
🌥🌧🌦
Awan mendung menyelimuti langit pagi menjelang siang di pesantren, para santri bersiap mengangkat jemuran karena pertanda akan turunnya hujan
"astagagfirullohaladzim kok hujan sih, pakaiannya kan belum kering, entar kalau dijemur di dalam bau apek" keluh Nadifa sambil mengangkat jemuran yang terasa basah
"jangan khawatir Nad, sekarang ada downy menghilangkan bau apek pada pakaian" ucap Hana mengikuti iklan di tv
"anti promo Han?" ucap Nazwa tertawa
"udah jangan pada ribut, cepetan angkat entar keburu hujan, seharusnya kita itu bersyukur hujan itu rahmat yang allah turunkan pada kita, banyak orang diluar sana yang menginginkan hujan bahkan sampai membuat hujan buatan, makhluk hidup lainnya juga pasti membutuhkan hujan untuk minum, dan bertahan hidup" jelas Salwa panjang kali lebar
"tuh dengerin Nad, anti itu harus bersyukur jangan ngeluh mulu" tambah Hana
"emang ya kita manusia itu kurang bersyukur, pas dikasih musim panas bilangnya terlalu panas pengen hujan, pas dikasih hujan bilangnya cucian nggak bisa kering pengen musim panas" ucap Nazwa yang telah selesai mengangkat jemurannya
"iya, Alhamdulillah terima kasih atas nikmat mu ini ya allah" ucap Nadifa mengadahkan tangannya membuat temannya hanya tersenyum
"Assalamu'alaikum Salwa, anti dipanggil ustadzah ke ruang guru" seorang santriwati datang menghampiri mereka berempat
"owwh na'am nanti ana kesana" jawab Salwa ramah sambil tersenyum dan santriwati tersebut berlalu pergi
"anti ngapain di panggil ke ruang guru Sal?" kepo Nadifa
"jangan bilang anti dihukum Sal" tuduh Hana membuat Nazwa memukul kepalanya pelan dengan tangan
"emang ke ruang guru harus karena di hukum aja" jawab Nazwa
"udah jangan bertengkar, Naz ana titip jemuran ana ya bawa ke kamar lagian udah kering ana nemuin ustadzah dulu di ruang guru" ucap Salwa memberikan jemuran yang sudah kering kepada Nazwa dan hanya dibalas anggukan oleh Nazwa
⚘⚘⚘⚘⚘
Brakkk
pintu kamar di dorong keras dari luar membuat Nazwa, Hana dan Nadifa langsung memegang dada karena terkejut
"astagfirulloh anti kenapa Sal, sampai nendang-nendang pintu gitu?" tanya Nazwa melihat Salwa yang ngos-ngosan
Bukannya menjawab pertanyaan dari teman-temannya Salwa langsung bergegas mengambil tasnya dan memasukkan beberapa baju dengan cepat
"anti kenapa Sal?" tanya Nazwa menghampiri Salwa
"ana harus pulang Naz"
"apa? pulang?" kaget Nadifa dan Hana
"anti ada masalah?" tanya Nazwa lembut
"hiks...hiks...hiks penyakit ibu ana kambuh Naz, nggak ada yang jagain di rumah" jawab Salwa langsung memeluk Nazwa sambil menangis
"emang di rumah anti nggak ada orang?" tanya Nazwa sambil membalas pelukan Salwa
Salwa hanya menggeleng sebagai jawaban
"ana harus pulang, ana nggak mungkin nyuruh tetangga jagain ibu, apa gunanya seorang anak kalau tak bisa mengurus orang tuanya di masa tua"
"udah tenang Sal jangan nangis lagi, kita sedih liat anti kayak gini" ucap Hana ikut memeluk Salwa diikuti Nadifa
"bener Sal, kita doain semoga ibu ana cepat sembuh biar kita bisa kumpul kayak gini lagi"
"maaf ya ngerepotin kalian, gara-gara aku kita nggak jadi ikut lomba nyanyi" ucap Salwa menunduk sedih
"udah Sal, jangan mikirin itu yang terpenting sekarang adalah kesehatan ibu anti" Nazwa menenangkan Salwa
"Salwa ayo" ucap seseorang di balik pintu yang tak lain tetangga dekat Salwa
"iya bi, ana pergi dulu Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam, hati-hati Sal"
Sahabatnya hanya memperhatikan punggung Salwa yang menghilang di balik pintu dengan tatapan sayu
"huff semoga ibu anti cepet sembuh Sal" ucap Nazwa menghembuskan nafas pelan dan mendudukan dirinya diatas ranjang
"Salwa sekolah disini yang biayain siapa kalau ibunya sakit?" tanya Nazwa pada Hana dan Nadifa yang saat ini memandang ke arah jendela melihat rintik hujan yang mulai turun membasahi tanah
"Salwa kesini dapat beasiswa Naz, uang beasiswa ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan dia selama di ponpes" jawab Hana
"Salwa punya keluarga?" tanya Nazwa lagi
"Ayahnya sudah meninggal, keluarganya yang lain tinggal di luar kota, Salwa anak tunggal ia hanya hidup berdua dengan ibunya" jawab Nadifa
"ibunya bekerja sebagai pedagang sayur keliling, jadi penghasilannya cuma cukup buat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi Salwa punya tekad yang besar hingga akhirnya dapat masuk ponpes ini dengan beasiswa" tambah Hana
Nazwa mengangguk sebagai jawaban, hatinya terasa sakit melihat sahabatnya mengalami hal seperti ini, ia bersyukur dilahirkan di keluarga yang berada
"terus besok lomba nyanyi kita gimana?" tanya Nadifa memandang ke arah Nazwa
"hufffh, kalian tau dimana rumah Salwa?" tanya Nazwa dan kedua sahabat nya hanya menggeleng sebagai jawaban
"ha??? terus darimana kalian tau semua tentang Salwa?" tanya Nazwa bingung
"bi Ijah yang cerita dia tetangga Salwa" jawab Hana
"ayo kita ke dapur ketemu bi Ijah" ucap Nazwa langsung berdiri
"ha ngapain?"
