
Felli masih belum tersadarkan diri dari pingsannya, Gilang masih menunggu di depan ruang rawat dengan wajah yang gelisah. Gilang terfikir kan Bian suami Felli yang hingga kini belum kelihatan batang hidungnya. Gilang berfikir sepertinya Felli sedang tidak baik - baik saja, apa lagi Gilang sudah pernah bertemu dengan Mamah mertua Felli yang sepertinya sangat membenci Felli. Saat Gilang sedang memikirkan tentang Felli Ka Mario pun datang.
" Lang... Gilang... " Mario tergesa - gesa menghampiri Gilang
" Ka.. "
" Bagaimana keadaan Felli? "
" Felli masih belum sadar Ka"
" Kamu udah coba hubungi Bian "
" Sudah Ka, Tapi nggak ada respon. "
" Kemana si itu anak. Lagi darurat gini tapi malah nggak ada"
Sesampai di Bandung bahkan Bian tidak sempat mengabari Felli. Bian sibuk dengan pesta pernikahannya bersama Mama Retta dan Clara.
Tidak lama kemudian Michelle datang
" Sayang, Bagaimana keadaan Felli.? Kandungan nya baik - baik saja kan? "
" Felli masih di dalam belum sadarkan diri. "
" Permisi saya mau bicara dengan keluarga Felicia " Dokter yang menangani Felli keluar dari ruangannya
" Iya Dok, Saya Kakanya Felli. Bagaimana keadaan Felli Dok? "
" Mohon maaf, Kami tidak bisa menyelamatkan janinnya.Demi keselamatan Pasien kami harus mengangkat Janinnya yang sudah tidak bernyawa di dalam. Kami butuh tanda tangan persetujuan keluarga pasien "
" Baik dok, lakukan yang terbaik agar adik saya selamat. "
Setelah tindakan operasi pengangkatan janin selesai Felli tersadarkan diri.
" Felli.. Fell, Ini Ka Michelle sayang" Michelle langsung mendekati Felli
" Aku dimana Ka.? Awww... Perut aku sakit" Felli berusaha bangun namun perutnya terasa sakit.
" Jangan banyak bergerak dulu Fell" Michelle mencoba membaringkan Felli kembali
" Sebenarnya apa yang terjadi Ka.? " Michelle terdiam karena takut membuat Felli kecewa jika tau janinnya kini sudah tidak ada.
__ADS_1
" Ka, jangan diem aja ayo katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi?!! "
Mario datang setelah memberi beberapa makanan dari luar. Michelle langsung menatap Mario dengan mata berkaca - kaca. Felli masih terus mencari jawaban
" Ka Mario apa yang terjadi kepadaku Ka? Aku baik - baik saja kan? Tidak apa - apa kan janin dalam kandungan ku? "
Mario pun tidak langsung memberi jawaban kini Michelle dan Mario saling bertatapan.
"Fell, kamu istirahat dulu ya, tenangkan dulu diri kamu. Jangan banyak fikiran" Mario berusaha menenangkan Felli.
" Nggak Felli ngga bisa tenang. Ka tolong beri tau aku. Kalau begitu biar aku bertemu dokter aku akan menanyakan langsung " Felli berusaha berdiri namun Michelle mencegahnya.
" Jangan banyak bergerak duluu dekk. Dengerin kaaka.! "
" Tapi Kaka nggak mau jawab pertanyaan aku" Felli mulai menangis.
" Maafin Kaka dek, Janin dalam kandungan kamu nggak bisa di selamatkan. Itu semua demi keselamatan kamu" Michelle memeluk Felli untuk menenangkan Felli. Felli terus menangis histeris. Mario langsung memanggil dokter agar bisa memberikan obat penenang.
Vero langsung datang ke Rumah sakit bersama Pak Hermawan.
" Mario, Bagaimana keadaan Felli? "
" Kasian Felli pasti sangat terpukul dia. Bian dimana? "
" Bian belum kesini Ka, Sudah di coba di hubungi tapi nggak aktif nomernya. "
Vero merasa kesal mendengar Bian yang tidak dapat di hubungi. Di saat keadaan Felli membutuhkan Bian namun Bian tidak ada di sisinya. Vero langsung meminta orang suruhannya untuk mencari keberadaan Bian.
