
Felli terbangun dari tidur nya, Namun Felli masih merasa sakit di perutnya. Dan Felli masih merasakan kesedihan yang sangat mendalam saat teringat janinnya yang sudah tidak ada.
" Felli sayang, Akhirnya kamu bangun juga" Ujar Bian sambil mengecup tangan Felli.
" Felli kamu gadis yang kuat Nak, Jangan sedih ya. Tuhan lebih menyayangi bayi kamu Nak. " Tante Sella berusaha memberi kekuatan pada Felli. Felli berusaha tersenyum kepada Tante Sella, Tante Sella memeluk Felli untuk memberikan kekuatan
" Terima Kasih ya Tan, Felli jadi merasakan ada kekuatan dari sosok sang Ibu. Tante selalu menguatkan Felli. " Felli mengukir senyuman paling manis di sudut bibirnya kepada Tante Felli. Terlihat begitu tulus menyayanginya.
" Iya Sayang sama - sama, Tante juga sangat menyayangi Kamu, "
Bian merasa kesal karena kedekatan Felli dan Mamahnya Gilang, Bian merasa dirinya tidak ada apa - apanya fi banding perhatian Gilang yang ternyata selalu ada dan Mamahnya Gilang yang begitu menyayangi Felli seperti anaknya sendiri.
Sedangkan perlakuan Mamahnya Bian selalu membuat Felli tertekan dan sedih.
Bian melihat Gilang yang keluar dari ruang rawat Felli, Bian pun mengikuti Gilang.
" Sebenarnya ada maksud apa si sikap kamu ke Felli? " Bian langsung to the poin.
" Nggak ada maksud apa- apa, kenapa memang? "
" Nggak suka aja kalo lu dekat - deket sama istri gue"
" Apa Istri? Nyadar ga lu sebagai suami ngga becus, Istri lagi hamil lu tinggal sendiri di rumah. Dan lu tau Felli itu tertekan atas kelakuan Nyokap lu, dia itu hampir depresi apa lagi saat dia sedang hamil. Harusnya lu itu mikir ada di pihak istri lu, jangan selalu memikirkan Nyokap lu. Dia keguguran juga karena sikap Nyokap lu yang selalu membuat Felli tertekan. Mikir harusnya!! " Gilang langsung mmengungkapkan unek - unek nya pada Bian
" Nggak usah ikut campur ya urusan rumah tangga gue " Bian merasa kesal karena Gilang menyalahkan dirinya
" Kalo lu udah nggak sanggup jagain Felli udah lepasin aja dari pada lu terus - terusan buat dia tertekan dan sakit hati. Gue siap bahagiain Felli" Gilang menepuk pundak Bian lalu pergi meninggalkan Bian yang masih kesal
__ADS_1
" Kurang ajar Gilang, Ternyata dia masih suka sama Felli. Pantes saja " Bian mengepal kan kedua tangannya dan mnggretakan Giginya.
Bian lalu kembali ke ruang rawat Felli. Terlihat Felli sedang berbincang - bicang dengan Tante Sella, Felli terlihat begitu akrab dan senang mengobrol dengan Tante Sella. Bian teringat sosok Mamahnya yang tidak suka dengan Felli, Sering kali Felli sedih ketika Mamah Retta mengomentari tentang dirinya dan selalu memandang buruk tentang Felli. Mamah Retta bisa akrab hanya dengan Clara, Istri kedua Bian. Bian benar - benar merasa bersalah karena dirinya selalu membela Mamahnya tanpa memikirkan perasaan Felli, bahkan kini demi Mamahnya Bian rela menduakan Felli dengan menikahi Clara wanita pilihan Mamahnya.
2 Hari sudah Bian menemani Felli di Rumah Sakit, Akhirnya hari ini Felli di perbolehkan untuk pulang ke Rumah. Bian akan membayar administrasi perawatan Felli. Saat Bian sedang di kasir tiba - tiba Clara datang dan langsung memeluk Bian.
" Clara, Apa - apa an kamu? Ini di depan umum kalo keluarga Felli ada yang lihat gimana? " Bian langsung syok dengan tingkah Clara.
