Broken Home

Broken Home
bab 51


__ADS_3

Wina masih kesal dan dendam terhadap Bagas. Dia terus mempengaruhi Bagas.


"tapi , kamu ga adil pak. Kamu memutuskan aku untuk wanita seperti Raisa. Raisa masih berjalan dengan Wisnu. Sedangkan kamu mengorbankan perasaan mu sendiri" ucap Wina kesal dengan berpura pura sedih.


"maafkan aku Wina. Aku memang bersalah denganmu. Tapi setelah aku pikir pikir. itu semua tidak ada gunanya. bukannya menyelesaikan masalah. Tapi malah menambah masalah. Aku harap kamu ngertiin aku. Aku ini udah punya istri dan anak. bagaimana pun keadaan Raisa. Aku yakin dia akan menyadari kelakuannya terhadap ku" jawab Bagas lembut kepada Wina. Untuk menjaga perasaan Wina tidak tersinggung lagi.


"tapi pak, aku masih mencintai mu. kamu mempertahankan hubungan mu dengan Raisa. Sedangkan aku yang tulus mencintai mu..kamu sia siakan..apa kamu tidak akan menyesal nantinya..coba pikir pak..apakah bapak serendah ini..?"


"maksud kamu apa?" tanya Bagas tersinggung.


"bapak tidak kepikiran kalua bapak sudah direndahkan oleh Raisa dan Wisnu" Wina tidak menyerah untuk terus menghasut pikiran Bagas.


"aku tidak merasa direndahkan..biarkan saja mereka mau nya seperti apa..nanti juga ada bosannya" jawaban Bagas yang bersikap dingin tidak bisa meluluhkan hatinya untuk Wina. Bagas segera pergi Meninggalkan Wina.


"pak.. sekarang juga Raisa ada dirumah Wisnu!" seru Wina menghentikan langkah kaki Bagas.


Bagas terhentak hatinya mendengar ucapan wina. Bagaimana pun dia memiliki perasaan yang besar terhadap Raisa. Dan dia juga memiliki rasa cemburu. Bagas merasa panas hati mendengar ucapan Wina. Wina tersenyum licik saat Bagas menghentikan langkah kakinya. Wina segera menghampiri Bagas.


"kalau bapak tidak percaya silahkan cek sendiri kerumah Wisnu" sambung Wina mendelik tersenyum.


Bagas bingung antara melihatnya atau tidak sama sekali. Namun, dia mencoba tenang dihadapan Wina. Dia tidak ingin terlihat rapuh tersakiti Raisa. Bagaimana pun dia manusia normal yang memiliki kesabaran terbatas. Dan tidak mungkin membiarkan istrinya selingkuh dengan lelaki lain untuk selamanya. Bagas melanjutkan langkah kakinya tanpa menghiraukan Wina. dengan wajah emosi Bagas meninggalkan Wina. kini Wina merasa senang akhirnya berhasil membuat hati Bagas berkobar api cemburu.


"Bagas Bagas kau pasti akan menyesal..lihat aja hidup kamu sebentar lagi akan hancur" gumam Wina tersenyum licik.


sementara itu Dimas dan jaki masih mencari Radit. mereka tidak ingin kehilangan Radit. Mereka tidak sengaja ketemu Anis teman sekolahnya. Anis Yang sudah berbelanja membawa paper bag. berjalan menghampiri mereka yang hendak masuk kedalam mobil.


"Dimas jaki!" seru Anis memanggil mereka.


Mereka menoleh........


"kalian sedang apa disini?" tanya Anis.


"abis makan siang" Jawab Dimas melirik belanjaan Anis


"abis belanja ya?" tanya Dimas


"iya nih... keperluan nanti buat kuliah..oh iya gimana kabar Radit?" tanya Anis teringat Radit.


Dimas diam menunduk.

__ADS_1


"belum ada kabar" sahut jaki.


Anis melirik jaki...


"ya ampun... Radit kemana ya.. padahal kabar Radit hilang sudah menyebar kemana mana...tapi belum ketemu juga " jawab Anis ikut sedih dan prihatin. Bagaimana pun Anis menyukai Radit. Namun, karena sikap dingin dan cuek Radit terhadap Anis. membuat Anis bertepuk sebelah tangan.


"makanya itu...kami terus mencarinya..." jawab jaki.


"aku ikut mencari ya sama kalian" pinta Anis.


Mereka saling melirik...


" mencari kemana Nis.. Kita aja ga tau dimana Radit...masih muter muter...kalau kamu ikut kamu nanti cape..kita udah biasa muter muter dijalan" tolak Dimas lembut.


