
Bian sangat khawatir dengan keadaan Felli yang belum sadar juga. Bian menyalahkan dirinya sendiri. Karena dirinyalah Felli menjadi seperti ini. Setelah mendapat kabar dari Bian Michelle dan Mario langsung datang ke Rumah Sakit.
" Bian bagaimana bisa seperti ini? Apa yang terjadi? Felli baru saja pulang dari Rumah Sakit kenapa sekarang bisa seperti ini lagi? " Michelle langsung memberikan banyak pertanyaan pada Bian. Namun Bian hanya bisa terus menangis dan menunduk
" Mas aku kedalam dulu mau liat keadaan Felli" Michelle langsung ke dalam melihat keadaan Felli tanpa menunggu jawaban dari Bian.
" Bian sebenarnya apa yang terjadi pada Felli " Tanya Mario yang sedang bersama Bian.
" Ini semua salah aku Ka " Ujar Bian masih dengan meenunduk
Gilang yang sudah mendengar Felli di rumah sakit langsung menuju Rumah sakit. Gilang menduga Felli sudah mengetahui tentang Clara. Gilang mengepalkan tangannya membayangkan bagaimana orang tua Bian meremehkan Felli apa lagi Felli telah kehilangan janinnya.
Gilang melihat Bian tengah di luar bersama Ka Mario.
" Dasar laki - laki ngga bisa jagain Isstri. Setelah kamu menyakiti Felli berulang kali juga Mamah Kamu sekarang kamu Mau apa lagi Bian? Dari pada kamu terus menyakiti dan melukai Felli lebih baik lepaskan Felli.!!! Biar aku yang membahagiakan dia. ! " Gilang benar - benar emosi dan memegang kedua kerah Baju Bian. Gilang heendak memberikan pukulan pada Bian namun Mario menahannya.
" Sudah Gilang kamu tenang. Ini Rumah Sakit kasian pasien yang lain " Mario berusaha melerai keduanya.
" Dasar pengec*t, Gua nggak nyangka ya Bi. Loe benar - benar kelewatan. Di saat Felli membutuhkan lo kemarin lo malah enak - enakan dengan wanita lain. Sekarang Felli seperti ini pasti karena ulah perempuan itu juga nyokap lo" Gilang langsung menduga yang memang faktanya begitu adanya. Karena Gilang sudah melihat bagaimana Nyokap Bian. Dan Bian seorang laki - laki yang sangat menurut kepada Mamahnya.
" Maksud kamu apa Gilang? " Mario kini bingung dengan apa yang dimaksud oleh Gilang.
" Asal Ka Mario tau, Mamahnya Bian itu tidak suka dengan Felli dan selalu berusaha memisahkan mereka. Felli itu tertekan Ka tinggal di sana. Hanya Felli selalu berusaha bertahan demi laki - laki ini, Namun dia tidak memihak pada Felli justru dia lemah dan selalu membela Mamahnya. Dan setelah Gilang selidiki saat Felli kemarin keguguran dia malah mengkhianati Felli atas hasutan Mamahnya dengan menikahi perempuan pilihan Mamahnya " Jelas Gilang sambil menunjuk muka Bian. Bian merasa kesal atas perlakuan Gilang namun Bian tidak bisa melawan karena semua memang salah dirinya.
" BI, Kaka benar - benar nggak nyangka kamu sejahat dan setega itu pada adik Kaka. Kalo sampai Papip tau pasti dia akn sangat marah dan kecewa pada kamu Bi" Mario berusaha menahan emosinya dengan mengpalkan tangannya. Sesunguhnya Mario ingin memukul Bian atas perbuatannya pada Felli adik iparnya, Namun Mario menahannya. karena sekarang yangg terpenting keadaan Felli membaik dulu.
__ADS_1
.
.
.
Saat Michelle masuk Felli mulai tersadar
" Dekk... Ini Kaka. " Michelle mengusap rambut Felli dengan penuh kasih sayang
" Kak. Felli ingin pulang " Ujar Felli pada Michelle
" Sebenarnya apa yang terjadi dek? " Tanya Michelle meminta penjelasan pada Felli yang tiba - tiba ingin pulang.
