
Radit memeluk Alya. Dan menyandarkan kepala Alya ke dadanya. Radit mengelus rambut Alya.jaki dan dimas saling melirik. Mereka tidak menyangka selama ini Radit diam diam sudah memiliki kekasih. mereka mengira Radit lah pelaku kehamilan Alya.
"Alya ..jangan pergi dari ku. apa yang aku lakukan selama ini untuk mu. karena aku sangat menyayangi mu." ucap Radit bersedih
"tapi, kenapa kamu berbohong?" tanya Alya melepaskan pelukan Radit.
"aku tidak ingin membuatmu sedih. Aku tidak ingin kamu merasa sendiri. Aku sama denganmu. Jauh dari perhatian orangtua. bukan maksud aku membohongi kamu Alya" jawab Radit menjelaskan.
"semua orang memandangku sebelah mata. mereka membenci ku. sekarang kamu pun akan meninggalkan aku kan?" tanya Alya dengan tersedu sedu.
"kata siapa aku akan meninggalkan mu Alya. Kamu tau aku masih memberikan perhatian kepadamu. Apa kamu tidak menyadarinya. kalau selama ini aku selalu memperhatikan kamu. Saat ini bukan aku menghindar dari kamu. Atau aku mau meninggalkan kamu. tapi, aku sedang ujian disekolah. ujian akhir semester. Sebentar lagi aku keluar. aku sudah memikirkan matang matang untuk hubungan kita" jawab Radit menjelaskan.
"aku minta pengertian mu Alya. selama aku ujian, aku tidak menemui kamu dulu. Aku fokus belajar dulu. Ku ingin segera keluar dari sekolah. setelah itu aku akan pikirkan rencana selanjutnya. Untuk bisa bersama kamu selamanya" sambung Radit meminta pengertian dari Alya.
Radit mengusap air mata Alya yang menetes di kedua pipi. Jaki dan Dimas merasa tersentuh dengan ucapan Radit. mereka terharu mendengar niat sahabatnya. Namun, sangat disayangkan mereka berpikir Radit telah melakukan hal yang senonoh. Mereka melihat keromantisan diantara keduanya.
"kenapa kamu pergi dari kontrakan?" tegur Radit pelan.
"aku.." Alya Tidka mungkin menceritakan apa yang dilaksanakan ibu kantin terhadapnya. Karena akan sebuah ancaman baginya. bila dia mengatakan kepada Radit.
"aku apa?" tanya Radit heran.
"aku...ga mau lagi tinggal disitu!" jawab Alya mengalihkan jawaban.
"emangnya kenapa? Kamu ga betah?" tanya Radit penasaran.
"iya aku ga betah" jawab Alya terpaksa berbohong.
"kamu ini gimana sih. karena ga betah langsung kabur. Terus mau nya dimana. Sekarang kamu sudah tau sendirikan. kalau aku ini masih sekolah. Aku dapatkan uang darimana lagi. untuk menyewa kontrakan. Ga mungkin aku harus minta uang sama orang tua ku. Lama lama mereka curiga denganku. Sekarang kamu bertahan di situ dulu. mungpung ibu kantin berbaik hati ngasih tempat cuma cuma.nanti setelah aku lulus ujian. Aku akan pikirkan tempat untuk kamu oke Alya" panjang lebar Radit memberi pengertian kepada Alya.
"biarkan aku pergi dulu dari kamu. supaya tidak mengganggu ujian kamu" jawab Alya. putus asa.
"kamu mau kemana?" tanya Radit cemas.
"entahlah" jawab Alya bingung.
ketika mereka terdiam memikirkan tempat tinggal untuk alya. Dimas membisik kan sesuatu ke telinga jaki. dengan mulut menganga senang jaki mengangguk tanda setuju. Dengan ide Dimas. Tiba tiba mereka muncul dihadapan Radit dan Alya.
"Radit" seru mereka serentak. Radit menoleh terkejut melihat kedua temannya sudah berada dihadapan nya. Begitu pun dengan Alya. mereka sama sama terkejut melihat jaki dan Dimas.
"jaki Dimas" gugup Radit ketahuan rahasia nya oleh mereka.
__ADS_1
"jaki, Dimas bisa aku jelaskan...ini tidak seperti yang kalian pikirkan" gugup Radit mencoba menghilangkan pikiran teman nya dari negatif tentang kehamilan Alya.
jaki dan Dimas menatap wajah Radit yang menampakkan kegugupan. Alya bingung dan malu oleh kedua sahabat Radit.
"aku dengan Alya .."
"kami sudah tau semuanya" Dimas spontan memotong perkataan Radit.
"benar Radit . kenapa Tidak kamu menceritakan masalahmu kepada kami?" tanya Jaki prihatin.
Radit terdiam. Alya Melirik Radit yang merasa seakan akan malu didepan temannya.
"Radit kita ini sahabatmu. Yang akan siap mendengarkan curhatan kamu. Dan siap membantu kamu" ucap Dimas.
