
hari ini Bagas dan Raisa kedatang tamu yaitu pak guru kumis. Mereka sedang membicarakan tentang Radit. Bagas dan Raisa sangat malu karena Radit harus remedial. Bi Inah menyodorkan teh anget dan meletakan diatas meja.
"silahkan pak diminum" ucap bi Inah tersenyum.
"terima kasih" jawab pak guru kumis.
"sama sama" bi Inah pun langsung pergi melanjutkan pekerjaan nya.
"saya kan sudah ke ibu dan bapak. Soal perkembangan belajar Radit disekolah. Dan kehadiran nya. tapi, sekarang terulang lagi. malah parah nya Radit benar benar menurun nilainya. sampai ujian juga harus remedial. saya selaku wali kelas Radit disekolah. Sangat menyayangkan dengan hasil ujian Radit. Makanya saya kesini untuk mengetahui alasannya kenapa dan apa sebabnya nilai Radit menurun drastis" ucap pak guru kumis.
"kami sebagai orangtua minta maaf atas perilaku Radit yang telah mengecewakan pak guru karena nilai Radit dan kehadiran Radit. sudah berapa hari ini Radit tidak pergi dari rumah. Kami pun bingung mencarinya kemana lagi" jawab Bagas merasa putus asa.
"apalagi Sampai Radit pergi dari rumah. pasti ada hubungan nya dengan anda sebagai orangtuanya pak Bu. Menurut saya seperti itu" pak guru menyadari mereka.
"iya pak, kami benar benar minta menyesali..kamu sibuk dengan pekerjaan kami masing masing. Jadi kami lupa dengan peran kami sebagai orangtua yang memberikan hak dan perhatian kepada Radit. sebagai anak kami" jawab Bagas dengan penuh penyesalan.
Raisa hanya menunduk diam.
"baik kalau begitu pak Bu. secepatnya Radit segera ditemukan. dengan keadaan baik baik saja. Dan semoga ibu dan bapak juga bisa lebih baik memberikan perhatian kepada Radit. kalau Radit sudah ditemukan. Kami harap Radit segera ke sekolah untuk melakukan ujian ulang lagi" ucap pak guru kumis berharap Radit segera ditemukan.
"baik pak guru. Kami akan ingat pesan bapak dan menjalankan nya dengan baik"
"baiklah kalau begitu saya permisi dulu pak,Bu" pamit pak guru kumis.
mereka pun mempersilahkan. dibalik dinding pemisah antara ruang tamu dan ruang keluarga. bi Inah diam diam menguping percakapan mereka.
"sudah diomongin Ama aku Ama guru. tetap saja kelakuan mereka seperti anak kecil" gumam bi Inah kesal dengan kelakuan majikannya.
__ADS_1
sementara sebuah batu berukuran sedang terjatuh ke dalam air sungai. Seseorang telah menjatuhkan batu batu itu ke dalam sungai. hingga menciptakan cipratan air ke atas. Seseorang itu rupanya Radit. Dia berada di sungai itu duduk diatas bebatuan besar. Seorang lelaki yang sedang mengumpulkan ranting kering. mendekati Radit.
"apa yang kamu pikirkan?" tanya lelaki paruh baya itu.
"Alya" jawab Radit pelan dan melamun.
"kalau kamu mencintai nya segera selesaikan sekolah mu dulu. setelah itu cari pekerjaan yang layak. karena menikah itu bukan sekedar mengikat dua hati. Tapi, tanggung jawab sebagai suami lebih besar daripada pernikahan" ucap lelaki paruh baya itu.
Ternyata selama hilangnya Radit. Dia pergi ke jembatan pertama kali ketemu Alya. Radit berdiri diatas jembatan itu. Dan memegang pegangan jembatan. Hingga seorang lelaki paruh baya. Mengira kalau Radit akan bunuh diri. Lelaki paruh baya itu berlari kecil menghampiri Radit dan menepuk bahu Radit. Radit terkejut menoleh tangan yang menepuk bahunya. Lalu, melirik ke arah bapak tua itu.
"apa yang sedang kamu lakukan?" tanya pak tua.
"saya sedang mengingat seseorang disini pak" jawab Radit
"saya kira kamu akan bunuh diri" ucap pak tua menghembuskan nafas lega.
"kamu tinggal dimana?" tanya pak tua menatap tajam wajah Radit.
"tidak jauh dari sini" jawab Radit merahasiakan tempat tinggal.
