
Melihat Arya datang, Bi Susi sangat bahagia.
"Nak Arya, kamu pasti mau membebaskan Bibi kan? kamu pasti percaya kepada Bibi kalau Bibi hanya..."
Belum selesai Bi Susi berkata Arya telah memotong perkataannya.
"Berhenti berpura-pura Bi, aku sudah mengetahui semuanya." Kata Arya.
Bi Susi seketika terdiam dan terkejut apa saja yang Arya ketahui.
"Tapi Nak..."
"Tolong Bi, aku masih begitu menyayangi Bibi karena Bibi sudah merawatku dari kecil tanpa kekurangan apapun. Jadi untuk itu tolong sudahi sandiwara Bibi dan katakan dimana Remon membawa Cantika dan apa yang dia rencanakan?" Arya masih mencoba memberi rasa hormat kepada Bi Susi.
"Aku tidak tahu, aku hanya sekali pernah bicara dengan Remon itu, yaitu saat dia memberiku obat untuk Pak Rohim dan mengancamku untuk menyakiti Danish kalau aku tidak bersedia." Bi Susi masih saja bersandiwara yang akhirnya membuat Arya kehilangan rasa hormat padanya.
"Cukup! hentikan sandiwara ini dan katakan dimana istriku? aku sudah tahu kalau Bibi keluar dari islam dan berencana memisahkan aku dengan Cantika. Dan bahkan Bibi dengan sengaja berusaha mencuci otak putraku untuk jauh dari islam dan mengajaknya ke keyakinan Bibi."
Perkataan Arya membuat Bi Susi bungkam, sungguh dia tidak menyangka jika Arya bisa mengetahui itu semua.
__ADS_1
"Aku tidak akan memberitahumu." Mau tidak mau, Bi Susi tidak bisa mengelak lagi. Tapi dia tetap tidak akan menyerah, dia berharap semoga saat ini Remon berhasil mendapatkan yang mereka mau.
Arya menatap mata Bi Susi dengan pandangan tak percaya.
"Baiklah, jika itu yang Bibi mau. Tapi ingat Remon tidak akan bisa mengeluarkan Bibi dari sini, hanya aku dan Cantika yang bisa melakukannya. Tapi jika Cantika kenapa-kenapa jangan pernah berharap Bibi akan keluar dari sini meski menggunakan jaminan yang sangat besar, karena semua bukti telah berada di tangan polisi, termasuk salinan rekaman yang sudah Bibi hapus dan Pak Rohim juga akan memberikan kesaksiannya."
Selesai berkata Arya langsung berbalik pergi.
"Tunggu." Ternyata perkataan Arya membuat Bi Susi tersadar dan berpikir jernih, jika tidak ada gunanya semua kekuasaan yang Remon janjikan jika dia berada di balik jeruji penjara itu.
Arya menghentikan langkahnya tapi tidak berbalik ke arah Bi Susi.
"Di gereja tua yang sudah tak terpakai yang ada di samping rumah lama Cantika." Kata Bi Susi, dia memberi tahu Arya keberadaan Cantika.
Sedang Cantika yang dibawah paksa ke gereja tua itu sedang mencoba melawan Remon, tapi apa daya jika seorang wanita menghadapi pria, itu tidak sebanding.
"Remon, kamu akan menyesal. Meski ini rumah tuhanmu tapi Allah melihat segalanya dan akan menghukummu." Kata Cantika.
Remon tidak menghiraukannya, dia hanya tersenyum lalu mengikat Cantika disana.
__ADS_1
"Katakan padaku, dimana cincin itu?" Tanya Remon.
"Aku tidak tahu, ibuku sudah tiada dan aku tidak membutuhkan cincin itu." Jawab Cantika.
Remon mendekati Cantika bukan hanya untuk memiliki Cantika semata, tetapi dia mengincar cincin mendiang ibu Cantika. Baru-baru ini Cantika mengetahui jika ibunya berasal dari keturunan pendeta yang sangat di agungkan seperti dewa oleh semua orang, dan cincin yang dicari Remon merupakan simbol dari kekuasaan. Siapapun yang memiliki cincin itu, berarti dialah penerus penguasa di seluruh umat non-muslim, dan akan di puja seperti dewa.
Remon telah lama mendengar kisah cincin dewa itu dari mendiang ayahnya. Tapi baru-baru ini dia mengetahui jika mendiang ibu Cantika adalah keturunan terakhir dewa penguasa itu, dan Remon yakin jika meski Cantika seorang muslim dan tidak menginginkan cincin itu, tapi Cantika pasti tahu tentang cincin itu.
"Apa kamu pikir aku akan percaya? ibumu mungkin sudah tiada, tapi tidak mungkin membuang atau memberikan cincin itu ke orang lain. Hanya kamu putrinya jadi dia pasti memberikannya padamu." Kata Remon sambil mencoba mendekati Cantika dan berniat melepas cadarnya.
Cantika sangat panik, entah apa yang akan terjadi padanya. Tapi dia tetap yakin jika Allah pasti akan menjaganya.
"Bruaakk." Arya datang dan mendobrak pintu gereja tua itu.
Arya langsung memukuli Remon yang tidak siap dengan kedatangannya sampai Remon tergeletak di lantai.
Cantika sangat bahagia melihat lagi-lagi pertolongan Allah datang melalui tangan suaminya.
Remon begitu terkejut dengan kedatangan Arya yang tidak dia duga, bagaimana mungkin Arya bisa menebak tempat itu.
__ADS_1
Saat Remon mau bangkit dan melawan Arya, polisi datang dan menangkapnya.
"Bawa dia dan biarkan dia membusuk di penjara." Kata Arya pada polisi sambil memeluk Cantika.