"udah ikut aja"
"tapi diluar hujan Naz"
"lah terus guna payung apa?" tanya Nazwa menunjuk payung yang tergantung di dinding
...°°°°°°°°°°°...
"Assalamu'alaikum bi Ijah"
"Wa'alaikumussalam"
"eh duduk dulu hujan-hujan ngapain ke dapur?" tanya bi ijah
"kita kesini nanya tentang Salwa bik" ucap Nazwa to the point
"iya nak Salwa kan tadi pulang di jemput bik Sri tetangga rumahnya" ucap bi ijah ikut duduk di depan mereka
"iya, kok bibi tau"
plukkk
"anti lupa atau pikun Naz, kan tadi ana sudah kasih tau bi ijah itu tetangga Salwa" Nadifa memukul pelan kepala Nazwa membuat Nazwa cengir
"hehehe iya basi basi Nad"
"jadi gini bik, bibi tau nggak tempat rumahnya Salwa?" tanya Nazwa
"emang kalian mau pada ngapain?" tanya bi ijah curiga
"hehehe nggak ada kok bi, kita tanya aja siapa tau kan pas libur kita pengen kesana silaturrohmi gitu" jawab Nazwa tenang
"rumah Salwa jauh nggak dari ponpes bik?" tanya Hana
"nggak terlalu jauh sih cuma butuh waktu dua puluh menit nyampe"
"jalannya kemana bik?"
__ADS_1
"dari ponpes belok kanan terus lurus entar ada perempatan kalian belok kiri di dekat kuburan, terus lurus nanti ada pertigaan kalian belok kanan terus belok kiri disamping kandang bebek pak mamat nah sampai, rumah Salwa yang pakai cat warna biru muda" jelas bi ijah panjang lebar membuat Nazwa dan sahabatnya hanya menganggukkan kepala
"berarti rumusnya kanan kiri kanan kiri gitu biar kita ingat" ucap Nazwa dan dibalas anggukan kepala oleh sahabatnya
"kalau gitu terima kasih ya info nya bik, kita balik ke kamar dulu nanti di cariin ustadzah"
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
"jadi apa rencana anti Naz, sampai nanya rumah Salwa?" tanya Nadifa
"udahlah besok anti liat aja"
"ish, kebiasaan deh anti Naz suka bikin orang penasaran"
"nanti anti liat aja"
"udah, daripada ribut mending kita ke warung bu sulis yuk beli gorengan mumpung lagi ujan gini, enak makan gorengan dalam kamar"
"yok lah" jawab Nazwa semangat
"kita nggak minta izin ustadzah dulu?" tanya Nazwa lagi
"kayaknya nggak usah kan cuma sebentar, lagian ustadzah juga pasti di rumah" jawab Hana
"anti pinjem uang anti dulu ya Han, entar di kamar ana ganti soalnya ana nggak bawa uang" cengir Nadifa
"kebiasaan anti, yaudah nanti di kamar jangan lupa ganti"
"udah yok cepetan jangan pada ngobrol mulu, entar bi sulis keburu tutup"
"sabar Naz"
"udah ayo"
Hujan turus begitu deras membuat Nazwa, Nadifa dan Hana memegang erat payung masing-masing di tambah dengan angin yang bertiup cukup kencang membuat pakaian mereka basah terkena air hujan
"Naz kita basah" ucap Hana pada Nazwa di sebelahnya
"apa?" karena derasnya suara hujan dan angin membuat pendengarannya tidak terlalu jelas
"kita sudah basah kuyup percuma pakai payung" teriak Hana lagi karena saat ini mereka bertiga sedang melewati lapangan ponpes para santri yang lain lebih memilih tidur dengan selimut hangat dalam kamar masing-masing
duarrrrr
terlihat cahaya kilat diiringi dengan suara gemuruh membuat Nazwa reflek membuang payungnya diikuti sahabatnya yang lain
"hehehe takut tersambar" cengir Nazwa
"hahaha"
"lagian kita juga udah basah, sekalian main ujan" usul Nazwa diangguki kedua sahabatnya
mereka bertiga memutuskan melipat payung dan bermain hujan sambil berlarian menikmati setiap tetes air hujan yang membasahi tubuh membuat mereka melupakan sejenak masalah yang dialami
🍁🍁🍁🍁🍁
.
.
.
Banyak typo
Maaf kalau alurnya nggak nyambung 🙏🙏🙏
__ADS_1