
setelah diberi tahu satpam Radit segera mencari Alya kerumah sakit. Dia menanyakan ruang rawat inap Alya keperawatan. setelah mengetahui informasi Alya. Radit segera menemui Alya keruang rawat. Alex dan Wina terkejut saat Radit membuka pintu.Dengan cemas Bercampur tegang. Radit terkejut melihat kedua orangtua Alya yang berada disitu. Alex langsung menatap tajam dan sini kepada Radit.
"mau apa kamu kesini!" bentak Alex bersuara tinggi
sontak saja Radit terkejut dengan sikap Alex. Alex mendekati Radit. Sedangkan Winda menatap kebencian kepada Radit.
"om saya..."
"saya apa Hah!" bentak Alex.
"buat apa kamu kesini!? Kamu bukan bapak dari bayi Alya. ngapain harus nemui Alya lagi? Ingin jadi sok pahlawan? Atau ingin menyakiti hati Alya lagi?" pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan Alex membuat Radit terpojok dan bingung.
"maksud om apa ya?" tanya Radit bingung. Dengan sikap dan pertanyaan Alex.
"kami semua sudah tau. Siapa kamu sebenarnya!" Alex ngotot dengan mendorong dada Radit dengan telunjuk nya secara kasar.
"om..saya benar benar tidak paham om...apa yang om katakan" Radit semakin bingung
"alah, sudahlah itu tidak penting! Yang penting sekarang. mulai sekarang kamu jangan temui Alya lagi. paham!" bentak Alex mengancam Radit
"tapi om" rengek Radit memaksa.
"tidak ada tapi tapian! Sekarang pergi atau aku panggilkan satpam untuk mengusir kamu dari sini!" ancam Alex melototkan mata.
Radit benar benar merasa aneh dengan Alex. Yang tiba tiba marah tanpa alasan sebab yang Radit ketahui. Radit menggeleng kan kepala tanda tidak mau dengan wajah bingung dan sedih
"cepat pergi!" usir kasar Alex mendorong badan Radit. Hingga Radit jatuh tersungkur ke lantai. Alex segera menutup pintu dan menguncinya. hingga Radit tidak bisa melihat keadaan Alya. dengan hati yang sedih dan kecewa. Radit pun segera pergi meninggalkan rumah sakit.
pagi pun telah tiba. Bi Inah melakukan rutinitas tiap pagi bahkan tiap hari. Selalu menyiapkan sarapan pagi untuk majikan nya. Bagas dan Raisa muncul ke ruang makan. setelah makanan siap saji. Bi Inah pagi ini masak nasi goreng ceplok telur. Bagas melirik kursi yang kosong. yang biasa Radit tempati saat makan.
"Radit belum bangun?" tanya Bagas melirik Raisa.
"sepertinya belum " jawab Raisa ragu ragu.
"bangunkan lah. Sudah siang takut kesiangan kesekolah" ucap Bagas menyuruh Raisa membangunkan Radit.
"biar bobo saja yang bangunkan mas Radit" celetuk bi Inah sambil meletakan gelas susu buat Radit.
Bagas dan Raisa mengangguk. bi Inah segera kekamar Radit. Pintu pun diketuk.
Tok tok tok
"mas Radit bangun. Sudah siang" setengah teriak bi Inah memanggil Radit. namun , sunyi tidak ada jawaban. bi Inah memegang engsel pintu yang tiba-tiba pintu terbuka
__ADS_1
"lho ga dikunci?" heran bi Inah. Tidak biasanya Radit tidak mengunci pintu kamarnya saat tidur.
Bi Inah pun pelan pelan masuk kekamar Radit. Dia melihat Radit yang masih tidur pulas.
"mas ...mas Radit .bangun mas...sekolah mas" bi Inah mengguncang kan badan Radit pelan.
"Alya!" seru Radit spontan terbangunkan oleh suara Bi Inah.
Bi Inah lagi lagi terkejut dengan Radit yang menyebutkan nama Alya.
"Alya siapa mas?" tanya Bi Inah penasaran.
Radit melirik terkejut melihat bi Inah yang sudah berada dihadapan nya.
"sejak kapan bibi ada disini?" tanya Radit bingung.
"bibi kan yang bangunin mas Radit" jawab bi Inah heran.
"oh.." lirik Radit pada jam bekernya. Radit terkejut memilah jam sudah menunjukkan pukul 7 lebih.
