Broken Home

Broken Home
bab 46


__ADS_3

Bagas merebahkan tubuhnya yang lelah seharian bekerja dan mencari Radit. Raisa termenung di sofa kamar. Bagas melirik Raisa. sebenarnya Bagas sangat mencintai Raisa. karena baginya Raisa adalah cinta pertama. Bagas mengambil hp nya yang tergeletak di atas meja samping tempat tidur.


Bagas mencoba menghubungi Radit.


"nomor yang anda tuju saat ini tidak dapat dihubungi. Cobalah beberapa saat lagi"


nampak kekecewaan di wajah Bagas dan Raisa. Saat tidak bisa menghubungi Radit.


"kemana Radit? nomornya tidak aktif lagi" gumam Bagas beranjak dari tempat tidur.


"Raisa..kamu bisa ga sih jadi seorang ibu. Aku minat dari dulu ke kamu. Berhenti kerja. Biar aku yang kerja. Kamu fokus sama Radit. tapi kamu selalu ngeyel. Kamu tau sekarang Akibatnya apa?" ucap Bagas menyesali perbuatan Raisa.


Raisa terdiam menunduk.


"sekarang aku mau tanya padamu. Untuk apa kamu minta berkas berkas aset itu?" pertanyaan Bagas mengejutkan Raisa.


Dia diam tidak menjawab. karena bingung harus jawab apa. Kini Raisa terpojok oleh pertanyaan Bagas. Dan dia tidak mungkin alasan minta harta gono-gini disaat keadaan genting. Dia juga tidak mungkin minta cerai disaat Radit pergi dari rumah. kemungkinan besar dengan diamnya Raisa mengundang kecurigaan Bagas. karena Bagas tau selama ini Raisa selingkuh dengan Wisnu. Bagas tidak takut untuk melabrak Wisnu. tapi dia menunggu waktu yang tepat.


pagi yang cerah tak secerah keluarga Bagas. Karena kepergian Radit membuat mereka tidak semangat untuk aktivitas. Begitu pun dengan bi Inah. Bagas melihat Raisa yang sudah menggunakan seragam kerja.


"kamu mau kerja?" tanya Bagas heran.


"iya" jawab Raisa singkat.


"kamu sadar ga sih! Radit pergi dari rumah. harusnya kamu nyari Radit. bukan kerja!" bantah Bagas kesal.


"aku sudah berapa hari cuti. tapi, hasilnya nihil.." Raisa keceplosan langsung membungkam mulut.


Bagas spontan melirik Raisa.


"kamu ngomong apa?" tanya Bagas menatap Raisa penasaran.


"ga ga ngomong apa apa.." Raisa menutupi rahasia nya


"aku ga tuli ya Raisa. jangan jangan..." ucap Bagas menatap tajam wajah Raisa.


Raisa tegang takut Bagas mencurigai dirinya.


"kamu kenapa tegang seperti itu?" tanya Bagas menegur Raisa.

__ADS_1


"eh..ga apa apa." jawab Raisa panik.


"kamu disuruh Wisnu kan untuk mengambil aset aset ku?"


deg!


jantung raisa Tiba tiba berdetak kencang. Dia merasa takut akan rencananya ketahuan Bagas.


"jangan jangan kamu ngambil cuti hanya untuk mendapatkan aset itu kan? Hayo ngaku!" bentak Bagas tegas.


"ga kok...aku ambil cuti karena pingin aja di rumah " Raisa mencoba mengelak dan berbohong.


"mulut memang tidak bertulang. tapi, mata kamu yang tidak bisa dibohongi!" bantah Bagas menatap dalam dalam mata Raisa.


"kamu mau menghancurkan masa depan Radit. dengan cara kamu yang licik ini?" tanya Bagas mengejutkan Raisa.


"kamu harusnya sadar Raisa! sadar! Kamu cuma diperalat aja sama Wisnu. Dia itu ga pernah mencintai mu!" Bagas mencoba menyadarkan Raisa. Bagas tau kelicikan wisnu mendekati Raisa. Hanya harta semata.


"udah deh pagi pagi udah ngajak ribut!" Raisa menghindari pertanyaan Bagas dengan cara pergi meninggalkan Bagas dan menuju mobilnya.


Bagas segera menyusul Raisa. Dia menghentikan tangan Raisa ketika Raisa membuka mobil. Raisa terkejut melihat aksi Bagas.