Felli tidak berbicara namun Felli kini malah menangis
Michelle keluar membiarkan Felli untuk beristirahat dan menenangkan dirinya.
" Ada apa ini kenapa kalian ribut- ribut? " Tanya Michelle yang melihat Mario, Bian dan Gilang cekcok
" Ini Sayang ternyata Bian sudah menduakan Felli, Bian sudah menyakiti Felli " Ujar Mario pada Michelle. Michelle yang mendengarnya sangat syok. Michelle menampar Bian
plakkk
" Saya sudah percaya sama kamu untuk menjaga adik saya, tapi kamu malah menyakiti adik saya dan menduakan nya?!!! Benar - benar kurang ajar" Michelle sangat marah terhadap Bian.
__ADS_1
" Maafkan Bian Ka, Bian sudah mengecewakan Kaka, Bian tidak bisa menjaga Felli dengan baik. "Bian terus menunduk dengan penuh penyesalan. Semua orang di sana menyudutkan dan terus menyalahkan Bian.
Tidak lama kemua Clara dan Mamah Retta datang.
" Kalian jangan seenaknya menyalahkan Anak saya ya.!!! " Mamah Retta langsung membela Bian.
" Ohh jadi anda Mertua Felli yang meminta anaknya menduakan Felli? "Mario langsung menatap Mamah Retta dan Clara dengan tajam. Michelle memperhatikan mereka dan Michelle menduga wanita yang bersama mertua Felli itu ialah madunya Felli
" Iya betul. Memang saya yang meminta Bian untuk menikah lagi dengan Clara. Karena Felli itu tidak becus menjadi seorang istri. Masak saja tidak bisa, dia hanya bisa kerja, kerja, kerja. Bahkan memberi saya cucu juga dia tidak bisa menjaganya dengan baik. Wanita macam apa dia? " Mamah Retta benar - benar merendahkan Felli. Michelle merasa tidak Terima, Michelle hendak menampar Mama Reta namun mengurungkannya.
" Benar - benar nggak tau di untung ya Anda. Papip saya sudah membantu perusahaan Anda, namun kini Anda malah mnyakiti Felli bahkan Anda yang menghasut anak Anda untuk menduakan nya.?!! Anda juga wanita seharusnya Anda memliki perasaan sebagai wanita. Selama ini Felli menuntut apa dari Anda juga anak Anda.? Apa pernah menuntut lebih? Felli terus bekerja di saat sedang hamil kenapa? karena Felli tidak ingin merepotkan Bian, Selama ini Felli memenuhi kebutuhannya sendiri dengan uang dia sendiri. Sedikit pun Felli tidak memakai uang Bian. Dan bahkan Anda pun sering meminta uang dari Felli bukan untuk kebutuhan Anda sendiri?!! " Michelle tidak segan - segan untuk memojokan Mamah Retta, Bian terkejut dengan perkataan Michelle karena Bian baru mengetahui selama ini Mamahnya selalu meminta uang kepadanya. Bahkan Bian tidak pernah memberikan uang kepada Felli.
"Apa itu benar Mah? Mamah selalu meminta uang kepada Felli ? "
Bian menatap Mamahnya dengan tajam. Mamah Reta kini bingung akan mengatakan apa.
" Ya , Mamah kan juga butuh uang,, secara Mamah nggak kerja. Kamu juga nggak pernah kasih mamah uang kan" Ujar Mamah Retta membela diri
" Mamah ini keterlaluan yah"
" Sudah lah Bian, Ceraikan saja Felli kan sekarang sudah ada aku. Aku memiliki segalanya. Aku pun lebih cantik dari pada Felli, Aku bisa memberikan kamu anak nggak seperti Felli " Ujar Clara dengan sombong.
" Dasar j*lan* , Nggak tau diri nggak punya malu. Bisa - bisanya menyombongkan diri dengan merebut suami orang. " Gumam Gilang.
" Apa kamu bilang?!! " Clara merasa nggak Terima
__ADS_1
" Bian, Sudah tinggalkan Adik saya. Saya nggak rela ya adik saya terus - terusan kamu sakiti juga Mamah kamu sakiti. Saya nggak rela adik saya di madu oleh kamu. " Michelle lalu pergi