
Felli merasa lapar karena sejak pulang dari Rumah Sakit belum memakan apa - apa, Felli juga merasa bosan karena sejak tadi Bian tidak kembali ke kamar menemaninya.
Felli berjalan menuruni tangga, terdengar seseorang sedang berbincang- bincang, Felli sudah menduga itu adalah Mama Retta bersama Clara. Banar ternyata dugaan Felli
" Ohh udah bangun kirain udah nggak akan bangun lagi " Sindir Mama Retta. Felli tidak menggubris nya Felli tetap berjalan ke arah dapur, Bagi Felli sindiran Mama mertuanya itu sudah hal biasa.
" Aku dengar kamu keguguran ya Fel? " Tanya Clara pada Felli sambil mendekati Felli
" Dulu nggak hamil - hamil sekarang sudah hamil malah keguguran, Memang nggak ada becus nya kamu itu sebagai Istri" Ujar Mama Retta, Sakit dan benar - benar sakit sekali hati Felli namun Felli tetap tahan untuk diam saja.
" Ya mungkin kamu tidak bisa memberikan keturunan untuk Bian, Jadi biar aku saja nanti ya" Ujar Clara pada Felli sambil tersenyum
" Maksud kamu Apa? " Kini Felli bertanya maksud perkataan Clara.
" Iya Biar Clara saja yang memberi kan Mama Cucu , karena kamu itu tidak bisa dan tidak becus sebagai Istri"
" Maksud kalian apa? Apa ada hal yang saya tidak ketahui selama ini? "
" Fellicia Kamu itu terlalu bodoh apa aku yang terlalu pintar? Jadi kemarin itu selama di Bandung aku sama Bian bukan pembukaan Cafe baru, Melainkan kita itu melakukan pernikahan. Nih lihat fotonya bagus kan? Bagus dong, Jadi nanti biar aku yang kasih anak buat Bian hahahahah" Clara menunjukkan hasil foto pernikahan mereka. Felli yang sedang memegang gelas dan akan mengambil minum sontak menjatuhkan gelas tersebut dan air matanya langsung jatuh.
" Ini cuma sandiwara kan Clara, Mah? " Felli meminta jawaban dari mereka, Felli menatap Mamah Retta dan Clara secara bergantian. Mereka tersenyum
" Buat apa kita bersandiwara Felli Felli kamu saja terlalu percaya dan terlalu mudah di bodohi hahaha " Clara merasa dirinya menang.
Bian kembali kerumah setelah dirinya merasa sedikit tenang, Bian juga terfikirkan Felli yang di tinggal di rumah takutnya terjadi apa - apa. Dan benar saja sesampainya di Rumah Bian sudah melihat Felli tengah bersama Clara dan Mamahnya dan kini Felli sedang menangis entah apa sebabnya. Bian langsung berlari menghampiri Felli
" Sayang kamu kenapa? " Tanya Bian pada Felli sambil memegang pundaknya.
Felli menepis pundakk Bian dengan kasar.
" Longgar, Jangan sentuh aku. " Ujar Felli sembari mengusap air matanya. Lalu Felli berlari menuju kamarnya.
" Mah, Clara apa yang kalian lakukan pada Felli? " Bian mencari jawaban pada Clara dan Mamahnya
__ADS_1
" Mamah nggak ngelakuin apa - apa orang Mamah diem aja " Mamah Retta langsung ngeloyor pergi takutnya di tanyain banyak hal.
" Clar, Apa yang sudah terjadi??? " Bian kini bertanya pada Clara berharap Clara bisa memberi jawaban , Namun bukannya Bian mendapat jawaban tapi Clara malah pergi menyusul Mama Retta.
" Aisshhh " Bian langsung menyusul Felli ke kamarnya
" Felli, Fell buka pintunya dong sayang " Bian mengetuk pintu kamar Felli yang kini terkunci
" Fell, Jangan begini dong, Kita bicarakan baik - baik ya Sayang aku mohon.!!! " Namun Felli tak kunjung membuka pintunya.
Bian memutuskan untuk mengambil kunci cadangan agar dapat membuka pintu kamarnya.
Ceklek
Akhirnya pintu kamar Felli terbuka juga.
" Felli kamu mau kemana ? Kenapa baju baju nya kamu masukin ke koper semua? " Bian bingung karena tiba-tiba Felli marah padanya dan mengemasi semua baju - bajunya.
