Broken Home

Broken Home
bab 69


__ADS_3

Wisnu membuka tali ikatan yang melekat ditubuh Raisa. Wina sudah menyiapkan peralatan untuk merencanakan pembunuhan. Raisa terjatuh tergeletak di lantai. Dengan tatapan tegang Wina menatap tajam ke badan Raisa. Wisnu segera menyiapkan plastik besar. Benar benar rencana mereka dengan Niat yang akan dilakukan dengan keji. Raisa melihat peralatan yang sudah disediakan oleh mereka. dengan mata sayu, badan lemas bergetar ketakutan.


sementara rombongan Radit segera masuk kedalam hutan. Dengan menggunakan setir besar milik pak tua. Mereka mengikuti jejak rombongan Bagas yang diberi tanda tali berwana kuning. setelah mereka masuk kedalam hutan. Mereka melihat rombongan Bagas yang sedang memeriksa setiap bangunan usang itu. Radit segera berlari menuju Bagas.


"papah!" teriak Radit berlari ke arah Bagas. Bagas dan rombongan menoleh ke arah suara.


"Radit apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Bagas terkejut.


"papah kamu juga mencari mamah" jawab Radit.


Bagas melirik kepala Dimas, jaki dan pak tua. lalu, menatap Radit.


"ini sangat berbahaya buat kamu. Mending kamu pulang saja. Tunggu papah dirumah" ucap Bagas cemas.


"ga pah. Radit juga ingin mencari mamah" jawab Radit menggeleng kan kepala


Bagas Melirik sersan dan rombongan nya


"baiklah nak Radit. kalian boleh ikut mencari tapi ingat jangan sampai kalian terpisah dengan kami. Dan itu akan menyusahkan kami" ucap sersan menatap Radit.


"baik pak" jawab Radit mengangguk.


mereka pun melanjutkan pencarian. Dan dibagi 4 kelompok sesuai mata arah. Radit dan rombongan nya ikut dengan Bagas dan sersan serta beberapa anggota polisi. Mereka berjalan dengan menyingkirkan ilalang dan rerumputan tinggi dengan tangannya. Karena menghalangi perjalanan mereka.


Sementara Wina mencambak rambut Raisa.


"berdoalah Raisa karena detik ini adalah terakhir kau bernafas!" ketus Wina kejam.


"Ka...Lian...semua jahat..." jawab Raisa terbata bata karena lemas tak bertenaga.


"kita akan memulai dari mana dulu Wisnu?" tanya Wina menatap tajam ke arah Wisnu.

__ADS_1


Wisnu berpikir sejenak melihat tubuh Raisa yang pasrah tak berdaya. Raisa meneteskan air mata. kini hidup nya diujung ancaman kedua manusia keji itu. Raisa direntangkan menghadap ke langit langit atap. Raisa menatap langit langit ruangan itu. Dengan meneteskan air mata. Dia berharap ada seseorang yang akan menyelamatkan nya dan membawa pergi dari kedua manusia itu. Wisnu sudah siap mengambil golok panjang dan tajam itu.


sementara rombongan Bagas. sudah berada di depan mobil Wisnu. Bagas terkejut melihat mobil Wisnu berada disitu.


"ini kan mobil Wisnu?" gumam Bagas.


mereka pun terkejut ada mobil ditengah hutan. anggota polisi segera mengepung bekas gudang itu.


Sersan memberi isyarat untuk siap siap mengecek gudang itu. Bagas dan Radit juga rombongan nya tegang menyaksikan itu semua..mereka harap harap cemas kalau Raisa berada disitu. Sersan pun segera mendobrak pintu yang sudah usang itu.


Duarr!


pintu terbuka lebar. Wisnu dan Wina terkejut melihat kedatangan polisi yang sudah mengepung mereka. Begitu pun dengan Raisa menoleh dengan pandangan ketakutan. Bagas dan Radit langsung masuk ke gudang itu.


"kalian tertangkap.. angkat tangan!" bentak sersan menyodorkan pistol kepada Wisnu dan Wina.


Wisnu dan Wina terkejut spontan angkat tangan.


Bagas dan Radit juga kedua sahabat Radit terkejut Melihat Raisa dan kondisinya.


 Bagas segera memeluk Raisa. Radit pun memeluk dengan menangis.