" Aku kan kangen Bi,, lagian kan kamu juga suami aku sekarang " Ujar Clara dengan manja
" Tapi nggak kaya gini juga Clara, " Bian berusaha melepaskan pelukan Clara
Gilang dari kejauhan memperhatikan tingkah mereka berdua, Gilang mencurigai ada yang aneh sikap Bian bersama wanita yang tidak dia kenal.
' Ada hubungan apa sebenarnya Bian dengan wanita itu? terlihat begitu mesra ' Gumam Gilang dalam hati.
" Clara, sebaiknya kamu pulang. Aku akan mengurus Felli terlebih dahulu. Felli sudah di perbolehkan pulang hari ini"
" Bagus deh kalo Istri pertama kamu sudah boleh pulang, jadi nggak perlu repot - repot aku untuk menemui kamu kesini. "
" Ya sudah sebaiknya kamu pulang sekarang " Bian merasa sangat kesal dengan Clara.
" Tapi aku kan masih kangen Bi, Aku mau kita honeymoon "
Bian berdecak kesal dengan sikap manja Clara, Kalo bukan karena kesalahannya malam itu dan kemauan Mamahnya Bian tidak ingin berurusan dengan Clara wanita yang sangat merepotkan baginya.
" Kamu ngerti dong posisi aku Clara, Felli baru saja keluar dari Rumah Sakit, Baru saja kehilangan bayinya. Nggak mungkin aku tinggal lagi begitu saja. " Bian benar benar di buatnya emosi karena tingkah Clara
__ADS_1
Gilang sangat terkejut ketika mendengar Clara ingin honeymoon, Gilang kini berfikir bahwa kepergian Bian kemarin bukan karena urusan pekerjaan. Melainkan Bian menikahi perempuan lain di belakang Felli. Gilang langsung ingin mencari informasi lebih jelas lagi,
' Jika memang benar Bian menduakan Felli benar - benar keterlaluan Bian, Aku harus segera mencari informasi lebih jelas lagi. Aku nggak ingin Felli semakin di buatnya sakit hati. Pasti Felli sangat tertekan karena mertuanya, apa lagi jika memang Felli di madu oleh Bian dengan Perempuan manja dan menjijikan seperti itu " Grutu Gilang dalam hati.
" Tapi Bi aku mau bulan madu. Mamah Retta juga udah setuju kalo kita bulan Madu. Kalo Felli tidak bisa memberikan kamu anak dan Cucu untuk Mamah kamu aku pasti bisa Bi. "
" Clara tolong lah mengerti. " Bian menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu karena merasa kesal dengan Clara.
" Nggak Bi, pokoknya harus.Aku nggak akan pergi sebelum kamu mengatakan Iya. " Clara terus memaksa Bian
" Oke... Oke... Iya. Puas kamu"
" Makasih suamiku " Clara langsung memeluk dan mencium Bian.
Clara pun pergi meninggalkan Bian dalam keadaan bahagia karena keinginannya di iyakan. Bian masih terdiam mematung karena pusing dengan tingkah Clara yang harus di turuti semua kemauannya, Dan keadaan Felli yang pastinya masih down. Jika harus di tinggal lagi Bian tidak akan tega, Namun jika Clara kemauannya tidak di turuti pasti akan mengamuk dan merepotkan.
Gilang langsung menghampiri Bian yang sedang melamun sendiri
" Kenapa Bro? Pusing ngadepin istri Muda? "
Bian benar - benar terkejut dengan kehadiran Gilang yang tiba - tiba dan perkataannya yang membuatnya sangat terkejut.
" Ngapain lu disini? "
" Harusnya gue yang nanya.! Felli dari tadi nungguin loe nyariin lo, Lo nya Sibuk sama istri muda. Nggak nyangka gua, Ternyata nekad juga ya loe disaat Felli down butuh support dan dukungan loe tapi loe malah sibuk sama istri muda loe yang manja dan menjijikan. Loe ini laki bro, Lelaki sejati hanya memiliki satu perempuan dan meratukan perempuan bukan malah memberinya Madu dan menyakitinya. "
Setelah itu Gilang langsung pergi, Bian terdiam mematung dan mengepalkan tangannya. Karena merasa kesal dengan perkataan Gilang.
__ADS_1