Broken Home

Broken Home
bab 64


__ADS_3

Bagas melihat kedua penculik itu. rekan bisnis pun berhamburan keluar ikut prihatin.


mereka melihat bagas yang tercengang kaget melihat rekaman CCTV.


"pak Bagas. kami akan bantu untuk mencari istri bapak kembali" ucap salah satu rekan bisnis nya yang tiada lain mantan bos Raisa.


"terimakasih banyak pak. tapi bagaimana caranya? " tanya Bagas bingung dan sedih.


"pak coba kita lihat detail kedua orang penculik itu. mula dari mobil dan plat nomor mobil" ucap salah satu diantara mereka.


"benar pak. kita bisa menemukan istri bapak melalui rekaman CCTV ini" jawab salah satu rekan bisnis lainnya.


Bagas mencoba tenang. Dengan sangat teliti dia menemukan harapan titik terang keberadaan istrinya. kesulitan Bagas, tidak membuat Bagas terlalu khawatir karena banyak yang mendukung dan membantu Bagas. Mereka mulai menyelidiki plat nomor penculik. setelah mereka melaporkan ke pihak berwajib untuk menangani kasus ini.


Radit dan kedua temanya saat itu sedang berada di mobil dimas. mereka lewat kantor polisi. Radit tidak sengaja melihat Bagas dan beberapa orang yang baru keluar dari kantor polisi.


"eh.. berhenti berhenti" pekik Radit menghentikan aktivitas Dimas yang sedang menyetir. Dimas pun ngerem dadakan. hingga jaki terbentur ke sofa jok mobil Dimas.


cit...


"aduh" seru jaki kaget. sambil mengusap dahi.


"yang benar donk Dimas. jadi sakit tau" protes jaki.


"tau nih Radit. Minta berhenti dadakan! " seru Dimas.


Radit tidak menggubris ocehan kedua sahabat itu. Dia segera membuka sabuk pengaman yang membelit ditubuhnya. dia segera keluar dari mobil Dimas. kelakuan Radit membuat terkejut kedua sahabatnya.


"eh dit mau kemana? " teriak Dimas memanggil Radit. mereka pun segera turun mengikuti Radit.


Radit berlari menuju Bagas.


"papah... " teriak Radit menghampiri Bagas.


Bagas segera menoleh begitu pun dengan rekan bisnis Bagas.


"Radit! "


"pah.. apa yang sedang papah lakukan disini? " tanya Radit penasaran.


kedua sahabat Radit berhenti mengejar Radit.


"mamah.. mamah diculik Radit" jawab Bagas bersedih.


"apa pah? mamah diculik? " Radit dan kedua sahabat nya terkejut mendengar jawaban Bagas.

__ADS_1


"kok bisa pah? " tanya Radit tiba tiba matanya berkaca kaca.


Bagas segera merangkul Radit. dan mencoba menenangkan Radit dengan membawanya ke tempat aman.


sementara di rumah sakit.. Winda dan alex gelisah menunggu jawaban Alya yang akan segera ditindak lanjut untuk melahirkan.


"bagaimana baiknya saja. kami sebagai orang tua hanya ingin yang terbaik buat Alya" jawab alex pasrah. Winda mengangguk sembari mengelus bahu alex. alex memegang tangan winda. pasrah dengan keputusan dokter. untuk operasi Caesar Alya.


Dokter pun segera mempersiapkan alat alat untuk operasi CAESAR.


sementara Radit menjadi lemas tak berdaya saat mengetahui ibu nya di culik. kedua sahabat Radit ikut prihatin atas musibah yang selalu menimpa keluarga Radit.


"yang sabar ya Radit. Aku yakin kita bisa menemukan ibu mu Secepatnya" ucap Dimas.


"kita selalu akan menemani kamu" jaki angkat bicara.


"thanks" jawab Radit lesu.


Bagas mendekati Radit dan kedua sahabatnya.


"kalian pulang lah kerumah beritahu bi Inah. Radit kamu istirahat aja dirumah ya. masalah mamah biar papah yang nangani. papah akan mencari mamah sampai ketemu" ucap Bagas terlihat sedih.


"tapi, pah. Radit juga ingin ikut mencari mamah"jawab Radit.


"papah akan mencari mamah dengan teman teman papah dan polisi. Jadi papah harap kamu paham ya" Bagas mencoba memberikan pengertian nya kepada Radit.


"baiklah" jawab Radit dengan berat hati menghembuskan nafas seakan akan sesak baginya.


