
Air kolam yang jernih memantulkan cahaya rembulan yang bersinar terang, langit malam itu terlihat indah tanpa awan dengan hiasan ribuan bintang dan planet
"Hubby perhatiin nggak tadi ekspresi Gus Rayhan?" pertanyaan Nazwa sontak membuat Gus Fatih memicing curiga ke arah istrinya
"Emangnya kenapa?"
"Kayaknya ada masalah sama Kak Aisyah soalnya tadi Nazwa liat mata Kak Aisyah kayak orang habis nangis"
"Nggak usah ikut campur, itu urusan mereka"
"Bukan gitu maksudnya, tapi Kak Aisyah kayak ngehindarin Nazwa gitu, aneh nggak sih?"
"Husnudzon aja, mungkin dia lagi nggak mood"
"Tapi yang Nazwa takutkan ini tuh ada hubungannya sama Nazwa" Gus Fatih menggeleng pelan dan mengusap puncak kepala istrinya
"Kalau Nazwa nggak pernah berbuat salah kenapa harus takut?" tanya Gus Fatih
"Hubby nggak ngerti sih, maksud Nazwa itu apa mungkin Gus Rayhan nyeritain masa lalunya? jadi Kak Aisyah ngehindarin Nazwa?"
"Kalau benar begitu Kak Aisyah pasti kecewa banget, kalau tau adik iparnya pernah menjadi mantan calon tunangan suaminya" lanjut Nazwa menarik nafas panjang
"Allah sedang menguji rumah tangga mereka, bagaimana sikap jujur, setia, dan cerdas menyikapi hal-hal yang terdapat pada pasangan, entah itu cerita masa lalu atau kesalahan lainnya"
"Nazwa punya ide" ucap Nazwa tiba-tiba semangat
"Kita nggak harus ikut campur---"
"Hubby, kita nggak pernah bermaksud ikut campur tapi kita hanya sedikit membantu untuk membuat mereka menyadari perasaan masing-masing"
"Kalau ternyata Bang Rayhan masih suka Nazwa gimana?"
"Karena itu, kita harus membiarkan mereka waktu berdua untuk berbicara tenang dari hati ke hati agar saling mengerti dan membantu, Hubby nggak liat tadi mereka kayak ngehindar gitu" jelas Nazwa membuat Gus Fatih mengangguk mengerti
"Terus rencananya gimana?"
"Jadi gini..."
⚘⚘⚘⚘⚘
"Assalamu'alaikum Kak Aisyah" Nazwa mengetuk pintu kamar kakak iparnya karena Gus Fatih sudah memberi tahu kalau Gus Rayhan sudah di pondok
"Wa'alaikumussalam Nazwa" Aisyah keluar dengan jilbab simpelnya
"Nazwa boleh minta tolong nggak? temenin Nazwa beli keperluan sebentar" ucap Nazwa memasang wajah kasihannya
"Gus Fatih mana?"
"Dia masih ada kegiatan di ponpes, soalnya ini mendadak buat besok, sekalian Nazwa ngajak Kak Aisyah jalan-jalan kita kan belum pernah jalan berdua mumpung masih sore" Nazwa mengamati wajah orang di depannya yang terlihat ragu
"Tapi ana belum minta izin" ucapnya pelan
"Kalau gitu nanti Nazwa kabari Gus Fatih buat ngasih tau Gus Rayhan kalau Kak Aisyah pergi sama Nazwa" ucap Nazwa meyakinkan
"Baik kalau begitu tunggu sebentar"
__ADS_1
Nazwa mengangguk tersenyum dan melompat riang, dengan cepat ia menggetikkan sesuatu di ponselnya
"Rencana pertama sukses"
.
"Bang sibuk enggak?" Gus Fatih menghampiri Gus Rayhan yang terlihat mengawasi beberapa santri yang terkena hukuman
"Kenapa?"
"Jalan-jalan yuk, butuh healing kita biar nggak sakit kepala, abang tau nggak kalau terlalu banyak pikiran bisa menyebabkan munculnya gejala depresi, kurang tidur bahkan sulit mengambil keputusan" Gus Fatih mengucapkannna dalam satu tarikan nafas, berulang kali ia menghafalnya semalam setelah diajari Nazwa alasan agar Gus Rayhan bisa diajak
"Sekalian juga mempererat hubungan kita, jarang-jarang loh bang kita jalan berdua" Gus Rayhan memandang aneh kelakuan adiknya tapi kemudian mengangguk
Gus Fatih tersenyum dan mengeluarkan ponselnya, ia tertawa saat membaca pesan dari istrinya
"Sukses, beralih ke rencana selanjutnya"
.
"Nazwa anti bisa bawa motor?" tanya Aisyah saat Nazwa mengeluarkan motor matic milik Aziz yang dipinjamnya
"Bisa kok, Kak Aisyah nggak berani naik motor?"
