
Hari ini Radit menemui wali kelas disekolah. Radit pun langsung dipanggil kekantor oleh pak kepala sekolah. dengan kikuk dan canggung Radit merasa bersalah. Dia segera menemui pak kepala sekolah tiada lain ayahnya Anis.
"selamat pagi pak" ucap Radit kikuk
"pagi..duduk" jawab pak kepala sekolah.
"kemana saja selama ini tidak masuk sekolah?" tanya pak kepala sekolah tegas.
"boleh saya menceritakan semuanya sebab saya tidak masuk sekolah?" tanya Radit meminta ijin untuk menceritakan duduk persoalannya.
"silakan" jawab pak kepala sekolah tegas.
Radit mulai menceritakan kejadian yang sudah menimpanya dan Kedua orangtuanya.
Dimas dan jaki menunggu Radit di ruang kantor sekolah. Dia harap harap cemas untuk menunggu keputusan dari pihak sekolah. Anis muncul menghampiri mereka.
"kalian sedang apa disini?" tanya Anis.
"pingin aja disini" Jawab Dimas beralasan..karena Dimas Tidak ingin memberitahu kan Radit sudah ada disekolah. Anis segera pergi meninggalkan mereka.
"huh...aman" gumam.dimas dan jaki mengembuskan napas lega.
Tak lama kemudian Radit keluar dari ruangan kantor. kedua sahabatnya segera menyambut Radit.
"gimana..dikasih kesempatan untuk remedial kan?" tanya Dimas penasaran.
"dikasih sih.." jawab Radit malas.
"kok sih?" tanya jaki heran.
"iya harus dikerjakan disekolah sendirian aja" jawab Radit kesal.
"oh...ya udah..tar kita temani deh..sebagai sahabat yang setia kami akan selalu ada buat kamu.." goda Dimas melirik nakal pada Radit.
"apaan sih kau... yang jadi masalah yaitu..aku ga bisa secepatnya nemui Alya" jawab Radit kecewa.
"oh...ya kan masih banyak waktu ya ga Dimas? Sekarang mah kamu selesaikan dulu tugasmu disekolah. nah, kalau udah selesai baru kita temui Alya. benar ga Dimas?" saran jaki dan bertanya kepada Dimas
"benar banget tuh apa yang dikatakan jaki. Lagian kalau ga menjalankan tugas sekolah.. gimana kamu mau lulus dari sekolah ini" jawab Dimas membenarkan ucapan jaki.
"iya iya deh.." jawab Radit cuek.
__ADS_1
Sementara Bagas yang sudah ada dikantor disapa oleh karyawannya. Mereka melihat Bagas menjadi semakin segan setelah melihat Vidio yang beredar di media sosial. Bagas melirik setiap karyawan yang ada diruang kerja. Wina nampak kelihatan biasa saja. Saat kehadiran Bagas. lalu, Bagas masuk ruangan kerjanya. Dia masih memikirkan orang yang sudah membuat photo itu dan telah mencemarkan nama baiknya. Namun, Bagas tidak sembarangan menuding seseorang. karena dia butuh pembuktian yang kuat. Bagas terus berpikir mencari cara untuk mengetahui siapa orang yang sudah membuat photo itu sambil memainkan pulpen ditangannya. Tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu. Mengejutkan lamunan bagas.
Tok
Tok
Tok
"masuk" jawab Bagas spontan.
Wina masuk keruangan Bagas. Dan berjalan menuju Bagas..
"pak ..hari ini kita akan meeting" ucap Winda memberi tahukan Bagas..
"ya ampun iya..aku lupa" jawab Bagas memukul kepalanya.
"oke atur atur saja. Aku segera datang" sambung Bagas bersikap dingin dan cuek terhadap Wina.
"baik pak" ucap Wina segera pergi.
Bagas melihat punggung Wina merasa ada yang mengganjal.
Apa mungkin dia pelakunya?
Bagas sudah memasuki ruangan meeting. karena terlalu banyak pikiran dan pekerjaan. Bagas pun tidak ingat hari meeting dengan siapa. Namun, tak lama kemudian seorang lelaki berbadan gemuk besar tiada lain bos perusahaan wisnu datang menemui Radit.
mereka saling menyapa dan berjabatan tangan.
"senang dengan kedatangan anda ke kantor saya. Silahkan duduk pak" ucap Bagas tersenyum ramah.
"terimakasih" jawab bos besar itu.
Bagas merasa ada yang aneh dengan bos besar itu. menemui meeting seorang diri. Bagas pun jadi canggung. bukan seperti mau meeting?
"pak Bagas. Saya kesini tidak ada untuk membicarakan soal pekerjaan. Karena kita memang dari awal sudah sepakat untuk bekerja sama. Tapi saya kesini mau meluruskan soal perkara bapak Bagas dengan pak Wisnu" ucap bos besar mengawali pembicaraan.
Sontak saja Bagas dan Winda terkejut.
