
Raisa terkejut membuka mata setelah pintu terbuka. Rupanya hari sudah siang. Raisa terperanjat bangun. Namun, sayang dirinya sudah berada di kursi dalam keadaan terikat kuat. mata Raisa melotot seketika. Orang yang memakai topeng itu menatap tajam ke wajah Raisa.
"siapa kamu? Lepaskan aku?!" bentak Raisa setengah menjerit.
orang yang menggunakan topeng itu pelan pelan membuka topengnya. Raisa penasaran dengan wajah orang yang dibalik topeng. setelah dibuka Raisa terkejut, ternyata wajah yang dibalik topeng itu adalah Wisnu. sontak saja Raisa menatap tajam wajah Wisnu. Begitu pun dengan Wisnu yang menatapnya seperti siap siap menerkam mangsanya.
"Wisnu!" spontan Raisa.
"hmmm...ga usah kau berteriak. Kerena itu hanya akan menghabiskan suaramu saja!" ledek Wisnu ketus.
"Wisnu, kenapa kamu menculik aku? Kenapa kamu Setega ini?" tanya Raisa dengan mata berkaca-kaca seakan akan menahan air mata.
"kamu nanya..kamu pura pura tidak tau? Raisa, Raisa. kamu pasti tau apa alasannya" jawab Wisnu sembari tertawa meledek Raisa.
"aku tidak tau! Kenapa kamu tega melakukan ini padaku?!" tanya Raisa meninggikan suara.
"jelas lah aku membalaskan dendam ku kepada Kamu dan Bagas!" jawab Wisnu ketus
Tak lama kemudian Wina pun datang langsung menemui Raisa dan Wisnu diruang sekap Raisa.
"hai Wisnu...hai Raisa" sapa Wina tersenyum licik
"Wina!" teriak spontan Raisa melihat kedatangan Wina.
mereka saling melirik tersenyum ketus.
"jadi selama ini kalian sekongkol?" tanya Raisa kaget.
"kalau iya kenapa?" Wina balik nanya dengan mendelik.
"kalian benar benar jahat! Lepaskan aku! Aku ingin pulang!" teriak Raisa
__ADS_1
"tidak ada satu orang pun yang akan menyelematkan mu!" ucap Wina ketus.
Raisa semakin ketakutan. badan Raisa mulai gemetaran dengan mata memerah. Tangan Wina mencekal kedua pipi Raisa dengan keras. Hingga Raisa merasa kesakitan. Wisnu hanya diam dan bermuka sinis.
"kamu harus mati di tanganku Raisa. Setelah itu Bagas akan jadi milikku..hahaha hahaha" ancam Wina tertawa puas dengan mendorong keras wajah Raisa.
Entah mimpi apa yang sudah terjadi pada Raisa. Dia benar benar merasa dirinya terancam. Nyawa nya kini ditangan kedua orang kejam yang ingin menghancurkan keluarga mereka. Demi melampiaskan dendam nya dan rasa sakit hatinya. Wina menampar kedua pipi Raisa sangat keras. Hingga Wisnu terkejut. Raisa tidak berdaya dan pasrah saat wina menyerang nya membabi buta. Rasia yang sudah lemah dan lemas itu. Kini terpuruk oleh beberapa tamparan yang mendarat di pipinya.
"rasakan ini Raisa. Bagas sudah menyakiti aku. Dia memutuskan hubungannya denganku.. Dan dia juga sudah memecat aku ..kini kau juga harus rasakan apa yang aku rasakan!" jerit amarah dengan mata memerah Wina menjambak rambut Raisa. Raisa yang sudah tersakiti dengan beberapa lebam di wajahnya karena penganiyaan yang dilakukan Wina kepada Rasia. Mata Raisa berair dan lesu.
"sudah hentikan!" teriak Wisnu kepada Wina.
Wisnu yang sudah melihat Raisa tidak berdaya seakan akan sudah tidak bernyawa. Tidak ingin mengambil resiko kematian Raisa. Wina melirik Wisnu yang melerainya berhenti. dengan mata amarah. Wina pun melepaskan Jambakan dari rambut Raisa.
"kenapa kamu menghentikan dendam ku?" tanya Wina ngotot kepada Wisnu.
"jangan bertindak kebodohan lagi! kalau Raisa Mati kamu mau menanggung akibatnya? cukup dia disekap disini untuk beberapa lama. biar Bagas kacau dengan perusahaan nya karena selalu memikirkan istri tercinta nya. Hingga dia merasakan kehancuran dalam hidupnya. Dan kamu tidak seharusnya menghajar dia apalagi sampai dia mati disini!" tegas Wisnu kepada Wina.
