
mereka tidak menyangka Radit akan mengetahui perselingkuhan ibunya dengan wisnu.
"kita minta maaf Radit ..bukan maksudnya menyembunyikan rahasia ini dari kamu" ucap Dimas
"benar Radit..kamu menjaga perasaan mu. ceritalah pada kami. Kalau kamu ada masalah" jaki membenarkan ucapan Dimas.
"kalian sudah tau permasalahanku? sekarang kalian puas?"
"maksud kamu apa? kami sahabatku Radit? ga mungkin kami senang disaat kamu ada masalah..justru kami ingin mengetahui lebih dulu. Kebenaran Tante Raisa. Tapi,.setelah kami tau. Ternyata benar. Tante Raisa selama ini menikung papah mu" sambung Dimas menjelaskan mereka tidak mau terjadi salah paham antara persahabatan mereka.
kini Radit dilema dengan kelakuan orangtuanya. Raisa maupun Bagas sama sama memiliki selingkuh. Ini semua diluar dugaan Radit. Setelah Radit mengetahui kelakuan kedua orangtuanya. Dia merasa terpukul berat menjalani hidup ini. bagi dia tidak ada pilihan antara mama dan papahnya. Kini jiwanya terguncang. entah kemana di harus mengadu. Dia juga tidak mungkin menceritakan masalahnya kepada Alya. yang hanya akan menambah beban pikiran Alya. Namun, Radit tetap masuk sekolah dan rajin sekolah. Meskipun sudah berbagai cara untuk menyatukan orangtuanya. Radit merasa gagal. Malah semuanya tambah kacau dan rumit. Dengan sikap Radit terhadap Alya berubah menjadi dingin. Dia tidak menemui Alya lagi. Dia hanya mengirimkan makanan untuk Alya melalui ibu kantin. Bahkan siang hari pun dia meminta pertolongan ibu kantin untuk mengantarkan makanan dan beberapa lembar uang. Alya merasa ada yang aneh dengan sikap Radit. Bahkan dia merasa Radit sudah tidak mau menemui dia lagi. Hingga Alya menanyakan soal Radit ke ibu kantin. dengan perasaan malu dan takut akhirnya Alya memberanikan diri untuk bertanya tentang Radit. ibu kantin dengan berat hati harus mengatakan yang sebenarnya.meskipun Radit sudah melarangnya. namun, ibu kantin juga merasa kasian dengan Radit. Dia pikir Radit selama ini hanya dimanfaatkan saja. ada perasaan bosan dan tidak suka dengan Alya, hingga ibu kantin mengatakan yang sebenarnya tentang Radit.
"selama ini Radit telah berbohong sama kamu" ucap ibu kantin kepada Alya. Setelah Alya menanyakan Radit.
"berbohong soal apa Bu?" tanya Alya kaget
"Radit seorang mahasiswa disekolah ini. Dia menutupi indentitas nya dari kamu. karena dia tidak ingin kamu tau dan bersedih seorang diri. Radit telah melakukan banyak pengorbanan untuk kamu. dia rela bolos sekolah, pelajaran terganggu dan mendapatkan uang dengan bekerja keras itu semua dia lakukan demi kamu. Aku terpaksa menceritakan ini semua kepadamu. karena aku tidak ingin kamu selalu memanfaatkan Radit" ucapan ibu kantin telah menggores hati Alya.
Dia merasa sakit hati dengan kebohongan Radit dan ucapan tajam ibu kantin. Alya terdiam merenung kan itu semua. Alya pergi tanpa basa basi lagi. Dia muak dengan ini semua. Ibu kantin hanya melirik sinis kepada Alya.
"sudah cukup Radit berkorban untuk gadis yang ternodai. Enak saja .. siapa yang menikmati siapa yang harus menanggung.. Aku merasa kasian dengan Radit. Bagaimana pun Radit sosok anak yang baik". gumam ibu kantin.
