
bagian keluarga Radit....
setelah mengetahui flat nomor penculik. Mereka bergegas ke alamat yang tertera sesuai flat nomor mobil.Bagas berharap istrinya segera ditemukan saat itu juga. Rombongan Bagas dan pihak kepolisian segera menuju alamat tersebut. Namun, dirumah alamat tersebut. Kosong tiada orang satupun. Mereka seakan akan ditipu oleh si penculik. Rupanya penculik itu telah bersembunyi.
"sepertinya mereka sudah pergi mengosongkan rumah secepatnya" ucap salah satu anggota polisi
"iya benar...mereka sudah tau .. kalau kita akan segera bertindak " jawab sersan.
Bagas terlihat kecewa dan selalu bersedih..polisi pun mendekati Bagas. Dia menepuk bahu Bagas untuk menguatkan hati Bagas.
"pak Bagas. kamu meminta anda untuk bersabar dan kuat menghadapi ini semua. kami tidak akan diam. Kami akan selalu mencari keberadaan ibu Raisa." ucap sersan mayor.
"iya pak. saya mohon ..segera secepatnya temukan istri saya pak" mohon Bagas dengan suara lirih.
"siap pak. kamu juga akan mengirimkan beberapa anggota kami untuk terus mencari ibu Raisa kesetiap pelosok. kamu minta bapak bersabar. Dan selalu berdoa untuk keselamatan ibu Raisa " jawab pak polisi.
"iya pak" Bagas mulai terkulai lemas.
"kalau begitu sebaiknya bapak pulang dulu. Biar kami anterin bapak pulang" ucap pak polisi itu lagi.
Bagas hanya mengangguk pasrah. Dia pun segera masuk kedalam mobil yang sudah dibukakan lebih pintu mobil oleh anggota polisi. dengan keadaan tiasa berdaya. Mereka tidak membiarkan Bagas pulang sendirian apalagi harus nyetir mobil sendiri.
__ADS_1
salah satu anggota segera menyetir mobil Bagas dan di iringi beberapa kendaraan polisi. Bagas benar banar merasa terpukul dan tersakiti saat istrinya diculik. Apalagi sekarang berada ditangan penculik. pikiran Bagas bercampur aduk. antara keadaan Raisa atau hidup dan matinya Raisa. Sebagai lelaki sejati. baru kali ini bagus menangis meneteskan air mata. Dia menangisi nasib Raisa. Dia benar benar merasa kehilangan Raisa. Anggota polisi itu secara diam diam melirik Bagas yang sedang meneteskan air mata. Anggota polisi itu salut dengan diri Bagas. Yang terkenal kebaikan nya dan perusahaan nya yang selalu sukses. Kini dia juga seorang suami yang baik dan bertanggung jawab terhadap keluarganya. Apalagi keadaan Raisa diculik. Air mata Bagas menggambarkan bahwa dia benar benar sangat mencintai dan merasa kehilangan Raisa. Sesampainya dirumah. Radit , bi Inah dan kedua sahabatnya terkejut mendengar suara mobil yang berhenti didepan rumah. Mereka segera berlari kecil menuju luar rumah. setelah membuka pintu. nampak , mobil Bagas dan mobil patroli berhenti di halaman rumah. anggota polisi itu keluar duluan. lalu, membukakan pintu mobil untuk Bagas. mereka yang melihat dan menantikan kabar yang baik , harap harap cemas. Namun, mereka tidak melihat Raisa. Sehingga mereka bengong melihat Bagas yang didampingi polisi.
"pah..mamah mana?" tanya Radit bersedih.
Bagas tidak bisa berkata apa apalagi. sangat berat untuk Bagas buka suara. rasanya pahit untuk menelan ludah. Dan berat lidah untuk berucap. Bagas hanya menggelengkan kepalanya tanda belum diketemukan. dengan keadaan lemas . Bagas berjalan menuju kamar dengan lesu. Radit meneteskan air mata. pak polisi paham dengan Radit sebagai anaknya. Dia mencoba mendekati Radit.
