Broken Home

Broken Home
PART 16


__ADS_3

Denis pov


Taksi yang kami tumpangi berhenti di sebuah rumah mewah , rumah yang lebih besar dua kali lipat dari rumahku di Semarang.


Entah rumah siapa ini , yang jelas aku ingin segera istirahat.


Badanku terasa pegal , aku juga sedikit mengalami jet lag karena baru pertama kali naik pesawat.


Taksi masuk setelah seorang satpam membuka pintu , lalu berhenti tepat di depan pintu rumah ini .


Aku melihat seorang wanita yang ku perkirakan seumuran dengan nenek Parni , ku lihat ia menatap tajam saat daddy turun dari taksi .


Dibantu supir taksi , daddy menurunkanku dari mobil . Didudukannya aku di atas kursi roda.


Jadi terbayang jika aku memilih tinggal bersama mami , pasti aku sangat merepotkan mami dengan kondisi ku yang seperti ini .


Disini saja harus ada dua orang yang membantuku turun , apalagi cuma mami. Bisa-bisa kami jatuh bersamaan .


Aku sudah duduk di atas kursi roda , daddy membawaku mendekat ke arah wanita tadi .


Berbeda saat melihat daddy , ia tersenyum ramah kepadaku . Menghampiriku , lalu membingkai wajah ku dengan kedua tangannya.


Hangat , itu yang kurasakan saat telapak tangannya menyentuh wajahku .


Seperti tersalur rindu yang mendalam , ia mengusap lembut pipiku .


"Denis , apa kamu Denis ?"


Ini pertama kali aku bertemu dengannya , kenapa dia bisa tahu namaku ?


Ia lalu masuk ke dalam rumah , memanggil seorang pria seumuran dengannya.


"Pa , Denis . Denis kemari pa " teriaknya .


Sepasang lansia itu berlari ke arahku , membuatku merasa ngeri jika keduanya tersandung dan jatuh bersamaan.


Pria tadi menghampiriku , tiba-tiba memelukku .


"Ayo masuk Denis " ucapnya ramah .


Ia mendorong kursi rodaku masuk ke dalam rumah , membiarkan daddy berdiri mematung tanpa mempersilahkannya masuk .


Aku bingung , siapa mereka ? Rumah siapa ini ?


Kenapa perlakuan terhadapku dan daddy sangat berbeda?


"Ini rumah siapa ?" Tanya ku tiba-tiba.


"Ah iya , pasti kamu bingung. Ini rumah kami , nenek dan kakekmu " ucap pria tadi menjelaskan.


Hei , kenapa daddy membawaku ke sini ? Bukan ke rumahnya?


"Iya Denis , panggil Oma dan opa " ucap wanita itu .


"Oma ? Opa ?" Gumamku .


Mami sama sekali tak pernah bercerita tentang mereka .


"Denis , apa yang terjadi ? Kenapa kakimu ?" Tanya wanita tadi saat kami telah sampai di sebuah ruangan , yang ku rasa ini ruangan keluarga.


"Ke.. kecelakaan" ucapku tergagap , banyak sekali pertanyaan di benak ku.


Ku lihat kekhawatiran di wajah Oma , iya Oma . Mulai sekarang aku harus terbiasa memanggil Oma dan Opa.


"Kenapa tidak ada yang memberitahu kami tentang keadaanmu ?" Tanyanya sedih .


Aku menggeleng pelan , karena aku tak tahu menahu sama sekali .


Ku lihat daddy berjalan ke arah kami , tatapan tajam dari Oma kembali diberikan kepada daddy .


"Lihat ! Semua karena ulahmu ! Bertahun-tahun kami tak pernah dengar kabar tentang cucu kami !" Ucap Oma sarkastik.


"Maaf" gumam daddy lirih .


Ada apa ? Kenapa Oma sepertinya sangat membenci daddy ?


"Sudah Maya , jangan bertengkar. Biarkan Denis istirahat dulu " ucap Opa.


Ah , iya . Aku tadi sangat lelah .