Alya menangis di dalam kamar seorang diri. Meratapi nasibnya. Kini, dia bingung dengan keadaannya. orangtuanya sudah tidak mau mengakui nya lagi karena kelakuan dia. Kini, Radit pun seorang lelaki yang dia kenal karena kebaikannya harus pergi ke meninggalkan dia. dia merasakan semua orang tidak suka padanya. Alya bingung harus pergi dan mengadu ke siapa. Namun, untuk membuktikan ucapan ibu kantin. Alya diam diam mengintip Radit di balik pohon. Alya mengawasi sekitar depan gerbang sekolah. Dia harap dia bisa melihat Radit. Dan membuktikan ucapan ibu kantin. Tak lama kemudian, apa yang di tunggu muncul juga. Radit bersama kedua temannya mengenakan seragam sekolah. Radit membuka helm, dan meneteng kantong plastik kecil. Radit menemui ibu kantin. dan memberikan kantong plastik yang berisi makanan untuk Alya. Ibu kantin mengangguk dia segera menemui Alya. ketika ibu kantin menuju ke kontrakan. Alya segera pergi masuk kedalam rumah. Alya berpura pura tidak tau apa yang dia lihat.
__ADS_1
"ini dari Radit" ucap ibu kantin menyodorkan kantong plastik itu.
Alya melirik ibu kantin.
"aku tidak mau" tolak Alya tiba tiba menolak pemberian Radit.
"kamu masih marah karena aku berbicara seperti itu?" tegur ibu kantin ketus
"aku tidak mau membebani Radit lagi" jawab Alya menahan air mata.
"bagus kalau begitu. sekalian aja pergi dari sini. Dan jangan ganggu Radit lagi. Coba kalau orangtuanya tau. Mana mereka setuju Radit hubungan dengan kamu" ketus ibu kantin terus memanasi hati Alya.
"iya aku akan segera pergi" jawab Alya tegas. meskipun entah kemana dia harus pergi.
"Bu... sudah diberikan kepada Alya?" tanya Radit
Ibu kantin mendelik. dan memberikan bungkusan dari Radit.
"apa ini Bu?" tanya Radit membuka kantong plastik.
Radit terkejut setelah melihat isinya.
"dia sudah tidak mau lagi pemberian dari mu" ucap Bu kantin
__ADS_1
"kenapa Bu?" tanya Radit merasa aneh
"entahlah" jawab Bu kantin menyembunyikan sesuatu. Ibu kantin Kembali sibuk melayani siswa/siswi yang pesan makanan kepadanya.
Radit melirik bungkusan itu. Dia segera menemui Alya. jaki dan Dimas nampak memperhatikan Radit. Dia melihat Radit. Dan diam diam mengikuti Radit. Sesampainya di kontrakan. Radit melihat kesunyian didalam rumah seakan akan tidak ada kehidupan. Radit tidak menemui alya.
"Alya..Alya dimana kamu" teriak Radit mencari Alya ke setiap ruangan. Namun, sosok yang dicarinya sudah tidak ada. Radit panik dan mencemaskan Alya. Radit berlari mencari Alya. Dimas dan jaki terus membuntuti Radit. mereka merasa curiga dengan gelagat Radit. Sudah cukup jauh Radit mencari Alya. namun, belum diketemukan. Alya yang sedang menangis seorang diri di taman. Radit terkejut melihat Alya berada ditaman. sontak saja membuat Dimas dan jaki punya terkejut. melihat Radit menemui gadis yang berperut buncit. Mereka diam diam sembunyi dibalik pohon dekat Alya duduk.
"Alya" seru Radit memanggil Alya.
Alya menoleh spontan. Radit mendekati Alya. Namun, Alya segera menghindari Radit. melihat sikap alya yang berubah. Radit merasa aneh. dia segera menggenggam tangan Alya ketika Alya berusaha lari. Radit menatap Alya.
"lepaskan aku!" teriak Alya menjerit.
"Alya ..ada apa denganmu?" tanya Radit merasa aneh dengan Alya.
"kamu pembohong!" teriak Alya.
"maksud kamu apa?" tanya Radit spontan.
"kamu masih sekolah kan? Selama ini kamu membohongi aku. Menutupi indentitas mu sebagai mahasiswa! Kamu bolos sekolah demi aku. aku ngamen juga demi aku kan! padahal kamu tidak pernah melakukan itu sebelumnya! kenapa kamu bohongi aku?!" Alya melemparkan beberapa pertanyaan kepada Radit. kedua sahabat Radit yang secara diam diam menguping pembicaraan mereka. spontan terkejut mendengar ucapan alya. mereka membungkam mulut karena spontan tidak menyangka dengan yang sudah Radit lakukan selama ini.
Bersambung...
__ADS_1