
Nikken meminta Nikko untuk bertemu dengannya.
" Ada apa Kamu ingin bertemu.? Kamu sudah tau kan kalau aku akan menikah dengan Laudya? "
" Aku tidak setuju kamu menikah dengan wanita itu Ko. "
" Aku tidak peduli Nikken. Kamu hanya istri siri. Kapan pun aku bisa menceraikan Mu. "
" Nikko apa kamu tidak memikirkan Anak dalam kandung aku. Dia butuh kamu sebagai Ayahnya Ko"
Nikko langsung pergi meninggalkan Nikken.
...****************...
" Mah, Papah pusing harus bagaimana. Perusahaan Papah mengalami kerugian besar. Bisa jadi Rumah, Mobil semuanya di sita sama Bank Mah"
" Nggak... Nggak... Pah. Mamah nggak mau ya jatuh miskin. Mamah nggak mau jika harus tinggal di kontrakan kecil terus kepanasan nggak mau Pah. " Ibu Retta sudah stres duluan membayangkan jika dirinya jatuh miskin.
" Mah. Apa Papah minta tolong sama Felli saja agar mau membantu ya Mah? "
" Sebenernya Mamah males si ya Pah sama menantu kita itu Tapi ya demi kelangsungan Perusahaan Papah. Dan demi Mamah yang nggak mau harus hidup ngontrak"
" Ya sudah nanti Papah bicara sama Bian"
Setelah Papah Kuncoro bicara sama Bian. Akhirnya Bian meminta bantuan pada Felli dengan syarat Felli di perbolehkan lagi tinggal bersama Bian.
Bian pun membujuk Pak Hermawan agar mengizinkan Felli tinggal bersama Bian kembali.
" Sayang, Aku seneng banget akhirnya kamu bisa kembali ke rumah ini" Bian memeluk Felli
" Ekhmm, Biasa kembali dan membantu perusahaan suami saya bukan berarti saya sudah menerima kamu sebagai menantu ya camkan itu " Mamah Retta memberikan peringatan pada Felli
" Mamah. Cukup ya Mah perlakukan Felli dengan baik dong Mah. "
" Kamu berani sekarang ya Bi menentang Mamah demi perempuan ini. "
" Bukan begitu maksud Bian Mah"
" Sudahlah Bi Mamah kecewa sama Kamu"
__ADS_1
Felli fikir semua akan menjadi lebih baik, Namun dugaannya salah. Ibu Retta tetap membencinya, Pak Kuncoro pun selalu membela sang Istri tidak sedikit pun memperdulikan Felli yang sudah membantu Perusahaannya. Namun, Kini Felli di perlakukan layaknya mesin ATM semua kebutuhan Felli yang tanggung. Dengan alasan keadaan Perusahaan masih belum stabil
" Felli, Mamah minta uang dong. Mamah mau belanja " Dengan entengnya Ibu Retta meminta uang pada Felli
" Minggu lalu kan Felli udah kasih uang buat Mamah. Apa sudah abis? "
" Kamu perhitungan banget sih Fel sama Mamah. Kalo kamu sayang sama Bian harusnya kamu nggak perhitungan sama Mamah".
Felli tidak ingin berdebat dengan Mamah mertuanya. Akhirnya Felli mentransfer uang yang Mamah Ritta minta.
" Nah gitu dong. Ingat ya jangan pernah kamu bilang sama Bian " Ibu Retta lalu pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menikah Nikko kini ikut bekerja di perusahaan Om Hendro orang tua Laudya.
" Sayang.... " Laudya bergelayut di leher Nikko
" Tumben kesini. ? Hm ada apa? "
" Emang nggak boleh yah ketemu suami sendiri? "
" Gimana kerjanya.? "
" Ya begini begini aja sih Sayang. Masih belajar untuk beradaptasi juga mempelajari semuanya. Tapi aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan Papah kamu "
" Iya sayang "
Tiba-tiba dengan agresifnya Laudya mengecup bibir Romi dengan lama membuat h*srat Nikko bergejolak menginginkan lebih dari itu. Nikko segera menarik lengan Laudya dan menc*mbunya dengan penuh n*fsu, Nikko menggendong Laudya membawanya ke Sofa yang berada di ruangannya.
