Broken Home

Broken Home
bab 48


__ADS_3

setelah Dimas dan jaki menceritakan semua tentang persoalan Radit kepada Bagas dan Raisa. Mereka merenungkan kejadian yang menimpa rumah tangganya. Pertengkaran mereka lah salah satu sebab Radit menjadi seorang broken home. Namun, mereka tidak menyadari hal itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari Radit kembali. Didalam mobil Raisa terdiam. Pikiran dia kacau. antara Radit dan memikirkan Wisnu yang mengatakan keadaan sakit. Jaki dan Dimas memutuskan untuk pergi ke rumah Alya. Mereka pikir Radit akan menemui Alya. Sesampainya di rumah Alya. Mereka disambut oleh Winda dan Alya.


"apa kabar Alya, Tante?"tanya Dimas ramah tersenyum.


"Alhamdulillah baik..kabar kalian gimana?" tanya Alya balik nanya.


"kami baik... "jawab Dimas.


"silakan duduk" ucap winda mempersilahkan duduk kepada kedua sahabat itu. Alya celingukan mencari Radit. Dimas dan jaki melongo melihat sikap Alya.


"Radit mana? kalian ga ajak Radit?" tanya Alya penasaran.


Winda melirik mereka.


"lho.. emang Radit ga ada disini?"jaki kaget balik nanya.


Winda dan Alya saling melirik.


"ga ada... malah semenjak aku pulang. Radit ga pernah kesini lagi" jawab alya bersedih.


Dimas dan jaki saling melirik bersedih.


"ada dengan Radit? Kemana Radit?" tanya Alya


"sebenarnya..." Dimas dan jaki menceritakan awal mula apa yang terjadi dengan Radit.


Wina menemui Wisnu yang sedang berjalan menuju mobil. Ditempat parkir halaman restoran.


"eh, Wisnu!" tegur Wina mendorong badan Wisnu.


Wisnu kaget menoleh.


"kamu lagi..ada apa?" tanya Wisnu mendelik ga suka.


"kamu benar benar keterlaluan ya..bukannya terus bujuk Raisa malah dekati cewe lain lagi" hardik Wina kesal.


Wisnu tersenyum licik.


"heh... ngapain aku membujuk Riasa terus kalau hasilnya nihil" jawab Wisnu ketus.


"kamu harus pintar pintar lah merayu dia. Bagaimana mau merebut Raisa dari Bagas. Kalau kamu lambat untuk bergerak!?" ucap Wina ngotot.

__ADS_1


"yang aku ingin kan bukan Raisa Tapi harta Bagas" ucap Wisnu tenang.


"apapun alasan kamu. pokok nya kamu harus bisa menghancurkan mereka!"


"kalau kamu sendiri bagaimana? Sepertinya kamu juga bodoh untuk mendapatkan Bagas kembali hahaha" ledek Wisnu tertawa lepas.


Sontak saja Wina melotot kan matanya.


"itu karena kamu yang lambat!" Wina bela diri.


"kamu juga yang bodoh ga bisa merayu Bagas. Ah, sudahlah ga ada waktu lagi buat melayani kamu!! Minggir" jawab wisnu membuka mobil.


Dengan kesal dan emosi. Wina melotot ke arah Wisnu.


"Wisnu!" teriak Wina saat Wisnu menyalakan stater mobil.


namun , Wisnu tidak pedulikan lagi Wina. Dia segera pergi meninggalkan Wina yang sedang Manahan emosinya.


sementara Raisa dan Bagas masih mencari Radit. Terlihat di wajah Raisa menampakan kerisauan nya.


"kenapa selama ini Radit tidak menceritakan sebenarnya kepada kita" ucap Raisa setelah tau soal Radit yang merasakan broken home, dan tentang pertemuan nya dengan Alya.


"stop ya kamu ngomongin Wisnu lagi!" bentak Raisa tidak suka.


"kenapa? itu kan kenyataan nya?" tanya Bagas terus meledek Raisa.


Raisa cemberut. menatap ke arah depan jalan.


"Raisa Raisa...aku masih sabar menghadapi sikap kamu. coba kalau aku seperti cowok lain. melihat dan mengetahui istrinya selingkuh, udah aku buang kau Raisa!" ucap Bagas menahan emosi.


Raisa masih membisu. pikiran dia masih kacau. Bagas melirik Raisa.


