Broken Home

Broken Home
Episode 28


__ADS_3

" Sayang besok aku mau ke Bandung. Mau cari lokasi baru untuk cabang Cafe disana " Ujar Bian pada Felli


" Berapa hari Mas.? Kamu kesana sama siapa? "


" Ya paling 3 harian kalo langsung dapet yang cocok itu juga . Sama Clara "


" Clara.? Emang nggak bisa kalo sendiri? "


" Nggak bisa dong sayang kan dia investor terbesar Cafe aku, Jadi aku harus ngikutin dia maunya dimana cocok nggak dengan target customer kita nantinya. "


" Ohh... "


" Kamu jangan gitu dong. Kan hanya kerjaan sayang, Jangan mikir yang nggak - nggak ya"


Felli hanya tersenyum .


" Bi, Nanti kita cari hotel untuk menginap di dekat Lembang ya biar sekalian refresing "


" Terserah kamu saja " Ucap Bian sambil terus fokus menyetir.


.


.


.


" Felli... " Panggil Tante Sella


" Tante Sella "


" Lama nggak ketemu kamu , sekarang udah keliatan buncit ya. Tante tau kamu lagi hamil dari Gilang. Lagi hamil makin cantik aja" Puji tante Sella


" Tante bisa aja. "


" Kita makan dulu yuk sambil ngobrol - ngobrol "


" Boleh Tante "


Felli selalu merasa nyaman ketika bersama Tante Sella. Felli merasa memiliki sosok Mamah kedua. Ketika Mamahnya sudah menikah lagi dengan laki - laki lain dan Memiliki mertua yang tidak merestui pernikahannya.


.


.


.


" Bian, Aku capek banget " Ujar Clara ketika mereka sudah sampai hotel

__ADS_1


" Ya sudah kamu langsung istirahat saja ya. Aku mau bereskan barangku dulu di kamar "


Clara sengaja memesan kamar hotel bersebelahan dengan kamar Bian. Clara sudah merencanakan suatu hal agar bisa mendapatkan Bian kembali.


Clara melancarkan aksinya dengan menyiapkan 2 minuman untuk dirinya dan untuk Bian, Minuman yang Clara siapkan untuk Bian sengaja Clara kasih obat agar Bian merasa panas dan gerah juga berimajinasi menggugah hasratnya.


" Aku akan kembali memilikimu Bian dan membuatmu membenci dan melupakan Felli " Ujar Clara dengan liciknya.


.


.


.


Clara menuju kamar Bian


" Bii. . . " Panggil Clara smbil mengetuk - ngetuk pintu hotel kamar Bian.


'cklek' Bian membuka pintu kamarnya


" Kenapa Ra? "


" Bisa temenin aku ngobrol nggak? Sambil bahas buat acara besok. "


" Ya udah, boleh"


" Kamu ke kamar aku aja ya Bi, Aku udah siapin cemilan sama teh anget buat kita " Bian mengangguk lalu mengikuti Clara ke kamarnya.


Clara duduk di sebrang kursi Bian, dengan mengenakan dress lingerie putih transparan tanpa lengan yang menampakan bentuk tubuhnya yang sexy. Membuat laki - laki pastinya tergoda.


Bian meneguk tehnya sesaat memandang Clara yang seolah menggodanya, Bian hanya menelan salivanya sambil mengalihkan pandangan ke jendela. Setelah meminum setengah tehnya Bian merasa kepalanya Pusing.


" Koh pusing si kepalaku " Ujar Bian sambil memegang kepala nya


" Kenapa Bi? " Clara langsung mendekati Bian dan menunduk memegang bahu Bian.


" Kepalaku tiba - tiba pusing " Ujar Bian sambil menatap Clara namun Bian malah mendapati dua benda kembar yang terlihat jelas di depan matanya karena baju yang Clara kenakan longgar dan menunjukan p*yud*ranya


" Mau aku pijitin ? " tawar Clara. Clara tersenyum karena merasa menang rencananya akan berjalan lancar tanpa ada halangan. Bian mengangguk dan terus menatap Clara


Clara pun duduk di sebelah Bian memijiti kepala Bian, Tanpa sadar Bian mulai tidur di pangkuan Clara.


" Panas sekali apa AC nya mati? " Bian mulai merasa kepanasan, lalu Bian melepas bajunya


" AC nya nyala koq Bi " Kini Clara mulai mendekati Bian yang sudah melepas Kemejanya.