"Bukan gitu, tapi..."
"Nggak papa kok, Kak Aisyah percaya sama Nazwa" ucap Nazwa dengan penuh percaya diri
Aisyah mengangguk dan Nazwa mulai menjalankan motor itu menuju lokasi yang telah di sepakati
"Loh kok berhenti di restoran?" tanya Aisyah bingung
"Kita istirahat bentar ya kak, soalnya di depan kayaknya lagi macet" ucap Nazwa menggaruk belakang kepalanya
"Maafkan dosa hamba yang berbohong Ya Allah" ucap Nazwa dalam hati
"Tapi sebentar ya, ana takut orang rumah nyari'in" ucap Aisyah yang dibalas anggukan oleh Nazwa
"Maaf ya Kak Aisyah, nanti kalau orang rumah marah Nazwa yang tanggung jawab"
Aisyah lagi-lagi dibuat bingung dengan tingkah Nazwa yang membawanya masuk ke ruangan private, Nazwa beralasan agar mereka tak dilihat banyak orang dan lebih nyaman berbicara
"Target satu sudah sampai di lokasi"
.
"Kita mau kemana?" Gus Rayhan yang sedang menyetir menoleh pada Fatih yang duduk di sebelahnya
"Bisa mampir ke restoran bentar Bang?, kita pesan minum, udaranya panas banget" Gus Fatih mengipaskan tangannya di depan wajah seperti orang kepanasan, padahal AC didalam mobil menyala
"Maaafkan lisan hamba yang berbohong Ya Allah"
Sesaat setelah di parkiran Gus Fatih langsung mengirim pesan pada istrinya
"Target dua sudah di lokasi"
__ADS_1
"Biar Fatih yang traktir bang, sebagai adik dan saudara yang baik"
"Kenapa harus ruangan private?" tanya Gus Rayhan
"Butuh healing kita" ucap Gus Fatih dan berjalan di depan sebelum abangnya kembali bertanya
Saat ruangan di buka, Gus Fatih langsung mendorong Gus Rayhan masuk ke dalam dan mengunci pintu dari luar
"Fatih jangan macam-macam kamu" ucap Gus Rayhan dari dalam tapi kemudian terhenti saat melihat sosok yang duduk di belakangnya
"Aisyah?"
.
"Hubby hebat" Nazwa mengacungkan dua jempol pada suaminya, ia tadi keluar dengan alasan pergi ke toilet saat membaca pesan kalau Gus Rayhan juga sudah sampai
Pasangan suami istri itu bertos ria dan tertawa dengan ide konyol mereka
"Butuh healing kita" ucap mereka serentak dan tertawa bersama meninggalkan tempat itu
.
Suasana canggung terasa dalam ruangan yang hanya diisi dua orang itu, tak ada yang memulai percakapan diantara mereka, hingga Gus Rayhan menghela nafas dan mulai menatap istrinya
"Aisyah"
Aisyah yang ditatap langsung mendongak melihat wajah suaminya
"Ana minta maaf"
"Seharusnya Aisyah yang minta maaf" ucap Aisyah kembali menunduk
"Harusnya Aisyah bisa mengerti itu, seharusnya Aisyah beruntung mas sudah bercerita, jadi Aisyah tak kecewa mendengarnya dari orang lain"
"Ana minta tolong..." ucap Gus Rayhan menjeda ucapannya
"Ana minta tolong, tolong bantu ana melupakannya, bagaimanapun sekarang anti adalah tanggung jawab ana, perasaan itu sulit untuk dilupakan tapi ana yakin kalau anti bisa membantu ana melupakannya, Allah tau yang terbaik untuk hambanya, karena itu Allah mengirim anti untuk ana, saat Nazwa kecelakaan seharusnya ana sadar kalau mungkin Nazwa bukan jodoh yang dikirmkan Allah untuk ana" Aisyah menunduk mendengar ucapan suaminya tanpa sadar air matanya menetes, seharusnya dari awal ia sadar dan membantu suaminya bukan malah menghindar dari masalah
"Maaf..." hanya kata itu yang bisa keluar dari bibirnya
"Jangan terus meminta maaf, seharusnya ana yang minta maaf karena telah membuat anti kecewa" Aisyah menggeleng mendengar ucapan suaminya, ia merasa sangat bersalah sekarang bahkan sempat membenci Nazwa yang tak tau apapun
"Mari kita mulai bersama perjalanan rumah tangga kita, membuat kisah indah yang sulit dilupakan" ucap Gus Rayhan dan dibalas Aisyah dengan anggukan kepala
"Jangan menangis, kita masih belum balas dendam pada pasangan licik itu" ucapan Gus Rayhan sontak membuat Aisyah tersenyum
"Ya kita harus balas dendam pada mereka"
.
.
**Banyak Typo...🙏🙏🙏
Maaf kalau alurnya berantakan..🙏🙂**
__ADS_1