"jadi minta cerai?" pertanyaan Bagas mengejutkan Raisa. Dia benar benar bingung. Dia tidak bisa memilih Antara Bagas dan Wisnu. Bagas yang lebih kaya dari Wisnu. dan Bagas memiliki perusahaan sendiri. berbeda dengan Wisnu hanya manajer yang masih di bawah pemimpin bos besar. Sedangkan Wisnu juga tidak memiliki aset yang banyak seperti Bagas.


"kenapa bengong?" tegur Bagas mengejutkan Raisa.


"aku tidak ingin berdebat dulu dengan kamu!" jawab Raisa ketus.


Bagas pun mengangguk menuruti keinginan Raisa.


setelah menceritakan kejadian yang menimpa Radit. Alya tercengang sedih.

__ADS_1


"terus kemana Radit pergi?" tanya alya menahan air mata.


Winda sangat memahami perasaan Alya. Dia memeluk kepala gadis itu dengan mengusap rambutnya.


"Radit pasti akan ditemukan. Dan suatu hari nanti akan pulang kerumahnya. Kamu jangan terlalu bersedih ya. apalagi keadaan kamu sedang mengandung..kamu harus jaga kesehatan jangan banyak pikiran" ucap Winda menenangkan hati Alya.


Jaki dan Dimas merasa bersalah telah mengatakan kepada Alya.


"maafkan kami Alya , Tante. bukan maksud kami membebani pikiran Alya..kami kesini mau mencari Radit. Kami pikir dia kesini" ucap dimas merasa prihatin.


"ga apa apa. Tenang aja..wajar Alya juga harus tau. daripada dia harus terus menunggu kehadiran Radit. Dan berpikir Radit tidak peduli lagi dengan Alya"


"justru Tante yang banyak banyak berterima kasih kepada kalian dan Radit. kalau bukan karena kalian dan Radit. mungkin tante ga bisa menemukan Alya lagi. Tante berhutang Budi kepada kalian dan Radit. Terutama Radit yang sudah banyak berkorban untuk Alya. Tante pikir Radit lah yang telah menghamili Alya. Ternyata Tante salah menduga" sambung Winda panjang lebar dengan nada sedih.


jaki dan Dimas merenungkan ucapan Winda. mereka bingung dengan keberadaan Radit ditambah lagi dengan curahan Winda kepada mereka.


menjelang malam pun tiba. Bi Inah masih mencemaskan Radit. Kini sudah tiga hari Radit tidak pulang. Bi Inah masih mondar mandir tidak tenang memikirkan radit. Bi Inah sudah menganggap Radit seperti anaknya sendiri. Tak lama kemudian mobil Bagas memasuki halaman rumah.


"ya Allah, semoga nak Radit segera pulang bersama bapak dan ibunya" ucap bi Inah berharap.


Bi Inah harap harap cemas meminta Bagas dan Raisa turun dari mobil. mata dia sibuk mencari cari sosok yang dicarinya diantara mereka. Raisa dan Bagas berjalan menuju bi Inah dengan wajah kusut dan bersedih.


"Bu pak..."


Bagas menatap wajah bi Inah dengan sayu. Raisa menggeleng kan kepala tanda putus asa..


"Radit belum ditemukan bi" ucap bagas putus asa.


Bi Inah meneteskan air mata


"aduh ya Allah.... kemana nak Radit... makanya ibu bapak..jangan bertengkar terus..kalian ini sudah jadi orang tua..bukan anak kecil lagi... Harus nya kalian memberi contoh yang baik kepada mas Radit... bukannya bertengkar tiap hari apalagi didepan mas Radit...pasti hatinya hancur dan bingung harus pergi kemana..kenyamanan anak itu ada pada orangtua" panjang lebar bi Inah menasehati mereka dengan menangis. Bi Inah mengusap air matanya.


Bagas merasa tersentuh hatinya saat melihat perhatian dan kecemasan dari BI Inah yang begitu jauh lebih menyanyangi anaknya daripada mereka sebagai orangtua.


Bi Inah masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan lagi majikan nya. Bagas pun menyusul bi Inah masuk kerumah dengan berjalan lemas. Raisa menutup pintu dan menguncinya.


Setelah dikamar mereka masih terdiam membisu. entah apa yang ada dipikiran mereka setelah mendengarkan nasehat bi Inah..


motor Radit berhenti didepan rumah Alya. Dia melihat ke arah kaca jendela kamar Alya. berharap bisa melihat Alya. Sementara Alya duduk bersandarkan diatas ranjang. Dia memikirkan Radit sambil mengelus elus perut nya yang udah memasuki 9 bulan. Sedangkan Radit menatap ke arah bawah dan melirik lagi ke atas untuk memastikan Alya baik baik saja.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2