" Vero, Bagaimana apa Kamu sudah bisa menghubungi Bian? Papip ngga nyangka Bian seperti ini. Di saat seperti ini Bian nggak ada di sisi Felli" Pak Hermawan melihat anaknyaa yang terbaring lemah dan tak berdaya. Terlihat begitu sedih raut wajahnya membuat Pak Hermawan sakit hati.
Setelah acara di Bandung selesai Bian langsung kembali ke Jakarta. Bian baru sempat membuka ponselnya saat sedang di perjalanan.
" Felli di Rumah Sakit " Gumam Bian
" Kenapa Bi? " Mamah Retta penasaran dengan pesan yang Bian baca membuatnya terkejut.
" Felli di Rumah Sakit Mah "
" Halah lebay istri kamu yang satu itu, paling aja modus biar dia di perhatiin Kamu. "
Setelah sampai di Jakarta Bian langsung menuju Rumah Sakit. Disana sudah ada Pak Hermawan, Ka Vero, Ka Michelle, Dan Ka Mario.
__ADS_1
" Ka Bagaimana keadaan Michelle? " Bian langsung menanyakan pada Kakak - kakaknya.
" Dia masih drop belum stabil. "
" Sebenarnya apa yang terjadi Ka? "
" Kamu Bilang apa yang terjadi? Harusnya kamu sebagai suami menjaga Felli dengan baik Bian. Kamu itu benar - benar keterlaluan sebagai suami ya.! Sudah tetap membiarkan Felli kerja sekarang di saat lagi hamil kamu malah pergi ke Bandung dan tidak bisa di hubungi. Dan sekarang Felli kehilangan janinnya.!! " Michelle langsung memarahi Bian.
Bian terdiam, di satu sisi Bian merasa bersalah karena memang inginnya Bian Felli tetap bekerja. Dan disaat Felli sedang drop Bian malah sedang mengkhianatinya menikahi wanita lain. Namun, Bian juga merasa kesal ketika semua menyalahkan dirinya.
" Maafkan Bian Ka, Bian benar - benar sibuk jadi Bian lupa mengebari Felli "
" Ibu hamil itu hanya ingin di perhatikan oleh Suaminya harusnya kamu mengerti Bian, Jadi suami yang selalu ada dan menjaganya bukan meninggalkannya. " Michelle masih terus menyalahkan Bian
" Papip kecewa sama kamu Bian, Papip fikir kamu bisa menjaga Felli dengan baik" Pak Hermawan langsung meninggalkan ruang tersebut.
" Saya harap ini untuk pertama dan terakhir " Ujar Ka Vero sambil menepuk pundak Bian lalu keluar mengikuti Pak Hermawan
" Bi, tolong lebih perhatikan Felli, saat ini Felli hanya butuh kamu untuk kesembuhannya. Selain dia merasakan sakit fisik Felli juga merasa sakit karena kehilangan janinnya. Apa lagi jika kamu mengabaikan dia. " Ka Mario memberikan pengertian pada Bian.
Bian hanya terdiam memegang tangan Felli dan memperhatikan raut wajahnya yang pucat, dan matanya yang bengkak karena terlalu banyak menangis.
' Pasti kamu sangat hancur dan rapuh, Kehilangan sosok yang begitu kamu inginkan dan nantikan. Juga pasti kamu sakit hati karena sikap aku akhir - akhir ini. Maafkan aku Fellicia, aku belum bisa menjadi yang suami yang baik untukmu. Bahkan di saat kamu membutuhkan ku aku malah sedang memberikan madu untukmu ' Gumam Bian dalam batinnya . Kini Bian menyibakan rambut yang menutupi jidat Felli dan Bian mengecupnya dengan perasaan bersalah dan penuh kasih sayang.
Gilang bersama Mamahnya datang untuk menjenguk Felli
" Permisi " Gilang langsung masuk menghampiri Ka Mario dan Michelle yang tengah duduk di sofa.
" Gilang, Tante Sella " Ujar Michelle yang langsung menyambut Gilang dan Tante Sella.
" Chelle bagaimana keadaan Felli? "
" Masih drop tan, pastinya Felli merasa kehilangan dan sulit untuk menerima kenyataan"
" Iya sih pastinya. " Tante Sella menghampiri Felli yang tengah di temani Bian.
" Makasih ya Lang. Untung kemarin kamu langsung bawa Felli ke sini" Ujar Michelle pada Gilang
" Sama - sama Ka "
Bian yang ucapan Terima kasih dari Ka Felli langsung merasa kesal, Karena selalu Gilang yang membantunya.
__ADS_1