"aduh bi..kenapa ga daritadi bangunin aku" protes Radit
"bibi sudah bangunkan mas Radit berapa kali. Mas Radit nya aja tidur terlalu pulas" jawab bi Inah
Radit terdiam sejenak. rupanya dia semalam tidak bisa tidur karena kepikiran Alya dan keluarga Alya yang tiba tiba berubah kepadanya.
"oh iya bi" jawab Radit segera turun dari tempat tidurnya. Dia segera mengambil handuk. Dan pergi kekamar mandi.
Bi Inah menggeleng kan kepala. melihat sikap Radit.
Dimas dan jaki sudua menunggu Radit di sekolah. mereka gelisah karena Radit belum juag datang. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 lebih. pengawas ujian sudah kesal menunggu kedatangan Radit. Karena mahasiswa/siswi yang lain sedang menikmati libur akhir kelulusan. hingga sekolah pun sunyi. Hanya ada Radit yang kena remedial. Dan kedua sahabatnya yang selaku setia menunggu. juga pengawas ujian Radit.
"mana Radit?" tegur pengawas itu kesal.
"sebentar lagi pak. Dia mungkin lagi dijalan " jawab Dimas gelisah
"ini sudah jam berapa. Radit kan dikasih waktu cuma dua jam. Kalau dia datang telat pada waktunya habis. Bisa bisa diundur lagi. Mau begitu?" tanya pengawas menjelaskan.
"iya pak kami tau..tapi tolong pak. Kasih waktu buat dia. Mungkin dijalan macet" jawab Dimas memohon.
"ga ada alasan lain! Saya sudah kesal menunggu dia ..buang buang waktu saja!" jawab pengawas mulai menampakan kekesalannya.
Dimas dan jaki mulai panik.
__ADS_1
"aduh pak tolong kali ini aja. lagian baru Kali ini dia terlambat datang pak?" mohon jaki
"mau sampai jam berapa saya harus menunggu dia?!" tanya pengawas sudah tak sabar lagi.
"pak tolonglah pak.. berikan kebijaksanaan sedikit saja buat Radit. untuk memberikan kesempatan kepada Radit" Dimas merengek memohon mohon demi kelancaran sahabat nya.
"baiklah! Saya akan berikan waktu untuk dia sampai jam setengah 9. Dan mengerjakan ujian nya harus selesai jam setengah 10. kalau dia belum datang juga. ujian hari ini saya undur untuk beberapa hari ke depan setelah melaksanakan ujian pelajaran yang lainnya." pengawas memberikan peringatan dan memberikan sedikit kebijaksanaan kepada Radit.
mereka berdua terkejut mendengar peringatan pengawas.
*Mana mungkin dalam sejam radit bisa meng*isi soal ujian pelajaran hari ini tanpa berpikir? dengan dua mata pelajaran sekaligus?!
Dimas dan jaki masih mencemaskan Radit yang belum muncul juga.
"mending aku cari langsung kerumahnya" ucap Dimas
"aduh waktunya abis dijalan aja dah!" bantah jaki.
"ga apa apa aku akan mengejar waktu" Dimas berlari menuju mobil. namun, tak lama kemudian Radit datang. Mereka pun terkejut melihat kedatangan Radit. dengan sigap cepat mereka segala menghampiri Radit.
"kemana aja sih kamu. Cepatlah!" teriak Dimas menarik tangan Radit yang baru saja mau membuka helm. Radit kaget dengan aksi kedua temannya. Yang menyeret tangannya. namun, dia pasrah tak berkutik.
Dimas dan jaki membawa Radit kedalam kelas. Pengawas menatap tajam Radit. Seakan akan melihat musuh yang ingin menerkam.
"pak..Radit sudah datang. Tolong berikan waktu panjang buat Radit berpikir" mohon Dimas.
"ga ada lagi waktu! Atau tidak sama sekali!" ancam pengawas.
Radit duduk pasrah dan membuka helm.
"keluar kalian" usir pengawas kepada Dimas dan jaki.
Jaki terkejut melihat pengawas yang galak itu. Hingga spontan dirinya memanjat memeluk tubuh Dimas.
"dih apaan sih lu!" tegur Dimas kaget. Dan melepaskan badan jaki yang menempelkan di badannya.
"sorry, sorry ga sengaja" jawab jaki menahan emosi Dimas.
kelakuan mereka berdua menjadi pusat perhatian pengawas dan Radit.
mereka pun segera keluar kelas.
"Radit! Saya berikan waktu kamu sejam buat mengisi soal dua pelajaran!" tegas pengawas itu
__ADS_1
Radit terkejut dengan tatapan tegang.
Bersambung..