
Berbagai hiasan sudah terpasng di beberapa sudut pesantren, suara hadroh menggema menyambut tamu undangan yang hadir di acara ponpes, para tamu undangan sudah ramai berdatangan
Sang pengantin laki-laki sudah berdiri di pelaminan bersiap melakukan akad, sedangkan pengantin perempuan masih menunggu di ruangan yang telah disediakan
Gugup, itulah yang dirasakan Gus Fatih saat ini, disaksikan banyak orang ia akan mengucapkan akad untuk menjadi pasangan halal dengan pilihannya
Inilah pernikahan, ibadah terpanjang dalam hidup, bukan satu atau sepuluh tahun tapi selamanya, disinilah pemikiran seseorang akan terlihat bagaimana caranya ia memimpin dan menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh dengan bumbu-bumbu manis dan pahitnya ikatan rumah tangga
Nazwa berdiri di depan cermin dengan setelah selesai dirias oleh MUA, balutan baju putih yang melekat di tubuhnya membuatnya nampak elegan
"Nggak nyangka banget ya Naz, anti udah mau nikah aja" ucap Nadifa yang kekeuh untuk ikut walaupun membawa bayinya yang baru berusia satu bulan
"Kalian aja udah nikah duluan, kok bilang nggak nyangka?"
"Ya maksud ana itu, jodohnya yang tidak disangka, padahal dulu setiap anti ketemu sama Gus Fatih pasti kerjaannya adu mulut terus"
"Ya itulah jodoh, ana bahkan nggak nyangka kalau jodoh ana si Fikri" sambung Salwa
"Jodoh datangnya dari arah yang nggak kita duga sekalipun"
"Anti cantik banget Naz, semoga bahagia menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah"
"Aamiin"
.
"Qabiltu nikaha wa tajwijaha alal mahril madzukur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq..."
(Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar itu dan saya rela dengan hal itu semoga Allah meridhoi...)
"SAH?..."
"SAH"
"Alhamdulillahirrobbilalamin"
Gus Fatih mengucap syukur, saat kalimat itu ia selesaikan dalam satu tarikan nafas, perasaan bahagia membuncah dalam dirinya, sebuah penantian panjangnya akhirnya kini terbalaskan
Cinta yang dulu terhalang dinding pesantren telah menyatu dalam ikatan halal menghancurkan batasan antara laki-laki dan perempuan, cinta yang penuh ujian dan cobaan akhirnya bisa bersama
🌷🌷🌷🌷🌷
"Nazwa sekarang anti udah sah jadi istri orang jadi selamat menempuh hidup berumah tangga" ucap Hana menggandeng tangan Nazwa menuju lokasi akad
__ADS_1
"Han, ana gugup, ana kembali aja ya, bilangin ana sakit perut" ucap Nazwa meremas tangannya yang dingin
"hahaha anti lucu Naz, mana boleh begitu, suami anti sudah nunggu lalu anti mau kabur kayak sinetron?"
"Bismillah aja Naz, dulu ana juga gitu, hari ini akan menjadi hari yang nggak akan pernah anti lupakan dalam hidup anti"
Para tamu undangan bertepuk tangan saat pengantin wanita memasuki acara, hal yang pertama Nazwa lihat adalah Gus Fatih bukan tapi suaminya yang memakai jubah putih dipadukan dengan jas hitam
"Ayo Naz, salaman dulu" Salwa berucap pelan saat Nazwa sudah sampai di depan suaminya
Gus Fatih mengulurkan tangannya dan disambut Nazwa dengan tangan yang betgetar, bagaimanapun juga ia tak pernah bersentuhan langsung dengan lawan jenis kecuali keluarganya, saat koas mengobati pasien di oxford, ia masih menggunakan sarung tangan
Gus Fatih hanya tersenyum melihat reaksi istrinya, ia menyambut tangan Nazwa yang dingin, Nazwa langsung mencium tangan suaminya dan Gus Fatih mengecup pucuk kepala istrinya seraya berdo'a
Para tamu undangan yang melihat hal itu bertepuk tangan heboh, tak kalah juga para santriwati yang berteriak histeris melihat adegan romantis itu, sungguh pasangan yang serasi
