
Pagi yang panas, matahari yang bersinar terik, membuat keringat para santri yang sedang kerja bakti bercucuran
Seluruh pesantren disibukkan dengan persiapan penyambutan Hari santri nasional setelah sebelumnya merayakan hari besar maulid Nabi Muhammad Saw.
Terop untuk perayaan maulid beberapa hari lalu masih terpasang rapi, sengaja tak dibongkar untuk pelaksanaan hari santri.
Para santriwati bertugas menghias panggung dan dekorasi lainnya dan santriwan mengatur kursi dan kebutuhan lainnya yang cukup berat
"Nazwa anti dipanggil ustadzah Fathia" ucap Diana menghampiri Nazwa yang sedang merangkai bunga kertas
"ohhh ya, makasih info nya kk"
"ana pergi dulu ya dipanggil ustadzah" pamit Nazwa pada yang lain dan dibalas anggukan oleh temannya
"Assalamu'alaikum" Nazwa memasuki ruang yang dipenuhi dengan berkas-berkas nilai siswa, ruang guru
"Wa'alaikumussalam" terdengar jawaban dari dalam
"Nazwa sini ada yang mau ustadzah kasih tau"
"ada apa ustadzah?" tanya Nazwa setelah duduk di kursi yang telah disediakan
"jadi gini dalam rangka hari santri nasional, ustadzah minta anti nyanyi"
"sendirian ustadzah?"
"nggak kok banyak, kakak senior sama teman anti juga, hanya saja anti yang mimpin"
"santriwati aja ustadzah? kenapa nggak santriwan?"
"santriwan nanti nampilin hadroh dan sholawat, nanti santriwati yang nyanyi hari santri"
"oh gitu ustadzah"
"silahkan anti latihan di ruang musik sama santriwati yang lain"
"na'am ustadzah, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
"eh tunggu Nazwa" ucapan ustadzah Fathia menghentikan langkah Nazwa
"ya ustadzah?"
"sekalian kasih ini untuk Gus Rayhan, susunan acara untuk yang besok" ustadzah Fathia memberikan selembar kertas
"baik ustadzah"
Nazwa keluar dari ruang guru menuju ruang musik ia membaca satu persatu kegiatan beserta nama panitia yang bertugas di lembaran tersebut
"oh jadi Gus Rayhan ketua panitia? kenapa nggak dari santri aja?" gumam Nazwa kecil
Hingga pandangannya teralihkan pada bagian paling bawah surat yang membuatnya terkejut
"tunggu dulu, tanda tangan ini sama seperti surat yang kemarin"
"tidak tidak mungkin kan"
"tapi sama persis"
"apakah surat itu dari mereka berdua?" Nazwa bermonolog sendiri dengan pandangannya yang tak lepas dari surat yang di pegangnya
"jika benar apa yang harus kulakukan?" batin Nazwa bingung
"NAZWA" terdengar teriakan tiga temannya memanggil dari ruang musik membuat para santri yang lain ikut menoleh
__ADS_1
"ngapain kalian teriak-teriak? padahal kalian sendiri yang bilang kalau suara perempuan itu adalah aurat" ucap Nazwa yang baru datang menghampiri temannya
"hehehe reflek"
"anti kenapa? kok kayak orang bingung gitu ana liatnya?" tanya salwa
"hehehe nggak ada, ana cuma nggak nyangka aja disuruh mimpin nyanyi" ucap Nazwa tersenyum menyembunyikan kegelisahannya
"wah hebat anti Naz" puji Hana
"sebentar ya, ana nganterin susunan acara untuk besok ke Gus Rayhan dulu, tadi disuruh ustadzah"
"tapi Gus Rayhan dimana ya?" tanya Nazwa
"tuh di dalam lagi ngatur tim hadroh buat nyambut perayaan besok"
"ohhh, terus kalian kok nggak masuk juga?"
"kan kita sebagai sahabat yang setia nungguin anti"
"ya udah ayo sekarang masuk"
Mereka memasuki ruangan yang terbilang cukup luas tersebut, di sebelah kanan dikhususkan untuk santriwan dan sebelah kiri dikhususkan untuk santriwati yang hanya berbatas tirai yang kini sedang terbuka
"Assalamu'alaikum Gus"
"Wa'alaikumussalam" jawab Gus Rayhan menoleh
"ada apa ya Nazwa?"
