Broken Home

Broken Home
bab 59


__ADS_3

alex berjalan menuju tempat toko photo copy.


tempat itu langganan bagi ceo. dan yang membutuhkan edit photo. penjaga toko itu pun sudah tidak canggung lagi untuk ngobrol dan saling menyapa dengan pelanggan. termasuk kepada alex dan bagas.


"selamat sore Pak alek." sambut karyawan toko ramah.


"sore juga.. " jawab alex sembari duduk di kursi plastik.


"ada yang bisa dibantu? "


"oh iya , bikin spanduk buat di kantor untuk menyambut ulang tahun bos besar" jawab alex menyodorkan kertas yang bertuliskan nama bos besar dan photo beliau.


"siap siap" jawab karyawan itu mengganggu tersenyum.


"oh iya, tadi pak bagas kesini abis ngapain? " tanya alex penasaran.


"oh itu,, beliau meminta tolong untuk melihat photo editan" jawab karyawan toko sembari menyiapkan alat alat untuk pesanan alex


"photo editan maksudnya? " tanya alex penasaran.


penjaga toko itu pun menceritakan masalah bagas kepada alex.


sementara, bagas sudah sampai rumah. Dia masuk ke dalam rumah, didalam rumah dia menjumpai Raisa dan anis yang masih ngobrol.


"papah sudah pulang? " tanya Raisa menoleh kearah bagas.


"iya... siapa dia mam? " tanya bagas melirik dan tersenyum kepada anis.


"oh, ini anis pak. anak kepala sekolah" jawab Raisa memperkenalkan anis kepada bagas.


dengan sopan santun anis menyalami tangan bagas. bagas menyambut baik etika anis.


"saya anis om. teman Radit satu sekolah tapi beda kelas" dengan suara lembut anis memperkenalkan diri.


"oh iya, salam kenal ya anis" jawab bagas


"mana radit? " tanya bagas melirik Raisa.


"lagi belajar di kamar" jawab Raisa.


"oh, oke. papah ganti baju dulu" ucap Bagas pergi meninggalkan mereka.


Raisa tersenyum kepada anis.


"Anis tunggu disini ya. tante mau ngomong dulu sama om" ucap Raisa

__ADS_1


"baik tante silakan" jawab Anis.


Raisa segera menyusul Bagas yang sudah berada dikamar.


"pah.. gimana papah udah berhasil menemukan pelaku yang ngedit photo papah? " tanya Raisa penasaran.


"belum mah" jawab Bagas murung.


Bagas merebahkan badannya ke kasur. menghilangkan rasa penat dan pegal seluruh tubuh.


"kok belum si pah? " tanya Raisa kecewa.


"ga segampang itu mah. kita juga ga sembarangan mitnah orang. mamah yang sabar. kita pasti tau siapa pelakunya. karena papah tidak akan diam sebelum ketemu orangnya" jawab Bagas berkeyakinan masalahnya akan terselesaikan satu persatu.


"iyan tapi sampai kapan pah? " tanya Raisa cemberut.


"yang penting hubungan kita kembali lagi seperti dulu. diantara kita tidak ada lagi kebohongan sayang" jawab Bagas mencoba menenangkan hati Raisa.


"iya deh... tapi... mamah pingin secepatnya tm semuanya terbongkar pah. biar kita damia dan aman lagi" jawab Raisa merengek layaknya anak kecil


"iya iya papah tau. yang penting diri kitanya tidak tergoyahkan lagi dengan apapun juga" Bagas menasehati Raisa dengan tegas.


Raisa terdiam sejenis.


"Radit kenapa mah, ada temannya kok. ga mau nemenin sih? " tanya Bagas penasaran.


"iya lagian ngapain dia kesini. tau Radit gak bisa diganggu dulu" Celetuk Bagas


"ga tau juga pah. tapi, dia cantik dan pintar pah. ngobrolnya bikin nyaman mamah aja" jawab Raisa girang.


"iya ama mamah bisa bikin nyaman. tapi, kalau ama Radit gimana? " tanya Bagas memikirkan perasaan Radit


"mana mamah tau" jawab Raisa cuek


"mah, kalau Radit suka sama dia. meskipun sebagai fokus belajar. pasti dia temui dan nemenin dia mah" ucap Radit menyadari Raisa..