Mereka pun segera pulang kerumah Radit. sepanjang jalan Radit melamun, lemah tak berdaya. Dimas dan jaki melirik Radit lewat kaca dalam mobil. mereka sangat memahami perasaan Radit saat ini.


Sementara dirumah sakit. beberapa suster dan OB. Termasuk Winda dan Alex, membawa Alya dengan mendorong ranjang pasien menuju ke ruangan operasi. Mereka tergopoh gopoh membawa Alya.


setelah Alya masuk keruangan operasi. Mereke pun menunggu diluar ruangan. nampak diwajah mereka tegang dan mengkhawatirkan keadaan Alya. Winda mendekati Alex, dan bersandar di bahu alex.


"pah ..mamah takut" ucap Winda lirih cemas. Alex menatap dengan tatapan kosong memandang jauh.


"jangan terlalu dipikirkan. lebih baik kita do'akan Alya dan bayinya" jawab Alex mengusap rambut Winda.


Radit dan kedua sahabatnya sudah sampai dirumah Radit. Mereka segera masuk kedalam rumah. Bi Inah terkejut melihat kedatangan Radit bersama kedua sahabatnya. Yang paling mengejutkan adalah melihat kemurungan dan kesedihan di wajah Radit. Bi Inah segera menghampiri mereka.


"lho...mas Radit kenapa?" tanya Bi Inah merasa aneh.


Radit duduk terkulai di sofa. Dimas dan jaki saling melirik. Bi Inah semakin penasaran.


"ibu diculik bi" jawab Radit lemas.

__ADS_1


sontak saja bi Inah terperanjat kaget mendengar jawaban Radit.


"diculik!" pekik bi Inah kaget.


"iya bi, Tante Raisa diculik" Dimas angkat bicara menyakinkan bi Inah.


"astaghfirullah...kok bisa. Kapan" ucap bi Inah benar benar terkejut tidak menyangka dengan kabar itu.


"tadi siang. Waktu mau anterin makan ke kantor om Bagas" jawab Dimas.


"ya ampun..mas Radit" bi Inah segera memeluk Radit yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri. Bi Inah menyadarkan kepala Radit ke dada.lalu, bi Inah mengusap rambut Radit. Air mata sudah tidak tertahan lagi. Bi Inah menangis.


karena melihat Bi Inah menangis, mereka pun jadi bersedih meneteskan air mata. Mereka saling menyeka air mata.


Sementara dirumah sakit ...


terdengar suara tangisan dari sang bayi. Terdengar jelas dan keras hingga keluar ruangan operasi. sontak saja Alex dan Winda terkejut mendengar tangisan bayi itu. Mereka Saling melirik.


"Pah...papah dengarkan ?" tanya Winda menyakinkan harinya.


"iya mam ..suara bayi menangis" jawab Alex senang.


"itu tandanya... Alya sudah melahirkan" sambung Winda lega.


"iya mam...kita punya cucu" jawab Alex riang.


Tak lama kemudian dokter pun keluar. Alex dan Winda segera menghampiri dokter.


"dokter bagaimana Alya dan bayinya?" tanya Alex


"Alhamdulillah.. operasi berjalan lancar... Bayi pun selamat dan keadaan sehat. ibu Alya juga selamat" jawab dokter tersenyum..


"Alhamdulillah " jawab Alek dan Winda serentak bersyukur atas keselamatan anak dan cucunya.


"selamat ya pak, Bu..ibu Alya melahirkan anak laki laki" ucap dokter memberitahukan jenis kelamin bayi Alya.


"laki laki dokter?" tanya Alex spontan senang.


dokter mengangguk sambil tersenyum.


"Alhamdulillah...bayinya laki laki mam" seru Alex kegirangan. Winda tersenyum senang.


lengkap sudah kebahagiaan Alex dan Winda. mereka benar benar merasa tenang dan lega setelah mengetahui Alya dan bayi selamat ditambah jenis kelamin yang mereka inginkan. kebahagiaan mereka sudah terjawab dengan hadirnya bayi laki laki ganteng dan berkulit putih itu. Kini Alya sudah diruang rawat inap lagi. Winda menggendong bayi itu. Alex sangat bahagia melihat bayi itu. Hari ini adalah hari kebahagiaan keluarga Alya...


namun bagaimana dengan keluarga Radit yang selalu dirundung ujian yang menimpa mereka?

__ADS_1


Yu lanjut terus ya ke bab selanjutnya...


Bersambung...


__ADS_2