Broken Home

Broken Home
bab 55


__ADS_3

bi Inah seperti bermimpi melihat kedatangan Radit. Dia menepuk kedua pipinya. Namun, dia merasa kesakitan dan Tidak sedang bermimpi.


"RADIT!!" seru BI Inah langsung memeluk Radit bagaikan ke anaknya sendiri. Bi Inah menangis terharu dan senang. Meluapkan rasa cemas dan rindu dengan Radit. Radit pun memeluk bi Inah seperti ke ibunya sendiri. Namun, baru kali ini Radit merasakan pelukan seorang ibu. itu juga dia dapatkan dari BI Inah.


"nak Radit...kemana saja nak...bibi mencemaskan kamu nak" tanya Bi Inah mengusap kedua lengan Radit. Dimas dan jaki terbaru sampai meneteskan air mata. tanpa mereka sadari mereka menangisi pertemuan antara anak dan ibu. Namun, bukan ibu kandung melainkan asisten rumah tangga. yang sudah dianggap seperti ibu kandung.


"baik baik saja bi" jawab Radit menyeka air matanya.


"syukurlah nak kalau baik baik saja nak." ucap bi Inah.


Bi Inah melirik Dimas dan Jaki.


"pasti kalian yang telah membawa pulang mas Radit kan?" tanya Bi Inah tersenyum.


Dimas dan jaki tersenyum. dan mengangguk.


"makasih ya...kalian memang anak anak yang baik. Mari masuk sini" ucap bi Inah melambaikan tangan.


mereka pun masuk kerumah Radit. Dan menyalami tangan bi Inah.


"silahkan duduk. bibi siapkan minum buat kalian" ucap bi inah tersenyum.


"terimakasih bi" jawab Dimas dan jaki serentak.


Bi Inah mengangguk.,


"bi..papah dan mamah kemana?" tanya Radit menanyakan orangtuanya.


"mereka ada dikamar" jawab bi Inah dengan wajah bersedih.


"kenapa bi?" tanya Radit heran.


"bapak datang kerumah dengan wajah memar. Sepertinya sudah bertengkar" jawab bi Inah.


Radit sudah tau dari Vidio yang menyebar di media sosial. namun, dia pura pura tidak tau didepan bi Inah.


"jadi bapak juga sering menasehati dan menyadari ibu. supaya berubah sikapnya" sambung bi Inah.


"nak Radit mau ketemu sama ibu dan bapak. bibi kasih tau ya ke ibu dan bapak"


"ga usah Bi. nanti saja" Jawab Radit melarang Bi Inah.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu. bibi kebelakang dulu ya" bi Inah pun berpamitan kepada mereka.


"iya bi" jawab singkat Radit.


Radit pun duduk di sofa ruang keluarga bersama jaki dan Dimas.


Sementara dikamar Bagas dan Raisa.


Raisa terkejut bukan main. Dia baru sadar kelakuan jahat wisnu setelah melihat perbuatan Wisnu terhadap Bagas. Dan setelah melihat Vidio di media sosial soal pertengkaran mereka.


Raisa meneteskan air mata saat mengobati luka wajah pada Bagas. Bagas melihat Raisa menetas kan air mata.


"kamu menangisi aku?" tanya Bagas menggoda Raisa.


Raisa tercengang mendengar ucapan Bagas.


"ga usah kamu sembunyikan air mata mu itu. Menangis lah saat kehilangan Wisnu" sambung Bagas menyindir.


"kamu ngomong apa sih?" tanya Raisa dengan bibir bergetar menahan tangis. (Aslinya Raisa pingin mewek huhu)


"aku ngomong apa adanya" jawab Bagas santai.


"kamu ga tau apa yang ada dipikiran ku" bantah Raisa mengelak.


Raisa merenungkan setiap ucapan Bagas. Dia merasakan ketegaran hati Bagas. Kini Raisa semakin sadar dengan perbuatannya selama ini mengkhianati Bagas. Namum, disisi lain masih ada unek-unek dihati Raisa. Dia cemberut lagi.


"ada apa lagi manyun?" tanya Bagas heran


"sekarang kamu sudah membongkar kejahatan wisnu. tapi,..." ucap Raisa tidak diteruskan.


"tapi ...apa?" tanya Bagas penasaran


"photo kamu" Jawab Raisa jutek.


