Broken Home

Broken Home
Episode 26


__ADS_3

" Felli, Kenapa kamu nggak hamil - hamil.? Kalian kan udah lama menikah.? " Pertanyaan Ibu Retta membuat Felli tersinggung


" Sabar dong Mah, Kan Bian juga masih sibuk. mungkin belum waktunya "Bian berusaha membela Felli


" Apa mungkin Kamu nggak mau punya anak dari Bian karena laki - laki yang waktu itu bersama kamu? "


" Siapa Maksud Mamah? " Pak Kuncoro penasaran dengan yang Istrinya bicarakan


" Ya bilangnya teman sekolah dan client bisnis tapikan nggak tau kebenarannya " Sindir sang Mamah yang kesal karena Felli tidak menanggapi nya


" Sudahlah Mah. Nggak mungkin Felli aneh - aneh lagian juga "


" Iya Bellain aja terus Istrinya nanti kalo beneran nyleweng baru aja tau rasa" .


Sampai di kamar saat mau tidur Felli masih terfikir kata - kata sang Mamah mertua. Felli bener - benar merasa tersinggung dengan ucapannya. Seperti menandakan dirinya tidak ingin mempunyai anak dari Bian suaminya.


" Sayang sudahlah jangan di fikirkan kata - kata Mamah. Dia mah memang begitu suka asal ceplos kalo ngomong "


" Tapi mau sampai kapan Mas?? Sampai kapan Mamah kamu terus seperti ini tidak suka dengan ku? Aku sudah berusaha untuk berbuat baik, menuruti semua kemauannya. Tapi tetap saja Mamah kamu begini. " Tidak sadar air mata Felli jatuh membasahi pipinya


" Maaf ya sayang atas perlakuan Mamah aku, Sudah jangan menangis" Bian menghapus air mata Felli lalu memeluknya agar Felli lebih tenang


" Dari pada sedih mending kita ****** aja. Kali aja langsung jadi" ledek Bian


" Jadi apa Mas? " Felli mengerutkan keningnya berusaha mencari jawaban


" Jadi anak sayang " Lalu Bian menoel dagu Felli berusaha menggodanya. Bian pun langsung menarik dagu Felli dan menc*mb* nya dan membawanya ke kasur.


Sudah lama sejak Felli pulang ke rumah Papip Hermawan dan di jemput kembali Bian tidak menikmati waktu berdua dengan Felli.


Bian langsung menc*um* leher jenjang Felli dan meninggalkan bekas merah disana. Dengan cepat Bian melucuti pakaian yang Felli kenakan hanya tinggal B*a disana. Sambil terus menc*um* Felli Bian berusaha melepas ikatan br* Felli, Akhirnya terlepas kini kedua benda kenyal favorit Bian dapat Bian n*kmati.


Bian langsung memainkan dengan satu tangannya dengan mer*mas nya hingga membuat Felli m*n*sah nikm*t, Bian mulai mel*mat yang satunya dengan lahap dan memainkan p*t*ngnya


" Siap sayang, Aku masukan ya" Felli hanya mengangguk


Bian pun memasukan intinya kepada milik Felli dengan sekali dorongan. Mereka pun menikmati d*sah*n - d*sah*n bersama hingga pencapaian dan menumpahkan laharnya di dalam rahim Felli. Yang berharap akan secepatnya menjadi sangat Bian junior.


Bian sedang berada di Cafenya. Dari 3 Cafe yang sudah Bian bangun kini tinggal 1 yang masih bertahan, Itu pun masih membutuhkan dana agar bisa lebih berkembang seperti dulu. Bian ingin meminta bntuan Felli namun Bian berfikir kembali Felli sudah membantu Perusahaan Papahnya yang mengalami kerugian. Nikko tidak ingin membebani istrinya kembali.

__ADS_1


" Hy Bi, Sibuk ya? Tumben Cafenya sepi banget Bi? " Clara yang tiba - tiba datang langsung menghampiri Bian


" Ya beginilah, karena semua menunya belum lengkap, Dan belum ada Chef yang bisa seperti Cheff Aldi"


" Kenapa nggak Chef Aldi aja suruh kembali Bi.? "


" Chef Aldi bayarannya Mahal Clar, Untuk saat ini aku belum bisa memberikan bayaran segitu disaat keadaan Cafe seperti ini. "


" Aku bisa bantu kamu Bi " Clara menganggap ini adalah kesempatan untuk mendekati Bian kembali


" Maksud kamu? "


"Iya aku bisa membantu untuk memberikan Modal di Cafe ini agar bisa berkembang kembali dan mengajak Chef Aldi disini. Gimana? "


Bian berfikir sejenak untuk tawaran Clara. Di satu sisi Bian memang sangat membutuhkan tambahan modal untuk Cafe nya, Namun Bian bingung jika langsung menerimanya. Takutnya Felli salah paham dan Clara berfikir bahwa dia memberinya peluang untuk masuk kembali dalam hidupnya


" Bi, Jangan berfikir aneh dulu. Aku hanya ingin membantu perkembangan Cafe kamu. Nggak ada maksud lain. Anggap saja ini modal aku menginvestasikan dana di Cafe kamu" Clara mencoba membujuk Bian agar menerima tawarannya.


