Cahaya Cinta Pesantren

Cahaya Cinta Pesantren
Siapa ya?


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿


Hari semakin gelap, matahari sudah berputar kembali menerangi bagian bumi yang lain, tergantikan dengan indahnya cahaya bulan dan jutaan bintang serta planet yang nampak menghiasi langit malam


Suara ramai ayat suci Al-qur'an terdengar dari masjid ponpes dengan para santri yang sedang membaca atau menyetor hafalan mereka, Nazwa duduk di depan pintu kamar asramanya sambil sambil merenungi kejadian yang terjadi sore ini


Flashback on


Nazwa asik bercengkrama dengan ketiga temannya sambil mengangkat jemuran yang sudah kering hingga sebuah suara membuat mereka kembali terdiam


"Kak Nazwa"


"Aziz" jawab mereka serentak menoleh padahal hanya satu nama yang dipanggil


"Ada apa Aziz?" tanya Nazwa


"Ini untuk Kak Nazwa" ucap Aziz kembali menyerahkan dua surat beramplop putih tertutup rapi kepada Nazwa


"Dari siapa?"


"Katanya Aziz nggak boleh ngasih tau" ucap Aziz dan berlari pergi meninggalkan mereka


"Kok banyak banget surat hari ini, hari apa sih?" bingung Nazwa


"hari jum'at, cuma anti doang ya dapat surat" jawab Hana


"Ana curiga nih, jangan-jangan suratnya sama kayak yang tadi pagi"


"Oh ya, ayo buka Naz" ucap teman-temannya langsung merapat


"Eitsss bentar dulu, ini surat ana jadi ana yang harus liat dulu" ucap Nazwa menjauh dari teman-temannya


"Kita aduin anti ke ustadzah Zulaikha surat-suratan dalam ponpes, anti bisa di hukum loh bahkan yang lebih parah kalau ketahuan berdua'an sama ikhwan bisa dinikahin langsung" ucap Nadifa menakut-nakuti


"Ya udah nih" Nazwa membuka salah satu dari surat tersebut membuat mereka langsung merapat


"Pertemuan pertama ana dengan anti, membuat ana merasakan sesuatu yang berbeda dalam diri ini, sikap anti yang terbilang unik namun dibalik itu semua siapa yang menyangka anti orang yang istimewa, senyuman anti yang manis seakan membuat diri ini tersihir...


Astagfirullohaladzim...


Ana tak mau terjerumus kedalam lubang maksiat dengan mengagumi anti, ana tak mau menjadi orang yang mendekati zina karena mata ini telah mengagumi seseorang...


Jodoh memang telah diatur oleh Allah, namun tak salah jika kita meminta kepadanya tidak ada yang tidak mungkin saat ia sudah mengatakan kun fayakun maka terjadilah ia...


Seperti kisah Zulaikha dan Nabi Yusuf, ketika Zulaikha melakukan berbagai macam cara untuk mendekati Nabi Yusuf, namun Nabi Yusuf menjauh darinya, tapi ketika Zulaikha mendekatkan diri kepada penciptanya, Allah datangkan Yusuf untuknya, barulah ia sadar jika kita ingin mendekati seseorang dekatilah dulu penciptanya...


Ana ingin lebih mendekatkan diri kepada-Nya, jika kita ditakdirkan berjodoh sejauh apapun jarak diantara kita, Allah punya seribu macam cara untuk mempersatukan kita...


Ukhti Nazwa buka pintu gerbang rumah anti untuk ana..."


"Aaaaaa so sweet" ucap mereka serentak


"Naz, kali ini nggak salah lagi ini benar-benar surat cinta" teriak Nadifa heboh


"Mmpph..." mulutnya langsung dibekap oleh Hana


"Jangan keras-keras ngomongnya nanti ketahuan santri yang lain" ucap Hana pelan


"Naz ada namanya nggak dibawah?" Tanya Salwa


"Nggak ada Sal, cuma tertulis dibawah hamba Allah yang mengagumimu terus tanda tangan aja"


"Coba liat tanda tangannya?"

__ADS_1


"Nih"


"Kayaknya pernah liat tapi dimana ya?" ucap Hana ya menggaruk kepalanya


"Iya kayaknya nggak asing" ucap Salwa


"Kayak kenal"


"Mungkin cuma mirip aja kali, kan bisa jadi tanda tangan orang itu mirip-mirip tapi tak sama"


"Iya juga ya"


"Coba buka surat yang satu lagi" ucap Hana kepo


"Tunggu sebentar"


"Dalam heningnya waktu malam hanya terdengar suara hewan malam dan hembusan angin yang mengugurkan dedaunan, ku tundukkan kepalaku diatas sajadah mengadu pada sang rabb masalah hidupku, tak lupa ku ucapkan sebaris namamu dalam do'a ku, Nazwa...


