
jalan dipadati dengan kendaraan yang lalu lalang memadati ibu kota. nampak Wisnu sedang mengendarai mobil. Hari ini dia janjian bertemu dengan Wina. setelah di pecat Wina menghubungi Wisnu. untuk merencanakan sesuatu yang membuat keluarga Bagas terancam. Wisnu memarkirkan mobil di tempat parkiran restoran. Tempat biasa dia makan. dengan suasana yang sejuk dan aman buat ngobrol.
Wisnu melihat Wina yang sudah berada di tempat.
"ada apa kau nyuruh aku kesini? " tanya Wisnu sedikit ketus. sambil menarik kursi buat duduk.
"aku dipecat Bagas" jawab Wina dendam.
"kerena kebodohanmu? " ledek Wisnu
"saat ini bukan waktunya untuk berdebat diantara kita. tapi, waktunya bagaimana untuk membalaskan dendam kita" pekik Wina
"hmmm" Wisnu berpikir untuk menghancurkan keluarga Bagas.
"aku tau caranya" ucap Wisnu tersenyum licik.
"apa? " tanya Wina penasaran.
Wisnu tersenyum licik melirik Wina dengan ide nya yang akan mengancam Bagas dan Raisa.
setelah mendengarkan curahan Radit. kedua sahabat itu termenung.
"ya kalau menurut aku sih. nanti saja kita temui Alya. setelah kamu menyelesaikan ujian mu" saran Dimas.
"benar dit. sabar menunggu sehari lagi. kita akan selalu mensupport kamu. bagaimana pun keadaan kamu" jaki angkat bicara.
Dimas dan jaki tidak ingin melihat Radit gagal dengan ujian nya yang kedua kalinya. menurut mereka masa depan Radit lebih penting daripada Alya. apalagi Alya sudah tidak virgin lagi. itu yang membuat mereka sangat disayangkan. Bukan tidak setuju dengan hubungan mereka. tapi, kedua sahabat itu sudah mengenal siapa Alya. makanya mereka tidak ingin membuang waktu Radit yang hanya akan menyesal di masa depan. setelah mereka menasehati dan memberi saran kepada Radit.sedikit nya Radit merasa tenang.
Raisa berniat menemui Bagas. untuk makan siang bersama. semenjak permasalahan diantara mereka terselesaikan. hubungan Bagas dan Raisa semakin mesra dan romantis seperti dulu lagi.
"bi.. saya mau ke kantor bapak dulu ya" ucap Raisa berpamitan
"ibu mau mengantarkan makan siang buat bapak? " tanya bi inah melirik rantang
"iya bi." jawab Raisa mengambil rantang.
"hati hati ya bu" ucap bi inah mendadak ga enak hati dengan kepergian Raisa.
"makasih bi" jawab Raisa tersenyum sembari pergi.
"aduh... kenapa tiba tiba aku ga enak hati" gumam bi inah gelisah.
"ah, mungkin cuma firasat saja. semoga ibu Raisa selamat sampai tujuan" doa bi inah mencemaskan majikan nya.
Raisa memesan taksi online. tak lama kemudian taksi online pun datang.
__ADS_1
"Dengan bu raisa? " tanya sapa supir taksi.
"iya" jawab Raisa masuk kedalam taksi.
"anterin saya sesuai titik lokasi ya" pintar Raisa.
"baik bu" jawab supir segera melaju cepat.
didalam taksi Raisa sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Bagas. Dia tidak ngasih kabar dulu sebelumnya kepada Bagas atas kedatangannya. Raisa mau memberikan kejutan. kepada suami tercintanya. dengan membawa makanan kesukaan Bagas. Raisa terkejut melihat banyak mobil mewah di depan halaman kantir. sehingga Taksi pun tidak bisa masuk kehalaman kantor.
"pak disini aja" pintar Raisa kepada supir taksi.
"baik bu" jawab supir taksi
Raisa pun segera turun setelah memberikan ongkos taksi. taksi pun segera pergi meninggalkan Raisa. Raisa celingukan melihat kedepan halaman kantor yang dipenuhi mobil. Raisa melihat satpam yang sedang tugas disitu. Raisa pun segera menghampiri satpam itu.
"pak.. ada acara apa. kok banyak mobil? " tanya Raisa penasaran.
"oh.. ya bu. lagi ada meeting besar-besaran antara perusahaan. jadi, diadakan dikantor pak Bagas." jawab satpam.
"oh iya,"
"ibu mau bertemu pak Bagas? " tanya satpam melirik rantang ditangan Raisa.
