Broken Home

Broken Home
bab 70 the end


__ADS_3

Setelah sampai dirumah Radit. Mereka segera menemui BI Inah. Radit memencet bel rumah. Bi Inah terkejut terbangun mendengar bel rumah berbunyi.


bi Inah segera bangkit dan langsung berjalan menuju pintu. bi Inah melirik jam dinding di ruang keluarga. jam menunjukkan pukul 22.00 wib. Bi Inah segera membukakan pintu. Bi Inah terkejut melihat kedatangan tiga remaja.


"kalian..kalian dari mana saja? Bibi sangat mencemaskan kalian?" tanya Bi Inah cemas.


"bi...kami ikut mencari mamah" jawab Radit tersenyum kepada bibi. begitupun dengan kedua sahabat Radit


"terus bagaimana, ibu sudah ditemukan?" tanya Bi inah spontan.


"Alhamdulillah bi..mama sudah ketemu" jawaban Radit senang


"Alhamdulillah ya Allah.... terimakasih sudah dipertemukan Bu Raisa dengan keluarganya " ucap bi Inah terharu senang.


mereka tersenyum terharu dengan ucapan bi Inah.


"sekarang ibu mana?" tanya Bi Inah celingukan.


"ibu dirumah sakit bi" jawab Radit


"dirumah sakit? Ya ampun, apa yang terjadi dengan ibu? Apakah ibu baik baik saja kan?" tanya bi Inah panik.


"ibu kondisinya sangat memperhatikan bi. makanya dibawa kerumah sakit" jawab Radit.


"ya Allah ibu. nak radit.bibi mau ketemu ibu" ucap bi Inah.


"iya bi. besok lagi ya. Sekarang kita mau istirahat dulu" jawab. Radit.


"iya mas Radit. Silahkan masuk..kalian istirahat dulu ya" jawab bi Inah iku senang atas ditemukan Raisa.


mereka segera masuk kedalam rumah. Dan masuk kekamar Radit. mereka pun sama sama merebahkan tubuhnya yang lelah dan letih. Seharian beraktivitas mencari Raisa.


"akhirnya kita bisa rebahan dulu" ucap Jaki menatap langit-langit kamar


"benar juga setelah seharian badan lelah" sambung Dimas.


"makasih ya buat kalian yang selalu mensupport dan menemani aku. Disaat aku susah dan duka. kalian sahabat yang paling the best" ucap Radit bangga kepada kedua sahabatnya.


"kita kan sahabat paling the best hehehehe" jawab jaki nyengir.


mereka tertawa lepas.


"eh dit kapan mau menemui Alya? Apa udah lupa?" tanya Dimas melirik Radit.


"besok. karena rumah sakit mamah dan Alya sama" jawab Radit


"maksud kamu. Mereka dirawat dirumah sakit yang sama?" tanya Dimas tidak paham


"iya" jawab Radit mengangguk.


"kalau begitu sangat kebetulan sekali. Kamu bisa menemui Alya dan menunggu mamah kamu juga" jawab jaki.


"gampang soal itu" ucap Radit.


Malam yang penuh bintang. Telah menyinari rumah keluarga Radit. Seperti perasaan Bagas dan Radit..mereka kini kembali tenang dan menghirup udara segar penuh kebebasan. Sementara kedua pelaku kejahatan. Sudah mendekap di balik jeruji besi. wisnu duduk termenung melihat teman satu jeruji nya tertidur pulas. dia tidak bisa tidur karena menyesali perbuatannya. Sama hal dengan wina. Dia meneteskan air mata penyesalan. Mereka di penjara atas perbuatannya terhadap seorang istri ternama dan terhormat. kini mereka baru menyadari kalau mereka telah salah bertindak gegabah kepada seorang berduit yang terkenal karena bisnisnya.


pagi yang cerah bi Inah, Radit dan kedua sahabatnya setelah selesai sarapan. Mereka bergegas kerumah sakit untuk melihat keadaan Raisa selanjutnya. dirumah sakit Bagas terlihat tersenyum melihat Raisa yang sudah siuman sadar dari pingsannya. Raisa tersenyum pelan.