Agama tak melarang kita mencintai asal tak melebihi cinta kepada sang pencipta, Ali mencintai Fatimah dalam diam, ia sebut nama Fatimah dalam sepertiga malamnya, akhirnya Allah persatukan mereka dalam ikatan halal


Jodoh tak ada yang tahu, hati kita tak ada yang tahu kecuali pemiliknya yaitu Allah, ia yang maha membolak-balikkan hati setiap makhluknya


Ana tak mau jatuh ke dalam api yang tak pernah padam hanya karena mata ini tak mampu menjaga pandangannya...


Ana tak mau mendekati zina, ana ingin menjalin ikatan halal dalam janji suci


Sejauh apapun jarak yang membentang, seberapa banyak cobaan yang menghadang, jika memang kita berjodoh Allah berikan seribu macam cara untuk mempertemukan kita


Tunggu ana di rumah anti Nazwa..."


"aaa Ya Alloh so sweet..." ucap ketiga temannya serentak


"jangan keras-keras ngomongnya"


"ana jadi penasaran siapa yang ngirim surat ini? nggak ada nama nya cuma tanda tanga aja" ucap Nazwa memperhatikan kedua surat yang di pegangnya


"Calon imam anti dua Naz, berani lagi, biasanya para santri kalau mau kirim surat tuh harus pikir seribu kali dulu, biar nggak ketahuan ustadzah dan kena hukum" ucap Hana


plukkk


"apaansih Naz" Hana meringis memegang kepalanya yang dipukul Nazwa


"calon imam apaan? nggak ada ya ana masih sekolah" jawab Nazwa


"betul itu, kata ibu ana juga gitu pikirin sekolah dulu baru nikah" ucap Salwa


"kan biar sekalian Naz" Nadifa ikut nimbrung


"heh ana di sini tuh cari ilmu memperdalam ilmu agama, bukan cari jodoh"


"ya siapa tau aja, kan kita nggak tau apa yang terjadi besok"


"ah udahlah, sekarang yok balik ke asrama"


Flashback off


"siapa ya yang ngirim surat tadi?" itulah pertanyaan yang terus berputar di kepala Nazwa


"Nazwa anti ngapain duduk di depan pintu kayak gini, kata orang tua nggak boleh pamali" ucap seseorang membuyarkan lamunan nya


"ana nungguin anti Nad, ana nggak berani di kamar sendirian" jawab Nazwa pada Nadifa yang baru kembali dari kamar mandi


"yaudah jangan duduk di depan pintu kayak gini, apalagi lagi halangan, jangan ngelamun terus entar anti kesambet" ucap Nadifa masuk ke dalam kamar diikuti Nazwa di belakangnya

__ADS_1


"anti lama banget di kamar mandi, jadi ana keluar"


"hehehe tadi ana nungguin Kamila dulu, kenapa anti nggak ke kamar Fitri dulu?"


"ana kan nggak tau Fitri ada dikamarnya, kirain ke masjid"


"ya udah jangan diulangi lagi" ucap Nadifa dan Nazwa hanya mengangguk patuh


"Assalamu'alaikum" dua orang santriwati memasuki kamar mereka


"nggak ada beras"


"hih siapa juga yang minta beras"


"oh tadi kirain orang minta sumbangan" jawab Nazwa dengan polosnya membuat dua santriwati itu mengelus dada menahan diri tak marah


"kalian berdua ngapain disini?" tanya Nadifa melihat dua senior santriwati yang pernah mengejek Nazwa


"gini Naz, kita berdua mau minta maaf atas kesalahan kita sama anti kemarin" ucap mereka menunduk


"kesalahan yang mana?" tanya Nazwa bingung


"itu... mmm kita udah ngeremehin anti pas lomba"


"owwhh itu, tenang saja ana sudah maafkan, ana juga udah lupa"


"tapi kita nggak enak sama anti Naz"


"ya dibuat enak aja" Nadifa ijut nimbrung


"udah biasa aja kalau sama ana, ana juga minta maaf karena salah sama kalian berdua yang hampir lempar sepatu"


"hehehe kita juga tau kok anti pasti emosi"


"oh ya nama kalian siapa?" tanya Nazwa


"ana Nurul, ini teman ana namanya Diana"


"oowh ana panggil kak aja ya, biar lebih sopan kalian kan senior"


"panggil tante aja, nggak papa kok" ucapan Nadifa membuat Nazwa membuat Nazwa menutup mulut sahabatnya itu


"maaf ya kak Nurul, Kak Diana sahabat saya emang gitu" ucap Nazwa merasa tak enak


"nggak papa kok kalian lucu"


"kalau gitu kita berdua balik ke kamar dulu ya"


"nggak duduk dulu kak?"


"lain kali aja"


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam"


🌾🌾🌾🌾🌾


.


.


Banyak Typo...πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Maaf kalau alurnya sedikit nggak nyambung


__ADS_2