"benar Radit..kami mendengarkan pembicaraan kamu dengan ..." lirik jaki kepada Alya.
"Alya" jawab Radit. Memperkenalkan Alya.
Jaki dan Dimas tersenyum kepada Alya. Alya sembunyi di belakang punggung Radit. dia malu tidak berani menatap kedua sahabat Radit.
"oh namanya Alya. Cantik ya seperti orangnya" puji Dimas tersenyum.
Radit Melirik ke arah belakang Alya. dia menarik pelan tangan Alya. Supaya Alya mau memperkenalkan dirinya kepada temannya. Alya Melirik pelan Radit dengan menundukkan kepalanya.
"hai, namaku jaki" ucap Jaki tersenyum.
Alya melirik tangan jaki. lalu, melirik Radit. Radit mengangguk. Alya pun menyambut tangan jaki.
"Alya" jawab Alya segera melepaskan jabatan tangannya. tiba Dimas mengulurkan tangannya. Namun, jaki memukul tangan Dimas.
"aduh" seru Dimas kesakitan. Alya dan Radit terkejut melihat tingkah laku kedua temannya.
"udah ga usah salaman segala. udah diwakili Ama gua. Tar Radit cemberu lagi" hardik jaki mendelik bercanda.
Radit tertawa kecil mendengar celotehan jaki. Alya hanya tersenyum malu. Dimas cemberut mengusap tangannya.
"negur sih negur. Tapi ga pakai pukul tangan segala dong" tegur jaki manyun.
"hehehe..iya sori sori..." jawab jaki nyengir.
"iya udah kalian ga usah ribut. Mending kita balik kesekolah. pasti jam istirahat udah abis" ucap Radit melerai mereka
__ADS_1
"jam istirahat!!!!!" seru mereka serentak terkejut teringat kalau mereka sedang sekolah.
sepulang sekolah Radit , jaki dan Dimas segera menemui Alya di taman. Mereka sudah merencanakan tempat tinggal untuk alya. jaki dan Dimas membawa kendaraan masing masing. Radit membonceng Alya. Mereka menuju ke suatu tempat. Yaitu villa milik keluarga Dimas. Mereka tiba di vila. dengan berpagar tinggi seperti Castel. villa yang dihuni oleh penjaga kepercayaan orangtua Dimas. Mereka segera masuk kedalam vila itu.
"mang...mang Ujang ..." panggil Dimas.
tak lama kemudian mang Ujang datang menghampiri Dimas.
"iya nak Dimas" jawab mang Ujang.
"mang...ini teman saya namanya Alya. mamang udah kenal ya Ama Radit Ama jaki." ucap Dimas.
"tentu kenal nak... Mereka kan sering main kesini. Tapi..." ucap mang Ujang melirik Alya dengan perut buncit.
"e...ini Alya mang...teman kami... Dia sementara mau nginap disini dulu ...mang Ujang ga keberatan kan?" tanya Dimas memperkenalkan Alya.
"ga sih nak...tapi, kalau ibu dan bapak tau..mamang jawab apa?" tanya mang Ujang bingung
"ibu dan bapak masih diluar negeri mang. Masih lama pulangnya. Mamang jangan bilang bilang sama mereka ya mang" Dimas memohon untuk tutup mulut tidak memberi tahukan kepada orangtuanya.
"baik kalau begitu. Tapi, kalau ibu dan bapak tau..nak Dimas tanggungjawab ya..mamang ga mau dipecat dari pekerjaan ini" ucap mang Ujang
"iya mang..tenang aja kok...aku bakalan tanggung jawab...mamang ga bakalan dipecat..sumpah deh" jawab Dimas menyakinkan mang Ujang
"baiklah kalau begitu..mari ikut saya nak..."
"Alya mang" sahut Dimas mengingatkan mang Ujang
"oh...iya nak Alya ..saya akan tunjukkan kamar buat nak Alya" ucap mang Ujang..
Alya melirik Radit. Radit mengangguk.. Alya pun mengikuti mang Ujang. sementara mereka menunggu di halaman villa. Radit menceritakan asal usul dan awal perkenalan dia dengan Alya. mereka terkejut dan bangga dengan kebaikan Radit. Sebagai sang pahlawan yang sudah menyelamatkan nyawa Alya.
"jadi begitu ceritanya sampai sekarang aku tidak tega untuk melepaskan Alya" ucap Radit akhir cerita.
dimasa dan jaki mengangguk memahami.
"iya...kami paham kok Radit. Tenang aja selama Alya disini. semua akan baik baik aja dan aman" jawab Dimas menjamin keamanan Alya.
"makasih kalian udah Ngertiin aku dan menolong aku" ucap Radit.
"kita kan sahabat" jawab jaki tertawa lepas. Mereka pun saling tertawa berbagi kebahagiaan, suka dan suka bersama...
__ADS_1
bersambung...