
" Dok bagaimana keadaan saya.? Saya nggak apa - apa kan Dok.? " Tanya Felli setelah sadarkan diri.
" Tidak apa - apa Bu, Ibu Baik - baik saja, dari hasil yang saya priksa Ibu hamil. Selamat ya Bu, Pak" Gilang terkejut ketika di kira suami Felli
" Saya hamil Dok.? "
" Iya Bu, Sebaiknya Ibu jangan terlalu capek ya, Jaga kesehatan., "
" Iya Dok," Felli mengangguk
" Saya resep kan vitamin dan obat penguat kandungan yahh"
Felli sangat bahagia mendengar kabar dirinya hamil. Akhirnya yang selama ini di tunggu - tunggu terkabul juga. Felli sudah tidak sabar memberikan kabar baik ini kepada Bian. Felli pun berharap dengan kehamilannya bisa membuat Mamah mertuanya bersikap baik kepadanya.
" Fell, Apa nggak sebaiknya kamu cuti dulu dari kantor atau kalau nggak kamu resign aja selama kamu hamil. Maksud aku biar kamu bisa benar - benar menjaga kehamilan kamu, bisa fokus sama kandungan kamu Fell. Kan kamu nggak boleh kecapean" Tutur Gilang pada Felli
" Nggak tau ya nantinya Lang, aku coba fikirin dulu "
Felli pun memikirkan kata - kata Gilang. Felli ingin benar - benar menjaga kehamilannya .
.
.
.
" Mas aku punya kejutan buat kamu " Felli langsung menyambut Bian dengan senang saat baru pulang dari Cafe.
" Apaan sayang? " Bian langsung antusias
Felli menyodorkan kertas hasil pemeriksaan dari Dokter kepada Bian
" Apaan ini Sayang?? "
" Coba buka aja "
Bian pun langsung membukanya.
" Kamu hamil sayang??? " Bian langsung memeluk Felli
" Iya Mas, Akhirnya ya "
" Terus kata dokter gimana? Kenapa kamu nggak ngajak aku untuk ke Dokter? "
" Jadi aku di kantor pingsan terus Gilang yang nganterin aku ke Kantor Mas"
" Gilang? Koq dia di kantor kamu? " Bian mengernyitkan dahinya
" Iya jadi dia itu dan proyek kerja sama dengan Ka Mario. "
Bian berusaha untuk percaya walau di fikirannya merasa ragu, Karena Mamahnya pun pernah berkata Felli pernah makan berdua dengan Gilang.
.
.
__ADS_1
" Maahh, Sebentar lagi mamah akan punya cucu " Ujar Bian sangat bahagia sambil menggandeng Felli menghampiri Mamahnya
" Cucu.? Felli hamil maksud kamu? " Tanya Ibu Retta
" Iya Mah Felli Hamil. "
" Bagus deh, Tapi yakin kan itu Anak Bian bukan laki - laki lain.? " Ucap Ibu Retta dengan sinis
" Ya ini anak Bian lah Mah, Nggak mungkin aku hamil anak laki-laki lain. " Felli merasa tersinggung dengan ucapan Mamah Mertuanya.
" Kamu harus banyak istirahat sayang jangan capek - capek ya" Bian mengusap - usap perut Felli yang belum buncit
" Mas kalo aku berhenti kerja selama hamil bagaimana? Aku ingin fokus ke kehamilan Aku?? "
" Hmm. . . gimana ya sayang? Tapi Cafe aku belum normal seperti dulu sayang. "
" Ngapain berhenti kerja segala? Ibu hamil itu nggak boleh manja, dulu Mamah juga waktu hamil Bian tetep kerja. Nggak usah manja. Nggak ngertiin suami banget lagi susah malah mau nyusahin" Ibu Retta langsung menimpali obrolan Bian dan Felli. Felli hanya diam mendengar perkataan Mamah Mertuanya, Lalu Felli pergi ke Kamarnya dan menangis. Karena Felli merasa jika dirinya benar - benar tidak di anggap. Bahkan suaminya pun tidak mendukung keputusannya, dan tidak membela saat di omelin Mertuanya.
Ibu Retta merasa sangat rugi ketika Felli tidak bekerja. Karena Ibu Retta tidak akan bisa meminta uang belanja lagi kepada menantunya.
.
.
.
" Pagi Tantee... " Sapa Clara pada Tante Retta
" Pagi Clara "
" Biannya ada Tan? "
Namun belum juga Tante Retta ke Kamar Bian, Bian lebih dulu turun bersama Felli.
