Broken Home

Broken Home
PART 19


__ADS_3

Denis pov


Setelah beberapa hari yang lalu terapi , aku mulai lancar berjalan menggunakan tongkat tidak lagi seperti kemarin hanya bisa duduk di atas kursi roda .


Langkah demi langkah aku mencobanya , aku yakin aku pasti bisa .


Dokter bilang jika kemauanku besar , maka cepat sembuh pula kakiku ini .


Oma dan Opa tersenyum melihatku yang mulai lincah berjalan dengan tongkat kruk , aku berjalan keluar dari kamar melangkah ke ruang tamu di mana oma dan Opa tengah duduk di sana .


Satu langkah,dua langkah , akhirnya aku sampai di tempat mereka .


Oma memelukku , mencium kedua pipiku .


"Selamat sayang" ucapnya riang melihat kemajuanku .


"Makasih Oma "


Aku senang sekali tinggal di rumah ini , Oma dan Opa sangat menyayangiku .


Aku duduk di tengah-tengah mereka , tiba-tiba dari arah pintu depan aku mendengar teriakan .


"Glen ma , Glen pa " ucapnya dengan suara cadel khas anak kecil .


Kami menoleh ke arahnya , ada sepasang orang dewasa juga seorang bocah laki-laki.


Aku mengernyit bingung ,sudah beberapa hari aku tinggal di sini baru kali ini aku melihat mereka.


Oma dan Opa belum pernah cerita tentang mereka , akupun tak pernah bertanya macam-macam.


Bocal kecil tadi menghampiri kami , mencium tangan Oma dan Opa bergantian .


Bocah yang sopan batinku .


Ia menatap ke arahku , aku ngeri dengan tatapannya yang seakan ingin menjadikanku korban kejahilannya.


Andai saja kakiku baik-baik saja , tentu dia yang akan jadi korban keusilanku terlebih dahulu .


"Ma , ini Denis ya ?" Tanya seorang wanita yang kulihat tadi .


Dia langsung memelukku , menciumku ,membuat lipstik merah darah di bibirnya tercetak jelas di pipiku .


Agresif sekali Tante ini , sudah seperti Tante girang saja .


Bocah kecil tadi melotot kepadaku, suatu alarm memintaku untuk tidak dekat-dekat dengan wanita yang kini tengah memelukku .


"Lepas mom !" Rengeknya , dia menarik ujung dress yang dikenakan mommynya .


"Iya iya Al "


Aku menghela napas lega , Untung saja si Tante segera melepaskan pelukannya.


"Kenalin , aku Tante Decha. Adiknya kak Miko , dan itu Tora , nah kalau ini Aldi anak kami , panggil saja Al" ucapnya mengenalkan diri sambil menunjuk satu persatu anggota keluarganya.


Ternyata dia adik daddy , yang tak lain adalah tanteku sendiri.


"Al , Salim dulu sama kak Denis " tutur Tante Decha kepada Aldi , anaknya .


"Hai kak ***** , namaku Al "


What ??? Dia salah memanggil namaku ! Geramku dalam hati .

__ADS_1


Sialnya Oma ,Opa , Tante Decha dan suaminya tertawa mendengar Aldi salah menyebut namaku .


"Denis , bukan ***** Al" ralat Om Tora .


"Cama aja kan pa ?"


"Beda , kamu gak boleh panggil kak ***** lagi ya.  Kak Denis , oke ?"


Aldi mengangguk , lalu membulatkan jari telunjuk dan jempolnya membuat tanda OK .


"Salim dulu sama kakak " Aldi mengangguk .


Dia tersenyum ke arahku , senyum devil ku rasa .


Aldi mendekatiku , lalu yang ia lakukan membuatku meringis kesakitan.


Ingin rasanya aku menangis kencang , Aldi dengan sengaja menginjak kaki kananku yang masih digips .


Rasanya amat sangat ngilu , seperti kakiku akan copot dari tulangnya.


Oma teriak histeris , Opa segera membaringkanku lalu menyelonjorkan kakiku di sofa .


Aldi tengah dijewer oleh Tante Decha , sialnya dia sama sekali tidak menangis.


Ku kira ia akan menangis jika dijewer ibunya , seperti kebanyakan anak seusianya.


Perlahan nyeri kakiku mereda , tak perlu dibawa ke rumah sakit pikirku .


Aku tertidur saat tak lagi merasakan sakit di kakiku , entah apalagi yang akan bocah lakukan nanti .


🌿🌿🌿🌿


Tante Decha beserta keluarganya menginap di rumah ini , aku harus siaga jika Aldi tiba-tiba menginjak kakiku seperti tadi siang .


Tante Decha masuk ke dalam kamarku "boleh aku masuk ?"


Aku memutar bola mataku malas , dia bahkan kini sudah duduk di ranjangku .