"akhirnya kamu bangun juga sayang" ucap Bagas kepada Raisa.


Raisa mengangguk tersenyum pelan. Bagas mencium tangan Raisa penuh kehangatan dan kerinduan.


"sayang kamu makan ya?" tanya Bagas menawar makanan kepada Raisa.


Raisa mengangguk senyum. Bagas mengambil mangkok bubur yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit. Bagas pelan pelan mensuapi Raisa.


Tak lama kemudian Radit, bi Inah dan kedua sahabatnya muncul membuka pintu ruang rawat inap Raisa. Bagas dan Raisa menoleh. Mereka tersenyum melihat Raisa sudah siuman dan sedang makan.


"mamah.." ucap Radit menghampiri Raisa. Radit Langsung mencium kedua pipi Raisa. Raisa menyambut kedatang Radit dan memeluk tubuh Radit.

__ADS_1


"ibu saya senang sekali.. akhirnya ibu sudah di pertemukan Kembali dengan keluarga ibu. Semoga ibu secepatnya pulih kembali Bu" ucap bi Inah terharu.


"iya bi, terimakasih banyak" jawab Raisa pelan.


"iya Bu sama sama " bi Inah mengangguk senang.


Suasana pun menjadi haru bercampur bahagia. setelah kumpul diruangan Raisa. Radit keluar dari ruangan Raisa. Dan di susul oleh kedua sahabatnya.


"dit..mau kemana?" tanya Dimas memanggil Radit.


"keruangan alya" jawab Radit.


"dimana ikut dong" seru jaki.


"hayu" jawab Radit. Mereka pun segera pergi menuju ruangan Alya.


Alya yang akan segera berpulang .dan siap siap mengemas barang. Alya menggendong bayi. Winda mengemas pakaian Alya bekas dirumah sakit. Alex yang sedang menelpon. Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Radit dan kedua sahabatnya tercengang di depan pintu yang terbuka.. Radit melihat Alya sedang menggendong bayi. Radit meneteskan air mata terharu dan merindukan Alya. Dimas dan jaki terdiam dibelakang Radit. Mereka memperhatikan Alya. Alya menengok ke arah pintu. Dia terkejut melihat Radit dan kedua sahabatnya sudah berada disitu.


"Radit?" spontan Alya menyebutkan nama Radit. Hingga Winda dan Alex menoleh ke arah pintu. mereka tercengang kaget melihat ketiga remaja itu.


Alya bengong terdiam kaku melihat Radit. Dia benar benar tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Radit. Radit pun menatap Alya. Alex segera mendekati Radit.


"berani kamu datang kesini lagi!" hardik Alex melotot dan mendorong Dada Radit.


sontak saja kedua sahabat Radit terkejut melihat sikap Alex. Yang kasar dengan Radit.


"om..Radit datang kesini ingin menengok Alya. kenapa om tiba tiba kasar kepada Radit?" tanya Dimas ngotot kesal karena sahabat nya diperlakukan kasar oleh Alex


"oh berani ya kamu ngotot sama saya. Kalian Bandit Bandit yang sama saja sekongkol. Saya sudah bilang jangan temui lagi Alya! Buat apa kamu temui dia lagi.kalau kamu sudah punya calon tunangan?" jawab Alex tegas.


Sontak saja ketiga Sahabat itu terkejut mendengar ucapan Alex.


"siapa yang mengatakan itu om?" tanya Jaki spontan.


Winda mendekati Alya dan mengambil bayi dari tangan Alya.


Radit tidak menggubris perkataan Alex. Dia terus menatap Alya yang sejak tadi menatapnya.


"om , Radit itu sangat mencintai Alya. Tidak mungkin dia menyakiti Alya. selama ini Radit lah yang menjaga Alya. Begitu banyak pengorbanan Radit terhadap Alya. tapi, kenapa balasan om kepada Radit seperti ini" ucap Dimas membela Radit.


