Broken Home

Broken Home
bab 62


__ADS_3

Radit mulai mengerjakan soal ujian. Dengan pikiran kacau yang selalu teringat Alya. Dia tidak bisa berpikir fokus pada soal ujian. Kegelisahannya terlihat oleh pengawas.


"ada apa denganmu Radit?" tegur pengawas mengejutkan Radit.


teguran pengawas terdengar keras kepada dua sahabat yang menunggu diluar.


" apa yang terus dengan Radit?" tanya Dimas penasaran.


"entahlah" sahut jaki.


"kita lihat" ajak Dimas.


Mereka mengintip di jendela kelas. Nampak Radit bersedih.


"kamu bisa menyelesaikan tugas sekarang?" tanya pengawas.


"iya pak" jawab Radit mencoba tenang. Radit berpikir dia ingin segera menyelesaikan ujian ini. Dan hari esok adalah hari terakhir ujian. Dia harus bersabar menunggu sehari lagi. Meskipun hatinya sudah membara ingin menemui Alya. Dia berusaha konsentrasi menjawab soal ujian.


Sementara Alex memanfaatkan waktu istirahatnya untuk menemui Bagas. Alex kekantor Bagas. Wina tidak sengaja bertemu Alex. Didepan kantor.


"bapak mau ketemu siapa?" Wina bertanya menegur Alex yang hendak masuk kantor Bagas.


Alex menatap wajah yang tidak asing itu. Dia pernah Melihat wajah itu di rekaman CCTV toko.


"pak" teguran Wina mengejutkan Alex.


",eh iya ..saya mau ketemu pak Bagas." jawab Alex gugup


"oh ..ada di dalam pak. Mari saya antar" Wina tersenyum ramah.


Alex pun mengikuti Wina untuk menemui Bagas.


Wina mengetuk pintu.


"masuk!" seru Bagas di dalam ruangan.


Wina dan Alex pun masuk. Nampak Bagas yang sedang sibuk dengan layar laptop.


"pak ada tamu yang ingin bertemu dengan bapak" ucap Wina.


Bagas melirik. dia terkejut dengan kedatangan Alex


"ya ampun Alex?" sapa Bagas tersenyum lebar.


"iya pak Bagas" jawab alex membalas senyuman Bagas.

__ADS_1


Wina segera keluar setelah mempertemukan Alex dan Bagas.


Bagas menyambut Alex.


"mari silahkan duduk" Ucap Bagas kepada Alex .


Alex dan Bagas duduk di sofa ruang kerja Bagas.


"ada angin apa yang membawa kamu datang kesini?" tanya Bagas menepuk bahu Alex pelan.


"justru masalah yang sedang dihadapi kamu lah yang membawa aku harus bertemu kamu disini " jawab Alex.


"masalah aku? apa ya?" tanya Bagas tidak mengerti maksud pembicaraan Alex.


"lihatlah vidio ini" tanya Alex tanpa basa basi lagi.


Bagas Meliah Vidio yang melalui hp Alex. didalam video itu. terlihat Wina sedang mengedit photo Bagas bersama wanita lain. Yang tidak dikenal Bagas. Poto memalukan itu akhirnya ketahuan Alex. dan Bagas tidak bisa mengelak dengan adanya bukti. mengatakan kalau Bagas sedang bermasalah.


Seketika Bagas terkejut. Melihat bukti itu. Dia mulai geram dan benci kepada Wina. Ternyata dalang dari semua ini adalah Wina pelaku nya. ingin rasanya dia segera memanggil Wina dan memecatnya langsung. Meluapkan emosinya. Namun, dia tahan emosi itu dihadapan Alex. Kini Bagas pun terpaksa harus cerita semua yang terjadi menimpa keluarganya.


"kamu dapatkan Vidio itu darimana?" tanya Bagas heran.


Alex tersenyum tanang..


tidak bisa dia halangi.


"waktunya habis!" pengawas itu mengejutkan Radit.


Radit berdiri dari tempat duduknya. Dia segera memberikan kertas ujian itu.


"besok jangan terlambat. besok terakhir ujian mu" pengawas itu memperingati Radit.


"baik pak" Radit segera pergi keluar kelas menemui kedua sahabatnya.