"oh...tenang saja..selama aku masih dijalan yang benar..aku akan membongkar satu persatu. asal kamu percaya padaku. Kalau yang di photo itu bukan aku" ucap Bagas mencegah pertengkaran lagi.


"buktikan saja kalau memang itu bukan kamu" pinta Raisa


"siap ratu hatiku" jawab Bagas merayu Raisa.


Raisa tersenyum kecil lalu mencubit tangan Bagas.

__ADS_1


"aduh sakit" seru Bagas pura pura sakit.


"abis kamu daritadi becanda melulu." jawab Raisa tersenyum.


"nah gitu donk... senyuman itu berikan pada suami mu bukan pada ...."


"udah ah..." Raisa segera memotong perkataan Bagas. Karena dia tidak ingin mengingatkan kepada Wisnu.


Raisa beranjak dari tempat duduknya. Dia segera keluar kamar. Raisa terkejut melihat Radit dan kedua sahabatnya. Begitu pun dengan Radit dan kedua sahabatnya mereka melihat Raisa yang baru keluar kamar.


"Radit..." ucap Raisa gemetaran.


Radit segera bangkit dari tempat duduknya. Dan mendekati Raisa.


"mam.." sapa Radit bersuara pelan.


Raisa spontan memeluk Radit. Radit terkejut untuk pertama kalinya Raisa memeluk Radit.


"Radit...kemana aja kamu nak...mamah kangen kamu" ucap Raisa menangis. sama hal dengan apa yang dilakukan bi inah kepada Radit.


Namun, bedanya Raisa menciumi kedua pipi Radit dan kening Radit. Sehingga Radit merasakan kasih sayang seorang ibu.


Mendengar kegaduhan diluar kamar. Bagas segera bangun dari tempat tidur. Dia pun keluar karena penasaran.


"ada apa mam?" tanya Bagas membuka pintu.


Sontak saja Bagas terkejut melihat kedatangan Radit.


"Radit.." Bagas pun memeluk Radit erat erat. Kini Radit benar benar merasakan pelukan hangat dari orangtuanya. Yang telah lama hilang begitu saja semenjak kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaan nya masing masing. dan tentang perselingkuhan diantara mereka. Kini suasana rumah Kemabli hangat dan romantis. Begitupun dengan bi Inah. merasakan kerja dirumah majikan yang tentram dan nyaman. bi Inah menyiapkan makan untuk mereka. diruang tamu mereka pun berbincang bincang. Radit menceritakan kemana selama ini dia menghilang. Dan juga menceritakan soal Alya kepada orangtuanya. sontak saja orangtuanya terkejut mendengar semua tentang Radit. Meskipun mereka sudah tau dari kedua sahabatnya. Namun, jelas ceritanya sama dengan Radit. Akhirnya mereka kumpul makan bareng. Raisa menyiapkan nasi untuk Bagas dan Radit. Sedangkan kedua sahabatnya disuruh mengambil masing masing dengan sepuasnya. Tanpa malu malu lagi mereka pun makan bersama keluarga radit.


sementara Wina yang sudah mengetahui kabar kericuhan di cafe shop yang dilakukan oleh Bagas dan wisnu. Membuat Wina semakin tidak tenang. Dia segera menemui Wisnu dirumahnya. Wina mengetuk pintu. Tak lama kemudian Wisnu membuka pintu.


"ada apalagi kamu datang kesini?" tanya Wisnu ketus.


"apa yang kamu lakukan di cafe shop. Kenapa bisa ceroboh gitu!" jawab Wina kesal.


"aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan mu.. sekarang kamu pergi dari rumahku ini"usir wisnu geram.


"karena kecerobohan kamu. Raisa dan Bagas Pasti akan bersatu lagi!" Jawab Wina ketus.


"itu bukan urusan ku lagi,! aku tidak ingin berurusan lagi dengan Mereka!". Bantah Wisnu yang sudah menyerah untuk mendapatkan aset aset Bagas.

__ADS_1


"lemah ! begitu saja sudah menyerah!" Wina mencaci Wisnu. Lalu, dia segera pergi meninggalkan tempat itu. Wisnu semakin geram di hina Wina yang mengatakan dirinya lemah...


bersambung...


__ADS_2