" Aku masih cinta sama Kamu Bi. Aku ingin kita kembali seperti dulu " Clara mulai menc*um bib*r Bian. Awalnya Bian tidak membalas nya. Namun karena efek obat yang Clara berikan Bian malah membalasnya dengan penuh n*fsu.

__ADS_1


Bian makin merasa panas dan berg*irah kini Bian melepas semua pakaiannya. Dengan mudah Bian melepas ling*rie yang Clara kenakan dalam keadaan keduanya masih berc*mbu penuh nafsu.


Bian mulaii menc*umi leher jenjang Clara inci demi inci dengan penuh n*fsu , dengan meninggalkan tanda merah di sana.


Clara merasa puas dan men*kmatinya, Kini Bian mulai memainkan kedua benda kenyal milik Clara , Membuat Clara mend*s*h kenikm*tan.Clara meminta lebih dan mulai memberi kode pada Bian untuk memasukan milik Bian.


Dengan sekali hentakan Bian berhasil mengegolkan j*niornya pada Clara. Karena ini bukan pertama kali Clara melakukannya sehingga dengan mudah Bian memasukannya.


.


.


Bian terbangun dari tidurnya, Bian merasa kepalanya masih pusing. Saat membuka matanya Bian terkejut karena bukan di kamar Hotel nya. Bian mulai mengingat - ingat kejadian semalam namun Bian tidak mengingat semua kejadiannya.


Bian tidak menemukan keberadaan Clara di kamarnya. Tetapi Bian mendengar suara seseorng sedang menangis. Bian langsung mengenakan pakainya yang berserakan lalu mencoba mengetuk kamar mandi Clara


" Clara... " panggil Bian


" Clara... Ra... " Bian memanggil kembali karena belum ada jawaban dari dalam


" Kamu kembali aja ke Kamar mu Bi, Kamu ngga perlu temani aku Hu.. hu... hikss.. " Triak Clara dari dalam kamar mandi sambil menangis sesenggukan.


" Clara, Aku minta maaf atas kejadian semalam. Aku nggak ingat semuanya tapi aku minta maaf kalo terjadi sesuatu sama kamu Clara. " Ujar Bian pada Clara dengan rasa bersalah.


" Udah Bi, Kamu nggak perlu perduliin Aku. "


" Jangan bicara begitu Clara. Tolong kamu keluar " Bian berusaha membujuk Clara untuk keluar.


Bian kini merasa bersalah kepada Clara, Juga pada Felli istrinya. Karena kecerobohannya Bian kini terjebak rasa bersalah pada dua wanita.


Sedangkan Clara merasa menang karena sudah berhasil membuat Bian merasa bersalah dan akan meminta pertanggung jawaban pada Bian.


Sejak kejadian satu malam itu Clara menjadi sosok yang pendiam dan menghindar dari Bian. Clara sengaja menjauh dari Bian karena ingin membuat Bian merasa bersalah atas perbuatannya.


" Clara, Tolong jangan menghindar terus seperti ini dari Aku. Aku minta maaf" Bian menarik tangan Clara agar berhenti


" Aku harus bagaimana Bi.? Apa kata maaf kamu bisa mengembalikan semuanya.? "


" Terus aku harus bagaimana Clar? Agar kamu bisa maafin Aku.?? " Bian menunjukan raut muka serius pada Clara


" Apa akan ada laki - laki yang mau kepadaku yang sudah pernah tidur dengan suami orang? Lalu jika aku hamil bagaimana Bi? Sedangkan kamu punya istri.? "


Kini Bian terdiam mendengar ucapan Clara. Bian bingung akan menjawab apa.


" Apa kamu akan menikahi aku dan bicara dengan Istri kamu? Nggak mungkin kan Bi.? Sudah lah percumah juga."


"Tunggu Clar. Bari aku waktu untuk memberikan keputusan. Tapi jangan menghindar seperti ini. Sikap kamu membuatku semakin merasa bersalah"

__ADS_1


" Baiklah. Aku beri kamu waktu dua minggu untuk kamu membuat keputusan " Lalu Clara pergi meninggalkan Bian.


Kini Bian semakin pusing dan bingung dengan apa yang harus dilakukan. Jika dia jujur pasti akan menyakiti Felli, Jika tidak pun suatu saat pasti akan membuat Felli sakit hati.


__ADS_2