Broken Home

Broken Home
bab 37


__ADS_3

Wisnu tak Henti henti untuk mempengaruhi Raisa. Untuk mengambil berkas berkas berharga milik Bagas. Yang akan di bantu oleh Wisnu untuk membalik nama atas surat surat itu. hingga Raisa sibuk mencari berkas berkas itu. Dia membuka setiap almari dan laci. Tidak ditemukan juga berkas berkas itu. bi Inah melihat Raisa yang sedang mengacak acak isi laci maupun kemari.


"ibu nyari apa?" tanya bi Inah mengejutkan Raisa.


"bibi," raisa spontan terkejut.


"dari tadi saya perhatikan ibu sibuk membuka lemari dan setiap laci. Ibu nyari apa?" tanya bi Inah penasaran.


"saya nyari berkas penting bi" jawab Raisa menatap bi Inah


"berkas penting. Seperti apa ya?" tanya bi Inah polos


"bibi ga bakalan tau. Saya cari sendiri aja. bibi lanjutkan pekerjaan lagi" jawab Raisa merahasiakan sesuatu dari bi Inah. Raisa tidak ingin bi Inah tau.


"baiklah Bu. kalau tidak butuh bantuan saya" bi Inah langsung pergi meninggalkan Raisa.


Raisa menghembuskan nafas lega. Raisa kembali mencari berkas itu. Namun, tidak juga dia dapatkan.


"dimana Bagas menyimpan itu semua. kenapa Bagas menyimpan sangat tersembunyi? Kalau begini caranya aku tidak akan mendapatkan surat surat itu" gumam Raisa.


tak lama kemudian Bagas pun datang. Dia melihat Raisa sudah ada di rumah duluan dan lebih awal.


"tumben...pulang masih siang" ucap Bagas menyindir Raisa.


"terserah aku lah mau pulang jam berapa pun " jawab Raisa ketus.


Bagas melihat sekitar laci dan lemari seperti tidak rapih, dia membuka laci dan lemari. Raisa tegang saat Bagas memeriksa laci dan lemari yang barusan dia acak acak.


"kenapa berantakan seperti ini?" tanya Bagas melirik Raisa.


Raisa gugup saat Bagas meliriknya.


"kamu pelaku nya?" tanya Bagas menatap tajam wajah Raisa.


"e... bukanlah!" Raisa mencoba mengelak.


"apa yang sedang kamu cari?" Bagas tidak percaya dengan ucapan Raisa


"aku ga mencari apa apa. Mungkin bibi lupa ga merapihkan setiap laci dan lemari" Raisa tetap tidak mau mengakui nya kalau itu perbuatan Raisa.


"bi Inah!" Bagas memangil bi Inah dengan mata terus menatap Raisa.


Raisa semakin tegang dengan tatapan Bagas.


tak lama kemudian bi Inah datang tergopoh gopoh.


"iya pak. bapak manggil saya?" tanya bi Inah.


"kenapa laci dan lemari berantakan isinya bi?" tanya Bagas melirik bi Inah.

__ADS_1


Bi Inah melirik Raisa. Dengan menunduk kepada. Raisa melototi bi Inah. memberi isyarat jangan membuka mulut yang sebenarnya. Bi Inah menundukkan kepalanya lagi.


"iya pak maaf. Saya rapihkan kembali" jawab bi Inah gugup.


Bagas Tau bi Inah telah menyembunyikan sesuatu darinya. Hingga dia rela berbohong.


bi Inah langsung menuju lemari yang berantakan isinya bekas diacak acak Raisa.


A


Bagas menatap tajam wajah Raisa. lalu mendekatinya.


"jangan macam macam kamu. Kalau tidak ingin aku usir dari rumahku!" ancam Bagas ketus setengah membisik.


Seketika Raisa terkejut ketakutan mendengar ancaman Bagas. Bi Inah pun mendengarkan ancaman Bagas. Raisa menghampiri bi Inah. setelah Bagas masuk kamar.


"bi, awas ya jangan sampai bapak tau!" ancam Raisa memberi peringatan kepada bi Inah


"i..iya Bu" jawab bi Inah gugup. Raisa segera pergi meninggalkan bi Inah.


"ya Allah... punya majikan kok aneh aneh" gumam bi Inah merasa ga nyaman bekerja.


Raisa kembali menemui Wisnu. Dengan wajah cemberut Raisa mengadu kepada Wisnu.


