Broken Home

Broken Home
bab 54


__ADS_3

sehari setelah kejadian. bagas tidak patah semangat untuk menemukan Radit. Dia terus mencari Radit. Dan dia telah berjanji akan menemukan Radit secepatnya kepada bi Inah.kini bi Inah sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Bagas


tidak sengaja melihat Wisnu dengan wanita lain. Bagas mengucek mata untuk menyakinkan apakah itu benar Wisnu. Dan ternyata dia tidak salah lihat. Wisnu yang sedang duduk di cafe shop bersama wanita yang cantik dan terlihat masih muda. Bagas segera mengambil hp didalam saku bajunya. Diam diam Bagas memotret mereka dengan kamera hp. Bagas tersenyum senang. Akhirnya dia menemukan bukti yang kuat untuk Raisa bahwa Wisnu itu lelaki tidak baik. Bagas langsung menghajar Wisnu. sontak Wisnu dan perempuan bersamanya terkejut dengan kedatangan Bagas yang tiba tiba datang menghajarnya. Selain mereka yang terkejut, seisi orang orang yang ga ada di cafe shop pun kaget. Melihat keributan itu. pada akhirnya keributan itu membuat ricuh didalam cafe shop. Bagas meluapkan emosinya dan sakit hatinya yang selama ini dia tahan. Kesabaran dia sudah melampaui batas. hingga dia melampiaskan dendam nya atas perselingkuhan Raisa dan Wisnu. dengan menghantam memberi pelajaran kepada Wisnu. Wisnu Tidka bisa mengelak saat Bagas menyerangnya. perempuan yang bersama Wisnu mencoba melerai.


"berhenti! Tolong sudah sudah.. tolong hentikan mereka!" teriak perempuan itu histeris setelahnya melihat aksi mereka saling baku hantam.


Tak lama kemudian, satpam pengaman area menghentikan keributan mereka. mereka pun dipisahkan oleh satpam dan lelaki disana.


"berhenti sudah cukup!" teriak satpam menahan Bagas


sedangkan Wisnu ditahan oleh pengunjung dan karyawan lelaki cafe shop.


"kalian kalian masih tidak berhenti akan saya laporkan ke polisi!" tegur satpam mengancam mereka berdua


Wisnu mengelap Darah yang keluar dari bibir karena hantaman dari Bagas. Begitu pun memar di wajahnya.


"akan aku pertahankan rumah tanggaku. apapun yang terjadi padaku!" teriak Bagas ngotot kepada Wisnu.


perkataan Bagas membuat orang sekitar bingung dan heran.


"apa yang sebenarnya terjadi. Dia siapa Wisnu?" tanya wanita yang bersama Wisnu.


Wisnu melirik ke arah wanita itu dan juga Bagas. Nampak, ketakutan diwajah Wisnu karena bagus membongkar kedok kelakuannya.


"jawab Wisnu! Siapa dia! kenapa dia datang datang menghantam kamu,?" teriak wanita itu membentak Wisnu.


"saya suami Raisa. yaitu selingkuhan dia" Bagas angkat bicara membongkar keburukan Wisnu.


sontak saja wanita itu melotot mendengar ucapan Bagas. lalu, wanita itu menampar pipi Wisnu.


p****lak!


Tamparan yang mendarat di pipi Wisnu mengejutkan Wisnu dan semua orang yang ada disana.


"ternyata kamu bukan lelaki baik baik! untung kejelekan kamu segera terbongkar!" perempuan itu segera pergi meninggalkan tempat itu. Wisnu terkejut lalu segera mengejar wanita itu.


"Dea tunggu!" teriak Wisnu.


Bagas akhirnya tenang dan merasa senang telah membongkar kejelekan Wisnu di depan umum. Yang lebih tenang nya dia sudah membalaskan dendam kepada Wisnu yang selama ini dia tahan dan bersabar. kini Bagas segera pulang kerumah untuk menemui Raisa. dan membawa bukti kejelekan Wisnu.

__ADS_1


Sementara jaki dan Dimas bersama Radit di sungai mereka sedang asyik memancing.


"wih.... ternyata dibawah jembatan suasana nya lebih sejuk..segar... Dan nikmat untuk di pandang " seru jaki merenggangkan tangan nya menghirup udara sungai.


"ah terlalu lebay!" hardik Dimas meledek jaki.


Radit dan pak tua tertawa melihat kelakuan mereka.


"serius lho! coba lu rasain" jawab jaki mendelik.


"iya daritadi juga ngerasain..tapi ga gitu gitu amat" bantah Dimas.