"benar Om..kami sahabatnya Radit yang mengenali bagaimana Radit. dan siapa Radit sebenarnya. Kalau Om mengatakan Radit sudah punya calon tunangan. Siapa yang Mengatakan nya om. Jangan asal nuduh!" sambung jaki angkat bicara.


Alex menatap wajah Radit.


"kalian itu sahabatan. pastilah membela dia. Dan kalian juga menyembunyikan kejelekan dia kan?! Jadi jangan banyak panjang lebar bicara denganku! Aku tidak akan percaya dengan kalian!" jawab Alex tegas dan ngotot.


"sudah pergi sana kalian. Atau aku usir kalian dengan kekerasan!" ancam Alex mendorong tubuh Radit keras hingga dia terpental jauh dan menubruk seseorang dibelakangnya. Yang ternyata seseorang itu adalah Bagas. mereka yang menyaksikan terkejut melihat aksi Alex yang mendorong keras kepada Radit. Kedua sahabat lebih terkejut melihat Bagas yang menahan tubuh Radit..Bagas menatap tajam ke arah Radit. Untuk memastikan Radit baik baik saja. Bagas pun heran dengan apa yang terjadi kepada Radit. Alex terkejut melihat Bagas. Dia segera menghampiri Bagas.


"Bagas...kamu ada disini?" tanya Alex terkejut.


"e..iya" jawab Bagas melirik Radit yang terdiam membenarkan pakaian nya yang kusut.


"apa yang kamu lakukan disini Bagas?" tanya Alex heran.


"Raisa dirawat di rumah sakit ini" jawab Bagas menatap Alex merasa ada yang aneh.


"Raisa sudah ditemukan?" tanya Alex spontan


"iya .. sekarang sedang memulihkan kondisi nya" jawab Bagas masih merasa ada yang mengganjal.


lalu Bagas melirik Radit yang sejak tadi terdiam kaku.


"apa yang sedang kamu lakukan disini Radit?" tanya Bagas. Alex terkejut mendengar Bagas mengenali Radit.


"nengok teman pah" jawab Radit pelan.


Dimas dan jaki merasa lega dan tenang. dengan kedatangan Bagas.


"pah? papah ?" tanya kaget Alex melirik Radit dan Bagas.

__ADS_1


Bagas merangkul bahu Radit.


"oh iya. Alex ini Radit anak ku" ucap Bagas memperkenalkan Radit kepada Alex.


Bagaikan disambar petir siang hari. mungkin itu kejutan bagi Alex , Alya dan Winda. setelah mendengar ucapan Bagas. mereka baru tau kalau Radit adalah anak Bagas. Alex melirik Bagas dan Radit untuk memastikan ucapan Bagas.


"a...anak" jawab Alex gugup tak percaya.


"iya...anak saya satu satunya" jawab Bagas menyakinkan Alex.


Dimas dan jaki mendekati Radit.


"iya om. Radit itu anaknya pak Bagas seorang pebisnis terkenal itu" ucap Dimas merangkul bahu Radit.


"benar Om.. sekarang Om percaya kan siapa Radit sebenarnya?" tanya Jaki memeluk lengan Radit.


Radit dan Bagas menatap Alex yang merasa malu dan menyesal atas perbuatannya terhadap Radit.


"e.... maafkan om Radit. om tidak tau kalau kamu adalah anak pak Bagas. dan om mudah terhasut ucapan orang lain yang mengatakan kamu sudah punya tunangan" ucap alex meminta maaf dengan kata-kata gugup


"tunangan? apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Bagas spontan.


Radit melirik Bagas. Bagas menatap tajam wajah Radit.


"cerita nya panjang pah. Radit kesini mau nengokin Alya. anak om alex. ternyata om alex salah paham. beliau mengira Radit sudah punya tunangan." jawab Radit menundukkan mata.


"oh... jadi kamu kesini nengokin anak om alex. yang mana? " tanya Bagas


Radit melirik Alya yang sejak tadi terdiam kaku melihat Radit. Bagas melirik Alya. Bagas terkejut dengan melihat bayi yang digendong Winda. setelah semuanya diceritakan oleh alex kepada Bagas. kini Bagas pun tau apa saja yang dilakukan Radit selama broken. ada perasaan terharu dan bangga terhadap Radit. Radit mendekati Alya.


