Broken Home

Broken Home
Episode 29


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusannya di Bandung Bian dan Clara kembali ke Jakarta. Bian terlebih dahulu mengantar Clara, Sebelum pulang Bian membelikan seikat bunga mawar untuk Felli. Bian benar- benar merasa bersalah atas kejadian yang sudah terjadi di Bandung. Namun,, Bian tidak mungkin untuk langsung menceritakan semuanya kepada Felli. Apa lagi kini Felli tengah hamil.


" Mahh, Felli belum pulang? "


" Belum , Clara mana Bi? " Ujar Mamah Retta yang tengah duduk sambil menikmati secangkir Teh


" Langsung Bian anterin lah Mah ke Rumahnya"


" Semoga hubungan kalian makin membaik ya, "


" Ya kan ini juga sedang Bisnis bareng Mah ya semua baik" Bian langsung ke Kamarnya sambil menunggu Felli pulang


Tidak lama kemudian Felli pulang bersama dengan Gilang.


" Makasih ya Lang udah mau nganterin "


" Sama - sama Fell "


Felli turun dari mobil Gilang, Bian memperhatikan Felli yang baru turun dari mobil Gilang.


" Mas kamu sudah pulang" Felli langsung menghampiri suaminya yang tengah memperhatikannya sedari tadi


" Dengan siapa kamu? " .


" Itu Gilang Mas, Kebetulan tadi Gilang sedang sama Papip di kantor ada urusan. Aku pusing jadi Gilang nawarin aku buat anterin pulang"


" Oohh " Bian merasa cemburu. Kini karena melihat Felli bersama Gilang yang terlihat begitu akrab membuat rasa bersalah Bian hilang. Kini malah Bian yang marah dan ngambek terhadap Felli


Felli merasa jika Bian ngambek padanya dan cemburu. Namun Felli merasa pusing dan badannya nggak enak. Felli memutuskan langsung beristirahat dan bicara nanti pada Bian.


" Bi, Kenapa koq keliatannya bete" Mamah Retta langsung duduk di sebelah Bian yang sedang menonton TV


" Felli pulang di antar Gilang Mah"


" Kan Mamah bilang juga apa. Kamu sih nggak percaya sama Mamah. Mereka itu pasti ada apa - apa. Kamu aja terlalu percaya sama istri kamu " Ibu Retta mulai mengompori Bian. Ibu Retta merasa senang Bian marah terhadap Felli


" Entah lah Mah"


" Mendingan sama Clara Bi, Diakan Baik, Yang udah ngebantu Cafe kamu kembali seperti dulu lagi kan. Mamah lebih setuju kamu sama Clara"


" Mamah koq malah nyuruh aku sama Clara sih.? Kan aku sudah ada Felli Mah. Felli juga sedang hamil. "


" Bi Felli juga sering jalan sama laki - laki lain. Kita nggak tau mereka ada hubungan apa " Ibu Retta merasa kesal akhirnya pergi meninggalkan Bian


Bian semakin pusing dengan keadaan yang sedang di alaminya. Bian sebenarnya cemburu dan tidak Terima Felli dekat dengan laki - laki lain, Namun dirinya pun sudah berkhianat tidur dengan Clara mantan kekasihnya dulu. Sedangkan Ibunya yang tidak pernah setuju pernikahannya dengan Felli dan selalu men jodoh - jodohkan nya dengan Clara. .


.


.


.


Michelle sedang berbelanja di supermarket kali ini Michelle bersama Pak Hermawan dan Marvel

__ADS_1


" Opaa, Avel mau ini " Teriak sang bocah kecil itu kepada Opa nya sambil menunjuk jajanan


" Oke Opa ambilkan ya " Pak Hermawan pun mengambilkannya


Saat mereka sedang memilih belanjaan Michelle yang sedang membeli daging bertemu dengan Nikko yang tengah berbelanja juga.


" Hy Mantan " Sapa Nikko.


Michelle hanya menoleh dengan malas pada Nikko tanpa menjawabnya. Nikko melihat Marvel yang sedang memilih Snack bersama Opa nya. Nikko merasa sangat ingin memeluknya, Nikko langsung menghampiri Marvel yang sedang bersama Pak Hermawan. Michelle menatap Nikko yang tiba - tiba pergi


" Hallo ganteng " Nikko langsung menyapa Marvel


" Haii Om " Marvel langsung tersenyum menatap Nikko. Pak Hermawan langsung bingung menatap laki - laki yang langsung menghampiri mereka. Pak Hermawan terus memperhatikan keduanya yang terlihat begitu mirip


Michelle langsung menghampiri Marvel yang tengah di dekati Nikko.


