Cahaya Cinta Pesantren

Cahaya Cinta Pesantren
Teman baru


__ADS_3

"eh kok perasaan ana nggak tenang ya? kayak ada yang lupa gitu" ucap Hana pada temannya saat mereka sudah duduk di kursi yang disediakan


"iya, ana juga ngerasa kayak ada lupa sesuatu gitu, tapi apa ya?"ucap Salwa yang ikut merasakannya


"iya kok sama ya?" Nadifa ikut menimpali


drettt drett drett


terdengar suara ponsel bergetar milik salah satu santriwati di belakang mereka,dengan spontan mereka menoleh dan


"NAZWA" ucap mereka serentak sampai menjadi perhatian beberapa santriwati lain


"astagfirulloh Sal, bisa-bisanya kita lupa sama Nazwa" ucap Hana merasa tak tenang


"iya, mana sambungan video tadi masih nyala"


"duh terus gimana nih, ponsel anti kan udah diambil Gus Fatih"


"mudah-mudahan aja Nazwa udah matiin ponselnya dari seberang sana" ucap Hana berdo'a


"iya mudah-mudahan aja"


"saking kagetnya sama Gus Fatih sampai lupa sama Nazwa, moga aja telponnya udah mati"


"ini semua gara-gara anti Nad" tunjuk Hana, mereka mulai saling menyalahkan


"lah kok ana?"


"anti yang ngajakin kita ngobrol, sampai lupa sama Nazwa"


"anti yang punya ponsel juganya harus inget dong, kan anti juga lupa"


"tapi kan kalau anti nggak ngajak bicara, ana nggak mungkin lupa"


"Stop stop, berhenti saling salahin, disini semua kita yang salah, jangan ada yang merasa benar dan saling menyalahkan" seperti biasa Salwa selalu menjadi penengah di antara mereka berdua yang mulai berdebat


"tapikan..."


"udah udah sekarang bukan saatnya mikirin itu, yang kita pikirkan adalah cari Gus Fatih dan tanya soal ini"


"kalau Nazwa udah matiin telponnya terus data seluler ana gimana?" Nadifa yang mendengar ucapan Hana langsung memukul lengan sahabatnya itu


"anti ini sebenarnya khawatir data seluler atau khawatir Nazwa?"


"dua-duanya, tapi kan sayang juga kalau kuota ana habis, padahal baru beli kemarin"


"jangan ribut, dengerin ceramah itu diem jangan sibuk sendiri disini kayak pasar" ucap Gus Fatih yang tiba-tiba sudah di belakang mereka


"untung ada Gus Fatih"


"Gus, hmm itu ponsel ana udah mati kan?"


"kan ponsel emang mati, emang ponsel anti bisa hidup?"


"mmm maksudnya tadi ada panggilan video Gus, udah dimatiin apa belum?" tanya Hana sekali lagi, karena bingung mendengar jawaban Gus Fatih, disini yang salah jawabannya atau pertanyaannya?

__ADS_1


"udah" jawabnya singkat, padat dan jelas


"terus data selulernya?"


"udah"


"ohh" Hana diam dan tak bertanya kembali mendengar jawaban Gus Fatih, semoga saja itu memang benar batin Hana


⚘⚘⚘


Nazwa bersiap-siap berangkat ke kampusnya ia meneliti sekali lagi pakaiannya dari atas sampai bawah tak lupa mengenakan mantel hangatnya karena cuaca diluar begitu dingin dengan angin yang bertiup cukup kencang, setelah dirasa cukup ia keluar apartemen dan pergi dengan menaiki sepeda karena jarak kampus yang dekat dari apartemen yang disewanya


Oxford University




Universitas oxford adalah perguruan tinggi tertua di Inggris dan sebagai peringkat keempat sebagai universitas tertua di dunia yang di perkirakan berdiri pada tahun 1096 M. Bangunan Universitas Oxford sangat unik, megah, klasik dan berkelas. Bangunan bergaya victoria ini tidak hanya memikat hati mahasiswa tetapi juga wisatawan asing