"pulang lah hari sudah malam. Pasti orangtuamu mencemaskan mereka" ucap pak tua menasehati mengusir Radit secara halus.
"saya ga mau pulang pak" jawab Radit putus asa.
"ada masalah dengan keluarga mu?" tanya pak tua yang suaranya sudah menampakkan usianya yang rentan.
Radit mengangguk lesu. pak tua paham dengan keadaan Radit.
__ADS_1
"ikut saya" ucap pak tua menyuruh Radit untuk mengikutinya.
pak tua itu tinggal tidak jauh dari jembatan itu. dengan gubuk terbuat dari bambu. hanya sebatas tempat istirahat saja. Karena gubuk itu tidak terlalu besar. dari situ lah Radit tinggal bersama pak tua. Dan Radit juga menceritakan tentang kehidupan nya yang telah menimpa dirinya. Radit suka membantu pak tua mengumpulkan ranting ranting. Memanjat pohon untuk mendapatkan buah. Juga memancing ikan. Bersama pak tua. Untuk mengganjal perut mereka. Kadang makan seadanya Hasil dari pencarian mereka. tempat bermain Radit pun ditepi sungai kadang sambil mandi berenang di sungai itu. Radit merasa lebih nyaman dan tentram tinggal bersama pak tua. Namun, pikiran yang membuat dia tidak tenang yaitu Alya. Yang sedang menunggu kelahiran bayi.
namun, tiap malam tanpa sepengetahuan Alya. Radit diam diam mengawasi Alya tidak jauh dari halaman rumahnya. Dia selalu menatap jendela kamar Alya. Kadang dia melihat Alya yang sedang berdiri menghadap kaca jendela kamarnya. Namun, Alya tidak meminta keberadaan Radit. Karena Radit tidak menampakkan dirinya. Kadang Radit hanya melihat bayangan Alya melalui gorden jendela. Saat Alya mengelus perutnya. Saat Alya menyisir rambut. Bahkan Alya mengganti pakaian. Radit terkejut ketika melihat bayangan Alya membuka baju. Dia segera menutupi matanya dengan Kedua tangannya. Namun , Alya hanya mengganti baju nya dengan daster. Setelah Alya mengganti baju dia mengibaskan rambut panjangnya. Lalu, menyisir rambut itu. Radit pelan pelan membuka mata dan kedua tangan yang menutupi wajahnya. Radit tersenyum melihat tingkah Alya yang bikin gemas dirinya.
kini Radit kembali ke gubuk pak tua. Dia menemukan pak tua sudah terlelap tidur. Radit pun mencoba memejamkan matanya. Namun, bayangan wajah Alya selalu menggoda pikirannya.
matahari pun muncul di pagi hari. hari ini hari weekend. Dimana tidak ada aktivitas untuk bekerja. Bagas melanjutkan pencarian Radit.
Bagas sudah tidak ingin lagi bicara dengan Raisa. Bagas segera pergi menuju mobil. Raisa melihat Bagas yang bersikap cuek dan dingin. Bagas segera meninggalkan halaman rumah nya. Kini Raisa seorang diri berdiri mematung. Dia bingung harus bagaimana dan melakukan apa. Raisa mencoba menghubungi Wisnu. Namun,tidak direspon oleh Wisnu. Raisa penasaran dengan keadaan Wisnu. Dia segera memesan taksi online. Dia menunggu taksi online di seberang rumahnya. Tak lama kemudian taksi online pun datang.
"dengan nyonya Raisa" ucap taksi online itu.
"iya pak. Antar saya ke alamat yang tertera ya" jawab Raisa tersenyum.
"baik Bu silahkan masuk " jawab supir taksi.
Raisa pun masuk kedalam taksi online itu. Dia berharap bertemu dengan Wisnu. Tak lama kemudian. sesampainya di rumah wisnu. Raisa turun dari taksi online setelah melakukan pembayaran. Raisa menatap rumah Wisnu berharap Wisnu ada dirumah.
Raisa mengetuk pintu, Wisnu yang didalam rumah terkejut mendengar suara pintu diketuk.dia segera membuka pintu. Dia sangat terkejut melihat Raisa sudah didepan pintu. Raisa spontan memeluk Wisnu.
"sayang..kamu kemana aja sih?" tanya Raisa dengan manjanya.
sontak saja Wisnu terkejut dan celingukan melihat sekitar. Wisnu segera menari tangan Raisa kedalam rumah dengan cemas.
Raisa terkejut melihat gelagat Wisnu.
__ADS_1
bersambung...