"gagal lagi ya?" tanya Wisnu sudah menduga


"sudah ku duga. Bagas itu tidak bodoh! Dan dia pelit soal hartanya. Dia tidak mau berbagi harta dengan mu" ucap wisnu mempengaruhi pikiran Raisa.


"terus aku harus bagaimana. Aku tidak tau Bagas menyimpan berkas berkas itu dimana?" tanya Raisa putus asa.


"mudah kok caranya" Wisnu tersenyum licik menemukan ide.


"apa?" tanya Raisa tidak sabaran.


"kamu pura pura baikan sama Bagas. Jangan sampai Bagas curiga dengan kebaikan kamu. Setelah itu kamu tanyakan dimana dia menyimpan berkas berkas itu. Mudahkan?"


Raisa termenung mendengarkan ide dari Wisnu yang berniat licik.


"ogah banget dah!" tolak Raisa


"kok ogah? Plis deh Raisa ini demi keutuhan hubungan kita. kamu mau ga segera menikah denganku? Ini cuma sementara sayang. jangan egois dulu. Demi mendapatkan misi kita kan" Wisnu mencoba merayu Raisa.


"tapi aku ga mau harus mengalah duluan dan mengakui kesalahan ku!" bantah Raisa egois.


"ya ampun Raisa. Ini cuma sandiwara aja. Kalau tidak begitu caranya. Mau sampai kapan kita begini terus?" Wisnu mendesak Raisa.


"tolonglah pikirkan baik baik. Setelah kamu berhasil. Kita kabur tinggalkan Bagas" sambung Wisnu.


"apa benar begitu?" tanya Raisa ragu ragu

__ADS_1


"sejak kapan aku bohong?"


"aku janji aku akan membawa kamu pergi dari kota ini. Jauh dari Bagas. Kita hidup bersama dan bahagia" sambung Wisnu menyakinkan Raisa.


"baik deh kalau begitu. Aku akan menjalankan perintah mu. Tapi, sementara aja!" jawab Raisa sedikit enggan.


"iya iyalah sementara. Kan selama nya dengan ku. Itu juga bagaimana keberhasilan mu. lebih cepat lebih baik kan?" Wisnu terus mempengaruhi Raisa agar Raisa mau menjalankan misinya.


Sementara Wina diam diam datang kerumah Bagas. Dia menyelipkan amplop coklat besar yang berisikan Poto Poto editan. setelah itu dia buru-buru pergi dengan celingukan melihat keadaan situasi aman. amplop besar itu tidak sengaja ke injak bi Inah yang mau beres beres diruang tamu. Bi Inah mengambil amplop coklat itu. Tak lama kemudian Radit datang. Bi Inah ragu ragu untuk membuka amplop coklat itu. Hingga bi Inah tidak menyadari kalau Radit sudah berada dihadapan nya.


"bi"" Radit mengejutkan bi Inah.


"eh mas Radit sudah pulang" bi Inah gugup melihat kedatangan Radit.


"iya bi, apaan tuh bi?" tanya Radit melirik ke arah amplop yang berada ditangan bi Inah.


Bi Inah melirik amplop itu.


"ini mas...bibi temui di bawah pintu" jawab bi Inah memperlihatkan amplop coklat itu.


Radit mengambil amplop itu dari tangan bi Inah. Dia melihat luar amplop yang tidak ada tulisan apa apa.


"ini punya siapa bi?" tanya Radit penasaran.


"bibi juga tidak tau. Soalnya ga ada tulisan apa apa di amplop itu" jawab bi Inah melirik amplop itu.


"oh iya ibu dan bapak sudah pulang belum bi?" tanya Radit


"sudah mereka ada didalam.tapi.."


"bertengkar lagi ya bi?" sambung Radit memotong kata kata bi Inah


"seperti itu mas...bibi juga heran dengan ibu"


"ada apa bi?" tanya Radit penasaran.


"seperti mencari sesuatu yang dia cari di dalam lemari dan laci." ucap bi Inah setengah berbisik.


"ibu nyari apa ya bi kira kiranya?" tanya Radit merasa heran.


"makanya itu mas Radit. Bibi ga tau"


"apa mungkin ada hubungan nya dengan amplop ini?" gumam Radit melihat amplop coklat itu.


"coba buka mas..siapa tau emang ada hubungan nya dengan amplop itu" pinta bi Inah penasaran dengan isi amplop.


Radit pun mencoba membuka amplop coklat itu. bi Inah tegang tidak sabar ingin segera tau apa isi amplop itu. dengan wajah serius dan penasaran. Radit pun mengambil sesuatu di dalam amplop itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2