"Alya" sapa Radit pelan.


Alya duduk di taman belakang rumah sakit.


"Radit, terimakasih banyak atas kebaikan mu selama ini kepadaku. dan aku minta maaf atas salah paham aku kepadamu. dan menyebabkan papah ku membenci kamu." ucap Alya mengalihkan pandangan.


"jangan membahas apa yang sudah terjadi. aku ingin membahas masa yang akan datang. " jawab Radit melirik Alya.


"Radit... kamu adalah lelaki yang baik, tanggungjawab juga pintar. aku yakin kamu bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik lagi. dan seorang gadis yang masih berperawan. bukan gadis yang sudah melahirkan" ucap Alya tulus dan ingin memberikan yang terbaik untuk Radit.


"maksud kamu apa? " tanya radit heran.


"aku akan melanjutkan pendidikan ku lagi. kedua orang tua ku berharap aku melanjutkan sekolah yang sempat tertunda karena kehamilan ku" jawab Alya menjelaskan.


Radit menatap wajah Alya. dia terdiam menahan kesedihan.


tak lama kemudian alex memanggil Alya.


"Alya... ayo kita pulang sekarang" ucap alex mengajak Alya pulang.


Alya menoleh kebelakang. ternyata dibelakang sudah ada orangtuanya dan orang tua Radit juga bi inah beserta kedua sahabat Radit. Raisa duduk di kursi roda yang didorong Bagas. Alya bangkit duduk dia sempat melirik Radit yang menundukkan kepalanya bersedih harus berpisah dengan Alya. Pelan pelan Alya berjalan melewati Radit. Radit menangkap tangan Alya. semua orang sontak terkejut melihat itu semua. Alya malu dengan sikap Radit. yang disaksikan dia keluarga itu.


"dit.. " ucap Alya memberi kode melirik lirik ke arah mereka.. Radit spontan melihat ke arah yang ditunjuk mata Alya. Radit pun malu dihadapan semua orang yang menyaksikan kelakuan Radit. Radit segeran melepaskan tangan Alya. Alya pelan pelan meninggalkan Radit yang masih duduk tertunduk malu. Alya pamitan kepada orang tua Radit, bi inah dan kedua sahabat Radit. Alya segera pergi dengan kedua orangtuanya. setelah berpamitan mereka pun pergi menuju parkiran mobil meninggalkan keluarga Radit.


Radit berjalan menuju keluarga nya.


"Radit papah bangga punya anak seperti kamu. ternyata selama ini papah salah menilai kamu. selama kamu broken home gara-gara kami. ternyata kamu melakukan hal yang positif. Radit lanjutkan perjalanan mu untuk menuju masa depan mu bahagia" ucap Bagas menepuk bahu Radit.


Radit hanya diam


"mamah dan papah minta maaf. selama ini kami kurang perhatian dan tidak ada waktu untuk bersama mu. tapi, mamah janji. mamah akan menjadi istri dan ibu yang baik lebih memperhatikan kamu lagi" sambung Raisa memegang tangan Radit.


Radit tersenyum memeluk Raisa. suasana pun mejadi haru bahagia. bagi Radit ikhlas melepaskan Alya dan kembali mendapatkan kebahagiaan keluarganya. Radit akan mengejar masa depan nya semin mendapatkan cinta yang dia harapkan.




quotes: *perhatian dan kasih sayang orangtua terhadap anak berperan penting. karena masih banyak anak anak di luar sana yang melakukan kebebasan yang disebabkan kehilangan perhatian dan kasih sayang orang tua. ambil hikmahnya dari cerita yang saya tuliskan hasil karya saya sendiri. terimakasih buat para pembaca setia yang sudah membaca dan mengikuti dari awal sampai akhir. jangan lupa like, komen dan penilaian dari pembaca sangat berarti bagi saya untuk melanjutkan novel selanjutnya..... Terima kasih banyak 🙏🥰🙏☺* 🙏

__ADS_1


__ADS_2