" Aku mau pulang ke rumah Papip. " Felli masih terisak dalam tangisnya
" Kamu masih tanya kenapa Mas?? Jangan pura pura-pura bodoh jangan pura - pura ngga tau. Cukup aku saja yang kamu bodohi dan keluarga ini bodohi aku. " Tangis Felli semakin pecah
" Maksud kamu?! "
" Aku sudah tau apa yang kamu sembunyikan Mas, Aku sudah tau... Kamu menikah dengan Clara di belakang aku. Kamu khianati aku kamu duakan aku Mas. Masih kurang jelas juga? " Ujar Felli sedikit berteriak
" Fell Maafkan aku, aku salah Fell " Bian kini benar - benar merasa bersalah
" Cukup ya Mas. Selama ini aku selalu diam, Aku selalu mengalah dan menuruti kamu juga Mamah kamu. Walau aku selalu sakit hati atas perlakuan Mamah kamu tapi aku tetap bertahan Mas demi kamu. Tapi apa? ini balasan Kamu sama aku? " Felli mengeluarkan semua unek - unek nya yang selama ini pendam
" Maafkan Aku Fell, Aku khilaf aku minta Maaf " Bian terus memohon sambil ikut terisak
" Maaf kamu bilang Mas? Untuk menahan rasa sakit hati atas perlakuan orang tuamu mungkin aku masih bisa Mas, Tapi untuk di duakan maaf aku nggak bisa " Suara Felli semakin melemah, Felli merasa pusing kini pandangannya kabur dan semuanya gelap
__ADS_1
Brugghhh Felli terjatuh pingsan
" Felli.... Felll, Bangun Fell " Bian berusaha menggoyang - goyangkan tubuh Felli. Bian langsung mengangkat tubuh Felli membawanya ke Rumah sakit.
" Ada yang habis perang Dingin tuh Mah " Clara tersenyum bahagia
" Bagus deh, nggak lama lagi pasti Bian dan Felli akan bercerai " Ujar Mamah Retta yang bahagia melihat Felli dan Bian bertengkar.
.
.
.
Nikken melihat Laudya yang sedang berbelanja, Nikken langsung menghampiri Laudya.
" Kebetulan ya bertemu di sini " Ujar Nikken pada Laudya
" Mau apa Kamu? Butuh uang? Apa uang yang Nikko kasih masih kurang? " Tanya Laudya dengan sinis
" Dasar sombong mentang - mentang anak orang kaya"
" Lalu apa maksud kamu datang kesini menghampiri ku? Mau minta Nikko? Tidak akan, Nikko kini hanya miliku seorang "
" Silahkan saja, Aku tidak perduli dan mengharapkan Nikko. Tapi perlu kamu ingat ya Laudya yang sombong, Nikko itu belum bisa move on dari mantan kekasihnya itu. Dan kamu tau, Nikko memiliki anak dari wanita itu. Sampai saat ini Nikko masih sangat mencintainya, jadi jangan harap Nikko benar - benar mencintaimu. Mungkin kamu hanya sebagai pemain cadangan sepertiku yang bisa Nikko buang kapan pun dia merasa bosan bukan pemain inti. Hahaha " Nikken tersenyum puas, Wajah Laudya langsung pucat pasi karena kesal
" Siapa perempuan yang kamu maksud? "
" Ha-ha-ha penasaran? Kamu mau tau?? " Nikken semakin bahagia melihat Laudya yang terlihat begitu penasaran
" Siapa cepat bilang. "
" Namanya Michelle, dan anak laki - lakinya yang begitu ganteng dan sangat mirip dengan Nikko bernama Marvel Nicholas. Siap - siap saja kami di depak dan di tinggalkan Nikko kalau kamu tidak bisa menggantikan Michelle di hati Nikko " Setelah mengatakan semuanya Nikken tersenyum puas penuh kemenangan, Nikken pun pergi meninggalkan Laudya yang masih berdiri mematung memikirkan kata - kata Nikken.
__ADS_1
' Jadi itu alasan Nikko cuek, dingin kepadaku dan terkadang kasar, sering melamun. Aku harus cari tau siapa Michelle dan Marvel Nicholas' Gumam Nikken yang masih kesal