"ya ya..kamu orang kaya ga bakalan tau apa itu kenikmatan alam" ledek Jaki.


"emang hubungan nya apa orang kaya Ama kenikmatan alam ..gua juga bisa ngerasain..malah tiap detik!" ngotot dimas


"Tiap detik emang jam yang berputar " ledek Jaki mencibir bibir.


"eh lu kagak tau aja" Dimas pun ga mau kalah.


"udah udah...jangan diteruskan perdebatan kalian. Nih keburu Angus ikan bakarnya " pak tua melerai kedua sahabat itu dengan tertawa.


"mereka begitu pak. kalau lagi dekat. udah seperti Tom Jerry aja" Radit angkat bicara sembari mengangkat ikan bakar diatas tumpuan api.


"ah, akhirnya sudah Mateng juga" seru jaki duduk sila diatas pasir sambil mengambil ikan bakar yang ditusuk ranting kokoh.


"enaknya tinggal makan aja" ledek Radit.


"iya donk..kalau ada tamu itu harus di suguhi. Heheheh" jawab jaki sambil tertawa .


"ah mau nya lu aja!" hardik Dimas mendelik.


"sudah sudah sekarang kita tinggal makan. Nasi sudah Mateng." ucap pak tua mengambil nasi yang di liwet.


"widih mantul benar" seru Dimas mengambil nasi. dan dituangkan ke alas daun pisang.


Mereka pun makan dengan lahap. Tak lama kemudian suara IG dari hp Dimas dan jaki berbunyi.


Mereka segera mengambil hp masing masing disaku celana. setelah mereka melihat IG mereka terkejut. Ternyata pertengkaran antara bagas dan Wisnu tersebar di IG.

__ADS_1


sontak saja kedua sahabat itu terkejut dan tegang melihat Vidio aksi Bagas dan wisnu. Radit penasaran dengan ketegangan wajah mereka.


"ada apa?" tanya radit penasaran.


Dimas segera memberikan hp nya kepada Radit. Radit pun segera melihat isi Vidio yang sudah menyebar di sosial media. Radit terkejut melihat papah nya bertengkar dan membuat kericuhan di cafe shop tempat mereka nongkrong.


"papah?!" spontan Radit terkejut. Pak tua menatap wajah Radit yang mencemaskan Bagas.


"ada apa nak Radit?" tanya pak tua ikutan Penasaran.


"pak saya segera pulang..saya ingin tau keadaan papah" ucap Radit pamit kepada pak tua.


pak tua tersenyum senang.


"ternyata masih ada rasa sayang di hatimu nak. Silahkan pulanglah." jawab pak tua berbesar hati.


Dimas dan jaki terperanjat kaget mendengar keputusan Radit secepat itu akan pulang disaat orangtuanya bermasalah.


"Radit kamu serius mau pulang?" tanya Dimas tercengang


"iya..aku pulang dulu. Aku ingin memastikan keadaan papah" jawab Radit cemas.


"oke... hati hati dijalan..apa perlu kita anterin?" Dimas menawarkan jasa.


"ga usah...aku bisa pulang sendirian. lagian aku juga bawa motor kok" Radit menolak penawaran Dimas.


"kalau gitu kita ikuti aja Radit. takutnya kenapa napa" ucap Jaki mencemaskan Radit karena pikiran Radit sedang kacau.


"baiklah!" jawab Dimas beranjak berdiri.


mereka pun berdiri siap untuk pergi. tapi, sebelum mereka tidak lupa berpamitan kepada pak tua.


"pak kami pulang dulu ya. Terimakasih atas hidangannya" ucap dimas.


"ya nak. Sama sama. Kalian hati hati dijalan ya" jawab pak tua bernada sedih karena harus berpisah dengan mereka.


"iya pak terimakasih selama ini telah menolong Radit" ucap Radit bersedih hati.


"yang penting kalian sehat sehat dan baik baik . Jangan lupa.. bagaimana pun keadaan orangtua , kita sebagai anak tidak boleh meninggalkan mereka." nasehat pak tua kepada ketiga remaja itu.

__ADS_1


Mereka pun mengangguk paham dan menyalami tangan pak tua satu persatu. Setelah mereka berpamitan. mereka segera meninggalkan tempat itu. Dimas dan jaki dimobil Dimas. Sedangkan Radit mengendarai motornya. Sesampainya dirumah Radit segera membuka pintu lebar lebar. Sontak saja bi Inah terkejut melihat kedatangan Radit.


Bersambung....


__ADS_2