Cahaya Cinta Pesantren

Cahaya Cinta Pesantren
Menuju Halal


__ADS_3

Suasana bahagia kembali menyelimuti pesantren Nurul Hikmah, akhirnya putra bungsu pemilik pesantren melepas masa lajang


Namun, dibalik kebahagiaan itu ada satu hati yang terluka dan mencoba menerima semuanya dengan lapang dada karena yakin Allah punya rencana terbaik untuknya


Ketika akad sudah dilakukan, dan kata sah sudah keluar dari mulut para saksi disaat itulah luka yang masih belum kering kembali basah dengan kehadiran sosok yang pernah mengisi hatinya


Tidak ada lagi gunanya kata andai,


andai ia menunggu, andai ia sabar dan tak terpengaruh desakan umi dan abinya mungkin ini tak akan terjadi, tapi itulah rencana Allah yang tak pernah diduga-duga


Jodoh itu suatu hal yang pasti karena manusia memang diciptakan berpasang-pasangan, jodoh itu datang bahkan dari arah yang tak terduga sekalipun


"mas, sarapan dulu"


Seorang perempuan berjilbab peach, masuk ke dalam kamarnya, dialah istrinya yang sudah dinikahi dua minggu yang lalu, ia sedang berusaha berusaha untuk memberikan cintanya pada perempuan di depannya dan melupakan masa lalu, namun ternyata tak semudah itu untuk melupakannya apalagi perempuan itu akan menjadi adik iparnya


"Ummi udah nungguin" Aisyah kembali berbicara saat tak melihat pergerakan dari suaminya, justru salah tingkah karena suaminya terus memperhatikannya


"na'am" Gus Rayhan bangkit dari duduknya dan turun sarapan bersama keluarga yang lain


🍃🍃🍃🍃🍃


Sehari sebelum pernikahan Nazwa dan keluarganya memilih tinggal di rumah peninggalan nenek dan kakeknya, rumah panggung yang cukup luas dengan kayu jati sebagai alasnya


"Ayah, Nazwa izin sebentar ke ponpes buat ngasih Zikri ini" Nazwa memegang lembaran putih berlapis plastik bening ditangannya, itulah undangan pernikahannya


Ia ingat sekarang jadwal Zikri pulang ke rumah orang tuanya, jadi tak mungkin ia melupakan orang tua yang telah mengasuhnya selama dua tahun


"Pengantin wanita tuh diam di runah, nggak boleh ketemu pengantin pria dulu" sahut Satria yang baru databg dari arah dapur


"Abang apaan sih? Nazwa kan cuma mau ngasih undangan, ini tuh spesial Nazwa mau ngucapin terima kasih kepada mereka juga yang telah ngerawat Nazwa selama dua tahun"


"pergi aja Naz, nggak usah dengerin abangmu, keburu Zikri pulang nanti"


Ibu yang baru selesai memandikan Syifa ikut menyahut


"Ya udah kalau gitu, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam"


"hati-hati nanti jodohnya ketuker" ucapan Satria membuat Nazwa mendengus

__ADS_1


Benar saja, ketika sampai di pesantren banyak sekali santri yang berlalu lalang, membersihkan halaman dan berbagai sudut pesantren, serta menambahkan dekorasi di beberapa bagian


Untung Nazwa memakai masker jadi tidak akan ada yang mengenalinya, Nazwa harus cepat menemukan Zikri dan jangan sampai bertemu dengan Gus Fatih


"Kak Nazwa" keberuntungan sedang berpihak pada Nazwa karena ia taka perlu susah payah mencari tapi Zikri sendiri yang datang menghampirinya


"Sstttt" Nazwa menaruh telunjuk di depan mulutnya menyuruh Zikri untuk diam agar tak ada yang mengenalinya


"Titip ini sama ibu ya, besok jangan lupa suruh ibu sama ayah dateng" ucap Nazwa menyerahkan undangan yang di bawanya


"pasti, Zikri nggak nyangka banget ternyata Kak Nazwa orang yang selama ini Gus Fatih tunggu, karena yang Zikri denger dari temen-temen Gus Fatih lagi nunggu seseorang"


"Udah, nggak usah kebanyakan ikut gosip kayak gitu, di pesantren itu nuntut ilmu membiacarakan hal yang berkaitan dengan agama bukan hal seperti ini, nanti ilmunya ilang bagaimana?"


"hehehe nggak lagi deh"


"oh ya ngomong-ngomong siapa yang bakal jemput?"