" Bii, Itu ada Clara nyariin kamu" Ujar tante Retta
" Oh iya Mah "
" Sayang Aku langsung ke Cafe ya, "
" Loh koq kamu sama Clara Mas? "
" Iya, Jadi Clara sekarang ikut bantuin di Cafe. Gapapkan? "
Felli tidak menjawab pertanyaan Bian, Felli hanya terdiam dengan fikirannya sendiri. Setelah berpamitan Bian langsung pergi bersama Clara.
Namun kini dengan keadaan yang berbeda, Clara dan Bian terlihat lebih akrab tidak seperti waktu itu. Bian yang cuek dan tidak peduli dengan Clara
" Felli, kenapa Kamu bengong? . Sudah lah nggak usah di fikirkan. Kalo iya Bian kembali dengan Clara seharusnya kamu introspeksi diri mungkin kamu ada kesalahan atau sudah mulai bosan anak saya dengan Kamu. "
Felli di buatnya semakin kesal oleh sang Mamah Mertua, Sebaik apapun Felli masih tetap saja buruk di mata sang Mertua.
Dari pada pusing dan bisa - bisa stres Felli memutuskan untuk segera ke Kantor dan sarapan di Kantor. Felli sudah memikirkan memang sebaiknya Felli tetap bekerja walau sedang hamil, Jika Felli di rumah pun bisa jadi Felli malah stres dengan kelakuan julid sang Mertua.
.
__ADS_1
.
.
" Felli kenapa kamu masih ke Kantor Nak.?? "
" Papip koq tumben ke Kantor? "
" Iya Papip ada urusan sayang. Papip sudah mendengar kehamilan kamu selamat ya. Akhirnya penantian Kamu selama ini terkabul juga Nak. Papip ikut senang mendengarnya "
" Ahh tengkyu Papip ku tersayang " Felli memeluk Pak Hermawan
" Kenapa kamu tidak berhenti dulu sampai kamu melahirkan Nak.? Biar bisa istirahat "
" Hmm Felli jenuh Pip jadi Felli memutuskan tetap bekerja"
" Okay, tapi jaga kesehatan, jaga calon cucu Papip ya. Jangan kecapean " Pak Hermawan mengusap usap rambut Felli layaknya seorang anak kacil.
.
.
.
" Mih, Gilang anter sampe depan aja ya . Bian mau ke Kantor Om Hermawan ada Meeting penting sama Om Hermawan "
" Iya Nggak apa - apa , Gimana Kabar Felli Lang? Mamih lama nggak pernah ketemu sejak menikah" Ujar Mamih Sella
" Ya Begitulah Mih, Felli lagi hamil. Kemarin Gilang anterin Felli ke Dokter karena Felli pingsan"
" Ya Ampun kasian banget, Pasti Felli kecapean. Suaminya Kemana emang Lang.? "
" Nggak tau Mih. Makannnya Gilang saranin biar Felli fokus kehamilan nya buat berhenti kerja sampai lahiran . Mertuanya galak banget tau ga Mih"
" Iya sih baik nya begitu, Nggak boleh kecapean, juga terlalu stres karena pekerjaan. Apa lagi Felli itu perempuan yang pekerjaan keras. Masa sih Lang. ? "
" Iya Mih kasian Felli pasti tertekan punya mertua begitu. Gilang pernah makan berdua sama Felli di kira selingkuh coba Mih. Di marah - marahin di depan Umum"
" Ya ampun kasian banget Felli padahal Felli gadis yang baik, Penurut. "
.
.
.
Sejak Clara ikut memberi modal di Cafe Bian kini Bian dan Clara semakin dekat dan Akrab. Kini Cafe sudah semakin ramai dan membaik. Bian dan Clara pun sudah mengagendakan untuk membuka kembali Cafe - Cafe lain yang sempat tutup.
" Makasih banyak Clar, Berkat bantuan Kamu kini Cafe aku mulai kembali normal"
" Sama - Sama Bi, Aku pun ikut senang. Semoga kerjasama kita semakin lancar ya" Ujar Clara dengan tersenyum manis.
" Aminnn "
" Jadi Rencana untuk meninjau Cafe yang di Bandung kapan Nih Bi.? "
__ADS_1
" Nanti kita atur untuk kesana ya Clar. Aku belum ngomong sama Felli soalnya"
Clara sangat berharap untuk pergi berdua dengan Bian