Cahaya Cinta Pesantren

Cahaya Cinta Pesantren
Rindu


__ADS_3

Seorang gadis cantik duduk di dekat balkon kamarnya memandang keindahan kota oxford yang tidak begitu padat atau ramai, tidak seperti kota london yang berjarak sekitar sembilan puluh kilometer dari sini, dengan udara dingin yang serasa begitu menusuk kulit, daun dan bunga-bunga mulai berguguran


"apa benar kalau kau yang tadi ku lihat dibandara? sekilas mirip sekali dengan dirimu, atau hanya perasaanku saja yang merindukan mu, kau pulang ke ponpes di saat aku sudah pergi, aku harap Allah memberikan yang terbaik untuk kita, kalaupun kita berjodoh sekalipun kita beda benua Allah punya seribu macam cara mempertemukan kita, namun jika kita memang bukan jodoh Allah tahu segala yang terbaik untuk hambanya" ucap Nazwa tersenyum dengan mata yang sedikit berair


"Nazwa, kenapa duduk disana? cepat tutup jendela udara diluar sangat dingin" ucap Satria saat melihat Nazwa melamun di balkon dengan jendela yang terbuka


"iya bang" Nazwa dengan cepat menghapus sisa air matanya dan segera menutup jendela saat merasakan angin yang bertiup semakin dingin


Sementara itu di negara bahkan benua yang berbeda seorang melakukan hal yang sama, air hujan tertiup angin membuat wajahnya basah, udara dingin dan angin kencang serasa menusuk tapi tak ia pedulikan yang ada di pikirannya saat ini hanya satu nama "Nazwa"


"kenapa anti nggak bilang kalau mau pergi Naz, kenapa anti nggak cerita atau setidaknya meninggalkan surat dulu sebelum pergi, apa benar anti yang tadi ana liat di bandara?"


"ana pergi setahun dan baru sempat pulang hari ini, tapi anti sudah pergi berapa lama lagi waktu yang di perlukan agar bisa melihat anti Naz?"


Gus Fatih merogoh saku bajunya dan mengeluarkan gelang berwarna perak dengan hiasan permata di tengahnya yang di berikan Nazwa satu tahun lalu


"diantara kita ada beberapa kemungkinan Gus, apakah Allah akan mempersatukan kita dalam ikatan halal, atau kita akan bersama dengan orang yang berbeda dan semua ini hanya kenangan atau kemungkinan lainnya hanya Allah yang tau karena ia lebih mengetahui yang terbaik untuk hambanya"


Ia kembali teringat dengan kata-kata yang Nazwa ucapkan padanya satu tahun yang lalu di hari perpisahannya karena harus menuntut ilmu ke Kairo, Mesir


"anti benar Naz, untuk apa ana bersedih karena hal ini, jodoh kita sudah diatur oleh Allah"


"Astagfirullohaladzim, maafkan hamba ya Allah" ucapnya tersenyum memegang gelang tersebut


.............


Senyum indah tercetak jelas di wajah santri yang hari ini merayakan wisuda, karena sebagai akhir perjalanan masa aliyah mereka di pondok pesantren ini, saatnya mereka memetik hasil yang mereka tanam selama menuntut ilmu disini, apakah bersungguh-sungguh atau hanya sekadar karena bujukan orang tua, disinilah langkah mereka selanjutnya dimulai, langkah awal menuju dewasa yang akan membuat hidup mereka berubah seratus delapan puluh derajat


"Coba aja Nazwa masih disini, kita mau foto-foto sebagai kenang-kenangan kita" keluh Hana


"Nazwa cepet banget pergi, padahal ana rindu banget sama dia"

__ADS_1


"hmmm, kira-kira Nazwa lagi ngapain ya sekarang?"


Begitulah pikiran tiga orang gadis yang memilih duduk di bawah pohon mangga seperti yang sering dulu mereka lakukan, menghindari keramaian karena tak dapat dipungkiri dibalik senyuman mereka ada rasa rindu berat seakan sudah lama tak berjumpa


"OOO IYA" teriakan Hana sontak membuat Nadifa dan Salwa memegang dada terkejut dan langsung membekap mulut sahabatnya yang satu itu karena beberapa orang langsung menoleh ke arah mereka


"Hana inget ya anti udah semakin besar, jangan kebiasaan teriak-teriak" ucap Salwa pelan


"hehehe ya maaf"


"kenapa anti teriak-teriak kayak tadi?" tanya Nadifa penasaran


"ana baru inget, Nazwa kan pernah ngasih kita nama instagram dia"


"ooo iya, coba ana cek dulu, mudah-mudahan internet lancar" ucap Hana segera membuka hp nya setelah sekian lama tak memegang benda pipih tersebut, untung saja ibunya membawanya tadi pagi saat menghadiri acara kelulusan putrinya


"alhamdulillah ketemu" ucapnya kegirangan seperti mendapatkan kejutan


"coba liat" ucap temannya segera mendekat


"iya, ini Nazwa"


"pantes aja dia udah terbiasa ama motor kang ujang yang setres" ucap Salwa menggelengkan kepalanya


"eh ini foto kita kan?" tunjuk Nadifa melihat foto yang baru di posting Nazwa dua hari yang lalu


"eh tapi kapan kita foto sama Nazwa perasaan nggak pernah deh?"


"aduh jangan cepat fikun Nad, ingetkan pas Nazwa ngambil hp nya saat orang tuanya telpon, nah kan pas selesai dia ngajak kita foto bareng"


"ooo iya hehhee"

__ADS_1


mereka kembali melihat foto tersebut dan membaca caption Nazwa di foto tersebut


"sahabat dunia akhirat, tak hanya di dunia namun sahabat di surga, sampai berjumpa lagi, jarak bukanlah penghalang diantara kita, jika Allah menghendaki kita akan bertemu lagi"


"eh liat Nazwa juga posting foto di hari yang sama" ucap Hana memperhatikan foto Nazwa bersama sahabatnya di cafe saat perpisahan mereka


"Sampai bertemu lagi partner bolos, kenangan bersama kalian tak akan pernah kulupa, sahabat yang mengajarkan ku apa artinya seorang sahabat yang selalu bersama dalam suka dan duka, jangan rindu ya, Insya Allah kita pasti bertemu lagi"


"oowh jadi ini sahabat Nazwa waktu di kota?" ucap mereka manggut-manggut


"eh kok kita malah stalking instagram Nazwa sih?, tujuannya kan mau ngechat" ucap Hana


"Assalamu'alaikum Nazwa"


tak berselang lama, pesan yang Hana kirim langsung mendapat balasan membuat mereka bersorak kegirangan


^^^"Wa'alaikumussalam siapa ya?"^^^


"ini Hana Naz"


^^^"Hana ponpes kan?" tanya Nazwa memastikan karena tidak menggunakan foto asli dan bukan hanya satu orang yang bernama Hana^^^


"na'am"


^^^"Hana apa kabar? gimana Salwa sama Nadifa?"^^^


"Alhamdulillah baik, Naz boleh minta no WA nggak"


^^^"+44**********"^^^


"cieee yang udah nggak pakek +62 lagi sekarang"

__ADS_1


^^^"hehehe jadi turis dulu sebentar^^^


^^^Han di negara orang"^^^


__ADS_2