"tadi ibu nelpon, katanya udah minta tolong sama Bang Rasya" Nazwa berdecak mendengar nama itu, pemuda yang sering mendatanginya saat di kampung


"Ya udah hati-hati ya, salam kakak buat ibu sama bapak, maaf Kak Nazwa belum sempat kesana nanti kalau ada waktu Kak Nazwa mampir" ucap Nazwa mengelus kepala Zikri


"Zikri" seorang pemuda berlari menghampiri Zikri


"Bang Rasya?"


"kamu sama siapa?" tanyanya melihat Nazwa, karena Nazwa yang membelakangi dirinya


"Ohh sama ustadzah" ucap Zikri saat mengerti arti kode mata yang diberikan Nazwa, entah kenapa Nazwa sedang tak berniat mengobrol dengan pemuda di belakangnya ini, Zikri juga tak berbohong saat Nazwa sudah menikah dengan Gus Fatih, ia pasti akan menjadi ustadzah di ponpes


"oowh, yaudah sekarang ayo pulang"


"Assalamu'alaikum ustadzah" ucap Zikri mencium tangan Nazwa sebagai bentuk penghormatan murid kepada gurunya


"Wa'alaikumussalam hati-hati di jalan"


Setelah memastikan kalau mereka benar-benar sudah pergi, Nazwa segera mengambil motornya meninggalkan area pesantren, sebelum ada yang melihat dirinya terlebih lagi itu adalah Gus Fatih


🍃🍃🍃🍃🍃


Angin malam berhembus, udara dingin cukup terasa menusuk kulit, suara jangkrik seolah bernyanyi menghiasi malam yang sunyi

__ADS_1


Nazwa duduk di depan jendela kayu yang dibukanya, hal pertama yang dilihatnya adalah hamparan padi yang indah terkena cahaya bulan purnama


Udara dingin seakan tak berpengaruh untuk kulitnya, tanpa sadar air matanya menetes, kenangan bersama dengan kakek dan neneknya terlintas dalam benaknya


Ia ingat, delapan tahun yang lalu ia datang kesini, dalam keadaan penuh luka bersama Salwa akibat melawan begal, dulu sewaktu kecilpun ia sering main-main kesini disaat orang tuanya sibuk bekerja dan Satria pergi sekolah, kakek dan neneknya yang pertama kali mengajarinya berhijab saat berusia lima tahun, mereka yang mendidiknya hingga ia bisa menjadi seorang penghafal qur'an


Waktu berlalu terasa begitu cepat, revolusi bulan dan bumi mengelilingi matahari terasa begitu cepat, bumi berputar melakukan pergantian siang dan malam, hari ke hari bahkan tahun ke tahun tanpa kita sadari


Nazwa menghapus pelan air matanya yang masih mengalir


"Kakek nenek Nazwa sekarang udah besar loh, ternyata Nazwa masih hidup tapi kenapa kalian yang pergi?"


"Nazwa sekarang udah mau nikah, nenek sama kakek pasti kenal banget orangnya, Nazwa harap dia bisa jadi imam yang baik untuk Nazwa"


"Semoga kalian bahagia disana"


"Rindu yang paling berat adalah saat kita merindukan orang yang telah tiada"


🍃🍃🍃🍃🍃


Di tempat lain, dua pemuda melakukan hal yang sama, menikmati cahaya bulan purnama di bangku taman beratapkan langit malam yang indah


"Ana harap anta sudah bisa melupakannya bang" Gus Fatih mulai bersuara setelah mereka diam beberapa saat


"Ana sedang berusaha, bagaimanapun juga melupakan seseorang, apalagi yang pernah mengisi hati kita tak semudah itu"


"Belajarlah mencintai istri anta, sekarang dialah makmum anta yang perlu dibimbing"


"Cinta sungguh unik ya?, datang begitu cepat tapi kenapa begitu sulit untuk melupakan"


"Cinta memang sesuatu yang tak bisa dipaksakan, ketika kita jatuh cinta tapi ternyata ia bukanlah jodoh kita, lantas kita bisa apa? jodoh itu sesuatu yang sudah ditentukan, Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita, Allah memberikan apa yang terbaik bukan apa yang kita minta"


.


Banyak Typo...🙏


Author minta maaf baru sempet up, soalnya kemarin lagi ada masalah... 🙏🙏🙏


Semoga kita semua sehat selalu dalam menyambut bulan suci Ramadhan, dan semua urusan kita di permudah oleh Allah SWT


Aamiin...

__ADS_1


__ADS_2