
Mereka terkejut melihat amplop berisi Poto bagas dengan wanita lain.
"kalian nyari ini Kan?" tanya Raisa mengiming-imingi benda itu.
"mamah dapatkan dari mana?" tanya Radit melongo.
"jelas lah kalian menyembunyikan nya dari aku kan? Kamu Radit sama aja dengan papah mu Bagas Saputra!" bentak Raisa melotot.
Radit dan bi Inah tersentak kaget.
"ini apa maksudnya! udah jelas kan papah kamu yang Selingkuh! Ini buktinya Poto Poto ini udah menjelaskan semuanya!" teriak Raisa kesal.
Radit dan bi Inah tidak tau harus menjawab apa. mereka menunduk diam membisu.
Raisa dengan bengis nya menatap tajam bi Inah.
"kamu lagi sebagai pembantu ikut ikutan mencampuri urusan majikan! Kamu bisanya mencari kesalahan ku. Tapi, kesalahan Bagas kau tutup tutupi Inah!" bentak Raisa memarahi bi inah.
bi Inah terkejut ketakutan. Namun, dia pasrah saja saat Raisa memarahinya. Radit melirik bi inah.
"kamu juga Radit! Anak sama bapak sama saja. bisa nya nyalahin aku! Sedangkan kesalahan bagas kau sampai hati merahasiakan dari ku sebagai ibu mu. kenapa kamu lakukan Radit!" bentak Raisa dengan mata penuh genangan air mata.
Radit diam menunduk entah apa yang harus dia jawab. Sedangkan keduanya sama sama memiliki selingkuh. tak lama kedua Bagas datang. Dia melihat mereka termenung diam.
"ada apa ini? apakah Radit bikin ulah lagi?" tanya Bagas heran.
mendengar suara Bagas. Raisa mengepakkan tangan nya dengan gemas. Radit dan bi Inah melirik menatap Bagas. Raisa membalikan badannya menatap tajam dengan mata memerah ke arah Bagas.
"ini apa!" bentak Raisa semabari melempar amplop itu. Dan Poto Poto pun berserakan ke lantai setelah menghantam badan Bagas. Sontak saja Bagas terkejut melototkan mata saat melihat Poto Poto itu berserakan dilantai. gambar yang tidak pantas dilihat membuat bi Inah terkejut melihatnya. karena baru pertama kali BI Inah melihat isi amplop. Radit menganga kaget. Bagas memunguti gambar dirinya didalam Poto bersama wanita yang tidak dia kenal.
Bagas melihat dengan teliti Poto Poto itu. lalu, melirik Raisa.
"darimana kamu dapatkan ini semua?" tanya Bagas emosi. Karena dia tidak merasa kalau Poto Poto itu adalah dirinya.
"kamu tidak perlu tau dari mana aku dapatkan! Yang perlu kamu tau. Kamu sampai hati tega tidur bareng dengan Selingkuh mu! Sedangkan selama ini kamu selalu menuding aku selingkuh dengan Wisnu!" panjang lebar Rais menutupi dari mana dia dapat kan Poto itu.
__ADS_1
"emang iya kenyataannya kan. kamu selingkuh dengan Wisnu!" bantah Bagas
Bi Inah benar benar syok mendengar perselingkuhan majikannya.
"kamu selalu menyalahkan aku. Kamu sendiri tidak mengaca. Kalau kamu juga selingkuh dengan sekertaris mu kan!?" Raisa ngotot tidak mau kalah.
Bagas menatap tajam mata Raisa yang melotot.
Radit menjadi muak melihat kedua orangtuanya bertengkar terus. Apalagi didepan Radit dan bi Inah.
"sudah cukup kalian!" bentak Radit teriak Melerai kedua orangtuanya.
Mereka serentak melihat Radit yang sudah emosi dan mata memerah ngotot.
"kalian sama saja. Tidak istrinya tidak suaminya. Sama sama memiliki selingkuh..selama ini aku pura pura tidak tau kelakuan kalian berdua. kalian tidak sadar dengan perbuatan kalian telah membuat aku kecewa! aku benci kalian! Kalian tidak pantas menjadi orangtuaku!" teriak Radit meluapkan emosinya. Radit segera pergi meninggalkan mereka. Dia pergi keluar menggunakan motor. kedua orangtuanya mengejar Radit. Bahkan BI Inah juga ikut ikutan mengejar Radit.
"Radit tunggu!" teriak Bagas dan Raisa serentak.