Mereka saling berc*mbu mesra penuh g*irah, saling memainkan lidah menjelajahi setiap sudut bibir mereka yang basah, saling membuat gigitan - gigitan kecil yang membuat mereka semakin berg*irah.Nikko merebahkan tubuh Laudya ke sofa, dengan keadaan b*bir mereka masih saling meny*tu penuh n*fsu. Laudya menarik kemeja Nikko sehingga tubuh Nikko berada di atasnya. Dengan nafas berderu Nikko membuka kancing baju Laudya, Dia m*nciumi leher Laudya dan mengh*sapnya menikmati aroma wangi tubuh Laudya yang membuatnya candu. Sementara tangannya sibuk membuka ikatan Br* di punggung Laudya hingga kain itu terlepas sehingga terlihat kedua benda kenyal di bawah mukanya
Nikko tidak menyia-nyiakannya langsung melahap kedua benda kenyal itu secara bergantian. Nikko pun bermain - main dengan Choco chipnya yang membuat Laudya m*nd*sah dan membuat Nikko semakin berg*irah. Dengan cepatnya Nikko langsung melepas seluruh pakaiannya juga melepas Rok Laudya. Nikko pun melancarkan aksinya , Nikko siap membobol gawang Laudya . Laudya sudah menunggu saat milik Nikko memasuki miliknya. Selama 15 menit akhirnya mereka melakukan penyatuan mereka yang membuat mereka sama-sama menikmatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Felli merasa bosan makan di kantor akhirnya Felli menuju Restoran yang tidak jauh dari Kantornya.
Saat Felli sedang menikmati makan siangnya Gilang yang kebetulan sedang makan siang juga.
__ADS_1
" Ehh Fell, Makan disini juga " Tegur Gilang yang menghampiri Felli.
" Eh Gilang .Iya bosen makan di kantor "
" Boleh join nggak? "
" Boleh... Bolehh.. duduk aja "
Gilang pun duduk di sebelah Felli.
" Loe sekarang kurusan sih Felli? Keliatannya jg kaya yang banyak beban "
" Ah masa sih.? Nggak juga ah. Perasaan Kamu aja kali yang jarang liat" Felli berusaha menutupi kesedihannya.
Gilang mengobrol dengan Felli banyak hal, Dan membuat Felli tertawa bahagia. Setidaknya membuat Felli melupakan beban dan kesedihannya.
Namun, Saat Felli sedang asik mengobrol dan bersenda gurau dengan Gilang Ibu Mertua Felli melihat mereka berdua dan menghampiri Felli.
" Ohh bagus ya, Dasar menantu nggak tau diri. Suami lagi kesusahan jadi kamu malah begini asik - asikan dengan laki - laki lain.?! "
Felli terkejut melihat kedatangan Mamah mertuanya dan langsung memarahinya di depan banyak orang
" Mahh, Mamah jangan salah faham dulu. Ini semua nggak seperti yang Mamah kira. Gilang itu teman sekolah aku Mah. Dia juga Client bisnis Aku. "
" Allahh.... Bisa saja kamu cari alasan. Lihat saja ya nanti aku bilangin sama Bian. "
" Tante tenang dulu. Kita cuman teman tante, lagian kita nggak sengaja ketemu di sini. " Jelas Gilang berusaha membela Felli
" Ohh kamu mau belain Felli . Kamu juga mau mencari alasan. Lihat saja ya nanti. Dasar menantu ngga tau diri. Nggak berguna" Ibu Retta lalu meninggalkan Felli dan Gilang.
Felli langsung mengatur nafasnya agar bisa lebih tenang.
" Itu Mertua Kamu Fell? "
Felli hanya mengangguk sambil meminum minumannya agar bisa lebih tenang.
" Gila ya pedes banget mulutnya. Nggak ada sopan - sopannya. Heuhh... Kamu yang sabar ya Fell, Aku tau kamu pasti berat dan tertekan menghadapinya tapi Aku yakin kamu bisa Fel. " Gilang tersenyum berusaha untuk memberikan kekuatan kepada Felli.
Felli membalas senyum Gilang, Felli merasa senang ternyata ada yang masih peduli dengannya. Sedangkan Bian, Bian masih sibuk mengurus cafe nya yang belum stabil sehingga jarang sekali di rumah. Membuat Felli merasa tidak nyaman dengan mertuanya yang selalu meminta uang dan mengomelinya
__ADS_1