Broken Home

Broken Home
PART 10


__ADS_3

Pukul 03.00 dini hari , Denis mencoba untuk membuka matanya "Mam.." rintih Denis .


"Mam ," Denis meringis ,terasa sakit di sekujur tubuhnya.


Miko disampingnya terkesiap , ia senang anaknya sudah sadar .


Mata Denis terbuka sempurna , diedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang berlangit-langit putih itu .


"Mam.." Ulang Denis .


"Mami lagi istirahat nak ," Ucap suara bariton yang asing ditelinga Denis .


"Ini daddy , kamu sudah sadar Den... Denis." ucap Miko kaku memanggil nama Denis yang terasa kelu di lidahnya.      


Denis berusaha menolehkan kepalanya , namun rasa nyeri menyerang sehingga ia mengurungkan niatnya.


Setetes air mata jatuh membasahi pipi Denis , dengan kondisinya seperti ini pasti menambah beban bagi maminya .


"Hei , kenapa kamu menangis ? Apa yang sakit ?" Miko memeriksa tubuh Denis .


Denis menggeleng pelan "Mi..num,"


Miko mengulurkan sebotol air lengkap dengan sedotan , dibantunya Denis meminum air itu.


"U..dah, "


Miko meletakkan botol ke atas nakas .


"Jam ber..apa ?" Tanya Denis .


"Jam tiga,"


Denis merinding , ia takut ada setan apalagi di rumah sakit seperti ini.


"Ada apa ?" Tanya Miko penasaran, kenapa Denis menanyakan jam berapa ?


"Takut." Jawab Denis singkat .


Miko tersenyum kecil .


"Jangan takut , ada daddy di sini. "


Denis memejamkan matanya kembali, merasa tak nyaman berada di dekat orang asing yang kini ada di sampingnya.


Meskipun itu daddy-nya sendiri , terlalu lama tak bertemu membuat mereka seperti orang lain .


Miko menatap wajah Denis , sedikit ngeri melihat kening yang diperban dan kaki yang di gips .


Meskipun Denis telah kembali terlelap , Miko terus memandangi anaknya .


Ia harus tetap terjaga hingga pagi menjelang , jika sewaktu-waktu butuh sesuatu ia sudah standby di samping Denis .


🌿🌿🌿


Felicia meregangkan tubuhnya yang terasa pegal akibat tidur meringkuk di sofa , dirasakannya sesuatu yang tertarik saat ia meregangkan tubuh .


Sebuah jas hitam berada di atas badannya , membuat Felicia mengernyit lalu menoleh ke arah Miko yang hanya mengenakan kemeja dengan lengan yang telah tergulung hingga siku .


Masih perhatian saja ! Batin Felicia.


Ia berjalan ke arah di mana Denis berbaring , Miko tengah memegang ponselnya.


Pasti menghubungi istrinya! Batin Felicia lagi .


Ia menggelengkan kepalanya , bisa-bisanya ia berpikir yang tidak-tidak.


"Aku sudah bangun , gantian kalau kamu mau istirahat." Ucap Felicia , sebenarnya ia kasihan melihat Miko yang sangat mengantuk . Tapi itukan salah Miko sendiri , pria itu yang menawarkan diri untuk menjaga Denis semalaman.


"Baiklah." Ucap Miko , kini ia yang tidur di sofa .

__ADS_1


Di luar , ada Adam yang melihat interaksi Miko dan Felicia.


Adam mengepalkan tangannya , jika saja ini bukan rumah sakit maka ia sudah menghajar pria itu .


Adam masuk ketika Miko sudah tertidur , ia membawakan baju ganti untuk Felicia dan Denis tak lupa juga ia membawakan sarapan untuk maminya .


Untuk mantan daddy-nya ? Biar saja dia mencari sarapan sendiri .


Adam mengambil kursi , lalu duduk di samping Felicia.


"Mi , kenapa dia di sini ?" Felicia menoleh ke arah Miko , ia tahu dia yang dimaksud Adam adalah Miko .


"Bi Parni yang ngabarin , katanya sih. " Ucap Felicia.


"Kenapa biarin dia masuk ke sini ? Mami kan bisa nyuruh Adam buat gantiin mami." ketus Adam .


"Dia juga berhak buat jagain Denis ."


Adam mendengus kesal .


"Mantan suami mami tuh gak ada jantan-jantannya kemana saja dia ? setelah Denis terkapar , baru berani datang menemuinya !!" Sungut Adam .


Denis terbangun ketika mendengar percakapan Felicia dan Adam , mendengar suara Adam ia kembali mengingat ketika kakaknya itu mengucapkan kata-kata tajam yang menusuk hatinya.


"Dad..Dy ,"


Felicia menoleh ke sumber suara , Denis anaknya sudah sadar .


Rona bahagia tersirat di wajahnya "Sayang , Denis .kamu sudah sadar ?" Ucap Felicia senang.


Jika bisa memilih , ia lebih menginginkan Denis dengan sifat usilnya daripada harus terbaring di sini.


"Dad.."


"Ini mami sayang  , Denis." Felicia menangis ketika Denis pertama sadar yang dipanggil daddy bukan maminya.


Felicia tersenyum pedih , terpaksa ia membangunkan Miko yang baru saja terlelap.


Kebiasaan Miko yang susah dibangunkan ternyata masih saja seperti dahulu , padahal dia baru saja tidur .


"Mik , tolong bangun! " Felicia menggoyang tubuh Miko .


"Lima menit lagi," ucap Miko dengan mata yang masih terpejam.


"Denis butuh kamu. " Bisik Felicia agak kencang di telinganya , membuat Miko bangun seketika .


Ia melangkah ke arah Denis yang sedang memandang kosong ke atas , sepertinya anak itu banyak beban pikiran.


