Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Kejutan Malam Romantis


__ADS_3

"Assalamu'alaikum, sayang kamu pulang jam berapa?" Cantika mengirim pesan pada Arya.


"Wa'alaikumussalam, mungkin agak larut malam sayang, hari ini banyak pasien dan operasi kamu tidak usah menungguku tidur saja duluan." Balas Arya, dia sungguh merindukan Cantika tapi apa daya tugas di rumah sakit tidak mungkin dia tinggalkan.


"Baiklah, semangat."


Cantika tersenyum, dia bukannya sedih karena Arya pulang telat tapi dia senang karena dia punya waktu untuk menyiapkan kejutan buat Arya malam ini.


Detelah sholat isya Cantika mengaji beberapa halaman kemudian memeriksa rumah dan melihat Bi Dusi sudah memasuki kamarnya untuk tidur. Pak Rohim dan Danish juga sudah tidur.


Cantika segera ke dapur dan membuatkan makan malam untuk Arya. Cantika juga menghias kamar mereka seperti saat mereka baru menikah.


Cantika menghidangkan makanan di dalam kamar kemudian menghias meja makan kecil dengan lilin.


Setelah semua selesai Cantika melihat jam dan sudah menunjukkan pukul 10 malam. Dia menunggu Arya takut Arya terlalu lama pulang maka lilin akan habis dan makanannya akan dingin.


Baru saja Cantika mau menghubungi Arya tapi dia sudah mendengar suara mobil Arya di halaman rumah.


Cantika mematikan lampu dan bersiap mengejutkan Arya.


Arya memasuki rumah diam-diam karena takut mengganggu orang-orang tidur.


Dia mendorong pintu kamar pelan-pelan karena mengira Cantika sudah tidur. Tapi cahaya lilin, hidangan makan malam dan hiasan kamar mengejutkannya.


"Sayang kamu dimana?" Arya berteriak pelan karena tidak melihat keberadaan Cantika.


"Apa kamu suka?"

__ADS_1


Cantika keluar dari kamar mandi dengan gaun yang sangat indah di tubuhnya, bukan pakaian syar'i yang selalu dia pakai saat di luar kamar tapi sebuah gaun yang sangat seksi dimata Arya.


Sangat jarang Cantika mengenakan gaun seperti itu dan tentu saja Arya yang melihatnya menjadi tergiur.


Arya sangat terpesona melihat kecantikan Cantika.


"Apa semua ini untukku?" Tanya Arya sambil melangkah mendekati Cantika.


"Iya." Sebenarnya Cantika sangat canggung saat ini, dia tidak terbiasa dengan pakain seperti itu. Tapi demi menyenangkan suaminya dia tentu rela melakukannya.


Arya memeluk Cantika lalu mengecup keningnya.


"Terima kasih, ini indah sekali. Terutama dirimu, sangat cantik." Arya terus melingkarkan tangannya di pinggang Cantika.


"Kamu pasti belum makan malamkan, ayo mumpung makanannya masih hangat." Cantika mengajak Arya ke depan meja makan kecil yang sudah dia hias.


Arya sangat tersentuh dengan perlakuan romantis Cantika malam ini. Mereka makan malam dengan bahagia dan damai.


"Memangnya mau gerak kemana lagi, kalau kenyang yah tinggal tidur ini sudah larut malam kamu mau ngapain lagi?" Cantika yang lugu tidak menyadari kalau pertanyaannya sudah mengundang Arya.


Arya tersenyum sambil mengedipkan matanya kemudian berdiri dan menggendong Cantika ke atas kasur.


Cantika yang menyadari maksud Arya sangat malu, pipinya sampai memerah dan membuatnya semakin terlihat cantik di mata Arya.


Malam yang indah mereka lalui berdua seperti layaknya pasangan pengantin baru.


Saat adzan subuh alarm handphone Cantika berbunyi, Arya segera bangun.

__ADS_1


Arya tersenyum melihat Cantika yang di sampingnya masih tertidur pulas.


"Sepertinya aku membuatmu kelelahan." Gumam Arya.


"Assalamu'alaikum bidadariku, ayo bangun waktunya sholat subuh." Arya membangunkan Cantika dengan sangat lembut.


"Wa'alaikumussalam, sudah subuh yah kok cepat sekali rasanya aku baru saja tidur." Kata Cantika sambil mengucek matanya.


"Hehe maaf aku sudah membuatmu begadang." Kata Arya sambil tersenyum melihat Cantika.


Cantika langsung berdiri dan berlari mengambil air wudhu. Fia masih sangat malu setiap selesai berhubungan dengan Arya.


Arya tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Arya kemudian ke kamar Danish untuk mengajaknya sholat bersama tapi Arya terkejut karena Danish tidak berada disana. Kemudian Arya berpikir dan mencari Danish di kamar Pak Rohim, dan benar saja Danish masih tidur sambil memeluk leher Pak Rohim dengan tangan kecilnya.


Arya sangat tersentuh melihat putra kecilnya yang begitu perhatian pada Pak Rohim.


Arya mencolek Danish untuk membangunkannya sholat. Tapi saat Danish bangun Pak Rohim juga terbangun.


"Maaf ayah aku telah membangunkan ayah." Arya merasa tidak enak hati karena telah mengganggu tidur Pak Rohim.


Pak Rohim menggelengkan kepalanya berarti dia tidak merasa terganggu.


Kemudian Pak Rohim memberi isyarat dengan tangannya yang sudah mulai bisa dia gerakkan kalau dia juga mau ikut berjama'ah.


Arya yang sudah bisa memahami bahasa isyarat Pak Rohim kembali ke kamarnya dan mengajak Cantika sholat di kamar Pak Rohim.


Pak Rohim tayammum sebisa yang dia lakukan.

__ADS_1


Satu keluarga sholat berjama'ah dengan khusyu, Arya menjadi imam dan yang lain sebagai ma'mum. Pak Rohim yang masih belum bisa menggerakkan tubuhnya sholat dengan isyarat tanpa mengurangi kekhusyuannya.


Sedang dari luar pintu kamar Pak Rohim Bi Susi sangat marah melihat mereka sholat berjama'ah.


__ADS_2