Cahaya Cinta Pesantren

Cahaya Cinta Pesantren
Welcome


__ADS_3

"Zahra I want to be a Muslim" (Zahra aku ingin menjadi muslim)


"Apa kah kau yakin?" Tanya Nazwa dengan ekspresi terkejut


"Aku yakin"


"Bianca dengarkan aku, kau mengubah kepercayaanmu harus dengan ikhlas dan hati yang tulus bukan karena keadaan terpaksa atau karena sebuah situasi, tapi gunakan hatimu"


"Aku sudah yakin saat pertama kali melihatmu sholat, aku dapat melihat ketenangan dalam dirimu, dan juga saat kau menceritakan tentang ilmuwan hebat muslim, aku tertarik untuk lebih belajar tentang agama islam"


"Apa kau sudah yakin?" tanya Nazwa sekali lagi


"Aku belum pernah merasa seyakin ini sebelumnya"


"Lalu apakah orang tuamu atau keluargamu yang lainnya tau mengenai hal ini?" Tanya Nazwa


"Aku sudah mengatakan kepada mereka beberapa hari yang lalu, awalnya mereka menolak namun seiring waktu mereka membebaskan pilihanku karena usahaku untuk meyakinkan mereka"


"Zahra entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang kurang dalam diriku dan hatiku sering gelisah, namun saat aku pertama kali mendengar kau mengaji rasanya seperti tenang sekali" sambung Bianca


"Baiklah sekarang istirahatlah besok aku akan mengantarmu ke masjid untuk menjadi muallaf"


"Thank you Zahra" ucap Bianca memeluk Nazwa tulus


⚘⚘⚘⚘


Kota yang tak begitu padat, gaya bangunan yang klasik dengan dinding khas masa kerajaan inggris, terdengar suara merdu lantunan ayat suci Al-Qur'an dari salah satu tempat ibadah umat muslim di kota tersebut


Nazwa menggandeng tangan Bianca masuk ke dalam masjid yang bergaya klasik tersebut


"Are you sure?" (apakah kamu yakin?) tanya Nazwa sekali lagi saat mereka menapakkan kaki di tangga masjid tersebut


"sure"


Nazwa memasuki masjid dan disana terdapat beberapa orang yang menatap ke arah mereka, Nazwa melihat orang yang baru saja menutup Al-Qur'annya sepertinya ia adalah salah satu ustadz atau seorang pengurus di masjid ini, Nazwa menghampirinya dan menyatakan maksud kedatangan mereka ke sini


"apakah kamu yakin ingin masuk islam tanpa adanya paksaan dari siapapun?" tanya orang tersebut Bianca mengangguk, para orang-orang disana menjadi saksi atas hal tersebut

__ADS_1


"ok, follow me"


"Asyhadu alla illaha illallah wa asyhadu ana muhammadu rasullalloh"


Dengan nada Bicara yang terdengar kaku, Bianca mengikuti ustadz dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, dengan disaksikan orang yang ada disana dirinya resmi menjadi seorang muslim


"Alhamdulillah, Welcome to Islam Bianca" ucap Nazwa dan Bianca langsung menghambur memeluk Nazwa dengan tangis haru


"aku aku bisa merasakannya Zahra, aku merasakan ketenangan dalam diriku, aku merasakan seperti bagian yang kurang dalam hidupku sudah terisi, aku bisa merasakan hatiku damai dan tenang"


"Kau sudah menjadi muslim Bianca, aku akan mengajarmu apa yang boleh dan dilarang dalam agama islam"


"Thank you Zahra"


🌷🌷🌷🌷


Pagi yang cerah di musim semi bulan maret, bunga-bunga bermekaran dijalan mengeluarkan wangi semerbak yang mengalirkan pikiran tenang, suara burung-burung berkicau dan kelopak bunga yang berjatuhan menghiasi langkah pejalan kaki di kota Oxford


"Bagaimana rasanya menjadi muslim?" tanya Nazwa kepada gadis berjilbab merah mudayang duduk disampingnya


"segala sesuatu sudah ada ketentuannya bahkan sebelum manusia lahir di dunia, ini semua sudah takdir yang diberikan Allah, ia maha membolak balik hati, sekuat apapun aku berusaha meyakinkanmu kalau Allah tak menghendaki hatimu untuk itu artinya hanya sia-sia"


