Broken Home

Broken Home
PART 20


__ADS_3

Author pov


Setelah pulang dari rumah Surya,Miko melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuah club malam di Jakarta baru kali ini dalam hidupnya masuk ke tempat nista itu .


Ia butuh hiburan , kata orang jika datang ke club malam bisa meringankan beban pikiran.


Miko memesan sebotol Vodka , mungkin minuman itu yang bisa diterima oleh lidahnya . Pasalnya Vodka hanya mengandung sedikit alkohol .


Ketika minuman itu datang , ia langsung meminumnya dengan sekali teguk .


Terasa pahit di tenggorokannya , namun memberi efek nyaman bagi kepalanya yang terasa tertumpu beban yang sangat berat dengan masalah yang menimpanya.


Perusahaan yang ia rintis dari bawah , sebagian besar bukan miliknya .


Saham telah dikuasai oleh anak tirinya -Adam , ternyata anak itu tidak bercanda dengan ucapannya waktu itu .


Miko mengedarkan pandangannya menyusuri club itu ,irama musik yang kencang cukup memekakan telinga nya .


Pandangan Miko jatuh pada seorang wanita tak asing baginya , wanita itu sedang meliuk-liukkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang menghentak .


Miko semakin memicingkan matanya , memastikan bahwa yang ia lihat benar Yasmin istrinya.


Tanpa pikir panjang , Miko turun dari kursi lalu melangkah cepat ke arah Yasmin yang sedang asik berjoget.


Ditariknya tangan Yasmin ketika Miko telah berada tepat di belakang wanita itu , kemudian ia menarik Yasmin menjauh dari kerumunan orang di sana .


"Lepas !" Pekik Yasmin .


Miko tak bergeming , ia membawa Yasmin keluar dari club itu .


Mata Miko memerah , campuran antara rasa marah dan efek Vodka yang sepertinya tak cocok dengan tubuhnya.


"Ini ! Ini yang kamu lakukan setiap hari Yasmin ? Kamu tinggalin anakmu di rumah sendirian? Melalaikan kewajibanmu sebagai seorang istri HAH !" Ucap Miko marah .


Miko menjelajahi tubuh Yasmin dengan matanya , pandangannya tertuju pada perut Yasmin yang mulai membuncit .


"Kamu ! Kamu hamil Yasmin !"


"Seperti yang kau lihat" ucap Yasmin enteng .


Yasmin hanya menatapnya santai , kedua tangannya terlipat di depan dada menantang Miko .


Miko mencengkeram erat kedua bahu Yasmin "katakan siapa yang menghamilimu!"


Yasmin menyentakkan tangan Miko "yang pasti bukan pria lemah syahwat sepertimu ! "


Tubuh Miko terdorong ke belakang saat Yasmin mendorong dadanya "kamu pikir wanita mana yang tahan tanpa disentuh ? Wanita mana yang tahan suaminya selalu memikirkan mantan istrinya!" Teriak Yasmin , ia menunjuk-nunjuk dada Miko dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


"Semua karna ulahmu sendiri Yasmin ! Kamu lalai dengan anakmu , lalai melayaniku !" Bentak Miko .


Keduanya saling mencari pembenaran atas kesalahan masing-masing , mencoba untuk membela diri .


"Terus apa mau mu sekarang!" Tantang Yasmin .


Miko mengepalkan kedua tangannya , menahan emosi agar tak melampiaskannya kepada Yasmin .


"CERAI ! AKU MAU CERAI ! AKU TALAK TIGA KAMU HARI INI !" teriak Miko tepat diwajah Yasmin .


Tak ada kesedihan bagi Yasmin , ia senang bisa berpisah dengan Miko .


"Baiklah . Pergi dari sini " usir Yasmin .


"Oke , segera ku urus perceraian kita di pengadilan!"


Miko pergi meninggalkan club itu , ia masuk ke dalam mobil dengan membanting pintu mobil dengan keras untuk meluapkan amarahnya .


Selama bertahun-tahun ia telah dikhianati oleh istrinya , bahkan Yasmin tengah mengandung entah anak siapa .


Perusahaan kacau , rumah tangga nya pun ikut hancur .


Selama ini ia bertahan hanya untuk Marsya , putrinya .