"iya bu. tapi, saya lihat dulu ya bu ke dalam. siapa tau udah mau mulai istirahat" jawab pak satpam pamitan
"iya Pak silahkan" jawab Raisa menunggu di dekat pos satpam.
satpam pun segera pergi masuk kedalam kantor. untuk memastikan.. tak lama kemudian dia orang yang sudah mengintai dan membuntuti Raisa sejak kepergian Raisa dari rumah. Dua orang itu mendekati Raisa pelan pelan. lalu, menepuk bahu Raisa. seketika Raisa meneloh terkejut. ketika Raisa menengok kebelakang. orang yang menggunakan tergos segera membekam menutup mulut Raisa dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bias. setelah Raisa pingsan, kedua orang itu segera membawa Raisa kedalam mobil. seketika Rantang Raisa terjatuh dari tangan. hingga rantang itu tergeletak di dekat pos satpam. Raisa segera dibawa pergi dari tempat itu. tak lama kemudian pak satpam pun keluar dari kantor. dia terkejut melihat rantang yang tergeletak di dekat pos jaga. satpam pun celingukan mencari Raisa.
"lho bu Raisa kemana ya? barusan kan ada disini dan ini kenapa rantang nya ada disini? " gumam satpam terkejut. pak satpam bingung mencari Raisa di sekitar lokasi. akhirnya pak satpam baru ingat. kalau didekat pos jaga terpasang CCTV. satpam segera melihat CCTV itu. dia ingin mengetahui apa yang sudah terjadi dengan istri bos nya itu.
pak satpam pun terkejut melihat rekaman CCTV itu.
"ternyata ibu Raisa diculik? " panik satlam segera memberitahukan kepada Bagas. dengan lari tergopoh gopoh. pak satpam membuka pintu ruang meeting lebar lebar saking paniknya. hingga semua orang yang di dalam ruangan terkejut menengok ke arah satpam. Dengan wajah cemas dan gugup satpam melihat Bagas yang bengong melihat kelakuan satpam.
"pak... ibu.. " gugup satpam tak bisa berkata kata.
Bagas melirik ke rekan bisnis nya. merasa malu dengan aksi satpam. lalu, Bagas mencoba tenang dan mendekati satpam.
"ada apa pak? " tanya bagas pelan.
"i.. ii... " gugup satpam dia merasa lidah nya kaku untuk bicara.
"i... i apa? " tanya Bagas penasaran menatap satpam.
__ADS_1
"ibu pak" satpam mencoba tenang
semua rekan bisnis Bagas menatap tertuju ke arah satpam dan Bagas.
"coba tenang dulu pak. ibu kenapa? " tanya Bagas bersabar menghadapi satpam yang sudah mengganggu acara meetingnya.
"ibu diculik pak" jawab satpam spontan akhirnya bisa mengatakannya.
sontak saja Bagas dan seisi ruangan meeting terkejut mendengar jawaban satpam.
"apa? ibu Raisa diculik? " tanya Bagas tidak percaya.
"iya Pak.. kalau tidak percaya silahkan cek di CCTV" jawab satpam mulai tenang.
Bagas sudah tidak mempedulikan lagi acara meeting dan rekan bisnisnya. Bagas segera lari menuju CCTV pos satpam. semua orang yang berada di kantor terkejut melihat gelagat Bagas yang spontan berlari.
"ada apa? " tanya karyawan yang tidak tau.
"katanya bu Raisa diculik" jawab salah satu temannya..
"HAH?! kok bisa? "
"bisalah..palingan soal persaingan bisnis. pak Bagas kan pebisnis yang sukses di setiap bidang apapun juga. wajar kalau mereka merasa tersaingi"
"bukan berarti harus menculi ibu Raisa donk! "
"tenang aja. pak Bagas bisa melakukan apapun untuk mencari bu Raisa. dia kan banyak duit" celetuk karyawan lain.
"ga semuanya bisa diselesaikan dengan uang. contohnya kematian. ga bisa di tebus dengan uang"
"ush! sembarangan aja kalau ngomong! " tegur salah satu karyawan yang ga suka dengan ucapan temannya.
"iya emang bener kan? "
"benar sih benar tapi bukan berarti mendoakan ibu Raisa yang diculik." bantah orang itu.
"siapa lagi yang mendoakan tidak baik terhadap ibu Raisa" jawab ketus karyawan itu mendelik
pak satpam bingung dengan percakapan karyawan.
"sudah sudah lebih baik kita do'akan ibu Raisa yang terbaik. karena selama ini pak bagas sebagai bos yang baik untuk kita kan? " tegur satpam melerai percakapan mereka.
Bagas terkejut melihat rekaman CCTV itu. Ia tidak menyangka dengan apa yang sudah terjadi dengan istri tercinta nya..
bersambung...
__ADS_1