"Aku suruh bibi merapikan kamar di lantai atas dulu "


Sebelum Oma berlalu , aku meminta kamar di lantai bawah saja .

__ADS_1


Bukannya aku tak tahu diri , dan meminta macam-macam.


Hanya saja kamar di bawah lebih memudahkanku melakukan aktivitas , aku tak mau terlalu menyusahkan orang di rumah ini .


"Baiklah" ucap Oma mengerti .


Aku merasa ada kecanggungan di antara daddy dan Opa , kenapa mereka ?


Semoga dengan tinggalnya aku di sini dapat menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang berputar-putar di otakku .


Kamar selesai dibersihkan oleh pekerja di rumah ini , Opa memintaku untuk beristirahat,Tak lupa ia membantuku naik ke atas ranjang .


Aku harus belajar naik turun dari kursi roda itu , agar tak merepotkan orang lain.


Daddy mengikuti ku , ia duduk di samping ranjang tempat ku berbaring.


"Daddy pamit pulang ke rumah dulu , besok kita ke rumah sakit untuk terapi " ucapnya .


Daddy tidak tinggal di rumah ini ? Cih , katanya ia ingin mengurusku , tapi aku malah dititipkan di rumah Oma dan Opa .


"Maafkan daddy membawamu sementara tinggal di rumah ini " ucapnya yang seakan berlalu begitu saja di telingaku.


Aku sudah tak ingin berlama-lama berada di dekat pria itu , mana tanggung jawabnya ?


"Daddy sudah siapkan perawat untukmu , jika nanti kamu memerlukan sesuatu. Daddy pulang dulu " ucapnya sembari mengacak rambutku.


Hei , dia lupa ? Ada bekas jahitan di kepalaku , jika saja mengenai bekas jahitan itu maka aku akan memukulnya !


Ia berlalu begitu saja , syukurlah. Aku juga tak ingin berlama-lama berada di dekatnya.


Aku berbaring di ranjang berukuran king size ini, terasa begitu besar untukku .


Ku tatap langit-langit kamar yang berwarna putih , aku jadi penasaran apa yang menyebabkan mami dan daddy dulu bercerai ?


Apa yang dikatakan mas Adam kepadaku waktu itu benar ?


daddy tak menginginkan kehadiran ku ?


Mami tak pernah menceritakan apapun padaku , setiap aku bertanya pasti mami akan menangis .


Itu yang membuatku mengurungkan niatku.


Yang aku tahu , daddy meninggalkan mami saat aku masih kecil. Detailnya aku sama sekali tak tahu .


Khah ! Semoga aku tak menyesali keputusanku untuk tinggal di sini .


Ku raih ponsel yang berada di dalam tas kecil yang ku letakkan di atas nakas , aku mengubah posisiku menjadi duduk.


"Edan , banyak banget notifikasinya"


Aku melihat ratusan notifikasi dari ponsel baru yang dibelikan pria itu , aku jadi malas memanggilnya daddy .


Paling banyak dari instagramku , aku terlebih dahulu membuka aplikasi itu .



Disukai oleh 100.587 orang


El_Denis the last Day in Semarang , i'm coming Jekardah 😊


Devan.ajah hah ? Lo seriusan ? @El_Denis


Rama12 jangan bercanda bro 😭😭😭


Audrie_imout mas ? Beneran ?


KetuaIPS1 demi apa ini Denis ?


Denisfansclub OMG !! My Denis bakal pindah😭😭😭


Denis_lovers biasku , kenapa kau tega sekali 😲😲


PecintaDenis What !!!!! 😭


Rika aku akan selalu merindukanmu 😘


Adelia selamat jalan brott , semoga lu tenang di sana πŸ˜‚


Diva gue selaku bendahara kelas , meminta maaf sebesar-besarnya. Karena belum sempat jengukin elo , karena semua siswa IPS 1 susah sekali dimintai iuran 😭😭


Rini elah Div , Lo bikin malu kita aja @Diva


Aku hanya melihat komentar mereka tanpa berniat membalasnya , aku bahkan tanpa memikirkan resikonya.