"nak...yang sabar ya..kami akan berusaha semaksimal dan semampu kami untuk terus menemukan ibu kamu" ucap pak polisi menguatkan hati Radit. Namun, dengan kecewa dan kesedihan yang mendalam. Radit berlari menuju kamar. sontak Mereke terkejar. Bi Inah segera menyusul Radit. Begitupun dengan keduanya sahabat nya. pak polisi paham dengan situasi saat ini. beliau pun segera pergi meninggalkan rumah Radit. Didalam kamar Radit menangis. mereka cemas Melihat Radit yang terus menerus menangisi kepergian ibunya.
malam yang dipenuhi dengan kesedihan dan Air mata. Menjadi saksi bisu kepedihan keluarga Radit.
begitupun dengan keadaan Raisa yang saat ini sudah berada ditangan penculik. Raisa baru siuman dari pingsannya. Raisa pelan pelan membuka mata. Dia melirik melihat sekitar ruangan yang kecil dan pengat. Raisa yang terbaring di atas lantai. Dia perlahan lahan mencoba bangkit. Raisa masih bingung dengan apa yang dia lihat.
"kenapa aku bisa ada disini?" Raisa bingung dengan apa yang udah terjadi pada dirinya sendiri. Raisa berdiri. lalu berjalan pelan menuju pintu. Raisa terkejut pintu terkunci. Dia baru sadar kalau dirinya telah diculik.
"tidak mungkin. Ini tidak mungkin terjadi padaku" ucap histeris Raisa.
Raisa pun segera menggedor pintu secara keras.
""tolong buka pintu nya! Tolong!" teriak Raisa ketakutan. Namun, tidak ada jawaban dari siapapun yang ada diluar. Raisa semakin panik dan ketakutan.
"aku diculik...tolong...tolong aku" teriak Raisa sembari terus menggedor gedor pintu. Namun, usaha Raisa sia sia. dia tidak mendengar adanya tanda tanda pertolongan. diluar ruangan sekapan Raisa. Nampak senyap sunyi. Raisa pun menangis menjadi jadi.
__ADS_1
"pah.... Radit..dimana kalian...aku berada dimana...tolong aku...tolong..." teriak Raisa menangis. Sepanjang malam Raisa menangis. begitupun pun dengan Bagas dan Radit. mereka tidak bisa tidur. Terus memikirkan nasib Raisa. Mereka pun menangis dikamar nya masing masing. Radit Melirik kedua sahabatnya yang sudah tertidur pulas. Radit keluar kamar. Dia menuju halaman belakang rumah. Dia duduk di ayunan, dimana biasanya Raisa sering duduk di ayunan itu. Untuk menghirup udara segar. Bagas melihat Radit diatas jendela kamarnya. Bagas melirik jam yang sudah menunjukkan pukul satu malam. Bagas teringat besok adalah hari terakhir Radit melaksanakan ujian remedial nya. Bagas segera turun kebawah. Untuk menemui Radit. Dia segera menghampiri Radit. pelan pelan Bagas mengusap bahu Radit. Radit menengok ke atas belakang dirinya. Bagas melirik Radit.
"Radit.. tidurlah nak. Besok adalah terakhir kamu ujian" ucap Bagas mengingatkan kepada Radit.
Radit hanya diam tidak merespon adanya ucapan Bagas.
Bagas duduk disamping Radit.
"Radit..besok papah mau melanjutkan pencarian mamah lagi. kamu doakan mamah mu semoga keadaan selamat dan tidak kurang satupun. Kamu harus bisa membuktikan kalau kamu lelaki sejati yang kuat menghadapi ujian kehidupan mu. Seperti kamu menghadapi ujian sekolahmu. Maka dari itu. Kamu jangan kalah. Kamu harus bisa dan yakin. setiap ujian pasti akan ada Jawaban. Dan jawaban itu adalah penentuan terakhir kamu berhasil atau gagal" panjang lebar Bagas menasehati Radit.
Lagi lagi Radit terdiam sukar untuk nya menghadapi kenyataan hidup.
"maka dari itu..kamu buktikan , kamu bisa dan kuat" sambung Bagas memberi semangat kepada Radit.
"seperti papah yang selalu kuat dan bersabar menghadapi kehidupan nyata ini. Meskipun papah sadari. Hati papah rapuh. Tapi, papah mencoba tegar, kuat dan yakin..papah bisa menyelesaikan setiap permasalahan papah. Baik dirumah maupun dikantor. Radit kamu juga harus lebih kuat lagi dari Papah. dan buktikan kepada papah. kamu kamu berhasil menyelesaikan setiap ujian hidup mu. dirumah maupun disekolah" panjang lebar Bagas terus menasehati Radit.
Nasehat papah Bagas sepanjang malam...adalah nasehat terbaik sepanjang hidup Radit... Dia merenung kan dan memahami tujuan nasehat papah Bagas adalah
kesuksesan setelah menghadapi kegagalan... keberhasilan setelah menghadapi kesulitan... Kemenangan setelah mengahadapi ujian...
Bersambung ....
__ADS_1