Miko harus segera pulang , mengemasi barang-barang Yasmin yang berserakan di rumahnya . Karena mulai hari ini , Yasmin bukanlah istrinya lagi .


Ia menuju kamar Yasmin , membawa beberapa trash bag untuk membungkus barang Yasmin.


Miko mengeluarkan satu persatu pakaian Yasmin , berikut dengan koleksi tas dan sepatu mahal milik Yasmin .


Miko tak menyangka , tagihan di kantornya membludak gara-gara Yasmin sering membeli barang mewah tak berguna itu.


Marsya mendekati kamar maminya yang terbuka , berharap yang di dalam adalah wanita yang selama ini ia rindukan .


"Mamii pulang ?" Teriak Marsya di ambang pintu .


Ia mengernyit ketika yang ditemui justru papinya , ia mendapati Miko tengah memasukkan salah satu tas kesayangan Yasmin dengan asal ke dalam kantong sampah yang ia bawa tadi .


"Pap , kenapa barang mami dimasukin semua ?" Tanya Marsya .


"Mulai sekarang dan seterusnya , mamimu tak lagi tinggal di sini " ucap Miko .


"Kenapa pap ?"


Marsya memandangi lemari yang telah bersih tak satu bajupun yang tersisa , Miko menghentikan kegiatannya lalu duduk di samping putrinya .


"Papi sama mami udah cerai secara agama , jadi papi kemasin semua kepunyaan mamimu " ucap Miko memberi pengertian.

__ADS_1


Marsya sempat shock mendengar bahwa papi dan maminya telah berpisah , tapi ini memang yang terbaik buat mereka berdua.


Marsya tak sedih sama sekali , ia juga tak mau melihat mereka saling menyakiti satu sama lain lebih baik kedua orang tuanya bercerai.


"semoga ini yang terbaik buat mami dan papi " ucap Marsya sendu ,  Miko memeluk Marsya seolah memberi tahu bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Mulai hari ini,  Miko berjanji akan menjadi ayah yang baik bagi putrinya itu.


Semua barang Yasmin telah terbungkus ,  Miko meminta satpam untuk membawa semua itu ke halaman depan rumahnya.  Biar saja nanti diambil oleh Yasmin , atau biarkan saja barang-barang itu dibersihkan oleh petugas kebersihan.


🌿🌿🌿🌿


Di rumah Surya setelah bangun pagi biasanya Denis akan berjalan-jalan santai di sekitar taman belakang rumah opanya , tapi tidak untuk hari ini .


Denis masih meringkuk di dalam selimutnya , badannya terasa panas .


Ia terus mengigau , memanggil nama Adam berulang kali .


Maya yang belum melihat cucunya keluar dari kamar , menghampiri kamar Denis untuk memastikan anak itu baik-baik saja.


"Mas ... mas Adam " lirih Denis .


"Mas.."


Maya mendekati ranjang Denis , disibakkannya selimut tebal yang menutupi tubuh Denis .


Peluh bercucuran di sekujur tubuhnya , Maya meletakkan punggung tangannya di kening Denis untuk mengecek suhu badan Denis .


"Astaga " Maya kaget , betapa panasnya kening Denis .


Perasaan semalam Denis masih sehat , apa mungkin masuk angin karena AC di kamar itu terlalu dingin ?


Maya segera menelpon dokter keluarganya , memberi penanganan yang tepat untuk Denis .


Tak berapa lama , dokter itu sampai di rumah Surya dan langsung memeriksa kondisi Denis .


Tak ada yang perlu dikhawatirkan , Denis hanya sedang rindu pada seseorang. Ia terus saja menyebut nama Adam , bisa jadi Adam lah yang akan menjadi obat bagi kesembuhan Denis .


Maya memberi tahu kepada Surya , ia meminta suaminya itu mencari alamat Adam .


Surya berpikir sejenak ke mana ia akan mencari Adam yang telah lama tak pernah ia tahu keberadaannya , Surya teringat keponakan Milka lalu menelpon Mama tiri dari Adam itu .


"Bagaimana pa ?" Tanya Maya .


"Papa sudah tahu alamatnya , biarkan Denis istirahat dulu ma " ucap Surya .


Maya mengangguk , ia kembali masuk ke dalam kamar Denis untuk menemani Denis .

__ADS_1


__ADS_2