"haduh Radit kamu kenapa bisa terlambat sih.. hampir saja tidak ada waktu lagi untuk kamu" omel Dimas.


"benar Radit..kalau bukan kita memohon mohon untuk memberikan kesempatan waktu untuk kamu. Mungkin akan di undur. Terus mau kapan selesainya?" jaki membenarkan ucapan Dimas


"aku telat datang karena aku bangun kesiangan " jawab. Radit


"Kok bisa sih?" tanya Dimas heran.


Radit mulai menceritakan kejadian dirumah sakit kepada kedua sahabatnya.


Setelah kepulangan Alex. Bagas segera memanggil Wina. Wina terkejut di panggil Bagas.

__ADS_1


"bapak manggil saya?" tanya Wina penasaran.


Bagas segera membalikkan kursi yang beroda tempat duduknya. Bagas menatap tajam melihat Wina. Wina merasa aneh dengan tatapan Bagas yang membenci nya.


"pintar ya kamu?" tegur Bagas ketus.


"maksud bapak?" spontan Wina terkejut..


"jangan pura pura tidak tau" jawab Bagas mengambil hp nya lalu mengirimkan Vidio itu melalui WhatsApp Wina.


hp Wina pun berbunyi,


"buka!" bentak Bagas.


Wina terkejut lalu segera membuka isi pesan dari Bagas. betapa terkejutnya Wina seketika Melihat vidio dirinya disitu. Dia melirik Bagas denah rasa takut dan bersalah.


"pak...bapak dapatkan Vidio ini darimana?" tanya Wina mulai cemas


"tidak perlu tau! Yang harus kamu tau. hari ini angkat kaki mu untuk selamanya dari kantor aku! aku pecat kamu sekarang juga!" bentak Bagas meluapkan emosi.


bagaikan disambar petir bagi Wina mendengar keputusan bagas.


"pak saya mohon jangan pecat saya" Wina memohon dengan isakan tangis.


"keputusan ku sudah bulat. Ternyata orang yang telah mencemarkan nama baik ku adalah kamu! Sekarang perbuatan mu sudah terbongkar! permainan mu sudah selesai! Sekarang juga pergi dari sini secepatnya!" mata Bagas memerah meluapkan dendamnya.


"pak... bsaya minta maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan saya ini. Saya benar benar menyesal. berikan saya kesempatan untuk menebus kesalahan saya kepada bapak. Asal jangan pecat saya pak"


"HAH! BASI! Kamu pikir dengan maaf kamu..kamu bisa menghapus muka ku yang sudah kamu permalukan? aku benar benar ga menyangka. Selama ini kamu kerja sama dengan Wisnu untuk mengahancurkan keluarga ku kan?!" bentak Bagas teriak. hingga teriakan Bagas terdengar Sampai luar ruangan. Karyawan yang mendengar teriakan Bagas. pada kumpul dan menguping pembicaraan Bagas dan Wina. Mereka mendekatkan telinga mereka ke pintu ruangan Bagas. Karena rasa penasaran mereka.


"sekarang kamu keluar atau aku akan panggilkan polisi untuk menangkap kamu. aku penjarakan kamu. Atas pencemaran nama baik ku!" ancam Bagas menakuti Wina. Dengan geram dan penuh kebencian.


Wina takut dan tegang dengan ancaman Bagas. Akhirnya dia mengalah pergi mengangkat kaki dari ruangan Bagas. Wina dan karyawan lain nya terkejut saat Wina membuka pintu. Bagas Melihat aksi karyawan nya itu. yang secata diam diam mereka ternyata menguping pembicaraan Bagas dan Wina. Wina malu dihadapan teman temannya dia segera berlari keluar dari kantor itu. Bagas segera menghampiri karyawan nya. mereka menunduk terdiam takut dan malu aksinya ketahuan.


"apa yang kalian lakukan?" tegur Bagas dengan suara rendah.


Para karyawan pun saling melirik satu sama lain.


Bagas Melihat kelakuan karyawan nya yang merasa ketakutan dan tegang.


"siapapun diantara kalian yang mencoba mengkhianati perusahaan ku. Aku tidak akan segan segan untuk memecat kalian dan aku laporkan k polisi!" tegas Bagas. mengancam dan menakut nakuti mereka.


Sontak saja mereka terperanjat kaget.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2