Broken Home

Broken Home
bab 52


__ADS_3

Tak lama kemudian Raisa datang. dia disambut dengan kebencian Dimas. Raisa yang berjalan menuju kamar. dikejutkan oleh Bagas Yang sedang duduk disofa ruang keluarga.


"darimana saja kamu?" tegur Bagas kesal.


Raisa menoleh...lalu Membuka pintu kamar dan masuk kekamar tanpa pedulikan Bagas.


"Raisa! Aku sedang ngomong sama kamu!" bentak Bagas mengejar Raisa kekamar


"aku cape ingin istirahat!" jawab Raisa cuek.


"sudah cukup ya Raisa! Aku sudah berapa kali peringatkan kamu! putuskan Wisnu! Atau aku yang bertindak!" ancam Bagas kesal.


"kamu pikir aku tidak sakit hati. Kamu khianati aku lebih parah dariku!" bantah Raisa ngotot


"maksud kamu apa?" tanya Bagas aneh.


"keslahan aku kau cari cari terus. Tapi, kesalahan kamu kau tutupi..aku diam buka berarti mengalah" ucap Raisa meluapkan emosi.


"keslahan aku apa. Aku sudah memutuskan hubunganku dengan Wina dari dulu. Sekarang kamu tidak segera memutuskan hubunganmu dengan Wisnu. Kamu benar benar minta cerai dari aku?" tanya Bagas tegas.


"perselingkuhan ku dengan Wisnu tidak sekeji dan sehina kamu!" Raisa mengalihkan pembicaraan dan menyudutkan kesalahan Bagas yang tidak Bagas lakukan sama sekali.


"maksud kamu apa sih? kamu ga usah bertele tele Raisa..yang kamu omongin tuh keslahan aku yang mana?" tanya Bagas Bingung.


"oh memang ya..kamu egois! Kamu pintar sembunyikan kesalahan mu. Kamu lupa dengan masalah kamu?" tanya Raisa balik nanya dengan mata melotot.


"maksud kamu poto poto itu ya?" tanya Bagas mencoba bersabar.


Raisa Mendelik.


"oke aku jelaskan sama kamu. Aku tidak tau wanita yang ada dipoto itu. Aku juga tidak merasa kalau itu diriku sendiri. Wajah boleh saja sama tapi itu bukan aku! Paham!" bantah Bagas yang memang tidak merasa kalau itu dirinya.


"masih saja tidak mengakui" ketus Raisa.


"wajar aku tidak mengakui karena memang itu buka aku!" bantah Bagas mengelak.


"aku ini sedang difitnah Raisa. Ada seseorang yang mau menghancurkan kita. Aku belum tau siapa orang itu. Apa jangan jangan Wisnu pelakunya " tuding Bagas memfitnah Wisnu lah pelakunya.


"sekarang kamu menyalahkan oranglain. Tanpa mengeroksi dirimu sendiri. pintar ya kamu. Bisa nya menyalahkan orang lain saja! Pokoknya aku minta cerai. Dan minta setengah harta hak aku" tanpa basa basi Raisa langsung meminta harta gono-gini.

__ADS_1


"udah jelas ya..kamu minta cerai denganku dan minta harta padaku..karena Wisnu kan yang menyuruh kamu?" tebakan Bagas tidak meleset. Dari ucapan Raisa saja sudah ketahuan kalau dia hanya di perbudak oleh Wisnu.


Raisa hanya diam Mendelik.


sementara Anis mendekati Alya. Alya bengong melihat kedatangan Gadis yang tidak dikenalnya.


Anis tersenyum melihat Alya yang merasa ga kenal dengan Anis.


"hai, kamu temannya Dimas dan jaki ya?" tanya Anis mengejutkan Alya,


"kamu siapa?" tanya Alya penasaran.


"aku teman sekolahnya mereka..oh iya kamu kenal Radit juga?"


"iya aku kenal dia" jawab Alya menatap wajah Anis


Anis mendelik melirik perut Alya. Hingga Alya tersinggung dengan lirikan mata Anis yang tidak suka itu


"jadi kamu kenal Radit juga. Terus... kamu tau keberadaan Radit?" tanya Anis semakin penasaran dengan gadis yang didepannya.


Alya menggeleng kan kepala. Anis tersenyum melihat kepolosan Alya.


"ada apa kamu kesini?" tanya Alya mengalihkan pertanyaan Anis.