Radit udah siap siap ngegas motor. Dia melarikan diri dari kejaran mereka.
Bagas melihat kepergian Radit. Bi Inah meneteskan air mata.
"pak Bu...ayo kejar Radit pakai mobil!" tegur bi Inah mengingatkan mereka. Sembari menangis.
Bagas bergegas mencari kunci mobil disaku celananya. Dia segera membuka pintu dan masuk kedalam mobil. Raisa yang melihat Bagas masuk kedalam mobil. langsung berlari menuju mobil Bagas. Dia secepatnya naik mobil Bagas. Bagas pun segera melajukan mobil secepatnya. merek panik dan mencemaskan Radit. Bi Inah menangis
"ya Allah selamatkan mas Radit dimana pun dia berada. Semoga selalu dilindungi~MU" ucap bi Inah sambil menengadahkan tangan ke atas.
Raisa dan Bagas sudah kehilangan jejak Radit. mereka mulai bingung mencari Radit.
"kemana Radit pah?" tanya Raisa mulai panik.
"aku juga tidak tau harus cari kemana?" jawab Bagas bingung.
"pah..kita juga tidak tau dimana rumah teman temannya. Juga dimana biasa dia nongkrong atau main pah" rengek Raisa mencemaskan keberadaan Radit.
__ADS_1
"papah bawa hp ga ..coba hubungi radit ada dimana pah" sambung Raisa terus merengek.
"aduh..bisa diam ga sih kamu! Berisik tau! Makanya jadi ibu itu harus lebih peka terhadap anaknya. perhatian seorang ibu itu penting bagi anaknya tau! Jangan kau sibuk dengan pekerjaan mu ditambah lagi dengan selingkuh..Raisa Raisa..pantes ga sih kamu jadi seorang ibu!" hardik Bagas menasehati Raisa.
"ini juga salah kamu!" Raisa malah menuding bagas.
"lah..kok aku yang kau salahkan?!" tanya Bagas spontan.
"kalau kamu ga ngomong soal selingkuh. Radit ga bakalan kabur dari rumah! Kamu juga kan tidur bareng Ama selingkuhan mu. pakai acara di Poto segala. Ya jelas Radit marah!" bantah Raisa tidak mau kalah.
"aku juga tidak tau. cewe yang ada di foto itu siapa. dan darimana Poto itu berasal" Bagas mengelak tuduhan yang diberikan Raisa melalui Poto Poto itu. Karena memang dia tidak merasa kalau yang ada di foto itu adalah dirinya.
"jangan pura pura tidak tau kau pah! udah jelas ini wajah kamu. Masih saja tidak mengakui..kamu sampai hati ya selingkuh sempai tidur bareng segala!" ucap Raisa emosi
"apa bedanya dengan kamu?" tanya Bagas ngotot
"sumpah selama aku selingkuh dengan Wisnu. Aku ga pernah sekeji apa yang kamu pikirkan!" jawab Raisa bersumpah.
"mana ada maling ngaku! Mana aku tau! lagian Poto Poto itu juga bukan diriku!"
"kalau bukan kamu siapa lagi? udah jelas itu wajah kamu?" tanya Raisa merasa aneh.
"sudahlah aku tidak ingin berdebat lagi dengan kamu! Soal Radit aja belum beres!" bantah Bagas menghentikan perdebatan dengan Raisa. karena dia juga bingung dengan Poto Poto itu. Ditambah lagi dengan kepergian Radit.
Bagas dan Raisa mencari Radit ke taman, ke cafe shop tempat mereka nongkrong.namun, mereka tidak tau kalau cafe shop itu tempat tongkrongan Radit dan kawan kawannya.
Menjelang malam tiba Bagas dan Raisa merasa Putus asa mencari Radit. Karena hampir malam pun Radit belum diketemukan.
mereka pun menyerah berhenti mencari Radit. Mereka kembali pulang dengan sia sia.
Bi Inah yang sejak tadi sudah menunggu kepulangan majikanya. Kini, bi Inah melongo melihat Bagas dan Raisa pulang tanpa Radit.
"Bu, pak mana mas Radit?" tanya bi Inah menatap mereka.
Bagas masuk kedalam rumah tanpa menggubris pertanyaan bi Inah. Raisa menatap bi Inah sambil menggelengkan kepalanya. bi Inah sontak kaget. karena Radit belum ditemukan. Dan belum juga pulang.
__ADS_1
Bersambung....