Broken Home

Broken Home
episode 53


__ADS_3

Alex tidak sengaja melihat deretan kertas yang bertuliskan:


"kehilangan seorang anak yang bernama Radit usia 17 tahun dengan ciri ciri tersebut. bilamana anda menemukan anak tersebut tolong hubungi nomor tertera 08Xxxxxxxxxx"


alex terkejut melihat gambar Radit di kertas itu.


dia segera mencabut kerta itu. Niatnya menunjukkan kepada Alya. Sesampainya di rumah.


Dia segera berjalan cepat menemui Alya.


"Alya...Alya...lihat ini Alya" teriak Alex panik.


Winda terkejut dengan kedatangan Alex yang tiba tiba panik.


"ada apa pah?" tanya Wina merasa aneh.


"ini..ini Radit hilang" jawab Alex menyodorkan kertas kepada Wina.


Namun, Wina biasa saja menanggapinya. Karena dia sudah tau dari kedua sahabatnya.


"kok reaksi kamu biasa aja sih?" tanya Alex merasa heran.


"mamah udah tau kok pah" jawab Wina biasa saja.


"sudah tau apa?" tanya Alex penasaran.


"sudah tau dari kedua sahabatnya" jawab Wina.


"oh..papah baru tau ..ini juga lihat dari browser ini" gumam Alex. lalu Alex setengah berbisik kepada Winda.


"terus bagaimana dengan Alya?" tanya Alex menanyakan reaksi Alya.


"dia bersedih..dia juga mengharapkan kedatangan Radit" jawab Wina mulai menampakan kesedihannya. Alex melirik kamar Alya.


"harus nya kita bawa Alya jalan jalan untuk menghiburnya" saran Alex untuk membuat Alya tidak terlalu sedih.


Winda mengetuk kamar Alya. Terdengar suara isakan tangis Alya.


"Alya...kamu kenapa ?" tanya Winda cemas.


"ada apa dengan Alya?" tanya Alex penasaran


"ga tau pah. Alya kedengaran nangis" jawab Winda bingung.


"Alya buka pintu nya nak..papah dan mamah mau bicara " Alex mencoba membujuk Alya untuk membuka pintu.


Tak lama kemudian Alya membuka pintunya. Dia langsung menubruk Winda. sontak saja Winda dan Alex terkejut.


"ada apa Alya?" tanya Winda cemas melihat alya menangis.


"mah...pah... ternyata Radit pembohong" jawab Alya semabari menangis.

__ADS_1


Alex dan Winda saling melirik


"pembohong bagaimana?" tanya Alex penasaran.


Alya pun menceritakan kejadian tadi siang kedatangan Anis yang mengakui sebagai pacar Radit. Bahkan mau tunangan.


Sementara Radit sudah merencanakan untuk menemui Alya malam ini. Dia bergegas pergi ke suatu tempat dengan mengunakan si roda dua super ngebut. namun, saat di lampu merah. Dimas dan jaki yang sedang menunggu lampu hijau. Tak sengaja dimas melihat Radit disamping kaca mobilnya. Radit yang sedang diatas motornya tidak menyadari keberadaan Dimas dan jaki. Dimas gugup melihat Radit. hingga dia tidak menyadari lampu sudah berwarna hijau.


"woy ayo jalan lampu sudah Hijau!" tegur jaki yang sejak tadi memainkan hp.


Dimas terkejut mendengar teguran jaki dan klakson dari Belakang mobilnya. Akhirnya dengan gugup dimas mengejar motor Radit. jaki merasa aneh dan bingung dengan gelagat Dimas.


"lho..kok kesini?" tanya Jaki yang belum menyadari adanya Radit didepan mobil Dimas.


"itu...itu Radit..." jawab dimana gugup fokus pada motor yang ditunggangi Radit.


Jaki terkejut baru menyadari kalau yang didepan mereka ada Radit yang mengebut dengan si merahnya.


"i..iya itu Radit Dimas. Kita ikuti dia kemana dia pergi" seru jaki.


"makanya itu aku dari tadi ngawasin dia terus " jawab dimas memantau Radit.


"dia mau kemana ya?" tanya Jaki penasaran.


"entahlah" Dimas terus mengikuti Radit.