"Kak Feli apa kabar?" Tanyanya .


"Kelihatannya baik " jawabku asal , aku saja belum tahu kabar mami sekarang.


Pandangan tante Decha menerawang , seolah dia tengah membayangkan sesuatu "Aku kangen kak Feli " ucapnya.


Aku tak tahu sedekat apa hubungannya dengan mami dulu , secara mami kakak ipar tante Decha .


"Kenapa kamu bisa sampai ke sini ? Yang aku tahu , kak Feli sudah menutup akses hubungan keluarga kami dengannya "


Aku sempat terkejut , mami melakukan semua itu ?


Aku harus cari lebih banyak lagi apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu mami dan daddy , tinggal di sini memberi satu keuntungan untukku agar bisa mencari tahu semuanya.


"Aku yang ikut daddy ke sini Tante , daddy berjanji untuk mengurusku " ucapku .


"Lalu ke mana kakak ?" Tanyanya .


Aku mengedikkan bahu, aku sendiri tak tahu daddy ke mana .


Yang aku tahu , setelah pulang dari rumah sakit Daddy nampak kesal seakan menahan emosi .


Daddy juga belum terlihat dua hari ini , mungkin banyak yang harus ia kerjakan . Atau memang sengaja menjauhiku ? Aku tak tahu , yang terpenting aku nyaman di sini .

__ADS_1


"Mommyyyy" teriak Aldi dari kamarku .


Oh Tuhan , setan kecil itu mau apalagi?


Aku mengamankan kakiku saat Aldi naik ke ranjang , ia tersenyum tanpa dosa kepadaku .


Berikan aku keselamatan ya Allah , aamiin .batinku


"Maaf ya kak Denis , tadi Al gak sengaja " ucapnya polos.


Gemas sekali lihat wajahnya , namun aku tak mau terlena dengan kepolosan bocah berusia 4 tahun itu .


"Iya , kak Denis maafin "


Aldi tiba-tiba memelukku , membuat aku yang belum siap terbaring ke atas kasur .


"Al , jangan kayak gitu lagi !" Kata Tante Decha menasehati anaknya .


"Maaf mommy "


Aku bisa memaklumi sifat Aldi , bagaimanapun dia masih anak-anak.


Bagiku tak lama untuk bisa dekat dengan Aldi , kini kami bisa tertawa bersama-sama melihat tingkah lucu Aldi .


Rasanya aku ingin punya adik , segera ku tepis pikiran itu . Mami saja tidak bersuami , mana mungkin aku punya adik .


Saat kami sedang bersenda gurau , daddy ternyata sudah ada di ambang pintu kamarku .


Aldi memanggilnya masuk , daddy berjalan ke arah kami dengan malas .


Wajahnya nampak kusut pakaiannya berantakan , seperti  banyak masalah .


Dia duduk di samping tante Decha , ku dengar ia menghela napas berat.


"Kenapa kak ?"


"Masalah kantor " jawab daddy .


"Cerita lah "


Kedekatan tante Decha dan daddy membuat daddy dengan lancar bercerita , aku dan Aldi hanya menguping pembicaraan mereka.


"70% saham perusahaan terjual , aku tak pernah menjual saham sebesar itu . Investor menjual sahamnya pada satu orang , perusahaanku terancam berpindah tangan jika pembelian saham itu terus meningkat"


Tante Decha membulatkan matanya tak percaya "kenapa bisa begitu ? Siapa yang melakukannya kak ?"


"Seorang anak yang dulu pernah aku besarkan , aku rawat dengan kasih sayangku. Dia yang membeli semua saham itu , dan parahnya aku sama sekali tidak tahu jika sahamku telah terjual sebanyak itu " ucap daddy sedih .


Mata daddy berkaca-kaca "aku tak menyangka ia melakukan ini padaku "


Tante Decha berusaha menenangkan , ia mengusap lembut lengan daddy "yang sabar kak , aku yakin pasti ada orang dalam yang bekerja sama dengannya"


Daddy mengangguk , ia kembali menghela napas beratnya "satu keuntungan dari semua itu , ia tak membeli atas namanya.  Tapi atas nama Denis , anakku. Jika perusahaan itu berpindah tangan , aku tak menyesal . Toh nantinya Denis yang akan menjalankannya "


Hei , kenapa namaku disebut ?


"Sepertinya kamu harus pensiun dini kak , anakmu sudah besar . Setelah lulus nanti , biarkan dia yang mengurus perusahaanmu itu " ucap tante Decha.


Daddy hanya tersenyum getir , ku rasa bukan karena perusahaannya namun karena ia kecewa dengan seseorang itu .


Seorang anak yang pernah daddy besarkan , siapa dia ?

__ADS_1


Mungkinkah mas Adam ? Buat apa mas Adam melakukan semua itu ?


__ADS_2