"aku kesini ingin memastikan saja.. kehamilan mu itu...hasil anak dari siapa? Dimas, jaki atau Radit?" pertanyaan Anis membuat Alya terkejut. Dia benar-benar tidak menyangka kedatangan Anis hanya untuk mencela dirinya.


"maksud kamu apa?" tanya Alya mulai berkaca kaca karena merasa sedih dengan pertanyaan Anis yang keterlaluan.


"iya ga ada maksud apa apa sih..cuma..mau ngasih tau aja"


"soal apa?" Alya masih bertahan dengan kesabaran nya mengahadapi Anis.


"semoga itu bukan anak Radit dan semoga kamu ga ada hubungan nya apa apa dengan Radit" ucap Anis ketus.


"maksud nya?" Alya masih belum paham perkataan Anis.


"aku dan Radit sudah lama pacaran semenjak masuk sekolah udah hampir tiga tahun .tapi, kini aku bersedih sebagai seorang pacar. Kemana Radit berada.. Padahal dia sudah berjanji kalau sudah lulus ujian sekolah. dia mau bertunangan denganku" ucap Anis berbohong kepada Alya. dengan berharap kehamilan Alya tidak ada hubungannya dengan Radit. sontak saja Alya terkejut mendengar ucapan kebohongan Anis itu. Dia benar-benar tidak menyangka Radit akan berbohong padanya.


"sekarang Radit malah pergi dari rumah.. padahal kalau ada apa apa selalu ngomong sama aku dulu" Anis memancing Alya untuk buka suara dimana keberadaan Radit. Anis menyangka Alya akan mengetahui keberadaan Radit. setelah Anis puas bersandiwara Anis segera berpamitan kepada Alya.

__ADS_1


"oh iya...aku pulang dulu ya... Siapa tau Radit datang kerumah ku" sambung Anis berpamitan dengan Mendelik ketus melihat perut Alya. Anis pun segera pergi meninggalkan Alya. Alya merasa kecewa dengan Radit..dia mengira Radit membohongi alya dan mempercayai ucapan Anis. Seketika Alya meneteskan air mata. merasa tersakiti dengan ucapan Anis. Radit Yang selama ini dia kenal sebagai lelaki baik dan bertanggung jawab. Namun, tidak menyangka akan sama saja dengan lelaki yang pernah dia kenal sebelumnya. Alya berlari kecil menuju kamar dia menutup pintu dan menguncinya.


lalu menangis sejadi-jadinya.


Sementara Radit yang sedang mengumpulkan ikan. Dan siap untuk dibakar. teringat dengan Alya. Tiba tiba teringat dengan Alya. pak tua sudah menyiapkan api unggun kecil untuk membakar ikan.


dia Melihat Radit yang sedang melamun.


"ada apa?" tanya pak tua mengejutkan Radit.


"saya tiba tiba teringat Alya pak " jawab Radit mencemaskan Alya.


"mungkin dia akan melahirkan "jawab pak tua


"apa mungkin pak..apa aku harus menemui Alya?" tanya Radit bingung.


"temui lah sebelum terlambat " jawab pak tua ngasin saran..


"baik pak...tar malam aku temui dia"


"kenapa menunggu nanti malam?" tanya pak tua merasa aneh.


"kalau malam Tidak banyak orang mengenali ku" jawab Radit yang masih diposisi sembunyikan diri.


"mau sampai kapan kamu begini terus?" tanya pak tua menatap tajam wajah Radit


"sampai kedua orang tua ku sadar dengan kelakuannya" jawab Radit bersikeras mempertahankan hubungan orangtuanya.


"hmmm..." gumam pak tua mengangguk paham.


Sementara Raisa Bingung harus menjawab apa.


"aku akan terus mencari orang yang sudah menyebarkan fitnah ini. Siapapun dia orangnya akan aku beri pelajaran" gumam Bagas dendam pada orang yang sudah mencoba memfitnah nya dengan foto foto itu. Raisa hanya diam.


"kamu tidak pernah menanyakan kabar Radit. Kamu tidak mencemaskan Radit. Malah minta cerai mengurusi urusan mu saja. Kamu jangan egois Raisa. Kamu harus sadar radit itu anakmu. Kamu itu berhati apa sih?" tanya Bagas bingung menyikapi sikap Raisa yang tidak berubah rubah..


Raisa lagi lagi diam tidak menjawab pertanyaan Bagas. Entah apa yang sedang dia pikirkan....


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2