Cahaya Cinta Pesantren

Cahaya Cinta Pesantren
Orang yang sama


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁


"Nazwa anti sudah liat jadwal?" tanya ustadzah Fathia saat ia berpapasan dengan Nazwa di koridor pesantren


"na'am ustadzah"


"baguslah kalau begitu"


"eh tapi kayaknya ada yang salah sama jadwalnya ustadzah"


"salah gimana maksudnya?" ucapan Nazwa membuat ustadzah Fathia bingung


"gini ustadzah kan ana nggak ikut lomba apapun selain nyanyi kelompok, kok bisa nama ana ada di lomba tahfidz, tilawah sama pidato padahalkan ana nggak pernah daftar" ucap Nazwa menjelaskan


"oh itu, kakek anti yang minta daftarin Naz, katanya biar anti dapat belajar juga"


"ha? kakek?" tanya Nazwa bingung dan hanya diangguki oleh ustadzah Fathia


"kok kakek bisa tau ada lomba di pesantren ustadzah?"


"jelas bisa, kan kakek anti biasa donasi ke pesantren kalau ada kegiatan-kegiatan seperti kayak gini"


"oh yaudah kalau gitu makasih ustadzah, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam"


"ish kakek kok bisa-bisa nya daftarin tanpa ngasih tau dulu" sentak Nazwa kesal sambil mondar-mandir di kamar


"udahlah Naz, ikut aja itu artinya kakek anti percaya sama anti jadi jangan dikecewakan" ucap Salwa menepuk pundak Nazwa


"tapi kan Sal..."


"yang penting udah usaha Naz, masalah menang atau tidak itu urusan belakang" perkataannya langsung di potong oleh Hana


"hufh baiklah, semoga bisa bismillahirrohmanirrohim"


🍁🍁🍁🍁🍁


Semilir angin berhembus pelan menyejukkan, suara lantunan merdu ayat suci Al-Qur'an terdengar dipesantren, para santri ada yang berada di masjid untuk ikut menyaksikan lomba tahfidz, ada yang sedang melaksanakan piket, dan, berbagai macam kegiatan lainnya


"ayo cepet Naz, ntar anti telat" Hana menarik lengan baju Nazwa agar mempercepat langkahnya menuju lokasi lomba


"sabar Han, lagian lombanya juga belum mulai"


"anti tetap semangat Naz dan harus percaya diri" Salwa memberikan dukungan kepada Nazwa dan dibalas anggukan oleh Nazwa


"pokoknya anti harus buktiin kepada para senior itu, kalau anti bisa lebih baik dari mereka" ucap Hana dengan semangat empat lima


"kenapa kalian juga nggak ikut lomba tahfidz?" tanya Nazwa


"karena kita masih belum siap Naz, anti aja ya sebagai perwakilan dari kamar kita" jawab Hana cengegesan dan Nazwa hanya memutar bola matanya malas


"kami dukung anti, semangat!"


Nazwa pergi ke belakang panggung karena sebentar lagi lomba akan dimulai


"udahlah nyerah aja, ana yakin anti nggak bisa menang" bisik salah satu santriwati senior yang duduk dikursi sebelah Nazwa berbicara dengan sombongnya


"terus urusannya sama anti apa, mau menang atau kalah kok anti yang sewot" jawab Nazwa santai


"heh... ingat anti itu hanya murid baru yang baru pindah ke pesantren, jangan pikir bisa anti lebih baik"


"ingat, jangan sombong nanti hafalan anti hilang, percuma anti seorang hafidzoh tapi kelakuan anti tidak mencermin kan perilaku seorang penghafal Al-Qur'an" jawab Nazwa lagi


"heh...liat aja nanti" ucap santriwati tersebut dan Nazwa hanya mengedikkan bahu acuh tak peduli


"ingat Nazwa, kamu harus bisa buktikan kepada mereka semua kalau kamu bisa" ucap Nazwa terus menyemangati dirinya dalam hati


satu persatu para peserta lomba menaiki panggung dengan keunggulan masing-masing untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan dewan juri