Tak lama kemudian Radit berhenti di taman bunga.


dia membuka helm dan turun dari motor. begitupun dengan kedua sahabat, mereka juga turun dari mobil dan mengikuti Radit. Radit melihat sekitar taman. bunga yang indah dan mekar membuat Radit teringat Alya. Dia tersenyum melihat kupu-kupu yang sedang menghisap madu dari bunga. Radit hendak memetik bunga itu. namun, jaki dan Dimas tiba tiba mengejutkan Radit. Hingga Radit pun terkejut melihat kedua temannya sudah ada dihadapan dia.


"Radit kemana aja selama ini?" tanya Dimas


Radit pun menundukkan kepala.


setelah mendengar keluh kesah dan kesedihan yang menimpa Alya. Winda dan Alex terkejut menyangka Radit benar benar berbohong kepada Alya.


"kurang ajar! dia beraninya membohongi Alya" geram Alex.


karena kedatangan Anis membaut keluarga Alya membenci Radit.


Setelah menceritakan semuanya kepada kedua sahabat. Radit pun menanyakan kabar Alya.


"bagaimana dengan Alya. Kalian kerumah Alya kan?" tanya Radit berharap.


"Alya baik baik saja. Kami sering menengok Alya. karena kami ingin tau perkembangan Alya. Alya sangat sedih mendengar kepergian mu dari rumah Radit" jawab Dimas.


"aku sudah menduganya. pasti Alya akan bersedih. Apalagi aku gak pernah menemui nya lagi" Radit tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


"kapan kamu mau menemui Alya. karena akhir bulan ini Alya akan segera melahirkan" jaki mengingatkan Radit.


"aku pasti akan menemui dia" jawab Radit yakin.

__ADS_1


Mereka pun pergi ke gubuk tempat Radit selama ini bersembunyi. pak tua terkejut melihat Radit bersama kedua sahabatnya.


jaki dan Dimas mencium telapak tangan pak tua. Pak tua menyambut dengan senyuman.


"pak perkenalkan ini kedua teman saya..namanya Dimas dan jaki" ucap Radit memperkenalkan kedua temannya.


"ternyata kalian anak anak baik. berteman dengan baik. harusnya orangtua kalian bangga dengan kalian" ucap pak tua menatap kedua teman Radit.


Sementara itu di kamar Bagas dan Raisa. nampak mereka sedang termenung. Bi Inah mengetuk pintu kamar.


Tok


Tok


Tok


"masuk!" sahut Bagas.


"Bu pak..makan malam sudah siap" ucap bi Inah menawarkan makan malam.


"iya bi. Makasih" jawab Bagas tersenyum ketir.


Bagas melirik bi Inah yang masih berdiri didepan pintu.


"ada apa bi?" tanya Bagas melirik bi Inah


Raisa menoleh ke arah bi Inah.


"sudah berapa hari mas Radit belum pulang juga" jawab bi Inah bersedih.


Bagas menelan ludah nya. Dia mencoba tegar. Meskipun hatinya rapuh.


"yang sabar ya bi. Saya juga sedang berusaha. untuk mencari Radit" jawab Bagas menyakinkan bi Inah.


"Bu, saya mohon maaf bukannya saya lancang atau ikut campur dengan urusan rumah tangga bapak dan ibu. tapi, ini demi kebaikan buat Radit" bi Inah mengingatkan mereka. Bagas melirik Raisa.


"iya bi...kami akan memperbaiki hubungan kamu menjadi lebih baik lagi" jawab Bagas menyakinkan bi Inah.


bi Inah langsung pergi meninggalkan mereka.


Bagas berjalan menuju ruang makan. Dan diikuti Raisa.


Bagas mengambil makanan sendiri. Raisa termenung. Membiarkan piring nya masih kosong. Bagas melirik.


"makanlah nanti kamu sakit. aku lagi yang repot" tegur Bagas.


Raisa pelan pelan mengambil nasi dan lauk pauk tanpa semangat.


"apa perlu aku suapi?" goda Bagas cuek.


Raisa menggelengkan kepala.

__ADS_1


"kita baru makan bareng lagi kan. namun, sayang dengan situasi seperti ini. tanpa adanya Radit diantara kita. Padahal dulu sewaktu Radit masih lucu lucu nya. Kamu yang sering memanjakan dia. menyuapi dia.. kamu juga melarang aku memarahi Radit disaat dia bersalah" Bagas sengaja menceritakan suasana masa silam.bagas berharap pintu hati Raisa akan terbuka lagi.


bersambung...


__ADS_2