__ADS_1


Di tempat ini , aku jauh dari orang-orang terdekatku.


Rama , Devan , Aku akan sangat merindukan kalian . Duo sahabatku yang sangat mengertiku , tanpa memandang sebelah statusku yang tanpa ayah .


Mereka yang menyemangati saat aku minder dengan keadaan keluargaku yang tak lengkap , meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja.


Suka dan duka telah ku lewati bersama mereka , kini aku meninggalkan mereka jauh .


"Dev , Ram . Gue janji , gue gak bakal lupain Lo berdua "


Saat aku hendak menutup aplikasi itu , tak sengaja aku melihat akun mas Adam .



Disukai oleh 34.000 orang


Felicio_Wijaya seorang pendosa saja mendapatkan maaf dari pencipta , apa aku tak berhak mendapat maaf darimu ? 😭


kangenadikgue


Savesibling


pengemismaaf


Cih , senyum itu ! Senyum yang selalu menindasku dengan sikapnya yang tak pernah mau mengalah saat aku dan dia berebut mainan.


Aku tersenyum miris , hubunganku dengannya sudah tak sedekat dulu .Kami terpecah belah .


Butuh waktu agar semuanya kembali seperti semula , aku harap itu tak akan lama .


Dia sosok kakak yang baik bagiku , aku pernah menjadikan dia sebagai panutanku .


Dia bisa menjadi sosok ayah yang selalu melindungiku dan mami , menjadi pemuda yang tangguh.


Aku tak pernah membencinya , hanya saja hatiku masih terasa sakit .


"Mas , gue kangen Lo !"


Tok..tok..


"Masuk " teriakku saat pintu kamar yang ku tempati diketuk dari luar.


Oma membuka pintu , ia membawa sebuah nampan .


Ada sepiring nasi lengkap dengan lauk Pauk , dan segelas air putih di sampingnya .


Oma meletakkan nampan itu di atas nakas , ia duduk di pinggiran ranjang .


"Makan dulu ya ?" Ucapnya lembut , ia menatapku dengan tatapan yang teduh. Aku mengangguk.


Oma , meskipun sudah tua namun masih terlihat cantik .


Bukan karena operasi atau semacamnya , beliau nampak cantik alami . Dengan alis tanpa sulam dan bibir tanpa pemerah.


Ia tersenyum manis padaku , diambilnya piring lalu membawanya mendekat ke arahku .


"Oma suapin mau ?" Ucapnya.


Ingin sekali aku mengatakan aku bukan anak kecil lagi seperti saat mami hendak menyuapiku , namun aku urungkan .


Bisa saja ini wujud perhatiannya terhadapku , cucu yang katanya bertahun-tahun tak pernah ia ketahui keadaanku.


"Maaf , Oma gak sempat masak. Oma gak tahu kamu bakal ke sini , membayangkannya saja sama sekali tidak " Oma terkekeh .


Aku melihat sepotong ayam goreng di atas piring , mataku berbinar.


Aku membuka mulutku lebar menerima suapan pertama Oma , mengunyahnya pelan sembari menikmati rasa ayam goreng itu .


Rasanya ? Sama persis dengan ayam goreng buatan mami .


"Mam , kangen " batinku .


Jika saja tidak ada Oma , aku pasti sudah menangis .


Mami kini berada nan jauh di sana , butuh naik pesawat dulu baru bisa bertemu dengan mami .


Berbeda saat aku masih di Semarang , hanya butuh beberapa menit saja aku bisa bertemu mami .


Huaaa... mamiiiiii 😭😭😭


Oma keluar saat aku selesai makan , ia menyuruhku untuk istirahat.


Sebaiknya aku tidur saja , agar tidak teringat mami terus .

__ADS_1


Sampai nanti waktunya tiba , aku akan bertemu mami .


Tuhan , tolong beri mami kesabaran untuk menungguku pulang . Aamiin .


__ADS_2