Hingga kini tibalah giliran nama Nazwa di panggil untuk naik ke atas panggung


"hufh bismillahirrohmanirrohim" Nazwa berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju panggung tahfidz, santriwati senior yang disebelahnya memandang sinis namun hanya dihiraukan oleh Nazwa

__ADS_1


"yakkk... Nazwa, Nazwa, Nazwa" terdengarlah teriakan dari ketiga temannya saat Nazwa memasuki panggung membuat ia tersenyum canggung


Setiap peserta tahfidz diberikan lima soal secara acak. Ustadz Akmal atau suami ustadzah Fathia mulai membaca ayat suci Al-Qur'an kemudian disambung oleh Nazwa. Setiap soal atau ayat yang dibacakan Nazwa selalu menjawab dengan tepat dan suaranya yang merdu, makharijul huruf yang tepat, serta bacaan qur'an yang fasih mampu menghipnotis semua orang yang hadir dalam acara tersebut tak terkecuali para santriwati senior yang telah mengejeknya


"oke, sekarang soal terakhir"


"ini soal paling sulit loh"


"iya, jarang ada santri yang bisa"


"Nazwa kan santriwati baru, kira-kira dia bisa nggak ya"


"heh, ana yakin kali ini dia nggak mungkin bisa"


"betul, tadi itu cuma kebetulan aja"


"nggak ada yang tau kan, jangan pernah merasa diri lebih baik walaupun anti lebih senior"


"betul, bilang aja anti iri kan sama Nazwa"


"aduh bidadari ana pasti bisa"


"heh zina, jaga pandangan"


bisik-bisik para santri saat ustadz Akmal bersiap membacakan soal terakhir untuk Nazwa, ada yang mengejek, meremehkan namun tak sedikit pula yang memberi dukungan dan semangat pada Nazwa


"ana yakin ukhti anti nggak mungkin mengecawakan" ucap seseorang yang berada di kursi paling depan


"oke Nazwa, ini soal terakhir anti harus jawab secepat mungkin" ucap ustadz Akmal dan Nazwa hanya menganggukkan kepalanya


"Surat Al-kahfi terdiri dari berapa ayat?"


^^^"seratus sepuluh"^^^


"Al-kahfi artinya?"


^^^"Penghuni gua"^^^


"Al-kahfi termasuk golongan surat?"


"surat Al-Kahfi urutan surat ke berapa dalam Al-qur'an"


^^^"surat ke delapan belas"^^^


"sebutkan salah satu keistimewaan surat Al-Kahfi!"


^^^"orang yang membaca surat Al-Kahfi ayat 1-10 terutama pada hari jum'at ia akan dipelihara dari fitnah dajjal di hari kiamat"^^^


"apa nama surat yang terletak sebelum dan sesudah surat Al-Kahfi?"


^^^"surat yang terletak sebelum surat Al-kahfi adalah surat al-isra' dan setelanya adalah surat maryam"^^^


"masya allah" ucap ustadz Akmal setelah mendengar semua jawaban Nazwa


prok prok prok


semua santri langsung bertepuk tangan saat Nazwa telah selesai menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sempurna dan dalam waktu cukup singkat sampai membuat membuat para Gus dan ustadz yang ada disana kagum.


"Alhamdulillahirobbilalamin"


"Ana sudah yakin anti nggak mungkin mengecewakan"


"dibalik sikap anti yang seperti itu ana tak menyangka anti adalah orang yang hebat"


batin dua orang di posisi yang berbeda sambil tersenyum ke arah depan


🍁🍁🍁🍁🍁


"masya allah Naz, anti hebat banget" ketiga sahabatnya langsung menghampiri Nazwa saat lomba telah selesai dan hanya dibalas senyuman oleh Nazwa


"anti liat Naz, para senior yang udah ngejek anti pasti malu"


"anti nggak liat Naz, tadi pas anti tampil matanya aja sampai nggak ngedip saking terpesonanya"

__ADS_1


"udah ah, nggak usah ngurusin mereka lebih baik ayo kita kembali ke kamar ini udah hampir magrib"


🍁🍁🍁🍁🍁


"masya allah ukhty, siapa yang tidak akan terpesona dengan dirimu" ucap seseorang disuatu tempat sambil terus tersenyum


"cieee, ada yang lagi jatuh cinta nih?" tiba-tiba seseorang datang menepuk pundaknya


"ish apaan sih?"