Sementara Wisnu dan Wina segera di borgol oleh anggota polisi. Mereka tegang dan ketakutan. merek juga pasrah setelah dikepung dan diketahui polisi.


beberapa anggota polisi juga mengambil barang bukti milik mereka. Dan membawa mereka masuk kedalam mobil polisi. Raisa di boyong oleh Bagas sepanjang jalan hutan sampai parkiran mobil. mereka yang menyaksikan dan melihat kejadian itu semua. terharu dan menangis. Melihat kondisi Raisa yang mengenaskan dan Melihat perjuangan seorang suami menyelamatkan istrinya. Bagas meletakan Raisa ke jok mobil dengan pelan pelan. Bagas dan Radit segera membawa Raisa kerumah sakit. dan diikuti Dimas ,jaki dan pak tua yang sudah berada di mobil Dimas. Pihak kepolisian segera membawa Wisnu dan Wina kekantor polisi untuk memberikan hukuman dan sanksi kepada mereka atas perbuatan mereka. Dengan kejahatan yang direncanakan. dan bukti bukti kuat mereka ingin melenyapkan Raisa dari muka bumi ini. Mobil disetir dengan ngebut mengejar waktu dan kondisi Raisa. Sesampainya dirumah sakit. Raisa segera ditangani dokter. mereka pun menunggu diluar ruangan. kini pencarian Raisa sudah selesai dan ditemukan..tinggal memulihkan kondisi Raisa. Mereka merasa lega dan tenang setelah menemukan Raisa. kini tinggal pemulihan Raisa Kemabli seperti semula. nampak kesedihan dan terharu diwajah mereka. tak lama kemudian dokter pun keluar. Mereke segera mengahampiri dokter.


dokter melirik mereka satu persatu.


"bagaimana dokter?" tanya Bagas lirih.


"ibu Raisa mengalami trauma Berat karena penyekapan itu. Dan kehilangan gizi juga cairan. Untuk memulihkan kondisi ibu Raisa membutuhkan waktu lama. Maka dari itu. Kami sarankan untuk dirawat inap sampai ibu Raisa sembuh total" jawab dokter itu menjelaskan.

__ADS_1


"baik dokter. apapun keputusan dokter saya ikuti. Asal Raisa sembuh total seperti semula lagi" ucap Bagas penuh harapan


"pasti pak...tapi perlahan lahan dan membutuhkan proses untuk penyembuhan ibu Raisa. saran saya bila Bu Raisa ingin segera sembuh. bisa diberikan hiburan atau cerita cerita yang mengandung lucu. Dengan cara seperti itu. trauma yang dialami ibu Raisa pelan pelan menghilang" jawab dokter menjelaskan.


"baik dokter" jawab Bagas mengangguk.


"kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter berpamitan.


"silahkan dokter terimakasih " jawab Bagas


"sama sama"


Dokter pun langsung pergi. mereka pun segera masuk kedalam ruangan Raisa. nampak Raisa masih keadaan pingsan. Bagas memegang tangan Raisa yang dingin itu. Bagas pun memberikan kehangatan pada tangan Raisa dengan meremas secar pelan-pelan. Radit, pak tua , Dimas dan jaki melihat semua itu. Mereka sedih bercampur haru.


"Radit..kalian pulanglah kerumah. Beri tahu bi inah. Kalau mamah sudah ditemukan. dan sekarang berada dirumah sakit" ucap Bagas kepada Radit.


"baik pah"jawab Radit pelan.


Bagas melirik pak tua.


" pak, terimakasih sudah ikut mencari Raisa. dan terimakasih selama Radit dirumah bapak..bapak telah menjaga nya baik baik. Dan menunjukkan jalan kepada mereka untuk menemukan Raisa" ucap Bagas pelan dan sayu menatap pak tua.


"sama sama pak. semoga dengan kejadian yang menimpa keluarga bapak. semoga mendapatkan hidayah dan ambil hikmahnya. Untuk mempersatukan kembali keluarga bapak" jawab pak tua sembari menasehati Bagas.


"iya pak. Terimakasih banyak" ucap Bagas tersenyum.


"sama sama pak. Kalau begitu saya sekalian pamit pulang pak. semoga ibu Raisa secepatnya sembuh Kemabli seperti semula" ucap pak tua sambil sekalian berpamitan.


"amin.. silahkan pak.hati hati dijalan" jawab Bagas


mereka berpamitan pulang kepada Bagas. Mereka langsung menuju mobil. Dan memasuki mobil Dimas.

__ADS_1


Dimas mengantarkan pak tua lebih awal. setelah itu pergi kerumah Radit.


Bersambung...


__ADS_2