" Oke. Baiklah aku Terima tawaran kamuu" Bian mengulurkan tangannya pada Clara dan Clara pun menerimanya. Mereka pun saling berjabatan


" Nikko, hari ini tolong kamu gantikan Papah untuk Meeting ya . Papah lupa ada acara lain yang nggak bisa di wakilkan " Ujar Pak Hendro pada Nikko


" Iya Pah, "


" Nanti sekertaris Papah akan nemenin Kamu dan nyiapin berkasnya"


Nikko pun bersiap untuk berangkat Meeting dengan Client yang Papah mertua maksud bersama Pritta sekertaris sangat Papah.


" Kita Meeting dengan siapa Prit? "


" Dengan Wiraguna Corporation Pak"


" Sudah siap semua kan berkasnya Prit?


" Sudah Pak"


Nikko dan Pritta pun sampai di salah satu Caffe yang berada di Jakarta.


" Mohon maaf sudah lama menunggu " Nikko pun menjabat tangan Felli dan Mario.

__ADS_1


" Tidak masalah, Kami pun belum terlalu lama" Ujar Mario pada Nikko.


Felli terus memperhatikan Nikko, Karena Felli merasa tidak asing dengan wajah sang lelaki. Makin lama di perhatikan semakin mirip dengan Marvel keponakannya.


Hingga saat Meeting pun Felli tidak fokus. Nikko sudah tau jika Client nya adalah perusahaan milik keluarga Michelle dan Nikko memperhatikan Felli yang sepertinya mencurigai Nikko.


" Felli, Kenapa kamu nggak fokus saat Meeting? Apa yang mengganggu fikiran kamu.? Apa ada masalah? " Mario pun langsung menanyakan pada Felli


" Ka, Felli merasa nggak asing sama muka Pak Nikko. Felli ngerasa mukanya sangat mirip dengan Marvel Pak. Apa mungkin ada hubunganya dengan Marvel? " Felli langsung terus terang pada Mario


Mario pun merasakan hal yang sama, Karena Mario belum pernah tau dan kenal dengan Papah kandungnya Marvel yang kini sudah menjadi Papah sambungnya. Namun Mario memilih diam.


" Mungkin itu hanya perasaan Kamu,. Ayo kita kembali ke Kantor".


Felli merasa mual, dan pusing. Nafsu makan Felli pun hilang, Setiap makanan yang masuk pasti langsung di muntah kan


" Mas , Koq badan aku nggak enak banget ya, makan pun nggak enak selalu di muntah kan lagi"


" Kamu sakit sayang? Mau aku antar ke dokter? "


" Nanti aja deh Mas. Mungkin hanya kecapean. "


Felli memutuskan untuk tetap ke Kantor, Karena jika Felli tidak bekerja Felli tidak mungkin bergantung pada Bian yang sedang tidak baik - baik saja keadaan Cafenya.


Bahkan kebutuhan Rumah dan Ibu nya pun selalu Felli yang memenuhi.


Gilang hari ini ada Meeting dengan Mario Kaka ipar Felli. Pagi - Pagi Gilang sudah berada di Wiraguna Corporation.


" Gilang, Pagi banget datengnya " Ujar Felli menyapa Gilang


" Iya nih sengaja biar Ka Mario nggak nungguin. Nggak enak kalo di tungguin heheh "


" Mau nunggu di ruangan Gue nggak? "


" Ah nggak usah deh disini aja sambil cuci mata" ujar Gilang sambil cengengesan


" Gua duluan yah" Baru saja Felli berjalan beberapa langkah kepalanya terasa pusing, pandangannya ngeblur dah akhirnya Brughhh Felli terjatuh pingsan


" Felli... Felli... Bangun Fell. " Gilang langsung menangkap Felli, Gilang berusaha membangunkannya namun Felli tidak sadarkan diri. Gilang pun menggendongnya dan membawa Felli ke Rumah sakit

__ADS_1


__ADS_2