" Jangan dekat - dekat dengan anakku " Perkataan Michelle membuat Nikko yang hendak menggendong Marvel tidak jadi.


" Aku hanya ingin menggendong Anak ini " Nikko berusaha untuk meminta izin


" Aku Ibunya dan aku tidak mengizinkannya "


Ibu Hellen yang sedang mencari cari Nikko kini melihat Nikko yang sedang cekcok dengan seseorang langsung menghampiri nya


.


" Ada apa Nik? "


" Hy Omaa " Sapa Marvel


" Ehh Hay ganteng. Namanya siapa? "


" Nama aku Marvel Nichollas " ujar Marvel dengan logat anak kecil


" Wahh nama yang bagus. " Ibu Hellen merasa begitu nyaman dan gemas dengan Marvel.


" Michelle, Kamu sudah belanjanya? " Tanya Pak Hermawan


" Sudah Pip. Kami permisi dulu. Ayo Marvel sama Mamih" Michelle pun berpamitan dan mengajak Marvel pergi


Ibu Hellen terkejut ketika mendengar nama Michelle dan mengingat nama anak kecil itu terdapat nama Nichollas.


" Nikko.! "


" Kenapa Mih? " Nikko terkejut saat tengah memperhatikan kepergian Michelle dengan Marvel


" Siapa gadis dan anak kecil itu.? "


" Bukan siapa - siapa Mih"


" Jangan berbohong sama Mamih Ko. Dia Michelle mantan kamu kan.? Dan siapa anak laki - laki itu? "


Nikko terdiam. Memang Ibu Hellen tidak dapat Nikko bohongi. Dengan Nikko diam Ibu Hellen sudah bisa menebak jawaban Nikko

__ADS_1


" Pasti ada yang kamu sembunyikan dari Mamih sama Papih Ko. Mau kamu menceritakannya atau kami mencari tau sendiri Ko?? "


Nikko menghembuskan nafasnya dengan kasar


" Iya Mih itu Michelle Wiraguna mantan pacar Nikko. Nikko menghamili Michelle namun Nikko malah pergi meninggalkannya karena Nikko takut untuk berterus terang kepada keluarganya juga sama Mamih Papih. Dan itu anak Nikko Marvel. Walaupun Michelle berkata itu bukan anak Nikko tapi Nikko sangat yakin Marvel adalah anak Nikko. "


" Astaga Nikko... Kamu ini benar - benar yah. Mamih nggak nyangka kamu sebejat ini Ko. Tebar benih di mana - mana. Keterlaluan kamu Ko" Mamah Hellen benar - benar di buat pusing oleh Nikko.


.


.


.


Clara datang ke rumah Bian


" Clar, Pagi - pagi udah kesini aja " Ujar Bian yang terkejut melihat Clara


" Aku ingin ketemu Tante Retta, Ada yang mau aku bicarakan "


" Soal apa ? " Bian menyipitkan matanya


" Soal kita. Jika Mamah kamu tau pasti semua akan ada solusinya. Aku nggak bisa begini terus Bi" Ujar Clara.


" Kita bicarakan Nanti oke. Please jangan seperti ini, Di rumah masih ada Felli. Aku tidak ingin Felli tau semuanya" Bian berusaha membujuk Clara


" Baiklah. Aku tunggu kamu dan Mamah Kamu di Cafe " Clara pun langsung pergi dari Rumah Bian


Bian dibuat nya semakin pusing. Sudah satu minggu sejak kejadian di Bandung namun Bian masih belum mendapatkan solusinya.


.


.


.


" Clara, Ada apa kamu ingin bertemu tante sayang? " Ibu Retta langsung menghampiri Clara dan memeluknya.


" Tante... " Clara merengek manja kepada Ibu Retta


Bian langsung duduk dan diam saja.


" Sebenarnya ada apa? "


" Tante Clara mau minta pertanggung jawaban Bian atas kejadian di Bandung" Clara menatap kesal Bian


" Memangnya kenapa? Apa yang sudah Bian lakukan padamu? "


" Mah, Bian juga nggak tau bagaimana kejadiannya. Bian nggak sadar. Tau tau Bian di kamar Clara dan tidak pakai apapun" Bian menggaruk rambutnya dengan kesal.


" Tapi itu sudah jelas Tante... Clara nggak mau tau. Kalo Bian nggak tanggung jawab bagaimana nasib Clara tante.??? "


Clara berpura - pura menangis

__ADS_1


__ADS_2