Raisa terkejut mendengar ucapan Bagas. Dia baru menyadari kalau mobil yang dipakai adalah mobil Bagas. Raisa tanpa bagas bukan siapa siapa. Mungkin dia akan menjadi seorang pekerja yang biasa saja. tanpa bantuan Bagas.


"oke..aku akan naik taksi!" jawab Raisa kesal.


"kenapa ga mau minta Jemput ke pacar mu saja!" ledek bagas.


Raisa hanya diam bengong. Saat Bagas masuk kedalam mobil. Raisa merasa sakit hati disepelekan Bagas. Namun, saat Bagas mau menghidupkan stater. Bagas membuka kaca mobil. Dia melirik Raisa yang berdiri terdiam.


"mau ikut apa mau menghubungi Wisnu?" tanya Bagas menyindir Raisa.


"ga butuh! Mau hubungi taksi aja!" tolak Raisa egois.


Bagas tertawa sinis.


"Raisa Raisa. Terlalu bucin ya gitu. Suami kamu itu sebenarnya siapa sih. Aku atau Wisnu yang kere itu. Kadang aku heran ya. Demi seorang Wisnu kamu berani membantah suamimu sendiri. Jelas jelas aku ini suami mu Raisa. kapan sih kamu sadarnya? aku diam bukan berarti bodoh ya. Tapi aku sedang mempertahankan rumah tangga kita. Aku ingat anak kita Radit!" panjang lebar Bagas menjelaskan kepada Raisa dengan tertawa sinis


"oke kalau kamu mau seperti ini. Aku turuti. aku akan urus surat cerai kita. dengan syarat kau Jangan minta harta dari ku! karena harta aku hanya untuk Radit. Dan Radit tidak akan aku biarkan tinggal bersama mu. Aku yang berhak atas Radit " sambung Bagas emosi. Lalu, secepatnya melaju meninggalkan Raisa yang terdiam menahan air mata.

__ADS_1


sementara disekolah. Siswa/siswi sedang melihat pengumuman kelulusan ujian akhir semester. Mereka masing masing sibuk mencari nama mereka di selembar kertas yang ditempelkan papan pengumuman. Termasuk jaki dan Dimas. Mereka menghambur ke arah papan itu. Dan menubruk teman temannya.


"minggir minggir.." seru Dimas dan jaki menyelundup.


teman teman pada minggir dan ada yang masih melihat kertas itu. Dibelakang Dimas dan jaki yang sedang melihat satu persatu nama siswa/siswi yang lulus.


"yes! Kita lulus!" seru dimas kepada jaki. Yang sejak tadi bengong.


"eh jaki kita lulus . Tuh nama lu ada disitu" tegur Dimas menepuk bahu jaki.


Namun, jaki tidak merespon. Dia terus menatap kertas itu. Dimas heran dengan jaki yang bengong sejak tadi.


"eh, jaki gua lagi ngomong sama lu! Kok diam aja sih? Kesurupan apa?" tanya Dimas dengan nada aneh


"Li..lihat ini" jaki gugup menunjukkan satu nama yang kena remedial.


Sungguh mata Dimas seketika melotot melihat nama sahabatnya kena remedial.


"gua ga salah lihat?" tanya Dimas mengucek matanya.


"ga lah!" bantah jaki menyakinkan.


"kenapa bisa?" tanya Dimas heran.


mereka semua terkejut melihat tulisan Radit kena remedial. padahal Radit seorang pelajar yang pintar dan selalu juara kelas. Dan Radit juga terkenal kepintaran nya antar sekolah. Sepertinya tidak mungkin Radit harus kena remedial. Itu sulit dibayangkan. namun, bagaimana lagi fakta telah membuktikan realita nya. Dimas dan jaki mencari Radit. Namun, tidak mereka temukan. Dikelas maupun di area sekolah.


"Radit ga sekolah?" tanya Dimas melirik jaki


"lah kok tanya gua! daritadi kan aku Sama kamu terus" jawab jaki heran


"iya maksud nya aku. Radit ga ada disekolah itu tanda nya.."


"dia bolos lagi!" pak guru kumis memotong perkataan Dimas.


Sontak saja kedua sahabat itu terkejut dan menoleh kebelakang.


"pak guru!" seru mereka serentak.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2