Broken Home

Broken Home
bab 57


__ADS_3

"sial !" teriak Wisnu kesal mengepalkan tangan geram.


"ini semua kecerobohan Raisa. jadi rencanaku gagal!" geram windu menaruh Dendam..


"karena itu kamu bodoh!" celetuk seorang perempuan dari belakang.


Wisnu menoleh kebelakang. Wina sudah berdiri di belakang Wisnu..


"kamu lagi!" ketus Wisnu.


"iya lah siapa lagi kalau bukan aku! Kamu benar benar bodoh Wisnu. Membiarkan kepolosan Raisa untuk buka mulut soal perselingkuhan kamu dengannya. coba saja Raisa tidak memberi tahukan tentang hubungan nya denganmu. Mungkin kamu tidak akan dipecat " jawab Wina jutek.


"kamu tau aku dipecat?!" spontan Wisnu kaget.


"sebelum bos kamu bertindak untuk mencari kamu. pasti kamu sudah tau resikonya apa dari Video yang beredar itu. Dan jelas aku lebih tau duluan daripada kamu" ledek Wina ketus


"maksud kamu?" tanya Wisnu tidak mengerti


"bos kamu itu barusan datang kekantor.dan membicarakan soal vidio itu. Lalu, Bagas meminta kamu untuk dipecat" jawab Wina


"pantesan.." Gumam Wisnu.


"makanya kalau mau selingkuh. jangan mencolok mata..dan bungkam mulut selingkuhanmu itu" cela Wina ngotot.


"apa beda nya dengan kamu!" Wisnu tidak terima dengan celaan Wina


"aku..iya aku bisa mengahadapi Maslah ku sendirian tanpa harus banyak bicara" jawab Wina ragu ragu karena dirinya juga siap siap terancam dari kantor Bagas.


Sementara Bagas pulang kerja disambut Raisa. Tidak pernah Bagas melihat senyuman manis di bibir istrinya tercinta semenjak dia selingkuh dengan Wisnu.


"pah sudah pulang?" tanya Raisa tersenyum.


"iya...kamu senang hari ini?" tanya Bagas selalu menggoda Raisa.


"pah.. setelah aku pikir pikir..aku mau risen saja dari pekerjaan ku. Karena aku ga mau ketemu dengan Wisnu lagi" ucap Raisa merasa trauma dan takut bertemu dengan Wisnu.


"kenapa bukannya kamu senang ketemu dia tiap hari?" tanya Bagas menyindir


"papah ini gimana sih...mamah serius pah.. kenapa sih papah selalu menyinggung mamah terus" jawab Raisa kesal.


"makanya jaga diri dan kehormatan baik baik. Apalagi udah punya suami. Nama baik suami. Papah ga pernah menuntut kamu apa apa. cuma satu jangan selingkuh" jawab Bagas tegas.


"iya mamah janji ga akan selingkuh lagi" janji Raisa cemberut.


"semudah itu aku harus percaya lagi Ama mamah?" tanya Bagas ragu ragu


"terus harus buktikan apa?" tanya Raisa bingung


"gampang kok" jawab Bagas santai.

__ADS_1


"apa dong pah?" rengek Raisa seperti anak kecil.


"nanti juga tau.." jawab Bagas membuat penasaran Raisa.


Bi Inah diruang keluarga tidak sengaja melihat berita di tv. berita tentang seorang Wisnu yang dipecat dari perusahaan.


"waduh sampai dipecat ya...syukuri deh buat pelakor laki laki buaya seperti dia emang pantes dapat balasan yang setimpal!" gerutu bi Inah terdengar oleh Bagas dan Raisa


"bi Inah ngomong sama siapa?" tegur Raisa yang langsung menemui bi Inah diruang keluarga.


"itu berita Bu. Wisnu sudah dipecat" jawab bi Inah senang.


Raisa melihat berita di tv. Dia kaget dengan pemecatan Wisnu..


Bagas muncul dari ruang tamu.


"pah kamu memecat Wisnu?" tanya Raisa.


"kamu ga suka?" tanya balik Bagas


"bukan ga suka pah. Pasti papah kan yang meminta bos nya untuk memecat Wisnu" jawab Raisa


"iya lah." Jawab Bagas singkat dan masuk kamar.


"kenapa ga bilang dari tadi sih pah?" tanya Raisa menyusul Bagas ke kamar.


"ga penting kan buat kamu?" tanya Bagas romantis.


"udah ga usah bahas dia lagi. Sekarang kita fokus pada keluarga kita aja" bantah Bagas.