"jadi menurut papah? Radit tidak suka sama dia? " tanya Raisa melongo


"iya sepertinya begitu" jawab Bagas menduga kalau Radit tidak senang dengan kedatangan Anis.


"aduh.. papah ini sampai berpikir sejauh itu. mamah kan udah bilang Radit fokus belajar dan ga bisa diganggu. jangan kan ada Anis datang. kita aja atau bi inah ada keperluan ama Radit. Radit cuek dan ga ingin diganggu. bukan hanya kepada Anis saja pah" bantah Raisa yang tidak suka dengan ucapan Bagas.


"ya udah terserah mamah aja mau berpikir apa aja" jawab Bagas malas untuk membahas hal yang ga penting baginya.


"gitu dong pah! lagian mamah suka ama Anis. selain pintar, baik, sopan santun juga cantik banget pah. cocok ama Radit anak kita. tar kalau mereka nikah. kita punya cucu cakep dan cantik seperti ibunya" gemas Raisa senang sudah berpikir jauh tentang jodoh Radit.

__ADS_1


"soal itu gimana Radit saja mah. kita sebagai orangtu tidak bisa memaksa dia. malah kita harus mendukungnya mungkin pilihan dia adalah kebahagiaan dia" jawab Bagas yang tidak menyetujui perjodohan terhadap Radit


"ikh papah nih gimana sih? mamah yakin pasti Radit suka ama Anis" Raisa tidak mau kalah dengan Bagas.


sementara alex melihat sekitar toko. dia melirik atas toko yang membuat hatinya mengganjal. tiba tiba dia menemukan ide untuk mencari jawaban permasalahan Bagas. alex pun secara diam diam menyelidiki masalah Bagas.Ia tersenyum senang setelah melihat CCTV di atas rolling door toko.


"CCTV rusak gak? " tanya alex menengok karyawan toko yang sedang bikin spanduk.


"ga pak. ada apa ya pak? " tanya karyawan toko merasa aneh dengan pertanyaan alex.


"boleh saya meriksa satu persatu? " ijin alex menatap serius kepada karyawan toko.


karyawan toko pun melirik CCTV yang te pasangan itu.


"boleh sih pak. tapi saya minta ijin dulu ke bos saya" jawab karyawan itu ragu ragu.


"oke.. aku tunggu ijinnya bos kamu ya" jawab alex menghadapinya dengan tenang..


"baik Pak, sebentar saya hubungi bos saya dulu" ijin karyawan toko mengambil hp yang tergeletak di atas meja.


"oke" jawab alex santai.


sementara Dimas dan jaki sedang menikmati kopinya di caffe shop. sambil cuci mata melirik gadis gadis yang berdatangan ke caffe shop. ada juga diantara mereka yang berpasangan. duduk berduaan. tempat itu memang tempat tongkrongan anak muda. mereka kadang mendapatkan tambah tambah pertemanan. namun, beda dengan jaki dan Dimas yang sejak dulu sering ketempat itu hanya sekedar nongkrong sambil minum kopi.


"kalau ada Radit lebih seru nih" ucap jaki teringat Radit.


"pastilah. cuma kalau ada Radit. cewek cewek disini pada caper hahaha" jawab Dimas tertawa lepas


"benar juga sih. sayangnya Radit terlalu cuek dan dingin terhadap cewek cewek" jaki meyayangkan sikap Radit.


"iya sih. Tapi, Anis ngapain ya nanyain Radit?" sambung jaki penasaran


"mungkin cuma sekedar kepo aja" jawab Dimas asal asalan..


"masa sih? " tanya jaki penasaran..


"bukannya ama lu ditanya kek waktu dia nanyain Radit?" hardik Dimas..


"iya ga kepikiran! " bantah jaki


"jangan jangan kerumah Radit?? " tebak Dimas spontan..


jaki terkejut mendengar celutukan Dimas.


sementara alex yang sudah mendapatkan ijin dari pemilik toko. mulai menjalankan rencananya. yaitu memeriksa CCTV toko tesebut.. siapa tau ada sesuatu yang bisa menolong Bagas?

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2