Gus Rayhan tersenyum dan memandang istrinya yang juga balik menatapnya, ia harus sadar jika itu adalah pilihan terbaik dari Allah
"Assalamu'alaikum istriku" ucap Gus Fatih pelan membuat Nazwa mendongak dengan pipi yang memerah
"Wa'alaikumussalam"
"Ana uhibbukafillah "
(Aku mencintaimu karena Allah)
(Semoga Allah mencintaimu, karena engkau telah mencintaiku karena-Nya)
Gus Fatih tersenyum mendengar kalimat itu, karena selama ini Nazwa tak pernah mengatakan kalau ia mencintai dirinya
⚘⚘⚘⚘⚘
Acara yang begitu panjang bagi Nazwa akhirnya telah selesai, tubuhnya terasa begitu lelah, bahkan untuk berjalan saja rasanya tak sanggup, dengan langkah terseok-seok ia menghampiri keluarganya yang hendak pulang
"Sekarang Nazwa udah besar, udah jadi istri, kurangi sikap manjamu, jadi istri yang sholehah, nurut ucapan suami dan layani suamimu dengan baik" nasihat yang selalu di ulang-ulang oleh ibunya membuat Nazwa mengangguk meneteskan air mata
"kalian pulang sekarang? nggak nginep dulu?" tanyanya sambil memeluk ibunya
"Menginaplah dulu Pak Wiraguna" ucap Abi Rahman
"lain kali saja pak kyai, masih ada urusan yang belum selesai"
"sudahlah nak, kok jadi cengeng gini, senyum dong kan sekarang udah halal" ucap ibunya menggoda namun tak di pedulikan Nazwa
__ADS_1
"Jaga Nazwa baik-baik Gus, dari kecil kedua orang tua kami tak pernah main tangan atau membentak kami, jadi jika ia melakukan kesalahan nasihati ia dengan baik-baik" ucap Satria menepuk pundak adik iparnya
"Pasti bang"
"Pakaian Nazwa semuanya udah di bawa tadi, jangan nangis lagi kalau kangen kan tinggal telpon"
"Kalau begitu kami pamit dulu, Assalamu'alaikum"
"Jadi istri yang sholehah nak" pak wiraguna menepuk pelan pucuk kepala putrinya sebelum akhirnya pergi, agar tak membuat Nazwa semakin merasa sedih
"Jadi istri berbakti dek, denger kata suami, surganya seorang istri ketika menikah adalah di telapak kaki suaminya" ucap Satria mengelus kepala adiknya
"Wa'alaikumussalam" jawab Nazwa lirih sambil menghapus sisa-sisa air matanya
"Sekarang ayo masuk Naz, ummi tau Nazwa pasti lelah" ucap ummi Fatimah lembut membuat Nazwa mengangguk patuh
"Ayo, hubby bantu" Gus Fatih dengan sigap menahan tubuh Nazwa yang oleng karena kelelahan
"sukron hubby"
🍃🍃🍃🍃🍃
"Mau sholat berjama'ah?" Gus Fatih bertanya saat melihat Nazwa keluar dari kamar mandi dengan gamis sederhana dan jilbab simpel yang menutupi rambutnya, terlihat ia belum terbiasa dengan statusnya
"Gus belum sholat?" Nazwa pikir Gus Fatih sudah sholat lebih dulu mengingat tadi dirinya cukup lama di kamar mandi, ternyata suaminya menunggunya sholat berjama'ah,
"Sholat berjama'ah itu lebih baik dari pada sholat sendiri, pahalanya juga lebih besar" Nazwa mengangguk dengan segera merentangkan sajdah di belakang suaminya
Itu adalah sholat berjama'ah pertama setelah pernikahan mereka, suasananya terasa sangat berbeda apalagi dilakukan bersama pasangan halal
Nazwa melipat sajadahnya, saat selesai sholat, terlihat ia nampak ragu membuka mukenahnya di hadapan Gus Fatih yang menatapnya
"Buka aja" pipi Nazwa bersemu merah mendengar nama panggilan itu
"Kok malu?" tanya Gus Fatih yang sekarang suka sekali menggoda istrinya
"Nggak kok, siapa yang malu?" tanya Nazwa dengan cepat membuka mukena nya dan memperlihatkan rambut hitam sepinggangnya
"Masya Allah" Gus Fatih kagum melihat istrinya yang nampak berbeda tanpa hijabnya, ternyata pasangan halal itu lebih indah, memandang pasangan bukanlah dosa melainkan sebuah pahala
.
.
__ADS_1
Banyak Typo...🙏
Maaf ya kalau alurnya nggak nyambung...🙏