia tadi bertemu Bu Molla. Dia harus mencari tahu apa niat Remon sebenarnya.


__ADS_2