"kau benar, aku juga yakin setiap orang pasti punya balasan atas segala perbuatan buruknya"


"kita akan mendapatkan ganjaran yang sesuai dengan apa yang kita lakukan, jangan pernah membenci seseorang itu hanya penyakit hati, tapi yakinlah Allah punya rencana dibalik itu semua" jawab Nazwa sambil memandang hamparan sungai di depan matanya, ia mengambil bunga yang jatuh diatas rerumputan hijau dan kembali berkata kepada Bianca


"ingatlah kata ali bin abi thalib, jadilah seperti bunga yang memberikan keharuman bahkan kepada tangan yang telah menghancurkannya"


"jujur Zahra, sebelumnya aku benci kepada orang tua ku yang lebih menyayangi kakak laki-laki dan adik perempuanku, karena itu aku lebih memilih tinggal bersama dengan nenek dari pada terus bertengkar dengan mereka hanya karena urusan sepele, namun kini aku sadar tidak ada artinya aku membenci mereka itu hanyalah sebuah penyakit hati yang perlahan akan menggerogoti hati sedikit demi sedikit, hanya membawa dampak buruk bagi hidup kita"


Nazwa menoleh melihat Bianca yang menghapus cairan bening dari pelupuk matanya


"rasa kecewa itu wajar, karena perlakuan mereka yang berbeda namun yakinlah suatu saat Allah akan menunjukkan hikmah dibalik semua kita hanya berdo'a dan bersabar dalam menjalaninya"


"aku menunggu hari itu tiba, hari dimana penantian ini kan berakhir, hari dimana kan ku buktikan pada mereka kalau aku juga bisa membuat mereka bangga dan kembali merasakan kehangatan keluarga"


"fighting"

__ADS_1


⚘⚘⚘⚘


Sementara itu di belahan dunia lain, Rintis hujan turun membasahi bumi, angin bertiup kencang menerbangkan dedaunan kering, seseorang duduk di tepi jendela kamarnya dengan pikiran berkelana


"Rayhan kapan kamu bawa calon menantu ummi"


"sabar ummi, kalau sudah waktunya pasti Rayhan perkenalkan"


"oowh berarti sudah ada?" tanya umminya dengan wajah semangat


"insya allah ummi, tapi sekarang dia masih kuliah, Rayhan kayaknya tunggu lulus aja"


"semakin cepat semakin baik, kan boleh lanjut kuliah kalau udah nikah"


"insya allah nanti ana kesana kalau dia udah pulang, silaturrohim sama keluarganya "


"loh emangnya dia kuliah dimana?"


"inggris"


"jauh banget, boleh ummi tau siapa namanya?"


"ummi kenal kok santriwati sini"


"kuliah di inggris? oh Nazwa" tebak umminya dan Rayhan mengangguk


dengan senyumannya


Tanpa disadari Gus Fatih berdiri diatas tangga mendengar langsung pembicaraan mereka, niatnya untuk ngobrol sebentar dengan abang dan umminya sebelum kembali lagi ke Kairo nanti sore diurungkan, ia lebih memilih kembali naik ke atas kamarnya dan merenungkan kembali ucapan abangnya yang terus berputar dalam ingatannya


"apa yang harus kulakukan ya allah, hatiku sudah berlabuh pada dirinya, semuanya ku serahkan padamu yang membolak balik hati, tak mungkin juga karena ini aku bermusuhan dengan saudaraku sendiri" ucapnya bergumam pelan sambil mengenggam gelang di tangannya, memandang langit yang mendung seolah turut bersedih atas suasana hatinya


Ia membuka hp nya dan menekan aplikasi pesan berwarna hijau, melihat poto profil gadis yang membuat hatinya terasa bimbang, terlihat foto Nazwa berdiri di depan universitas Oxford dengan memegang buku di tangannya dan senyumannya yang selalu membuat siapapun terpesona


"Jika dia memang jodohku dekatkan lah kami ya Allah, namun jika dia memang bukan jodohku jadikan hati ini ikhlas untuk melepas dirinya"


Banyak Typo....🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2