"ini susunan acara untuk besok" ucap Nazwa menyerahkan selembar kertas yang terlipat rapi
"oh ya terima kasih"
"sama-sama Gus, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Pagi yang dinantikan telah tiba, para santri memakai pakaian serba putih, santriwan menggunakan sarung hitam, baju koko putih serta peci di kepalanya tak lupa di pundaknya disampirkan sorban. Sedangakan para santriwati menggunakan gamis putih dengan jilbab senada
Setelah pembacaan sambutan serta diawali do'a kini giliran paduan suara untuk menyanyikan mars hari santri
Nazwa mengambil mikrofon yang disediakan dan mulai bernyanyi dengan suara merdunya
...Mars Hari Santri...
...22 Oktober 45 ...
...Resolusi jihad panggilan jiwa ...
...Santri dan ulama tetap setia ...
...Berkorban pertahankan indonesia...
...Saat ini kita telah merdeka ...
...Mari teruskan perjuangan ulama...
...Berperan aktif dengan dasar pancasila ...
...Nusantara tanggung jawab kita...
...Hari santri hari santri hari santri Hari santri bukti cinta pada negeri ...
...Ridho dan rahmat dari ilahi ...
__ADS_1
...NKRI harga mati...
...Ayo santri ayo santri ayo santri...
...Ayo ngaji dan patuh pada kyai...
...Jayalah bangsa, jaya negara...
...Jayalah pesantren kita...
...Mari bersiap kita berangkat...
...Ke pesantren dengan penuh semangat...
...Raih cita-cita luruskan niat...
...Mengabdi tuk kemaslahatan umat...
...Jayalah bangsa negara...
...Jayalah indonesia...
...Jayalah indonesia...
prokkk prokkk prokkk
terdengar sorak tepukan dari para santri dan para pengajar ponpes
"acara selanjutnya, mari kita bersama dengarkan ceramah dari guru kita sekaligus pemilik pondok pesantren Nurul Hikmah"
terdengar suara mc untuk mempersilahkan abi rahman naik ke atas panggung menyampaikan ceramah yang selalu menjadi motivasi untuk para santri
"Dulu ketika PKI ingin mengadakan kudeta menukar konstitusi pancasila karena tidak setuju dengan sila pertama, mereka tidak percaya adanya tuhan, bagi mereka manusia yang menciptakan tuhan dalam khayalan kepala mereka"
"ketika komunis datang, siapa yang mereka bantai? ulama dibunuh, difitnah, diculik, disiksa, mereka menyebar fitnah-fitnah yang luar biasa"
"siapa yang bisa mempertahankan NKRI?, NKRI akan tetap berdiri tegak selama pondok pesantren, madrasah-madrasah masih tetap meneriakkan Allahu akbar"
"Takbir"
"Allahu Akbar"
"Hari santri Nasional tanggal 22 oktober berkaitan erat dengan hari pahlawan tanggal 10 november, kalian sebagai para santri harus mengerti sejarah ini"
"Datang para ulama', jendral-jendral ke rumah K.H Hasyim Asy'ari di ponpes tebu ireng jombang meminta fatwa karena belanda sudah mulai menyerang"
"akhirnya pada tanggal 22 oktober keluarlah Fatwa resolusi jihad panggilan jiwa, melawan para penjajah, selama 18 hari sholat tahajud untuk menguatkan semangat dan pecahlah perangnya pada tanggal 10 november"
"jadi anak-anakku semuanya, negri ini merdeka tak lepas dari perjuangan para santri dan ulama terdahulu yang ikut berjuang"
"sekarang sudah tidak ada perang lagi, tugas kalian sebagai santri adalah mempertahankan negara ini yang telah dibela mati-matian sampai titik darah penghabisan oleh para santri sebelum kalian"
"Santri tak hanya sebutan bagi yang mondok di pesantren, tapi siapa yang berakhlak seperti santri ialah santri"
Begitulah potongan ceramah yang disampaikan abi rahman membuat para santri merinding, karena ceramah yang begitu menyentuh relung hati mereka
Selanjutnya adalah acara penutup yang paling dinanti para santri terutama santriwati saat melihat idola mereka, apalagi Gus Rayhan juga ikut serta bersholawat membuat mereka semakin histeris melihat dua putra mahkota pesantren yang kini tampil membawakan sholawat dengan suara merdunya
.
.
Banyak Typo...🙏🙏🙏
...Selamat Hari Santri Nasional 22 oktober 2021...
__ADS_1
..."Santri Siaga Jiwa Raga"...