"Denis butuh daddy ?" Denis mengangguk.


"Apa yang kamu perlukan nak ?"


"Denis mau menyusahkan daddy boleh ? Tolong rawat Denis ya dad , Denis sudah terlalu sering merepotkan mami." Ucap Denis terbata , Miko mengangguk semangat.


Dengan senang hati Miko menyambutnya , baginya merawat Denis tidaklah menyusahkannya , justru ini kesempatan untuk memperbaiki hubungannya dengan Denis .


Felicia terpaku di tempat , ia tak menyangka Denis akan berpikiran jika sakitnya menyusahkannya.


Adam jadi teringat kata-kata terakhir sebelum Denis kecelakaan , ia yang mengatakan Denis menyusahkan Felicia hingga kini Denis memilih untuk dirawat Miko.


Maaf mi ucap Adam dalam hati .


Denis berusaha untuk duduk , Miko membantunya dengan sedikit menaikkan brankar agar mempermudah Denis .


"Minum dad, " ucap Denis , segera Miko meraih botol di atas nakas .


Felicia duduk di samping Miko , ia memandangi wajah pucat anaknya .


Kehadirannya seperti tidak dihiraukan oleh Denis , Denis lebih banyak meminta bantuan kepada Miko .

__ADS_1


"Mam , mami boleh istirahat di rumah . Biar daddy yang jaga Denis. " Ucap Denis , ia sebenarnya sangat ingin dimanjakan maminya saat kondisinya seperti ini .


Namun lagi-lagi keinginan tak ingin menyusahkan maminya membuat Denis mengurungkan niatnya , Denis berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia bisa tanpa mami disisinya.


Dengan berat hati , Adam dan Felicia akhirnya memutuskan untuk pulang .


Mereka tidak menolak keinginan Denis , mereka berharap dengan adanya Miko dapat mempercepat pemulihan Denis .


Setelah Felicia dan Adam pergi , Denis lebih memilih memejamkan matanya lagi .


Banyak tidur,mungkin itu dapat mengurangi rasa sakit di kepala dan kakinya .


Ia juga tak ingin lama-lama berbasa-basi dengan Miko , tadi yang ia lakukan semata-mata agar Felicia tidak terlalu mengkhawatirkannya .


🌿🌿🌿🌿


Sampai di rumah Felicia , banyak tetangga yang tengah membeli sayur di depan rumahnya.


Ia langsung masuk ke dalam rumah , ibu-ibu itu langsung mengerubungi Adam .


"Mas Adam , bagaimana keadaan Denis ?" Ucap salah satu ibu .


"Alhamdulillah baik , doain semoga lekas sembuh." Ucap Adam ramah .


"Makanya mas , adiknya jangan dibawain mobil . Masih kecil kok udah boleh nyetir mobil sendiri , membahayakan orang lain ," cibir ibu yang bernama Yati .


"Semua sudah takdir Allah Bu , setelah ini saya tak izinkan Denis mengemudi lagi.  Saya permisi dulu ya , mari Bu. "


Adam berlalu masuk ke dalam rumah , tak mau meladeni omongan ibu-ibu kompleks ini .


"Heh , Bu Yati . Tetangga kita lagi kena musibah , mbok ya nyinyirnya nanti saja ," salah satu ibu mencoba membela Denis .


"Lha memang keadaannya begitu , ugal-ugalan bawa mobil segala. Anak saya saja belum saya bolehin naik motor. " Bu Yati tak mau mengalah .


Kebetulan Bu RT sedang ada di sana , ia berusaha menengahi "Sudah ibu-ibu, kita doakan semoga Bu Felicia sabar menghadapi cobaan dan Denis semoga lekas diberikan kesembuhan," ucapnya.


Tak lama ibu-ibu itu membubarkan diri .


🌿🌿🌿🌿


Di rumahnya Yasmin tengah berang , lagi-lagi Miko masih mengurusi hidup mantan istrinya itu .


Sampai-sampai di tengah meeting dengan tender besar Miko tinggalkan begitu saja , sungguh membahayakan bagi perusahaan Miko yang nantinya akan berdampak pada kehidupannya juga .


Flasback


Hampir tengah malam , Yasmin belum mendapati sosok suaminya pulang .


Ia menghubungi Rudi , sekretaris suaminya .


"Halo Rud."


"Halo Bu , bagaimana keadaan anak ibu ? " Tanya Rudi .


"Anak saya di rumah , maksudnya gimana Rud ?"


"Tadi bapak keluar dari meeting , katanya anaknya kritis di rumah sakit, "


"Anak saya gak kenapa-kenapa Rud , ya sudah kalau gitu ."


Rudi menutup panggilan Yasmin , ia sudah jengah dengan istri bosnya yang galak itu .


Flasback off


"Lihat Marsya sampai dua hari papimu belum pulang  , papimu lebih mementingkan keluarga mantan istrinya daripada kamu . Semula mami kira dengan adanya kamu Miko bisa berpaling dari wanita sialan itu , ternyata sama sekali tidak. Bahkan sampai sekarang dia masih peduli , dasar . Percuma ada kamu di dunia ini !" Berang Yasmin terhadap Marsya .


Kata-kata kasar Yasmin sangat melukai hati, rasanya Marsya ingin pergi dari rumah ini.


Tapi tak ada satupun tujuannya untuk berlindung , di rumah orang tua Miko ia sama sekali tidak diterima.

__ADS_1


Dari orang tua Yasmin sendiri mereka telah pindah ke luar kota , kini hanya ada kebimbangan di hati Marsya .


Tuhan , tolonglah aku keluar dari keadaan ini .aamiin . Batin Marsya.


__ADS_2