"ga apa apalah..Demi Radit aku akan melakukan apa pun" jawab Anis memaksa.


"nanti aja nis... kita mau ada keperluan lainnya" jawab jaki melarang Anis. Karena mereka tidak ingin mengecewakan Radit maupun Anis. Radit yang sudah memiliki Alya..tidak ingin sampai menghancurkan hubungan mereka hanya ada nya Anis ikut mencari Radit. Dan mereka juga tidak ingin mengecewakan Anis yang berkorban waktu mencari Radit.. Keduanya sudah mereka pikirkan...itu akan membuat semuanya tersakiti. Maka itu mereka melarang Anis untuk ikut bersama mereka.


Mereka pun segera meninggalkan Anis. Namun, secara diam diam Anis mengikuti mobil mereka dengan menggunakan mobilnya. Anis terus mengawasi kemana mereka pergi. Hingga Anis terkejut melihat rumah bak istana. berhalaman luas.


Anis menghentikan mobilnya agak jauh dari rumah itu. Dimas dan jaki turun dari mobil. Dia segera mengetuk pintu. Tak lama kemudian seorang wanita tiada lain Alya membuka pintu.


"hai, Alya..." sapa Dimas tersenyum.


Anis terkejut melihat Dimas dan jaki menemui Alya.


Anis merasa penasaran dengan gadis yang berperut buncit.


"silahkan duduk" ucap Alya mempersilahkan mereka untuk duduk. Mereka pun duduk disofa teras rumah Alya.


"bagaimana kalian sudah menemukan Radit?" tanya Alya penasaran.


"belum..." jawab Dimas sayu. Alya Kemabli bersedih.


"kami kesini ingin tau... kapan kamu melahirkan?" tanya Jaki..


Anis menunduk mengelus perutnya. Lalu, Melirik kedua sahabat Radit.


"mungkin akhir bulan ini" jawab Anis ragu ragu.

__ADS_1


"semoga secepatnya Radit segera ketemu" ucap Dimas berharap.


Anis dikejauhan Masih mengawasi Mereka. Dia penasaran dengan wanita itu.


sementara Bagas menemui Raisa dirumah.


"Raisa...Raisa!" teriak Bagas memanggil Raisa.


Namun tak ada jawaban..bi Inah yang mendengar teriakan Bagas segera menghampiri Bagas.


"iya pak. Bu Raisa ga ada dirumah" jawab bi Inah.


"apa? dari jam berapa bi?" tanya Bagas terkejut.


"dari pagi pak...bapak pergi ..ibu juga pergi " jawab Bi Inah.


"kurang ajar! benar benar istri durhaka! pergi ga bilang bilang!" gerutu Bagas kesal.


"pak...kenapa ibu selalu seperti itu?" tanya Bi Inah bersedih.


"padahal mas Radit aja belum ketemu. Kenapa ibu tidak punya perasaan sedih atau mencemaskan mas Radit.." jawab bi Inah merasa aneh dengan majikan perempuannya.


ucapan bi Inah sama hal dengan wina. Bagas teringat dengan ucapan Wina yang serupa dengan bi Inah.


"bi... Aku harus apa bi?" tanya Bagas putus asa.


Bi Inah menatap wajah majikannya dengan berwajah kesedihan dan kekecewaan.


"apakah aku harus menceraikan Raisa bi? Apakah aku harus bertindak kejam lagi bi?" tanya Bagas mencurahkan kebingungannya mengahadapi Raisa.


"yang sabar pak. Dalam rumahtangga pasti ada ujiannya. termasuk ibu Raisa. Sama hal dengan ujian bapak. jangan sampai bapak menceraikan ibu, pak..ingat Radit pak..dia yang akan merasakan kehancuran dari perceraian orangtuanya " jawab bi Inah menasehati Bagas.


"tapi, kalau begini terus aku tidak kuat bi" jawab Bagas putus asa.


"bapak harus bertindak.. bicarakan baik baik kepada ibu. Kalau bisa temui selingkuhan ibu..beri peringatan pak..supaya tidak menggangu istri bapak" bi Inah mencoba memberi saran.


sedikitnya hari Bagas tenang mendengar nasehat BI Inah. Ada benarnya ucapan bi Inah. Sebagai suami harus bertindak mengambil keputusan yang tepat.


kembali lagi ke Anis yang sedang mengawasi mereka. Tak lama kemudian Dimas dan jaki pun segera pergi dari Alya. Mereka pun meninggalkan Alya. Anis tersenyum dengan idenya. Dia ingin mengetahui siapa wanita itu?

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2