"maaf maksud bapak apa?" tanya Bagas merasa heran.
"saya sudah melihat vidio bapak dan Wisnu yang menyebar di media sosial. Makanya itu saya kesini. mau meluruskan permasalahan anda dengan Wisnu. permasalahan bapak dengan dia masalah pribadi. Jadi saya harap bapak tidak menyangkut pautkan dengan kerja sama dengan perusahaan saya" jawab bos besar itu cemas akan Bagas memutuskan kerja sama dengan perusahaan.
__ADS_1
"oh.." jawab Bagas sembari tertawa kecil.
"iya pak..saya paham maksud anda...oke pak..masalah saya dengan Wisnu memang masalah pribadi..dan bapak Jangan cemas untuk berpikir bahwa saya akan memutuskan kerja sama dengan anda.. tapi saya minta Wisnu pecat di perusahaan bapak. Kalau masih ada wisnu bekerja di kantor bapak..saya bisa jadi memutuskan hubungan kerja dengan bapak. karena saya tidak ingin bertemu dengan orang yang sudah mengkhianati saya.. termasuk wisnu..dan saya juga tidak akan segan segan untuk mengeluarkan karyawan saya yang bertindak kejahatan " panjang lebar Bagas menjawab pertanyaan bos itu. hingga Wina kaget akan pemecatan Wisnu. Dan dirinya juga merasa terancam oleh perbuatannya yang telah Berani mengedit foto Bagas bersama wanita lain.
Seketika wajah Wina berubah tegang dan cemas.
"baiklah kalau begitu pak. Saya akan melakukan apa yang bapak perintahkan..memang saya juga tidak mau memiliki karyawan yang berkelakuan tidak baik. itu hanya akan mencoreng nama baik perusahaan saya" tegas bos itu akan melaksanakan keinginan Bagas. Demi kerja sama dengan perusahaan bagas.
"terimakasih banyak pak" jawab Bagas tersenyum puas.
"sama sama pak Bagas"
Setelah berbincang bincang mereka pun saling berjabat tangan dan meeting pun selesai. Wina yang dari tadi keliatan tegang. Dia menundukkan kepalanya tidak berani menatap Bagas yang begitu tegas. selama ini Wina menganggap Bagas lemah dan pendiam. Tapi dibalik itu semua. Bagas memiliki sikap tegas dan wibawa. Bagas melirik Wina yang sejak tadi terdiam.
"meeting selesai. Aku keluar dulu" ucap Bagas memancing percakapan dengan Wina
"iya pak" jawab Wina menunduk.
"ada apa denganmu? tiba tiba diam seperti kaku begitu?" tanya Bagas merasa aneh dengan sikap Wina
"t...tidak apa apa pak" jawab Wina gugup
"kalau orang tidak bersalah jangan merasa takut!" ucap tegas Bagas kepada Wina. Dia langsung pergi meninggalkan ruangan meeting dan Wina seorang diri.
Fu! .Wina mengembuskan Nafas sedikit lega setelah kepergian Bagas. Namun, dia tetap tidak tenang dengan perbuatannya kepada Bagas. Yang sudah mencemarkan nama baik Bagas.
Wisnu dipanggil bos besar yang barusan meeting dengan Bagas. Wisnu menunduk diam dihadapan bos besar.
"Wisnu! Kamu tau apa kesalahan kamu. Sehingga aku memanggil kamu?" tanya bos besar itu tegas.
"iya pak. Soal video itu. Saya benar benar menyesali dan saya minta maaf yang sebesar besarnya kepada bapak" jawab Wisnu lemas.
"bukan soal video itu. Tapi, soal perbuatan mu. Kamu berani mengkhianati pak Bagas. Kamu mau tau siapa dia sebenarnya. Dia itu pusat dari segala kerja sama dengan perusahaan lain. kalau aku masih mempertahankan kamu. Sama saja aku telah menghancurkan perusahaan ku sendiri!" bentak Bos itu.
"saya benar benar minta dan saya menyesali bos. Saya janji saya tidak akan mengulangi kesalahan lagi. berikan saya kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan saya bos. Saya mohon" wisnu memohon agar tidak dipecat .
"kata maaf dan penyesalan mu tidak bisa merubah keputusan ku. Dan tidak bisa menutupi aib mu Wisnu. Aku tidak bisa mempertahankan kamu lagi. sekarang juga keluar dari kantor ku!" usir bos itu dengan emosi.
"bos saya mohon bos berikan saya kesempatan bos" rengek wisnu memohon mohon.
"saya bilang keluar ya keluar! apa perlu saya panggilkan satpam untuk memaksa kamu keluar dari sini!" bentak Bos itu mulai meluapkan amarahnya.
__ADS_1
Wisnu sudah tidak berdaya lagi. dengan kekecewaan dan penuh penyesalan Wisnu pun keluar dari ruangan bos.
Bersambung...