Bidadari Di Balik Cadar

Bidadari Di Balik Cadar
Bertemu Kembali


__ADS_3

"Selamat datang, silahkan duduk." Mordan menyambut Cantika yang datang bersama Arya dan Surya.


"Maaf paman aku tidak bisa lama-lama karena harus segera ke rumah sakit, aku titip kak Surya pada paman disini."


Kata Arya pada Mordan yang sudah tidak terkejut melihat dua wajah yang sama karena sebelumnya Cantika sudah memberitahunya saat di telpon tadi.


Arya pamit dari sana, sedang Cantika masih tinggal untuk menemani Surya sampai semua formalitasnya selesai.


Setelah semua formalitasnya selesai, Cantika juga permisi dari sana.


"Selamat datang dan selamat bergabung di perusahaan ini, jangan pernah sungkan sesungguhnya sebagian besar saham disini adalah milik Arya dan Cantika." Kata Mordan sambil menjabat tangan Surya.


Dan iya, benar jika sebagian besar saham disana merupakan milik Arya dan Cantika, karena mereka yang telah mendanai Mordan sehingga mampu menghidupkan kembali perusahaannya yang bangkrut saat itu.


Mendengar jika saudaranya merupakan pemilik sebagian besar saham diperusahaan sebesar itu, Surya merasa sangat kagum dengan saudara dan iparnya itu.

__ADS_1


"Papa memanggilku?" Rika masuk dan tak menyadari jika Surya berada disana.


"Iya, tolong jika kamu tidak ada kelas di kampus kamu dampingi nak Surya dalam mengurus manajemen kita." Kata Mordan.


Mendengar nama Surya, Rika merasa tidak asing dengan nama itu, Rika kemudian berbalik ke sebelah kanan tempat Surya berdiri sambil menatapnya.


Surya sendiri juga terkejut mengetahui Rika adalah anak Mordan.


"Aku pah? tapi kenapa harus aku, akukan sibuk dengan mata kuliahku." Kata Rika, sebenarnya kelasnya tidak begitu padat, tapi dia berusaha mencari alasan agar bukan dia yang mendampingi Surya karena jika dia sering bertemu Surya maka akan ada kemungkinan dirinya kembali teringat Arya yang wajahnya sama persis dengan Surya. Dia tidak mau kembali gagal move on pada Arya setelah susah payah berusaha.


"Kamukan hanya ke kampus selama tiga kali seminggu, jadi tolong empat hari lainnya datang ke perusahaan dan dampingi nak Surya, dia baru disini dan masih perlu bantuan untuk mengenal perusahaan. Tolonglah sayang lagipula dia itu kakak ipar Cantika." Kata Mordan sambil memohon pada Rika.


"Mari, aku antar ke ruangan anda." Rika mengajak Surya ke ruang kerja Surya dengan sopan.


Surya tidak banyak bicara dan langsung mengikuti Rika.

__ADS_1


"Ini ruang kerja anda, jika ada yang kurang anda bilang saja tidak perlu sungkan." Kata Rika tanpa melihat Surya.


Surya melihat sekeliling ruangan itu dan berkata "Ini sangat bagus, sepertinya semua lengkap."


"Baik sebentar lagi aku ada kelas jadi tidak bisa lama-lama disini, besok jika aku tidak ada kelas dadakan mungkin aku akan kesini. Jika ada yang mau anda tanyakan silahkan hubungi sekertaris papa atau siapapun yang anda butuhkan, semua nomor tertera di buku itu." Kata Rika lalu berjalan ke arah pintu.


"Rika!" Panggil Surya membuat Rika berhenti seketika, dulu dia pernah sangat mengharapkan suara yang bahkan sangat mirip dengan suara Arya itu memanggilnya tapi sekalipun tidak.


"Maaf,nama kamu Rikakan?" Tanya Surya.


"I..iya, ada apa?" Rika merasa sangat gugup saat ini, entah kenapa tatapan Surya seperti telah mengalihkan dunianya. Bukan Arya yang dia pikirkan, ,namun murni seorang Surya.


"Tidak, tapi bolehkah aku menyimpan nomor telpon kamu?" Tanya Surya sambil tersenyum yang membuat Rika semakin degdegan dan berpikir apa yang terjadi padanya? bukan karena Surya mirip Aryakan sampai perasaan itu muncul kembali.


"Siapa tau ada yang aku tidak pahami, Pak Mordan menyerahkan tugas itu padamu kan jadi bagaimana aku bisa bertanya padamu kalau tidak memiliki nomormu." Sambung Surya.

__ADS_1


Rika berpikir jika itu memang benar, jadi dia memberikan nomornya kepada Surya lalu segera pergi dari sana.


Surya tersenyum melihat tingkah Rika yang seakan tak sabar ingin pergi dari jeratan binatang buas.


__ADS_2