Menurut Times Good University Guide pada tahun 2013, Universitas Oxford berhasil menduduki posisi pertama sebagai universitas terbaik di dunia selama sebelas tahun berturut – turut


Nazwa menghembuskan nafasnya di depan gerbang universitas bersejarah tersebut, aroma kerajaan inggris sangat terasa disini, dengan arsitektur bangunan bergaya victoria ala kerajaan inggris membuat siapa saja mampu merasakan suasana dibangunan tua yang bersejarah tersebut


"Bismillahirrohmanirrohim" Nazwa melafadzkan basmalah setelah menginjakkan kaki pertama kali di gerbang tersebut


dukkk


"awww sorry, i am sorry" seseorang tiba-tiba menabraknya dari belakang karena terlalu tergesa-gesa, untungnya Nazwa bisa menjaga keseimbangan tubuhnya


"It's okay, are you okay?"


Nazwa mengulurkan tangan pada orang yang terjatuh akibat menabrak dirinya


"i am fine, thank you"


(aku baik-baik saja, terima kasih)


ucap seorang gadis tersebut menerima uluran tangan Nazwa


"what is your name?"


tanya gadis berambut pirang panjang, dengan mata berwarna biru, kulit putih dan hidung mancungnya mengulurkan tangan bersalaman ke arah Nazwa


"my name is Nazwa Azzahra"


jawab Nazwa menjabat tangan gadis tersebut tanpa menyebut marga keluarganya


"can i call you Zahra?"


(apakah aku bisa memanggilmu Zahra?)


"of course, and what is your name?"


(tentu saja dan siapa namamu?)

__ADS_1


"my name is Bianca Johnson, you can call me Bianca"


(namaku Bianca Johnson, kamu bisa memanggilku Bianca)


"owh, where are you from Bianca?"


(owh, dari mana asalmu Bianca?)


"my mother is British, while my father is American, they choose to live in America, but I prefer to live in England with my grandmother"


(ibu ku orang inggris, sedangkan ayahku orang amerika, mereka memilih tinggal di Amerika, tapi aku lebih senang tinggal di Inggris dengan nenek ku) Nazwa hanya menganggukan kepala mendengar jawaban Bianca


"how about you, where are you from?"


(Bagaimana dengan mu, dari mana kamu?)


"i am from Indonesia"


"Indonesia is a beautiful country, I want to go there one day"


(Indonesia negeri yang indah, aku ingin kesana suatu hari nanti)


Nazwa tersenyum mendengar jawaban Bianca, karena keindahan indonesia memang sudah tak diragukan lagi di mata dunia


"Friend?" (teman?) tanya Bianca mengulurkan tangannya dan langsung dibalas Nazwa dengan tersenyum


"yes, friend" (ya, teman)


"are you a new student here?" (apakah kamu mahasiswa baru?)


"Yes, I'm a new student at the Faculty of Medicine" (Ya, saya mahasiswa baru fakultas kedokteran)


"oh my god, it means we are one faculty" (oh tuhan, berarti kita satu fakultas) ucap Bianca histeris karena mendapatkan teman yang satu jurusan dengan dirinya


"really?" (serius?) tanya Nazwa tak percaya, karena ia puj merasa senang sudah mempunyai teman satu jurusan


"yes, we are one department"


(ya, kita satu jurusan)


"I hope that we can pass the test today" (aku harap kita bisa lulus tes hari ini)


"yes i hope so too" (ya, aku juga berharap begitu)


Akhirnya mereka berdua melangkahkan kaki ke dalam gedung tua bersejarah tersebut, sebuah universitas tempat salah satu pembuatan film sihir terkenal di dunia, Harry Potter


"wow this is so beautiful" (wow ini sangat indah) ucap mereka saat melihat gaya arsitektur di dalam universitas tersebut


"Yes, I can feel the historical atmosphere here" (ya, aku bisa merasakan suasana yang sangat bersejarah disini)


.


.


.

__ADS_1


MAAF YA AUTHOR BARU SEMPET UP 🙏🙏🙏


BANYAK TYPO 🙏🙏🙏


__ADS_2