"udahlah han, ngaku aja anta sama ana nggak usah bohong keliatan banget dari muka anta" goda ustadzah Fathia pada adik laki-laki yang hanya berjarak umur lima tahun darinya, Gus Rayhan


"ish nggak ya, ana lagi mikirin kuliah bukan mikirin jodoh"


"kalau mikirin kuliah juga gak mungkin nyebut ukhty"


"Assalamu'alaikum" ucap seseorang membuka pintu


"Wa'alaikumussalam,Fatih sini lihat abangmu lagi jatuh cinta sampai kayak orang gila senyum-senyum sendiri"


"iya kah?"


"heh anta jangan ikut-ikutan ngegoda anta juga sudah lama cinta-cinta an" sinis Gus Rayhan pada Fatih


"ettts jangan asal nuduh ya, kapan tuh?"


"heh lalu hubungan anta sama khumairo namanya apaan?"


"Denger ya abang ku yang tampan, ana sama Khumairo itu kan temenan dari kecil, jadi sampai sekarang kita cuma temenan nggak lebih"


"bener nih Fatih? ana yakin hati anta pasti udah berpaling sampai ngomong kek gitu?" goda ustadzah Fathia


"betul seluruh pesantren juga tau itu" tambah Gus Rayhan


"heh mereka kayak gitu juga karena Aziz yang bilang ke mereka, padahal bukan seperti itu ana hanya menganggap Khumairo teman" jelas Gus Fatih


"ehh jangan nuduh-nuduh Aziz ya, dia nggak tau apa-apa" marah ustadzah Fathia


"sok polos tu bocah" gumam Gus Fatih


"ada apa nih kayaknya seru banget" ucap ummi Fatimah ikut bergabung


"dua anak laki-laki ummi lagi jatuh cinta nih, jadi besok nikahannya berdua aja biar nggak habisin biaya" ucap ustadzah Fathia


"wah benarkah kalau gitu cepat kenalkan ke ummi, ummi mau liat ukhty yang berhasil memikat es batu pesantren" goda ummi fatimah


"sabar ummi, masih sekolah" ucap ustadzah Fathia


"nggak papa kok, kalau Fatih kan udah kelas tiga sebentar lagi tamat, kalau Rayhan kan juga sebentar lagi lulus kuliah bisa bantu abi ngurus pesantren" ucap ummi fatimah tersenyum, kemudian dia teringat ucapannya pada Nazwa saat pertama kali datang ke pesantren yang memberitahu kalau Gus Fatih sekelas dengan dirinya


"Nazwa" gumamnya pelan namun bisa didengar


"apa ummi?" ucap Gus Fatih dan Gus Rayhan kompak


"cieee kompak"


"apaan sih cuma nanya doang, tadi ummi bilang apa?" tanya Fatih kepo


"ummi bilang Nazwa murid pindahan anak pak wiraguna donatur pesantren, ummi nggak nyangka kalau dia seorang hafidzoh" ucap ummi fatimah tersenyum


"bener ummi, suaranya khas banget, merdu terus jawabnya juga lancar" tambah ustadzah Fathia


"Rayhan naik ke kamar dulu ummi" Gus Rayhan berlalu meninggalkan ruang tamu kemudian diikuti Fatih


"Fatih juga"


"semoga kalian tidak menyukai orang yang sama" ucap ummi Fatimah tersenyum memandang punggung putranya yang menjauh


.


.


.

__ADS_1


Banyak typo 🙏🙏🙏


__ADS_2