"heh...sejak kapan aku mencintai nya. Aku mendekati dia dan berpura pura menjadi selingkuhan nya hanya untuk mendapatkan aset Bagas. Tapi, karena dia bodoh! aku tidak ingin buang waktuku bersama wanita bodoh seperti dia!" jawaban Wisnu melekat sakit di hati Raisa. Kini Raisa baru tahu dan menyadari nya. selama mereka berselingkuh. Wisnu hanya memanfaatkan dirinya untuk memberikan uang dan harta Bagas. sudah berapa banyak Raisa memberikan uang kepada Wisnu. Dan sesuai keinginan wisnu. kini Raisa benar benar menyesali pernah berselingkuh dengan Wisnu. dan mengkhianati cinta yang tulus dari Bagas.
"kamu penipu! pembohong wisnu!" teriak Raisa meluapkan penyesalan nya.
"hahahaha.. terlambat sudah kamu menyesal Raisa sayang.... hahahaha... karena kebodohan mu... aku bisa membeli mobil baru dari hasil uang yang kau berikan." ucap Wisnu sinis.
Raisa amarah dalam lemahnya. Wina tersenyum licik dan tertawa puas. Dia juga tidak menyangka dengan Wisnu yang hanya memanfaatkan kebodohan Raisa.
"kalian benar benar licik! jahat! penipu! " jerit Rais menyesal telah diperalat oleh Wisnu.
"sepuas mu teriak Raisa. kerena sekeliling mu bukan tetanggamu. melainkan hutan yang banyak hewan buasnya hahaha" jawab Wisnu menakut nakuti Raisa.
Raisa semakin takut dan gemetaran. Entah apa yang harus dia lakukan. saat dirinya lemah tak berdaya. Nyawa Raisa terancam antara hidup dan mati.
__ADS_1
"ya udah yu. kita pergi dari sini. biarkan dia sendirian disini" ucap Wina ketus.
Raisa melirik mereka dengan mata sayu.
"terus kita kesini lagi ga ya... " kata Wisnu meledek Raisa.
"aku rasa ga perlu deh. karena kita masih banyak urusan, bukan? dan dia disini biarkan seorang diri ampe busuk" jawab Wina ketus melirik Raisa dengan lirikan sinis.
"oke kalau begitu" ucap Wisnu.
"Disaat seperti ini pasti Bagas membutuhkan seseorang untuk bersandar. dan ini adalah kesempatan bagiku untuk mencuri perhatian dia. setelah itu aku akan menjadi pengganti Raisa. hahaha" ucap Wina memanasi hati Raisa.
Raisa melirik terkejut.
"ga akan terjadi sampai kapanpun juga!" bentak Raisa melotot.
"aw aw aw... demi apa begitu...kalau kamu sudah tidak bernyawa..suami mu pasti mencari pengganti mu donk.. dan pengganti itu adalah aku" jawab Wina menggoda bikin hati Raisa tersakiti.
"jangan bermimpi kamu! sampai kapanpun kamu tidak akan pernah menggantikan posisi ku sebagai istri Bagas!" bentak Raisa
Plak!
Sebuah tamparan mengejutkan Raisa dan Wisnu. lagi lagi Wina menampar pipi Raisa.
"itu akibat nya bagi wanita sombong seperti mu. Udah jelas tidak berdaya masih saja ngeyel!" bentak Wina kesal.
Raisa terdiam menahan sakitnya tamparan Wina..dengan mata berkaca-kaca menahan air mata.
"kita pergi !" ajak Wina menarik tangan wisnu. Mereka pun segera meninggalkan Raisa. Dan mengunci Kembali pintu ruangan sekap Raisa.
Kini Raisa sendirian tersiksa dengan rasa sakit yang telah dia rasakan karena perbuatan Wina. Raisa menangis tiada berdaya. Dia menyesali telah mengenal sosok Wisnu yang ternyata hanya bersandiwara mencintai dia. Mendekati dia dengan maksud tertentu yaitu hanya memeras keuangan Raisa. Kini Raisa menyadari. Dia telah buta hati, tidak memperhatikan Radit dan pedulikan Bagas. Saat dia masih bersama Wisnu. Dia sangat menyesal pernah mengkhianati Bagas hanya demi orang sejahat Wisnu. Semua itu dia rasakan sekarang dia sesali saat saat ini.
__ADS_1
Bersambung....