"ngomong ngomong Radit kemana. sejak tadi tidak melihat dia?" tanya Bagas


"sekolah melaksanakan remedial " jawab Raisa masih manyun


"oh.." cuma oh yang Bagas jawab. dengan lirikan menggoda istrinya. Bagas selalu bersikap romantis dan lembut.


Sementara disekolah.


"akhirnya selesai juga" ucap Radit merasa lega.


"belum lah Radit. Masih berapa hari lagi " jawab Dimas menyodorkan minuman botol terbuat dari teh.


"ya sih..haduh...benar benar sial dah" Radit ngedumel kesal


"makanya kalau lagi ujian serius. jangan bawa bawa masalah pribadi ke sekolah. Akhirnya berantakan kan tidak fokus belajar " bantah jaki.


"iya begitulah...untung aku memiliki kalian yang selalu mendukung dan menemani ku" ucap Radit senang.


"penting nya berteman ya disaat seperti ini. Butuh tempat curahan" jawab Dimas

__ADS_1


"benar makanya kamu itu harus sharing dengan kita. Biar ga numpuk Masalah beban dipikiran kamu. Biar ga ganggu pelajaran" jaki menasehati Radit.


"oke..Kawan kawan ku. Mulai sekarang kita seperti dulu lagi." seru Radit.


Mereka tertawa lepas senang dan merayakan persahabatan nya kembali.


Alya sering murung dan mengunci diri didalam kamar semenjak kedatangan Anis. Dia sudah tidak memikirkan Radit lagi. Sore hari Winda dan Alex duduk di ruang keluarga. Dia memanggil Alya..


"Alya" panggil Winda mengetuk pintu.


Alya dengan berwajah murung membuka pintu. Dia menatap wajah ibunya.


"sini deh. Mamah dan papah mau ngomong sama kamu" ajak Winda untuk duduk di sofa.


Alya pun nurut dengan ajakan Winda. Dia duduk di dekat Winda dengan wajah sedih.


"Alya...papah sudah ngobrol dengan teman papah. Setelah kamu melahirkan..kamu bisa meneruskan sekolah lagi. papah harap meskipun kamu seorang ibu. Tapi,usia kamu masih sangat muda. Dan masa depan kamu masih panjang. kami harap kamu mau sekolah lagi ya" ucap Alex berharap Alya melanjutkan pendidikannya..


Alya melirik Alex dan Winda.


"benar sayang.. Apa yang dikatakan papah. Soal anak kamu. Biar mamah yang jaga" Winda angkat bicara.


Alya terdiam dan ingat ucapan Radit yang akan melamar dia setelah dia melahirkan. Namun, kenyataan nya Alya berpikir Radit selama ini telah membohongi nya. hingga dia tidak percaya lagi dengan Radit. bahkan dia juga belajar untuk melupakan Radit.karena Sampai saat ini Radit tida muncul lagi di kehidupannya. Itu lah yang membuat Alya ragu ragu dengan Radit.


Alya mengangguk tanda setuju. Kedua orangtuanya pun senang mendengar jawaban Alya meskipun dengan anggukan kepala Alya.


mereka tersenyum senang.


"makasih ya Alya. mamah senang sekali. kamu mau sekolah lagi. Dan mamah akan segera punya cucu" ucap Winda tidak bisa membohongi perasan bahagianya.


Alya terpaksa tersenyum mendengar dengan kebahagiaan Winda.


kabar berita soal pemecatan Wisnu tersebar luas di Chanel tv dan media sosial. Radit suda melihat dan mendengar dari vidio yang di tunjukkan Dimas dan jaki. Dia benar benar merasa senang dan lega. Akhirnya perselingkuhan Raisa berakhir meskipun telah mencoreng nama baik keluarga.namun, itu tidak masalah bagi Radit. yang penting kebahagiaan keluarga terwujud lagi seperti dulu.


"DIt.. akhirnya kamu puas kan?" tanya jaki


"sangat puas! Meskipun cara mengakhiri perselingkuhan mamah ku seperti itu. tapi aku benar Baner puas !" jawab Radit tersenyum lebar.


"syukur deh.. Kita juga tidak sia sia menolong kamu memecahkan masalah ini" hardik Dimas.


"benar dit..kita rayakan yu kemenangan kita " ajak jaki


"eits belum dulu. Radit tidak bisa diganggu gugat. Dia harus belajar sungguh-sungguh untuk menghadapi ujian besok" bantah Dimas melarang ajakan jaki.


"oh iya aku lupa. Ya udah nanti aja sekalian kelulusan ujian Radit " ucap jaki.


"nah..itu lebih baik" sahut dimas.


Radit tersenyum mendengar percakapan kedua sahabatnya yang kocak abis...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2